Anda di halaman 1dari 20

Struma nodusa non toksik

nor amirah nor azman 102008240

skenario 3
seorang laki - laki berusia 70 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan terdapat benjolan dileher bagian depan yang kian hari kian membesar, sejak 1 tahun yang lalu. Awalnya benjolan tersebut kecil dan tidak dihiraukan pasien, namun sekrang pasien menjadi sulit menelan dan pasien juga mengeluh tidak bisa bernafas dengan lapang, suaranya menjadi serak. pada pemeriksaan fisik didapatkan benjolan pada leher diameter 10 cm , konsistensi keras, dan sukar digerakkan dari dasarnya. tidak teraba pemebesaran kelenjar getah bening daerah leher. tekanan darah 120/80mmhg, denyut nadi 82x/minit, frekuensi nafas 26x/minit, suhu 36,8

Anamnesis
harus ditanyakan riwayat peribadi pasien, riwayat penyakit sekarang dan dahulu. asal, umur dan jantina kapan mulai pembesaran dan kecepatan membesar ada nyeri dan peningkatan suhu atau tidak ada gejala penekanan atau tidak keluhan toksik ada keluarga yang sama menderita penyakit yang sama dan meninggal tanyakan pasien pernah mendapat rawatan penyinaran sewaktu sebelumnya atau tidak

pemeriksaan fisik
keadaan umum inspeksi - pemebesaran secara nodusa, difusa, atau multinodusa palpasi nyeri tekan atau tidak konsistensi keras atau lunak permukaan rata atau tidak immobile atau mobile ada desakan trakea atau tidak ada pembesaran kelenjar getah bening ukuran diukur dalam cm

pemeriksaan penunjang
tes fungsi hormon - FT4 dan TSH serum foto rontgen leher - lihat benjolan dan deviasi trakea USG - padat atau cair. RIA ( sidikan) - tentukan fungsi bagian tiroid dengan lihat hasil penangkapan yodium radioaktif oleh benjolan. lihat samada hot nodule, warm nodule, warm nodule BAJAH / FNAB - dilihat jika curiga ada keganasan petanda tumor - Tg serum. normal 1,5- 3.0 ng/ml

diagnosa kerja
struma nodusa non toksik simple goiter - normal pada masa menstruasi, pubertas, dan hamil tipe sporadik tipe endemik - defiensensi yodium yang kronik terutama di daerah endemik yang kurang asupan garam. neoplasma tiroid jinak - kista, adenoma ganas - differensiensi baik - tipe papiler, tipe folikuler differensiensi buruk - ca anaplastik tiroid medullary ca tiroid

diagnosa banding
peradangan akut tiroiditis akut tiroiditis subakut de Quivens tiroiditis kronis - Hashimoto disease, struma riedels

epidemiologi
jantina - laki2 lebih sering usia - sering pada umur 30 - 40 tahun tempat - lokasi pada daerah yang kurang garam dalam asupann minum terutama di daerah pergunungan. di Indonesia,sering di minagkabau, Dari, Jawa, Bali, Sumatera.

etiologi
Kekurangan iodium: Pembentukan struma terjadi pada difesiensi sedang yodium yang kurang dari 50 mcg/d. Sedangkan defisiensi berat iodium adalah kurang dari 25 mcg/d dihubungkan dengan hypothyroidism dan cretinism. Kelebihan yodium: jarang dan pada umumnya terjadi pada preexisting penyakit tiroid autoimun

Goitrogen : Obat : Propylthiouracil, litium, phenylbutazone, aminoglutethimide, expectorants yang mengandung yodium Agen lingkungan : Phenolic dan phthalate ester derivative dan resorcinol berasal dari tambang batu dan batubara. Makanan, Sayur-Mayur jenis Brassica ( misalnya, kubis, lobak cina, brussels kecambah), padi-padian millet, singkong, dan goitrin dalam rumput liar. Dishormonogenesis: Kerusakan dalam jalur biosynthetic hormon kelejar tiroid Riwayat radiasi kepala dan leher : Riwayat radiasi selama masa kanak-kanak mengakibatkan nodul benigna dan maligna

patofisiologi
hiperplasia dan involulasi kelenjar tiroid. peruabah ini menimbulkan nodularitas tiroid dan kelainan yang dapat berlanjut dengan kurang aliran darah hingga terjadi iskemi.

berbagai bentuk degenerasi yang timbul seperti fibrosis, kalsifikasi, pembentukan kista, dan pendarahan.

penatalaksanaan
pada simple goiter pemberian kapsul beryodium pasa daerah endemik penyuntikan lipidol- dibeei 3 tahun sekali dengan dosis pda anak lebih 6 tahun dan dewasa diberi 1 cc. manakala pada anak kurang 6 tahun dosisnya 0,2-0,8 cc operasi - jika terapi gagal dengan indikasi terdapat ganggua penekanan trakea, kosmetik dan jika dicuragai keganasan.

pada neoplasma tiroid reseksi subtotal - mengeksisi sebagian besar tiap lobus, yang memotong pembuluh darah tiroidea superior, vena + hyroidea media dan vena tiroidea inferior utuh. Bagian kelenjar yang dieksisi merupakan sisi anterolateral tiap lobus, isthmus dan lobus piramidalis. tiroidektomi total - tumor ganas glandula tiroidea dan bila penyakit unilobaris yang mendasari tidak pasti. Bila dilakukan pengupasan suatu lobus, untuk tumor ganas maka pembuluh darah tiroidea superior, vena tiroidea media dan vena tiroidea inferior perlu dipotong.

Pengobatan untuk nodul tiroid yang bukan tiroiditis atau keganasan : Apabila didapatkan nodul hangat, dapat diberikan preparat lthyroxin selama 4-5 bulan dan kemudian sidik tiroid dapat diulang. Apabila nodul mengecil maka terapi dapat diteruskan namun apabila tidak mengecil dilakukan biopsi aspirasi atau operasi. Nodul panas dengan diameter < 2,5 cm observasi saja, tetapi kalau > 2,5 mm terapinya ialah operatif karena dikhawatirkan mudah timbul hipertiroidisme

Persiapan sebelumnya, pasien dalam kondisi eutiroid dan diberikan lugolisasi 7-14 hari. Menjelang operasi Penjelasan kepada penderita dan keluarganya mengenai tindakan operasi yang akan dijalani serta resiko komplikasi disertai dengan tandatangan persetujuan dan permohonan dari penderita untuk dilakukan operasi. (Informed consent) Memeriksa dan melengkapi persiapan alat dan kelengkapan operasi, persiapan ruang ICU untuk monitoring setelah operasi. Penderita puasa minimal 6 jam sebelum operasi

preventif
Memberikan edukasi kepada masyarakat dalam hal merubah pola perilaku makan dan memasyarakatkan pemakaian garam yodium Mengkonsumsi makanan yang merupakan sumber yodium seperti ikan laut Mengkonsumsi yodium dengan cara memberikan garam beryodium setelah dimasak, tidak dianjurkan memberikan garam sebelum memasak untuk menghindari hilangnya yodium dari makanan Iodisasi air minum untuk wilayah tertentu dengan resiko tinggi. Cara ini memberikan keuntungan yang.

komplikasi post operasi


Perdarahan. Masalah terbukanya vena besar dan menyebabkan embolisme udara. Trauma pada nervus laryngeus recurrens. Memaksa sekresi glandula ini dalam jumlah abnormal ke dalam sirkulasi dengan tekanan. Sepsis yang meluas ke mediastinum. Hipotiroidisme pasca bedah akibat terangkatnya kelenjar para tiroid. Trakeumalasia (melunaknya trakea).

prognosa
tergantung pada tipe histopatologi, stadium klinik patologi, lamanya penyakit hingga terdiagnosa, dan diberikan pengobatan dan usia penderita

diantara tipe karsinoma tiroid, maka tipe karsinoma papiler mempunyai prognosa yang terbaik 60% ca folikuler 74% ca papiler 82%ca tipe campuran

sekian terima masih