Anda di halaman 1dari 28

BRONKITIS

DEFINISI Suatu peradangan pada saluran bronkial (atau bronkus), saluran udara yang membentang dari trakea ke dalam saluran udara kecil dan alveoli.

Bronkitis akut adalah peradangan pada bronkus yang disebabkan oleh infeksi saluran napasyang ditandai dengan batuk (berdahak maupun tidak berdahak) yang berlangsung hingga 3minggu. Bronkitis kronis didefinisikan secara klinis sebagai batuk dengan dahak untuk setidaknya 3 bulan dalam setahun selama periode 2 tahun berturut-turut. (emedicine.madescape.com)

BRONKITIS KRONIK
FAKTOR RISIKO dan ETIOLOGI

merokok polusi udara infeksi berulang Infeksi, misalnya kontak dengan virus, infeksi myc oplasma, chlamydia, fungi/jamur.

Faktor-faktor tersebut menimbulkan respon inflamasi pada bronkus.

MANIFESTASI KLINIS - Batuk lama - Sputum putih atau mukoid, jika infeksi purulen ataupun mukopurulen - Sesak napas

INFLAMASI DAN MEKANISME PERTAHANAN PARU Perubahan patologi yang terjadi pada trakea, bronki dan bronkiolus terus sampai ke saluran napas kecil berupa infiltrasi permukaan epitel jalan napas, kelenjar duktus, kelenjar-kelenjar dengan eksudat inflamasi (sel dan cairan) yang didominasi oleh sel T limfosit (CD8+), makrofag dan neutrofil.

Asap rokok/polusi udara : melemahkan mekanisme pertahanan saluran napas melalui pengaruhnya terhadap ekspresi reseptor polimerik Ig penurunan produksi komponen sekretori juga IgA sekretori dalam lumen sal.napas daya tahan tubuh menurun

- Aktivasi makrofag menghasilkan TNF- dan berbagai mediator inflamasi lainnya serta protease. - Mediator inflamasi : bersifat kemokin dan bertanggung jawab terhadap kemotaktik dan aktivasi sel neutrofil.

Mediator inflamasi yang terlibat pada bronkitis kronis : Faktor hemotaktik o Mediator lipid misalnya LTB4 & limfosit T menarik neutrofil banyak sel goblet, produksi mukus meningkat memudahkan kolonisasi bakteri infeksi inflamasi linkaran setan

Sitokin inflamasi misalnya TNF-, IL-I, IL-6, meningkatkan proses inflamasi dan berefek pada inflamasi sistemik. Faktor pertumbuhan misalnya TGF- menimbulkan fibrosis pada saluran napas kecil.

Inflamasi Epitelium jalan napas mempunyai kemampuan untuk melakukan perbaikan perubahan anatomi dan fungsi jalan napas fibrosis matriks ekstraselular atau jaringan ikat penyempitan jalan sesak napas

Pasien dengan bronkhitis kronis akan mengalami : a. Peningkatan ukuran dan jumlah kelenjar mukus pada bronkhus besar sehingga meningkatkan produksi mukus. b. Mukus lebih kental c. Kerusakan fungsi siliari yang dapat menunjukkan mekanisme pembersihan mukus.

PATOFISIOLOGI Akibat perubahan bronkiolus dan elveoli terjadi gangguan pertukaran gas yang menimbulkan 2 masalah yang serius yaitu : 1. Aliran darah dan aliran udara ke dinding alveoli yang tidak sesuai (mismatched). Sebagian tempat (alveoli) terdapat adekuat aliran darah tetapi sangat sedikit aliran udara dan sebagian tempat lain sebaliknya

2. Performance yang menurun dari pompa respirasi terutama otot-otot respirasi sehingga terjadi overinflasi dan penyempitan jalan napas, menimbulkan hipoventilasi dan tidak cukupnya udara ke alveoli menyebabkan CO2 darah meningkat dan O2 dalam darah berkurang hipoksemia Sebagai kompensasi polisitemia (produksi eritrosit berlebihan).

Rokok, polusi, infeksi inflamasi produksi mukus, penurunan imun, degradasi silia kerusakan jaringan dan kolonisasi bakteri inflamasi efek inflamasi lingkaran setan

DIAGNOSIS
A. Gambaran klinis a. Anamnesis - Keluhan - Riwayat penyakit - Faktor predisposisi b. Pemeriksaan fisis B. Pemeriksaan penunjang a. Pemeriksaan rutin b. Pemeriksaan khusus

Pemeriksaan fisik kadang kadang terdengar ronchi pada waktu ekspirasi dalam. Bila sudah ada keluhan sesak, akan terdengar ronchi pada waktu ekspirasi maupun inspirasi disertai bising mengi. tanda tanda overinflasi paru seperti barrel chest perkusi : hipersonor, batas paru hati lebih ke bawah, pekak jantung berkurang, suara nafas lemah, kadang kadang disertai kontraksi otot otot pernafasan tambahan

Pemeriksaan Penunjang 1. Faal Paru - VEP1 (Volume ekspirasi paksa 1 detik) : menurun - KV (kapasitas vital) : menurun - VR (volume residu) : bertambah - KTP (kapasitas total paru) : meningkat - KRF (kapasitas residu fungsional) : sedikit naik atau normal

2. Darah rutin - Hb, Ht, Leukosit 3. Pemeriksaan diagnostik Pemeriksaan radiologis : - Normal - Corakan bronkovaskuler bertambah pada 21 % kasus Corak paru bertambah

Pemeriksaan Khusus 1. Analisa gas darah Pa O2 : rendah (normal 25 100 mmHg) Pa CO2 : tinggi (normal 36 44 mmHg) Saturasi Hb menurun 2. Bakteriologi 3. EKG

DIAGNOSIS BANDING Asma Pneumothoraks Bronkiektasis

TERAPI

1. Edukasi : tentang penyakitnya, hindari faktor risiko dan penyebab 2. Medikasi 3. Nutrisi

Medikasi
Berdasarkan pedoman American College of Chest Physicians (ACCP) 2006 : - penekan batuk seperti kodein dan dekstrometorfan direkomendasikan untuk jangka pendek mengurangi gejalagejala batuk pada pasien dengan bronkitis akut dan kronis. - short-acting beta-agonis ipratropium bromida dan teofilin dapat digunakan untuk mengontrol gejala seperti bronkospasme, dyspnea, dan batuk kronis pada pasien stabil dengan bronkitis kronis. - Untuk kelompok ini, pengobatan dengan long-acting betaagonist, ketika digabungkan dengan kortikosteroid inhalasi, dapat untuk mengontrol batuk kronis. - Eksaserbasi akut bronkitis kronis : short acting beta agonis atau bronkodilator antikolinergik

Bronkodilator Golongan antikolinergik (ipratropium bromida): mengurangi sekresi lendir Golongan agonis beta 2 (salbutamol, fenoterol, terbutalin) - Bentuk inhaler digunakan untuk mengatasi sesak - Sebagai obat pemeliharaan sebaiknya digunakan bentuk tablet yang berefek panjang - Bentuk nebuliser dapat digunakan untuk mengatasi eksaserbasi akut - Bentuk injeksi subkutan atau drip untuk mengatasi eksaserbasi berat

Antiinflamasi Digunakan bila terjadi eksaserbasi akut dalam bentuk oral atau injeksi intravena menekan inflamasi yang terjadi, dipilih golongan metilprednisolon atau prednison.

Antibiotik - macrolides, quinolones, or amoxicillin/clavulanate

Mukolitik - diberikan terutama pada eksaserbasi akut karena akan mempercepat perbaikan eksaserbasi, terutama pada bronkitis kronik dengan sputum yang viscous.

Oksigen Indikasi - Pao2 < 60mmHg atau Sat O2 < 90% - Pao2 diantara 55 - 59 mmHg atau Sat O2 > 89%, Ht >55% dan tanda - tanda gagal jantung kanan