Anda di halaman 1dari 42

Bab 12 Penyearah Terkontrol Tiga Fasa

(Three Phase Controlled Rectifier)


Oleh: Kelompok A6

12.2 Penyearah LineCommutated Controlled

12.2.1 Penyearah Setengah Gelombang 3 fasa

Gambar di atas merupakan topologi penyearah tiga fasa setengah gelombang. Catu daya dan transformator diasumsikan ideal. Tiristor akan aktif (ON) ketika tegangan antara anoda-katoda bernilai positif dan ketika pulsa arus iG terhubung dengan terminal gate.

Dengan bantuan gambar di atas, dapat dihitung nilai dari tegangan rata-rata beban dengan persamaan sebagai berikut

Gambar di samping adalah bentuk gelombang arus pada beban.

Dimana VAprim dan Vasub adalah rating dari tranformer primer dan sekunder. Sedangkan PD adalah daya transfer ke sisi DC.

12.2.2 Penyearah hubungan Y-Y atau 6 fasa

Penyearah jenis ini memiliki tegangan langsung yang lebih besar daripada jenis penyearah setengah gelombang. Dengan nilai tegangan rata-rata dirumuskan sebagai berikut.

Gambar 12.7 Bentuk gelombang arus AC pada penyearah 6 fasa

12.2.3 Penyearah Hubungan Y-Y dengan koneksi antarfasa

Topologi ini digunakan pada dua buah penyearah setengah gelombang yang disusun secara paralel, dan topologi ini sangat berguna ketika dibutuhkan arus DC yang besar. Nilai tegangan rata-ratanya sebagai berikut.

Gambar 12.11 Bentuk gelombang arus AC pada penyearah 6 fasa dengan koneksi antarfasa

Gambar 12.9 Bentuk gelombang pada saat beroperasi dengan =0

12.2.4 penyearah 3 fasa gelombang penuh atau Jembatan Graetz

Gambar 12.12 penyearah 3 fasa gelombang penuh Penyearah gelombang penuh tiga fasa (Jembatan Graetz) menerapkan prinsip koneksi seri melalui trafo antarfasa. Akibatnya, penyearah jenis ini dapat diaplikasikan pada suatu sistem dengan tegangan yang cukup tinggi. Bagian yang terhubung dengan common katoda menghasilkan tegangan positif. Sedangkan bagian common anoda menghasilkan tegangan negatif.

Gambar di atas merupakan bentuk output dari sinyal tegangan yang dikeluarkan oleh Jembatan Graetz. Sedangkan tegangan rata-rata beban dirumuskan sebagai berikut.

Gambar di atas merupakan bentuk keluaran sinyal arus dari Jembatan Graetz.

12.2.5 Konverter Jembatan Setengah Kendali


Konverter jenis ini akan berfungsi sebagai penyearah ketika sudut tembak dari tiristor < 900. Sedangkan berfungsi sebagai inverter ketika sudut tembak dari tiristor > 900 Nilai tegangan rata-rata beban dari rangkaian jenis ini dapat dirumuskan sebagai berikut.

12.2.6 Komutasi

Tegangan rata-rata beban dapat dihitung menggunakan persamaan sebagai berikut.

12.2.7 Faktor Daya


Faktor Perpindahan arus dapat dicari dengan persamaan sbb.

Sedangakan daya aktif yang dikirimkan per fasa oleh supply sinusoidal adalah

Untuk Power Faktor sendiri dirumuskan sebagai berikut

12.3 Penyearah Terkontrol Komutasi paksa 3 fasa

12.3.1 Topologi Dasar dan Karakteristiknya


Penyearah Komutasi paksa dibuat dengan semikonduktor, dengan kemampuan gate-turn-off, yang memberikan kendali penuh pada konverter, karena katup dapat berubah ON-OFF ketika dibutuhkan. Hal ini menyebabkan komutasi pada katup ratusan kali dalam satu periode, yang tidak memungkinkan dengan linecommutated penyearah, transistor berubah ON-OFF hanya sekali dalam satu siklus. Keadaan ini memberikan keuntungan, yaitu: (a) Arus atau tegangan dapat dimodulasi (Pulse Width Modulation atau PWM). (b) Faktor Daya dapat dikendalikan. (c) Penyearah dapat dibuat sebagai sumber tegangan atau sumber arus. (d) Power reversal di dalam penyearah tiristor adalah hasil dari tegangan balikan pada DC link. Ada dua cara untuk menerapkan penyearah Komutasi paksa tiga fasa, yaitu: (a) Sebagai penyearah sumber arus, dengan power reversal berasal dari tegangan DC balikan. (b) Sebagai penyearah sumber tegangan, dengan power reversal berasal dari arus balikan pada DC link.

Gambar 12.35 Topologi dasar untuk penyearah Komutasi paksa PWM : (a) penyearah sumber arus; dan (b) penyearah sumber tegangan

12.3.2 Operasi dari penyearah Sumber Tegangan


penyearah sumber tegangan dioperasikan dengan menjaga tegangan DC sesuai nilai referensi, dengan menggunakan loop kontrol umpan balik.

Gambar 12.36 Prinsip operasi dari penyearah sumber tegangan

Pada gambar diatas terlihat tegangan DC diukur dan dibandingkan dengan tegangan referensi VREF. Sinyal error dibangkitkan dari pembandingan ini dan digunakan untuk men-switch 6 katup pada penyearah ON and OFF. Dalam hal ini, daya dapat muncul dan hilang ke sumber AC tergantung kebutuhan tegangan DC. Tegangan VD diukur pada kapasitor CD. PWM control tidak hanya mengatur daya aktif, tetapi juga daya reaktif, dengan penyearah dimungkinkan untuk mengoreksi Faktor Daya. Dalam suatu kondisi, bentuk gelombang arus AC dapat dibentuk menyerupai gelombang sinusoidal, dengan cara mereduksi gelombang harmonisa pada catu daya

PWM pattern ini adalah bentuk gelombang periodik utama, yang amplitudonya disebut VMOD.

Gambar 12.37 PWM pattern dan fundamental VMOD

Untuk membuat penyearah bekerja, PWM pattern harus membangkitkan sebuah fundamental VMOD dengan frekuensi yang sama sebagai sumber tegangan, Mengubah amplitudo dan phase-shift dari fundamental ini, dapat mengontrol penyearah beroperasi di 4 kuadran: leading Faktor Daya penyearah, lagging Faktor Daya penyearah, leading Faktor Daya inverter, dan lagging Faktor Daya inverter.

Gambar 12.38 Mengubah VMOD melalui PWM pattern

Gambar 12.39 Operasi 4 kuadran dari penyearah komutasi paksa : (a) PWM Komutasi paksa penyearah; (b) penyearah operation at unity Faktor Daya; (c) inverter operation at unity Faktor Daya; (d) capacitor operation at zero Faktor Daya; dan (e) inductor operation at zero Faktor Daya.

Pada gambar di atas, Is adalah nilai rms dari sumber arus is. Aliran arus ini melewati semikonduktor dengan arah yang sama seperti gambar di bawah ini:

Gambar 12.40 bentuk gelombang arus melewati pusat, katups, dan DC link.

Untuk memiliki kendali penuh dari operasi penyearah, ada 6 dioda yang harus dipolarisasi negatif untuk semua nilai catu daya tegangan AC seketika. Sebaliknya, dioda akan terkonduksi, dan PWM penyearah akan berlaku seperi common diode penyearah bridge. Cara untuk menjaga dioda terblok adalah memastikan tegangan DC link lebih besar daripada tegangan DC puncak yang dibangkitkan oleh dioda sendiri, seperti gambar di bawah ini:

Gambar 12.41 Kondisi direct current link voltage untuk operasi dari PWM penyearah.

12.3.3 Tegangan Fasa ke Fasa dan fasa ke netral PWM


Bentuk gelombang PWM yang ditunjukkan sebelumnya menunjukkan tegangan terukur di antara titik tengah dari tegangan DC dan fasanya. Tegangan Fasa ke Fasa PWM dapat dijeleaskan pada persamaan ini: dan adalah tegangan terukur di antara titik tengah dari tegangan DC, dan fasa A dan B berturut-turut. Tegangan fasa ke netral dapat dijelaskan pada persamaan ini:

adalah tegangan fasa ke netral untuk fasa A, dan adalah tegangan Fasa ke Fasa di antara fasa j dan fasa k.

Gambar 12.42 tegangan fasa PWM: (a) modulasi fasa PWM; (b) tegangan Fasa ke Fasa PWM; dan (c) tegangan fasa ke netral PWM.

12.3.4 Control of the DC Link Voltage

Gambar 12.43 Voltage-source current-controlled PWM penyearah.

12.3.4.1 Voltage-Source Current-Controlled PWM penyearah


Metode kendali ditunjukkan pada gambar di atas. Kendali dicapai dengan pengukuran arus fasa saat itu denagn arus sinusoidal referansi Iref. Amplitudo arus referensi Imax ditunjukkan dengan rumus:

GC pada gambar 12.43 menunjukkan kontroler PI, P, fuzzy atau yang lainnya. Bentuk gelombang sinusoidal dijelaskan dengan mengalikan Imax denagn sebuah fungsi sinus yang sama frekuensinya, dan dengan sudut pergeseran fasa j.

Gambar 12.44 Fungsi transfer loop tertutup dari penyearah dengan:

G1(s) dan G2(s) merepresentasikan fungsi transfer dari penyearah. P1(S) dan P2(S) merepresentasikan input dan output penyearah dalam domain Laplace, V adalah nilai rms, IS adalah arus input, LS adalah induktansi input, R adalah resistansi di antara konverter dan Catu daya.

Pada kriteria kestabilan, dengan kontroler PI, didapat hubungan:

Gambar 12.45 Metode kendali modulasi: (a) periodical sampling; (b) hysteresis band; dan (c) triangular carrier.

Nilai

didapat dengan persamaan:

Untuk mendapatkan performansi dinamis yang bagus, didapat dengan persamaan:

dengan LS adalah induktansi seri total dari penyearah, adalah frekuensi carrier triangular, dan VD adalah tegangan Dc link dari penyearah. Untuk mengukur level distorsi, didapat melalui persamaan:

Bentuk gelombang dari arus dibangkitkan dengan 3 metode kontrol, seperti dijelaskan melalui gambar 12.46:

Gambar 12.46 Bentuk gelombang diperoleh dengan menggunakan frekuensi switching dan induktansi sebesar 13 mH; (a) Metode periode sampling; (b) Metode hysteresis band; (c) Metode triangular carrier (kP + kI); dan (d) Metode triangular carrier (kP).

Gambar 12.47 Perbandingan distorsi dari sebuah arus referensi sinusoidal

12.3.4.2 Voltage-Source VoltageControlled PWM penyearah

Gambar 12.48 Diagram satu fasa dari penyearah sumber tegangan dengan nilai is(t), v(t), vMOD(t), didapat melalui persamaan berturut-turut di bawah ini:

Gambar 12.49 Implementasi dari voltage-controlled penyearah untuk operasi unity Faktor Daya.

Dibawah kondisi steady-state, Imax adalah konstan, dan nilai VMOD ditentukan dengan diagran fasor:

Gambar 12.50 Operasi steady-state dari unity Faktor Daya penyearah, under different load conditions.

Dengan VMOD sinusoidal template, sebuah metode modulasi untuk mengkomutasikan transistor diperlukan, yang dikenal dengan Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM), dengan menggunakan sinyal carrier triangular untuk membangkitkan PWM.

Gambar 12.51 Metode modulasi sinusoidal berdasarkan sinyal carrier triangular

Gambar 12.52 Spektrum harmonik untuk modulasi SPWM Nilai m (indeks modulasi) dan p (rasio frekuensi modulasi), didapat dengan:

Gambar 12.53 Berbagai bentuk gelombang arus dengan nilai p yang berbeda

12.3.4.3 Voltage-Source Load-Controlled PWM penyearah


Metode sederhana untuk mengendalikan PWM penyearah mini (up to 1020kW) berasal dari kendali langsung arus DC.

Gambar 12.54 Voltage-source load-controlled PWM penyearah Tegangan VMOD dimodulasi oleh penyearah dengan pola PWM yang unik, yang dapat menyeleksi gelomabng harmonik yang tidak diperlukan. Jika nilai PWM tidak berubah, dpat disimpan di memori digital permanen (ROM). Sistem kendali berdasarkan perubahan sudut daya di antara tegangan utama V dengan tegangan PWM VMOD. Ketika berubah, jumlah aliran daya dari AC ke DC juga berubah. Ketika sudut daya berubah negatif (VMOD lags V), aliran daya berpindah dari sisi AC ke DC. Ketika sudut daya berubah positif (VMOD lags V), aliran daya berpindah sebaliknya. Kemudian sudut daya dapat dikontrol melalui arus ID.

12.3.5 Teknologi Baru dan Aplikasi dari penyearah Komutasi paksa


12.3.5.1 Filter Daya Aktif Komutasi paksa PWM penyearah dapat bekerja sebagai filter daya aktif. Voltage-source current-controlled penyearah dapat menghilangkan gelombang harmonik yang dihasilkan dari polluting loads yang lainnya, seperti gambar di bawah ini:

Gambar 12.55 Penyearah sumber tegangan dengan kemampuan menghilangkan gelombang harmonik

12.3.5.2 Frequency Link Systems


Sistem jaringan frekuensi memperbolehkan daya ditransfer dari satu frekuensi ke frekuensi lainnya. Line-commutated konverter digunakan secara luas pada aplikasi ini, tetapi masih memiliki kekurangan pada linecommutated konverter dapat mengeliminasinya. Sebagai contohnya, syarat harmonik filter, power filter yang kurang baik, dan kebutuhan untuk menghitung dengan sebuah kompensator sinkron ketika membangkitkan mesin saat beban kosong.

Gambar 12.56 Frequency link systems with line-commutated konverter in 60-Hz load is fed by a 50-Hz supply.