Anda di halaman 1dari 17

Sabun Transparan

Nama Anggota Kelompok


1. ANUKE SEPTIANA 2. INTAN NUR LAILI L/O/G/O 3. JATI KAMAJAYA 4. MUHAMMAD EFFENDI 5. SUCI RAHMAWATI

Pengertian Sabun
Sabun didefinisikan sebagai produk dari proses saponifikasi atau netralisasi lemak, minyak, lilin, rosin dengan basa organik tertentu atau yang anorganik. Sabun banyak digunakan karena berfungsi sebagai pembersih. Sabun murni terdiri dari 95% sabun aktif dan 5% sisanya adalah air, gliserin, garam dan impurity lainnya.

Reaksi
3Na OH + ( C17H35COO)3C3H5 ) ----> 3C17H35COONa + C3H5 (OH)3

SODA STEARAT GLYCERYL STEARAT GLYCERIN. ----> SOD.

Atau reaksi, C17H35COOH + NaOH --------> C17H35COONa +

STEARIC ACID SODA SOD. STEARAT AIR

H2O

Klasifikasi Sabun
Transparant Soap Castile Soap Sabun cair Soap Cosmetic Sabun padat Soap Superfatted Oatmeal Soap Natural Soap Deodorant Soap Acne Soap

Wujud Jenis dan


Fungsi

Sabun Transparan
Sabun Transparan adalah sabun yang dibuat dengan teknik khusus dengan menghilangkan kandungan alkali di dalamnya. Keunggulan Sabun transparan daripada sabun mandi biasa :
tampilannya yang transparan (transparent) yang menawan sangat lembut di kulit dan dapat melembabkan kulit.

Bahan Baku Sabun Transparan


Bahan Baku Utama
Lemak dan minyak
Jenis-jenis minyak atau lemak : Tallow Lard Minyak kelapa sawit Minyak kelapa Minyak inti kelapa sawit Minyak sawit stearin Marine oil Minyak jarak Minyak Zaitun Campuran minyak dan lemak

Bahan Baku Sabun Transparan


Bahan Tambahan
Natrium Hidroksida ( NaOH ) Asam Stearat Etanol Gliserin Coco-dietanolamida ( Coco-DEA ) Natrium klorida ( NaCl ) Gula pasir Asam Sitrat Pewarna Pewangi

Metode Pembuatan Sabun Transparan


NaOH 30%
Pewarna dan Pewangi

Dipanaskan

Dituangkan
Minyak suhu 60C
Diaduk dan dipanaskan

minyak

Campuran homogen

Cetakan

Panaskan dengan suhu 70 oC sambil diaduk

Larutan Kental

Didiamkan 24 jam Sabun Mengeras

asam stearat, etanol, gliserin, Coco-DEA, gula pasir

Komposisi
Bahan
Minyak (gr) NaOH (gr) As. Stearat (gr) Ethanol 96% (ml) Gliserin (ml) Gula (gr)

Formula
I II III IV

50,1 38,02 117,5 37,51 32,47 18,73

5,11 1,03 2 40 3 1,51

2,5 2 1 45 3,16 2,5

2,52 1,16 1 45 3 2,51

Hasil
Formula I
Kestabilan busa kurang bagus. Kekesatan bagus Warna sabun tidak trasparan (putih keruh) Tekstur sabun keras (cepat mengeras) pH 13

Formula II
Kestabilan busa kurang Kekesatan bagus Warna sabun kurang transparan (setelah 5 menit teroksidasi) Tekstur sabun padat lembut Berbau ethanol menyengat pH 10

Formula III
Kestabilan busa bagus Kekesatan kurang Warna sabun tidak transparan Tekstur sabun keras pH 14

Formula IV
Kestabilan busa lumayan bagus Kekesatan bagus Warna sabun lebih transparan dari formula II Tekstur sabun padat lembut pH 12

Kesimpulan

Sabun dibuat melalui proses saponifikasi lemak atau minyak dengan senyawa alkali membebaskan gliserol. Bahan baku pembuatan sabun adalah minyak dan NaOH, sedangkan bahan pendukungnya adalah : Asam Stearat : untuk mengeraskan sabun Ethanol : sebagai pelarut dan transparent agent Gliserin : sebagai humektan, pelarut, dan transparent agent Gula : sebagai humektan dan transparent agent Keberhasilan pembuatan sabun dipengaruhi oleh formula dan perlakuan. Hingga percobaan ke-4 belum diperileh formula dan perlakuan yang tepat hingga diperoleh hasil yang diinginkan.

MSDS :
Asam stearat - Bahaya 1. iritasi mata dan kulit 2.keracunan - pencegahan 1. lindungi mata dan kulit dengan gloves dan sarung tangan 2.tidak melakukan hal yang menyebabkan dapat tertelan

MSDS :
Bahaya 1. iritasi mata 2.keracunan 3.mudah terbakar pencegahan 1. menggunakan gloves 2.tidak melakukan hal yang dapat mengakibatkan tertelan 3.jauhkan dari api

MSDS :
Asam sitrat - Bahaya 1. dapat menyebabkan kerusakan paru-paru 2.keracunan 3.iritasi mata - pencegahan 1. menggunakan masker 2.menggunakan gloves

MSDS :
Coco-diethanolamida - Bahaya 1. iritasi mata - pencegahan 1. menggunakan gloves