Anda di halaman 1dari 14

STASIUN GILINGAN.

ALAT PENCACAH TEBU.

FUNGSI : POL OPEN CELL, SECARA MEKANIS. TOLOK UKUR KINERJANYA :


OPERASIONAL, PI., 90,0 PLUS. MEKANIS, SETTING REKOMENDASINYA.

FAKTOR YG BERPENGARUH THD KINERJA :


PUTARAN KERJA. DAYA TERPASANG. SETTING. TIP DIAMETER. KUALITAS BAHAN BAKU.

FAKTOR NON TEKNIS :


KOMPROMI DG BOILER. KETERBATASAN SUPLAI POWER (UAP ATAU LISTRIK). KETERBATASAN PEMELIHARAAN.

ALAT PENCACAH TEBU.

SUSUNAN DAN POTENSINYA. SUSUNAN APT. PENCAPAIAN PI (%). s/d 76,0 s/d 87,0 s/d 90,0 s/d 91,0 DAYA TERPASANG (HP/TSJ). 43,0 48,0 68,0 70,0

2 PISAU TEBU. UNIGRATOR. PT + UN. PT + HDHS

TANDEM GILINGAN.

FUNGSI : MEMERAH NIRA (GULA) DENGAN TEKANAN. TOLOK UKUR KINERJANYA :


OPERASIONAL : (DIBANDINGKAN DG PABRIK-2 LAIN)
HPG, HPB, IMBIBISI%SABUT, IMBIBISI%TEBU, NIRA MENTAH%TEBU, POL%AMPAS, BK.%AMPAS.

MEKANIS : (MENUJU SETTING REKOMENDASINYA).


TEKANAN HIDROLIK SPESIFIK : 16-20 ton/dm2, p=63,7 (P.D.L/d2), kg./cm2 FIBRE LOADING, (kg.sabut/jam)/(.D.L.n), kg./dm2. FIBRE INDEX, (kg.sabut/jam)/(.D.L.n.a), kg./dm3.

TANDEM GILINGAN.

FAKTOR YG BERPENGARUH THD EKSTRAKSI :


JUMLAH UNIT GILINGAN. TEKANAN HIDROLIK SPESIFIK. PI. JUMLAH AIR IMBIBISI. SETTING. KUALITAS BAHAN BAKU. KOMPROMI DG BOILER KOMPROMI DG PABRIKASI KETERBATASAN PEMELIHARAAN KETERBATASAN SUPLAI POWER KETERBATASAN DAYA TERPASANG.

FAKTOR NON TEKNIS :

TANDEM GILINGAN.

SETTING GILINGAN .
BUKAN PERMASALAHAN EKSAKTA, LEBIH CENDERUNG SBG PEGANGAN AWAL, YG TERBAIK ADALAH SPESIFIK LOKASI. KECEPATAN ROL MAX 18-20 m/mnt : SAMA UNTUK SEMUA UNIT GILINGAN. FIBRE LOADING MAX 190-200 gr./dm2. PERBANDINGAN BUKAAN KERJA : SAMA ATAU MEMBESAR (KECENDERUNGAN EKSTENSIFIKASI DARIPADA INTENSIFIKASI). FIBRE INDEX : (EKSTRAKSI OPTIMUM, MERUPAKAN KOMPROMI ANTARA DERAJAD PEMERAHAN DG READSORBSI).

TANDEM GILINGAN.

FIBRE INDEX JAWA.


TANDEM GILINGAN
4 GIL.

FIBRE INDEX (kg./dm3)

CRUSHR + 4 GIL.

CRUSHR + SHREDR + 4 GIL.

5 GIL.

CRUSHR + 5 GIL.

CRUSHR GIL. I GIL. II GIL. III GIL. IV GIL. V

0,53 0,61 0,67 0,72 -

0,39 0,61 0,75 0,84 0,94 -

0,33 0,57 0,67 0,72 0,77 -

0,37 0,64 0,80 0,91 0,96

0,32 0,62 0,72 0,81 0,87 0,96

TANDEM GILINGAN.

FIBRE INDEX DARI BEBERAPA METODE SETTING.


TANDEM GILINGAN
FCB.

FIBRE INDEX (kg./dm3)

KAWASAKI.

WALKERS.

FARREL.

JAWA.

CRUSHR GIL. I GIL. II GIL. III GIL. IV GIL. V

0,36 0,56 0,72 1,07 1,21 1,32

0,46 0,70 0,93 1,07 1,15

0,58 0,61 0,64 0,74 0,88

0,33 0,49 0,64 0,75 0,87 0,94

0,32 0,62 0,72 0,81 0,87 0,96

TANDEM GILINGAN.

SETTING PLAT AMPAS METODE JAWA. PROSEDUR:


O = OM/25 = 12 13 O LINGKARKAN BUSUR BC KELANDAIAN 4%.

TANDEM GILINGAN.

SETTING PLAT AMPAS METODE WALKERS. PROSEDUR:


FIBRE INDEX (kg/dm3): UNIT GILINGAN I II III FIBRE INDEX 0,13 0,14 0,16 Cp = FIBRE LOADING/FIBRE INDEX C1 = Cp 0,5 X TINGGI GIGI ROL ATAS C2 = C1 2% X Y C3 = C1 + 2% X Y KELANDAIAN 4%. IV 0,18 V 0,19

TANDEM GILINGAN.

TANDEM GILINGAN.

TANDEM GILINGAN.

PENGONTROLAN KINERJA MEKANIS. TUJUAN: UNTUK OPTIMASI KINERJA MEKANIS GILINGAN. PROSEDUR:
PENGUKURAN BUKAAN KERJA, MIN. 3 X PER SHIFT PENCATATAN PUTARAN ROL PER JAM
MENGGUNAKAN SLAGEN TELLER, KAPASITAS GILING INCLD. MENGGUNAKAN PUTARAN TURBIN, KAPASITAS GIL./JAM RATA-2

PENCATATAN TEKANAN HIDROLIK PER JAM. PENCATATAN BERAT TEBU, NM, AIR IMBIBISI, PER JAM. PERHITUNGAN FIBRE LOADING dan FIBRE INDEX. PEMBAHASAN.

IMBIBISI.

FUNGSINYA: MENGENCERKAN KANDUNGAN GULA NIRA TEBU dan MEMUNGKINKAN DILAKUKANNYA PEMERAHAN MEKANIS. TOLOK UKURNYA: BASAHNYA AMPAS, KEMAMPUAN PENGUAPAN EVAPORATOR, KERATAAN DISTRIBUSI, AIR IMBIBISI.
JUMLAHNYA, 200% SABUT, NM % TEBU = 100 DISTRIBUSINYA, 100% DIDEPAN UNIT GILINGAN AKHIR, SARANANYA PIPA BERLUBANG BERTEKANAN. ALTERNATIFNYA, 75% DIDEPAN UNIT GILINGAN AKHIR, 25% DIDEPAN UNIT GILINGAN SEBELUMNYA.

NIRA IMBIBISI.
DISTRIBUSINYA, DISTRIBUTOR, COMPOUND IMB.+CUSH CUSH SCREEN. PANAS, TERJADI EFEK KILLING SEKETIKA MIN. 75 C, TERJADI EKSTRAKSI NIRA (GULA) SECARA OSMOSE PADA SEL TEBU SEHAT. DINGIN, EFEK KILLING LAMBAT < 75 C