Anda di halaman 1dari 26

OBAT EMERGENSI DALAM ANESTESI

Oleh : Yusuf Allan Pascana/G99112148

Pembimbing : Dr. Muhammd Husni Thamrin Sp. An MKes

Pendahuluan
Obat emergensi adalah obat yang digunakan dalam keadaan gawat darurat atau mengancam nyawa pasien. Obat emergensi dalam bidang anestesi adalah obat-obat yang diberikan pada komplikasi akibat pembiusan. Berikut ini adalah contoh obatobat emergensi yang biasa digunakan dalam anestesi.

Efedrin
Indikasi :
Hipotensi yang tidak disebabkan kekurangan volume intravaskuler Jika tekanan darah menurun >20% dari teakanan darah awal (biasanya bila tekanan darah sistol <90 diberikan).

Farmakodinamik dan farmakokinetik :


Efedrin bekerja pada reseptor 1, 1, dan 2 Efeknya terutama pada arteriol kecil dan sfingter prekapiler, menyebabkan vasokontriksi, meningkatkan aliran darah koroner, meningkatkan curah jantung. Efedrin juga merelaksasi otot bronkus

Dosis :
2 cc secara intravena

Komplikasi dan Kontraindikasi :


Dapat menimbulkan gejala seperti gelisah nyeri kepala berdenyut, tremor dan palpitasi. Dapat menimbulkan perdarahan otak jika dosis terlalu tinggi. Dikontraindikasikan pada pasien yang mendapat -Bloker non selektif

Sulfas Atropin
Indikasi : Penggunaan :
Asistol/PEA Bradikardi, sebagai bronkodilatorantidotum untuk keracunan antikolinesterase
1 mg IV/IO bolus, diulang tiap 3 5 menit; maksimal 3 kali pemberian (3 mg)

Bradikardia

Endotrakeal

0,5 mg IV/IO tiap 3 5 menit;maksimal 3 mg


2 3 mg dilarutkan dalam 10 ml NS

Dibutuhkan dosis yang sangat besar untuk intoksikasi organofosfat

Farmakokinetik dan farmakodinamik :


Adalah obat antimuskarinik. Atropin memblok asetilkolin endogen dan eksogen, namun lebih banyak ke eksogen. Atropin bersifat merangsang SSP pada dosis kecil dan memperlihatkan efek depresi pada dosis toksik. Pada sistem kardiovakuler dapat menyebabkan takikardi karena menghambat N. vagus dan menghambat vasodilatasi.

Efek samping dan intoksikasi


Berupa mulut kerin, gangguan miksi dan meteorismus sering terjaid, tapi tidak membahayakan. Pada lansia dapat terjadi efek sentral seperti demensia. Intoksikasi biasanya terjadi pada anak karena kesalahan dosis, biasanya dimulai dengan pusing, mulut kering, tidak dapat menelan dan sulit erbicara. Dapat terjadi midriasis, peningkatan sush tubuh dan gallop rhytim Antidotum yang dianjurkan adalah fisostigmin 2-4 mg SK

Aminofilin
Indikasi :
Menghilangkan & mencegah gejala-gejala asma & bronkhospasme karena obat-obatan anastesi seperti pentotal, propofol, muscle relaksan yang dapat menginduksi asma attack

Cara pemberian dan dosis :


Dosis awal :
6,3 mg/kg

Anak 1-9 tahun Anak 9-16 tahun dan perokok dewasa Dewasa bukan perokok Lansia dan pasien dengan gangguan paru-paru Pasien gagal jantung kongestif
0,1-0,2 mg/kg/jam 0,3 mg/kg/jam 0,8 mg/kg/jam

1 mg/kg/jam

0,5 mg/kg/jam

Efek samping dan kontraindikasi :


Pasien dengan penyakit jantung berat,hipoksemia (keadaan kadar oksigendarah yang menurun) parah, gagal jantung kongestif, penyakit hati, usialanjut, hipertensi, atau hipertiroidism Efek samping berupa gangguan saluran pencernaan,takhikardia, berdebar, & gemetar

Adrenalin
Indikasi :
Henti jantung : fibrilasi ventrikel (VF), takikardi ventrikel tanpa denyut nadi (pulseless VT), asistol, PEA (Pulseless Electrical Activity) Bradikardia simtomatis Hipotensi berat Anafilaksis, reaksi alergi berat : kombinasi bersama sejumlah besar cairan, kortikosteroid, antihistamin

Dosis dan penggunaan : IV/IO Endotrakeal

1 mg diberikan/diulang setiap 3 5 menit 2 2,5 mg (2 2,5 kali dosis IV/IO), dilarutkan dalam 10 ml PZ/NS 1 mg dilarutkan dalam 500 ml NS atau D5%, kecepatan inisial 1 g/menit dititrasi sampai mencapai efek 0,3-0,5 mg SC dapat diulang setiap 15-20 menit. Diberikan perinfus dengan dosis 1mg (1 mg = 1 : 1000) dilarutkan dalam 500 cc NaCl 0,9 %, dosis dewasa 1 g/mnt dititrasi sampai menimbulkan reaksi hemodinamik, dosis dapat mencapai 2-10 g/mnt

Infus kontinyu

Reaksi atau syok anafilaktik

Bradikardi atau hipotensi

Efek samping
Peningkatan tekanan darah dan frekuensi nadi dapat menyebabkan iskemia miokard, angina, dan peningkatan kebutuhan oksigen miokard Dosis besar tidak meningkatkan perbaikan kesudahan (outcome) status neurologis, bahkan bisa menyebabkan disfungsi miokard postresusitasi

Lidokain
Indikasi :
Alternatif amiodaron pada henti jantung karena VF/VT Obat pilihan utama untuk PVC (Paroxismal Ventrikel Contraction) berbahaya/mengancam nyawa :
Multipel Multifokal Bigemini Salvo/run R on T

VT stabil dengan ventrikel kiri yang baik

Dosis dan penggunaan


Henti jantung karena VF/VT
dosis inisial 1 1,5 mg/kg IV/IO bolus

VF refrakter
0,5 0,75 mg/kg IV bolus, diulang tiap 5 10 menit; maksimal 3 kali pemberian (3 mg/kg)

Endotrakeal
2 4 mg/kgBB

Nicardipine HCl
Indikasi :
Hipertensi emergensi Hipertensi krisis selama pembedahan

Dosis dan penggunaan


Hipertensi emergensi
0,5 6 mcg/kgBB/menit (syringe pump/drip infus)

Hipertensi akut selama operasi


2 10 mcg/kgBB/menit (syringe pump/drip infus) 10 30 mcg/kgBB (bolus IV)

Efek samping dan kontraindikasi


Kontraindikasi
Pasien yang kemungkinan memiliki hemostasis tidak lengkap dengan perdarahan intrakranial Pasien dengan peningkatan tekanan intrakranial saat fase akut stroke serebral Pasien dengan riwayat hipersensitif terhadap produk ini Pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal Pasien dengan stenosis aorta Ileus paralitik, hipoksemia, edema paru, dyspnea, trombositopenia, gangguan fungsi hati, dan jaundis. Takikardi, hipotensi, peningkatan kreatinin dan BUN, sakit kepala, nausea, muntah, mual dan hipersensitif.

Perhatian

Efek samping

Dopamin
Indikasi :
Obat pilihan kedua untuk bradikardia simtomatis (setelah atropin) Hipotensi (TDS 70 100 mmHg)

Sediaan :
Ampul 5 ml = 200 mg

Dosis dan penggunaan :


5 20 g/kg/menit, titrasi sampai respon tercapai

Efek samping dan kontraindikasi


Turunkan bertahap (tapering) Jangan mencampur/ melarutkan dengan natrium bikarbonat, lakukan pengenceran dengan D5%, D5 1/2 NS, D10 0,18 NS; RL Diberikan dengan syringe pump atau infusion pump, harus selalu drip, bukan IV bolus Bisa menyebabkan takiaritmia, vasokonstriksi yang eksesif

Nitroglise-rin
Indikasi :
Bedah : mengontrol dengan cepat hipertensi selama bedah jantung, menurunkan tekanan darah & menjaga hipotensi yang terkontrol selama prosedur bedah, mengkontrol iskemia miokardial selama dan setelah bedah kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah). Angina tak stabil yang kebal terhadap pengobatan dengan -bloker dan Nitrat sublingual (di bawah lidah). Gagal jantung kongestif sekunder yang tak responsif terhadap infark miokardial akut

Dosis dan penggunaan :


Pembedahan
Dosis awal 25 mcg/menit, bisa ditingkatkan dengan kenaikan 25 mcg/menit pada jarak waktu 5 menit sampai tekanan darah stabil. Dosis awal 15-20 mcg/menit kenaikan berikutnya 10-15 mcg/menit sampai efek yang dibutuhkan tercapai. Dosis awal 20-25 mcg/menit, dapat diturunkan menjadi 10 mcg/menit atau ditingkatkan secara bertahap dengan peningkatan sebesar 20-25 mcg/menit tiap 15-30 menit sampai efek yang diinginkan tercapai. Dosis awal 10 mcg/menit dengan peningkatan sebesar 10 mcg/menit yang dilakukan dengan jarak waktu sekitar 30 menit tergantung pada kebutuhan pasien.

Iskemia miokardial perioperatif

Gagal jantung kongestif unresponsif

Angina tak stabil

Efek samping dan kontraindikasi


Kontra indikasi
Anemia yang jelas, perdarahan otak berat, hipovolemia tak terkoreksi atau hipotensi berat. Pasien dengan kecenderungan glaukoma sudut tertutup. Hipotiroidisme, hipotermia, malnutrisi, penyakit ginjal atau hati yang parah. Dibutuhkan pengawasan ketat terhadap denyut nadi dan tekanan darah. Sakit kepala, mual, hipotensi, takhikardia, muntah-muntah, pembentukan keringat yang banyak, ketakutan pada sesuatu yang akan terjadi, keresahan/kegelisahan, otot berkedut/ bergerenyet, rasa tidak enak di belakang tulang dada, berdebar, pusing, nyeri perut. Bradikardia paradoksikal.

Perhatian

Efek samping

Terima Kasih