Anda di halaman 1dari 21

GANGGUAN PSIKOLOGI PASCA BENCANA

PENDAHULUAN
Seorang korban bencana gempa yang selamat dari maut saat kejadian dapat mengalami Gangguan Stres Pasca Trauma setelah kejadian itu. Gejala awal yang paling dikeluhkan adalah perasaan takut serta tidak berdaya.

sering merasa berada dalam kondisi traumatik tersebut (pd saat bencana) merasakan gejala-gejala kecemasan keluhan fisik (jantungn berdebar, rasa sesak napas, perasaan akan mati atau pingsan, perut terasa penuh dan rasa ingin muntah serta kepala pusing yang berputar)

TIPE-TIPE GANGGUAN KECEMASAN


1. Fobia - ketakutan yang berlebihan yang disebabkan oleh benda, binatang ataupun peristiwa tertentu - sifatnya biasanya tidak rasional, dan timbul akibat peristiwa traumatik yang pernah dialami individu

- Fobia simpel: sumber binatang, ketinggian, tempat tertutup, darah (Yang menderita banyak wanita, dimulai semenjak kecil) - Agorafobia: kata yunani, agpra = tempat berkumpul, pasar. Sekelompok ketakutan yang berpusat pada tempat-tempat publik: takut berbelanja, takut kerumunan, takut bepergian - Simptom: ketegangan, pusing, kompulsi, merenung, depresi, ketakutan menjadi gila.

Fobia dibedakan menjadi dua jenis,yaitu:


a. Fobia Spesifik Ketakutan berlebih yang disebabkan oleh benda, atau peristiwa traumatik tertentu - cth : ketakutan terhadap kucing (ailurfobia), ketakutan terhadap ketinggian (acrofobia), ketakutan terhadap tempat tertutup (agorafobia), fobia terhadap kancing baju, dsb. Fobia Sosial Ketakutan berlebih pada kerumunan atau tempat umum. ketakutan ini disebabkan akibat adanya pengalaman yang traumatik bagi individu pada saat ada dalam kerumunan atau tempat umum. - cth : dipermalukan didepan umum, ataupun suatu kejadian yang mengancam dirinya pada saat diluar rumah.

b.

2. Obsesif Kompulsif
- obsesif adalah pemikiran yang berulang dan terus-menerus. - kompulsif adalah pelaksanaan dari pemikirannya tersebut. Perilaku ini merupakan ritual pembebasan dari dosa pada orang tersebut. dengan mencuci tangan ia berharap bisa membersihkan dari dosa yang telah ia perbuat obsesif kompulsif ini biasanya cenderung pada perilaku bersih-bersih.

3.

Post Traumatik-Stress Disorder (PTSD/ Gangguan Stress Pasca Trauma) kecemasan akibat peristiwa traumatik yang biasanya dialami oleh veteran perang atau orang-orang yang mengalami bencana alam.

Simtom dan diagnosis: - Akibat kejadian traumatik atau bencana yang tingkatnya sangat buruk: perkosaan, peperangan, bencana alam, ancaman yang serius terhadap orang yang sangat dicintai, melihat orang lain disakiti atau dibunuh. - Akan berakibat tidak dapat konsentrasi, mengingat, tidak dapat santai, impulsif, mudah terkejut, gangguan tidur, cemas, depresi, mati rasa; hal-hal yang menyenangkan tidak menarik lagi, ada perasaan asing terhadap orang-lain dan yang lampau. - ada rasa bersalah, sering terjadi mimpi buruk atau gangguan tidur.

4. GAD (Generalized Anxiety Desease: Gangguan Kecemasan Tergeneralisasikan) - Kecemasan kronis terus menerus rnencakup situasi hidup (cemas akan terjadi kecelakaan, kesulitan finansial). - Ada keluhan somatik: berpeluh, merasa panas, jantung berdetak keras, perut tidak enak, diare, sering buang air kecil, dingin, tangan basah, mulut kering, tenggorokan terasa tersumbat, sesak nafas, hiperaktivitas sistem saraf otonomik.

- Merasa ada gangguan otot: ketegangan atau rasa sakit pada otot terutama pada leher dan bahu, pelupuk mata berkedip terus, bcrgetar, mudah lelah, tidak mampu untuk santai, mudah terkejut, gelisah, sering berkeluh. - Cemas akan terjadinya bahaya, cemas kehilangan kontrol, cemas akan mendapatkan.serangan jantung, cemas akan mati. - Sering penderita tidak sabar, mudah marah, tidak dapat tidur, tidak dapat konsentrasi.

5. Gangguan Panik Tanda-tanda: - sesak nafas, detak jantung keras, sakit di dada, merasa tercekik, pusing, berpeluh, bergetar, ketakutan yang sangat akan teror, ketakutan akan ada hukuman. - Depersonalisasi dan derealisasi: perasaan ada di luar badan, merasa dunia tidak nyata, ketakutan kehilangan kontrol, ketakutan menjadi gila, takut akan mati.

Terjadinya: - sering, sekali seminggu atau lebih sering. Beberapa menit - Laki-laki 0,7 %, wanita 1% - 4 kali serangan panik dalam 4 minggu, Satu serangan diikuti ketakutan terjadinya serangan lagi paling sedikit 1 bulan. - Serangan panik dapat diikuti agorafobia, - 80% penderita panik juga menderita gangguan kecemasan yang lain. - Sering juga ada depresi

PENATALAKSANAAN
Pengobatan dan tata laksana korban gempa yang traumatik harus segera dilakukan Beberapa jenis terapi yang dilakukan psikiater berguna untuk mengurangi kondisi traumatik - cth : Relaksasi salah satu cara pertama yang sering diajarkan kepada pasien. Psikoterapi berupa terapi kognitif dan perilaku dapat dilakukan pada pasien berkenaan dengan kecenderungan untuk terus menerus mengingat peristiwa tersebut

dukungan keluarga dan sahabat korban yang sangat penting dalam proses pemulihan Pendekatan-Pendekatan Psikodinamika Dari perspektif psikodinamika, kecemasan merefleksikan energi yang dilekatkan kepada konflik-konflik tak sadar dan usaha ego untuk membiarkannya tetap terepresi.

Pendekatan-Pendekatan Humanistik Para tokoh humanistik percaya bahwa kecemasan itu berasal dari represi sosial diri kita yang sesungguhnya. Oleh sebab itu terapis-terapis humanistik bertujuan membantu orang untuk memahami dan mengekspresikan bakat-bakat serta perasaan-perasaan mereka yang sesungguhnya Sebagai akibatnya, klien menjadi bebas untuk menemukan dan menerima diri mereka yang sesungguhnya dan tidak bereaksi dengan kecemasan bila perasaan-perasaan mereka yang sesungguhnya dan kebutuhan-kebutuhan mereka mulai muncul ke permukaan.

Pendekatan-Pendekatan Biologis Pendekatan ini biasanya menggunakan variasi obat-obatan untuk mengobati gangguan kecemasan - cth : golongan benzodiazepine Valium dan Xanax (alprazolam)

Pendekatan-Pendekatan Belajar Inti dari pendekatan belajar adalah usaha untuk membantu individu menjadi lebih efektif dalam menghadapi situasi yang menjadi penyebab munculnya kecemasan tersebut Ada beberapa macam model terapi dalam pendekatan belajar, diantaranya : a) Pemaparan Gradual - Metode ini membantu mengatasi fobia ataupun kecemasan melalui pendekatan setapak demi setapak dari pemaparan aktual terhadap stimulus fobik.

- Terapi bersifat bertahap menghadapkan individu yang agorafobik kepada situasi stimulus yang makin menakutkan, sasaran akhirnya adalah kesuksesan individu ketika dihadapkan pada tahap terakhir yang merupakan tahap terberat tanpa ada perasaan tidak nyaman dan tanpa suatu dorongan untuk menghindar. - Keuntungan dari pemaparan gradual adalah hasilnya yang dapat bertahan lama.

b) Rekonstruksi Pikiran membantu individu untuk berpikir secara logis apa yang terjadi sebenarnya. biasanya digunakan pada seorang psikolog terhadap penderita fobia. c) Flooding individu dibantu dengan memberikan stimulus yang paling membuatnya takut dan dikondisikan sedemikan rupa serta memaksa individu yang menderita anxiety untuk menghadapinya sendiri.

d) Terapi Kognitif - melalui pendekatan terapi perilaku rasionalemotif, terapi kognitif menunjukkan kepada individu dengan fobia sosial bahwa kebutuhan-kebutuhan irrasional untuk penerimaan-penerimaan sosial dan perfeksionisme melahirkan kecemasan yang tidak perlu dalam interaksi sosial. - Terapi kognitif berusaha mengoreksi keyakinan-keyakinan yang disfungsional.

e) Terapi Kognitif Behavioral (CBT) - Terapi ini memadukan tehnik-tehnik behavioral seperti pemaparan dan tehniktehnik kognitif seperti restrukturisasi kognitif. - Beberapa gangguan kecemasan yang mungkin dapat dikaji dengan penggunaan CBT antara lain : fobia sosial, gangguan stres pasca trauma, gangguan kecemasan menyeluruh, gangguan obsesif kompulsif dan gangguan panik