Anda di halaman 1dari 33

MIRINGITIS

PEMBIMBING : Dr. Bambang A. Soe, SpTHT DISUSUN OLEH: Monica Handayani - 406118014 Gladys Sudiyanto - 406118016 Agnes Lasmono - 406127059

Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 22 Juli 2013 24 Agustus 2013

Anatomi telinga

Letak membran timpani

Membran timpani (telinga kanan)

VASKULARISASI MEMBRAN TIMPANI

MIRINGITIS

DEFINISI
inflamasi pada membran timpani salah satu jenis kelainan yang dapat mengakibatkan gangguan pendengaran dan menimbulkan sensasi kongesti serta nyeri pada telinga.

Miringitis bulosa suatu kondisi akut ditandai dengan nyeri telinga disertai terbentuknya bula pada membran timpani. Bula dapat menyebar atau memanjang sampai ke liang telinga, dan harus dibedakan dengan bula pada liang telinga (otitis eksterna).

Miringitis granulosa bentuk khusus otitis eksterna. Ditandai dengan adanya jaringan granulasi pada aspek lateral gendang telinga, kadang dengan keterlibatan meatus akustikus eksternal

EPIDEMIOLOGI
Semua usia, sering pada anak 2-8 thn Musim dingin Berhubungan dengan anak yang menderita infeksi saluran napas atas

KLASIFIKASI
BERDASARKAN ETIOLOGI PRIMER : Miringitis berkembang sebagai penyakit primer yang sembuh sendiri dari membran timpani SEKUNDER : sebuah proses inflamasi dari jaringan yang berdekatan dari telinga luar atau tengah BERDASARKAN WAKTU Miringitis akut : < 3 minggu Miringitis subakut : > 3 minggu - < 3 bulan Miringitis kronis : > 3 bulan.

ETIOLOGI MIRINGITIS PRIMER


Trauma langsung benda asing Proses pengeluaran benda asing yang gagal, contohnya serangga yang hidup, atau pada saat membersihkan telinga Sebuah ledakan atau perubahan tekanan dalam kabin pesawat Infeksi dari bakteri seperti Streptococcus pneumoniae atau infeksi virus seperti virus influenza dan herpes zoster Infeksi jamur (fungal)

ETIOLOGI MIRINGITIS SEKUNDER


Proses inflamasi dari infeksi saluran napas atas Inflamasi pada telinga tengah penonjolan membran timpani dengan kemungkinan perforasi. Ini ditandai dengan nyeri telinga terus-menerus dan manifestasi klinis tipikal otitis media akut lainnya. Pada kasus otitis eksterna akut post-trauma, otitis eksterna bakterial dan otitis eksterna viral. Miringitis fungal dapat terjadi pada otitis eksterna yang disebabkan jamur. Miringitis eksematosa dapat terjadi karena eksema dermal dari liang telinga.

Infeksi virus

gangguan epitel saluran pernapasan disfungsi tuba Eustachius mikroba patogen masuk dari nasofaring ke telinga tengah tekanan negatif di telinga tengah akumulasi sekresi pada telinga tengah

serangan otitis media akut

manifestasi dari cidera mekanik membran timpani

reaksi jaringan nonspesifik untuk beberapa agen infektif

Lesi bullosa

dari pecahnya bulla ke telinga tengah Middle ear fluid (MEF) bulla mungkin telah muncul secara sekunder setelah radang telinga tengah

Nyeri telinga tiba-tiba, unilateral, & berdenyut. Biasanya di dalam telinga, menyebar ke ujung mastoid, tengkuk, temporomandibula hingga ke seluruh wajah. Bulla (tunggal/multipel), sering pada sisi posterior atau postero inferior membran timpani atau dinding kanalis posterior. Isi bulla : darah atau cairan (serous atau serosanguinous) Bulla dapat menutupi sebagian atau seluruh permukaan

MANIFESTASI KLINIS
Otorrhea, hanya sedikit berair Efusi telinga Gangguan pendengaran sensorineural dapat menyertai miringitis bulosa Gejala infeksi saluran napas atas sering ditemukan bersamaan dengan kasus (93% rinitis dan 73% batuk) Sekret berbau dan rasa penuh pada telinga pada miringitis granulosa

DIAGNOSIS
ANAMNESIS
Otalgia unilateral atau bilateral Penurunan pendengaran Gatal dan keluar cairan (kadang) Riwayat demam Riwayat trauma akibat membersihkan telinga, atau penetrasi benda asing Riwayat penyakit saluran pernafasan dan gangguan telinga sebelumnya
MT hiperemis Refleks cahaya (-) Terdapat bulla soliter atau multipel Isi bula: darah atau cairan(serous) Pada kasus miringitis kronis, dapat dijumpai membran timpani yang robek, dengan ujung-ujungnya mengalami inflamasi dan jaringan yang bergranulasi

PEMERIKSAAN FISIK TELINGA


PEMERIKSAAN PENUNJANG

otomikroskopi audometri nada murni

Otoscope

Pemeriksaan Penunjang
Otomikroskopi atau otoendoskopi Otoskopi pneumatik CT-scan resolusi tinggi MRI Otoskopi akustik Audometri nada murni Tympanometri Tympanosintesis Termometri timpanik deteksi emisi infra merah.

DIAGNOSA BANDING
Otitis eksterna Herpes zoster otikus (Sindroma Ramsay-Hunt)
Infeksi virus Varicella Zooster yang melibatkan ganglion nervus facialis. Ciri khas penyakit ini :
vesikel pada membran timpani, konka dan sulkus retroaurikuler. Kelumpuhan nervus facialis dan vestibulocochlearis Pada sindrom Ramsay-Hunt, ada paralisis saraf perifer pada wajah, disertai ruam vesikuler eritematosa di telinga (oticus zoster) atau di dalam mulut, dan lepuh terlihat dalam banyak kasus di daerah antihelix, fossa dari antihelix dan atau lobulus. Dalam beberapa kasus, lepuhan juga terlihat di liang telinga.

TATALAKSANA
Pembersihan kanalis auditorius eksterna Irigasi liang telinga u/ membuang debris (KI : bila status membran timpani tidak diketahui) Timpanosintesis, pungsi kecil yang dibuat di membran timpani dengan sebuah jarum untuk jalan masuk ke telinga tengah. Prosedur ini memungkinkan dilakukan kultur dan identifikasi penyebab inflamasi. Miringotomi, mencegah terjadinya pecahnya membran timpani setelah bulging. Tindakan ini menyembuhkan gejala lebih cepat, dan insisi sembuh dalam waktu lebih cepat. Timpanostomi, insersi pipa ke telinga tengah u/ drainase.

MEDIKAMENTOSA
Prinsip pengobatannya adalah meredakan nyeri dan mencegah terjadinya infeksi sekunder. Analgetik, obat anti-inflamasi, antipruritik, antihistamin, dan antibiotik dapat diberikan. Dalam hal komplikasi supuratif, membran timpani berlubang, atau kecurigaan adanya mastoiditis, dianjurkan konsultasi pada dokter ahli larutan alkohol yang mengandung asam salisilat atau miringoplasti

Pencegahan
Hindari telinga dari kontak dengan air pada kolam renang ataupun pada saat mandi. Nasihati pasien untuk menghindari trauma kanalis auditorius eksterna dan membran timpani.

Komplikasi
Adanya penurunan pendengaran (bisa tuli konduktif dan sensorineural) Perforasi membran timpani Paralisis fasial Proses supuratif yang berkelanjutan pada struktur disekitarnya, yang dapat mengakibatkan mastoiditis koalesen, meningitis, abses, serta thrombosis sinus sigmoid.

Prognosis
Mayoritas pasien dengan miringitis memiliki prognosis bonam bila mendapat terapi dini.

Kesimpulan
Miringitis bulosa adalah suatu kondisi akut yang ditandai dengan nyeri telinga disertai terbentuknya bula pada membran timpani. Miringitis granulosa merupakan bentuk khusus dari otitis eksterna, yang ditandai dengan adanya jaringan granulasi pada aspek lateral gendang telinga. Miringitis dapat berkembang sebagai penyakit primer yang sembuh sendiri dari membran timpani (miringitis primer) atau sebagai sebuah proses inflamasi dari jaringan yang berdekatan dari telinga luar atau tengah (miringitis sekunder).

Setelah 3 minggu, miringitis akut menjadi subakut dan dalam 3 bulan, kronik. Pasien dengan miringitis akut mengeluhkan adanya nyeri telinga yang berat. Pada penderita miringitis kronis, akan didapati keluhan gatal, sekret purulen, dan pendengaran yang berkurang. Diagnosa miringitis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan beberapa pemeriksaan penunjang. Prinsip pengobatannya adalah meredakan nyeri dan mencegah terjadinya infeksi sekunder. Analgetik, obat antiinflamasi, antipruritik, antihistamin, dan antibiotik dapat diberikan.

Any Question ?
Miringitis dan OMA, sama atau berbeda ?
Peradangan pada miringitis terbatas pada membran timpani, pada OMA pada cavum timpani. Miringitis tanpa OMA miringitis primer (kerusakan epitel MT, trauma langsung, barotrauma) Bulla pada miringitis terdapat pada perbatasan kulit CAE dan MT

Any Question ?
Gangguan pendengaran pada miringitis bullosa = SNHL ? Gangguan pada MT = CHL ?
SNHL bukan dari miringitis langsung, mungkin disebabkan ISPA atau underlying disease

MT telinga luar atau dalam ?


Luar

Trauma langsung dan perubahan tekanan miringitis primer ?


Defek epitel MT inflamasi miringitis

Any Question ?
Miringitis : peradangan terbatas pada kutan dan subkutan OMA : peradangan sampai mukosa Miringitis TB ?
Infeksi TB pada kutis subkutis (menyerupai sklefuroderma)