Anda di halaman 1dari 47

DEGRADASI MATERIAL DAN KOROSI

Oleh: Muhammad Wira Baskoro 13708042

INTRODUCTION
Banyak material harus berhadapan dengan berbagai macam kondisi lingkungan Seringkali interaksi tersebut menurunkan kegunaan material akibat dari penurunan sifat mekanik, sifat fisik lain, atau penampilan (hasil dari interaksi dengan lingkungan tersebut) Terkadang perilaku degradasi material ini dalam beberapa aplikasi diabaikan oleh engineer perancang, dan hal ini menimbulkan konsekuensi yang merugikan

KOROSI PADA LOGAM


Korosi didefinisikan sebagai serangan destruktif dan tidak disengaja kepada logam; terjadi secara elektrokimia dan biasanya dimulai pada permukaan logam Diperkirakan 5% pendapatan dari sebuah negara berindustri dihabiskan untuk pencegahan korosi dan maintenance/penggantian produk yang rusak akibat korosi

ELECTROCHEMICAL CONSIDERATIONS
Untuk material logam, proses korosi normalnya berlangsung secara elektrokimia Reaksi elektrokimia adalah reaksi kimia yang melibatkan transfer eektron antara spesies kimia yang satu dengan spesies kimia yang lain Atom logam mempunyai kecenderungan untuk kehilangan/memberikan elektron dalam reaksi yang disebut dengan oksidasi

ELECTROCHEMICAL CONSIDERATIONS
Daerah dimana oksidasi terjadi: anoda Elektron yang dihasilkan atom logam harus ditransfer kepada spesies lain dalam reaksi yang disebut dengan reaksi reduksi Contoh: logam yang terkorosi di larutan asam dengan konsentrasi ion hidrogen (H+) yang tinggi, ion H+ akan tereduksi menjadi:

Disebut juga dengan evolusi gas hidrogen

ELECTROCHEMICAL CONSIDERATIONS

Reaksi reduksi lain mungkin juga terjadi tergantung pada larutan yang digunakan dan logam apa yang terekspos, contoh:

ELECTROCHEMICAL CONSIDERATIONS
Daerah dimana reduksi terjadi: katoda Reaksi keseluruhan elektrokimia harus mempunyai setidaknya satu reaksi oksidasi dan satu reaksi reduksi Reaksi oksidasi/reduksi secara individu disebut juga dengan setengah reaksi (half reaction) Laju total dari oksidasi harus setara dengan laju total dari reduksi, atau semua elektron yang dihasilkan dari oksidasi harus dikonsumsi semua oleh reduksi

ELECTROCHEMICAL CONSIDERATIONS

Contoh:

Seng yang direndam di dalam larutan asam

ELECTROCHEMICAL CONSIDERATIONS

Reaksi oksidasi:

Reaksi reduksi

Jika tidak ada reaksi lain yang terjadi, maka reaksi elektrokimia totalnya:

ELECTRODE POTENTIAL

Tidak semua logam bisa membentuk ion dengan tingkat kemudahan yang sama

ELECTRODE POTENTIAL

Pada sel elektrokimia Cu dan Fe, ketika keduanya dihubungkan dengan konduktor, yang terjadi: (metal deposit pada Cu) Potensial sel reaksi : 0,78 Volt Sementara pada sel elektrokimia Fe dengan Zn, reaksi yang terjadi: (metal deposit pada Fe) Potensial sel reaksi : 0,323 Volt

ELECTRODE POTENTIAL
Perbedaan potensial listrik terjadi diantara dua setengah sel reaksi, dan besarnya dapat ditentukan apabila voltmeter dipasang Pasangan elektroda yang berbeda akan memiliki perbedaan potensial yang berbeda-beda pula Logam dapat diurutkan menurut kecenderungannya untuk teroksidasi Setengah sel berupa sebuah sel elektroda yang dicelupkan ke dalam larutan 1 M yang mengandung ion dari eletroda tersebut pada temperatur 25oC disebut dengan standard half cell

STANDARD EMF SERIES


Diperlukan suatu titik referensi atau sel referensi sebagai standar perbandingan pengukuran potensial sel lain Salah satunya: Standard Hydrogen Electrode (SHE) SHE terdiri dari elektroda inert platina yang dicelupkan ke dalam larutan yang mengandung ion H+ dan dijenuhkan dengan gas hidrogen Pada tekanan 1 atm dan T = 25oC Platina tidak ikut serta dalam reaksi elektrokimia; perannya hanya menyediakan permukaan untuk reduksi/oksidasi ion H+

STANDARD EMF SERIES

Standard Hydrogen Electrode

STANDARD EMF SERIES


Dengan menggunakan elektroda standar, kita dapat mengukur potensial logam lain dan mengurutkannya berdasarkan besar potensialnya Pengurutan ini disebut juga dengan electromotive force (emf) series Logam pada urutan atas (contoh: platinum dan emas) adalah logam mulia Semakin kebawah maka logam semakin aktif dan semakin mudah teroksidasi Data potensial yang tercantum pada tabel adalah potensial untuk reduksi

STANDARD EMF SERIES

STANDARD EMF SERIES


Emf series berlaku pada sel elektrokimia ideal (seperti logam murni pada 1 M larutan ionnya) Jika temperatur atau konsentrasi larutan berubah atau elektroda diganti menjadi paduan, maka potensialnya juga akan berubah

GALVANIC SERIES
Walaupun dihasilkan dari kondisi yang sangat ideal dan kegunaannya terbatas, emf series tetap dapat menunjukkan reaktifitas relatif dari logam Pengurutan yang lebih praktis dan realistis disediakan oleh galvanic series Seri ini menunjukkan reaktifitas relatif dari logam dan paduan komersial di dalam air laut. Di bagian atas adalah logam/paduan yang katodik dan tidak reaktif, sementara di bagian bawah adalah yang paling anodik.

GALVANIC SERIES

PREDICTION OF CORROSION RATES


Potensial yang terukur dengan elektroda standar merupakan potensial dalam keadaan equilibrium Nyatanya korosi berlangsung pada keadaaan non equilibrium Penyimpangan potensial elektroda dari keadaan equilibriumnya disebut dengan polarisasi Besarnya penyimpangan ini disebut dengan overvoltage, dilambangkan dengan Ada dua tipe polarisasi, aktivasi dan konsentrasi

ACTIVATION POLARIZATION

Polarisasi aktifasi mengacu pada kondisi dimana laju reaksi dikontrol oleh satu tahapan reaksi yang paling lambat dari serangkaian tahap:

ACTIVATION POLARIZATION
Dari tahapan proses evolusi hidrogen ini, tahap dengan laju paling lambat yang menentukan laju reaksi keseluruhan Untuk polarisasi aktifasi, hubungan antara overvoltage a dan rapat arus i adalah:

Dimana dan i0 adalah konstanta untuk setengah sel tertentu Ketika overvoltage diplot sebagai fungsi log I, hasilnya adalah kurva lurus sebagai berikut

ACTIVATION POLARIZATION

CONCENTRATION POLARIZATION

Polarisasi konsentrasi terjadi apabila laju reaksi dibatasi oleh difusi dari larutan

CONCENTRATION POLARIZATION
Ketika laju reaksi lambat dan/atau konsentrasi ion H+ tinggi, selalu ada supply ion hidrogen yang cukup di dalam larutan di daerah dekat permukaan elektroda (gambar a) Namun pada laju reaksi yang cepat dan/atau konsentrasi ion H+ yang rendah, zona deplesi bisa terbentuk di dekat interface elektroda, karena jumlah ion H+ yang menyuplai tidak memadai untuk menyamai laju reaksi yang sebenarnya Sehingga, difusi H+ di interface mengontrol laju reaksi, dan sistem disebut terpolarisasi konsentrasi.

CONCENTRATION POLARIZATION

Data konsentrasi polerasi normalnya diplot sebagai overvoltage vs rapat arus

PASSIVITY
Pasifitas: fenomena pada logam/paduan yang normalnya aktif, dalam kondisi lingkungan tertentu bisa kehilangan reaktifitas kimianya dan menjadi inert Perubahan lingkungan juga dapat menyebabkan logam yang tadinya inert menjadi reaktif Fenomena pasifasi ini dapat dijeaskan dengan menggunakan kurva potensial polarisasi vs rapat arus

PASSIVITY

ENVIROMENTAL EFFECTS
Variabel pada lingkungan dimana korosi terjadi, seperti kecepatan fluida, temperatur, dan komposisi, dapat berpengaruh terhadap corrosion properties dari material yang mengalami kontak dengan lingkungan tersebut Cold working digunakan untuk menguatkan logam, namun logam yang telah dicold work lebih rentan terkena korosi daripada logam sama yang berada dalam kondisi telah diannealing

FORMS OF CORROSION
Uniform Attack Uniform attack adalah bentuk korosi secara elektrokimia yang terjadi dengan intensitas yang sama di seluruh permukaan benda kerja yang terekspos Secara mikroskopis, oksidasi dan reduksi terjadi secara random diseluruh permukaan Bentuk korosi paling umum Dapat diprediksi

FORMS OF CORROSION
Korosi Galvanik Terjadi ketika dua jenis logam/paduan dengan komposisi berbeda dipasangkan secara elektrik (dipasang konduktor) dan diekspos kedalam larutan elektrolit Logam yang lebih reaktif lebih mudah terkorosi Reaktifitas logam ditunjukkan pada galvanic series

FORMS OF CORROSION

Korosi Celah Korosi yang terjadi akibat perbedaan konsentrasi ion atau gas terlarut di dalam larutan elektrolit, tatau diantara dua daerah yang berbeda pada bagian logam yang sama Terjadi pada daerah sambungan Terjadi reduksi oksidasi pada daerah berdampingan: karena ada kondisi metalurgi dimana terdapat perbedaan potensial antara butir dan batas butir Oksigen terlarut datang dari udara tidak mampu menambah oksigen di bagian dalam, sehingga oksigen masuk ke dalam celah Celah yang berisi oksigen dan air kemudian menjadi anoda pelarutan ion logam

FORMS OF CORROSION

FORMS OF CORROSION
Korosi Batas Butir Terjadi di batas butir Terjadi terutama di beberapa jenis stainless steel Ketika logam dipanaskan ke 500 800oC dalam waktu yang cukup lama, terjadi sensitisasi migrasi atom ke batas butir Atom Cr pada butir stainless steel bermigrasi ke batas butir berikatan dengan karbon menjadi Cr23C6 Menyebabkan terjadinya zona deplesi kromium hasil migrasi ini Zona deplesi kromium sangat rentan terhadap korosi

FORMS OF CORROSION

FORMS OF CORROSION

Selective Leaching Selective leaching ditemukan di paduan solid solution dan terjadi ketika satu elemen dibuang sebagai konsekuensi dari proses korosi Contoh paling umum adalah dezincification pada kuningan, dimana zinc dipilih untuk dibuang/diluluhkan (leached) dari paduan kuningan (tembaga-zinc). Sifat mekanik paduan terganggu secara signifikan, karena hanya massa porous dari tembaga yang tersisa pada daerah yang telah di dezincification. Selective leaching juga dapat terjadi pada sistem paduan lain dimana terdapat aluminium, besi, kobalt, chromium, dan elemen lain yang rentan terhadap preferential removal

FORMS OF CORROSION
Erosi-korosi Erosi-korosi terjadi akibat kombinasi antara serangan kimia (korosi) dan abrasi mekanik (aus) karena pergerakan fluida Berbahaya terutama pada logam yang mempunyai lapisan pasif; erosi akan merusak lapisan pasif Umumnya ditemukan di pipa, terutama daerah belokan dan daerah dengan perubahan diameter yang besar Cara menghindarinya dengan merubah desain untuk menghilangkan turbulensi fluida

FORMS OF CORROSION
Stress Corrosion Stress corrosion atau disebut juga stress corrosion cracking adalah hasil kombinasi antara beban mekanik (tensile stress) dengan lingkungan korosif Beberapa material inert dapat terkena korosi ini apabila beban mekanik diberikan Retakan kecil terbentuk lalu merambat ke daerah tegak lurus arah tegangan Modus kegagalan korosi ini mirip pada modus kegagalan material getas, walaupun material yang terkena bersifat ulet

FORMS OF CORROSION

FORMS OF CORROSION
Hydrogen Embrittlement Berkurangnya keuletan dan kekuatan tarik material akibat adanya gas hidrogen yang berpenetrasi ke dalam material Atom hidrogen (H) berdifusi secara interstisi melalui latis kristal Di dalam material, terutama di bagian yang mempunyai rongga, atom hidrogen membentuk gas hidrogen yang menyebabkan peningkatan tekanan secara lokal Hal ini menyebabkan penurunan sifat mekanik material tersebut

CORROSION PREVENTION

Cara paling mudah menghindari korosi adalah memilih material yang lebih tahan korosi, namun cost dari material tersebut bisa menjadi masalah Merubah karakter dari lingkungan juga memungkinkan, misalnya menurunkan temperatur fluida dan/atau kecepatannya, yang akan mempelambat laju korosi Bisa juga dengan menambah inhibitor, yaitu zat yang ditambahkan dalam konsentrasi relatif rendah untuk mengurangi korosifitas lingkungan Atau menggunakan lapisan fisik yang diberikan pada permukaan benda kerja dalam bentuk lapisan tipis (film) atau coating

CATHODIC PROTECTION
Salah satu cara yang sangat efektif dalam pencegahan korosi adalah dengan menggunakan cathodic protection (proteksi katodik) Proteksi katodik melibatkan penyuplaian elektron dengan menggunakan sumber daya dari luar terhadap logam yang ingin dilindungi, dan membuatnya menjadi katoda. Reaksi oksidasi dari logam pun dipaksa terbalik menjadi reaksi reduksi.

CATHODIC PROTECTION
Salah satu metode proteksi katodik menggunakan galvanic couple; logam yang akan dilindungi dihubungkan ke logam lain yang lebih reaktif dengan menggunakan konduktor Logam yang lebih reaktif inilah yang akan teroksidasi Logam yang lebih reaktif yang teroksidasi ini seringkali disebut sebagai sacrificial anode Magnesium zinc sering digunakan karena pada galvanic series ia terletak paling bawah

CATHODIC PROTECTION
Metode lainnya adalah anoda inert yang terkubur didalam tanah dikelilingi material backfill dengan high conductivity yang menyediakan kontak elektrisitas yang baik Seperti pada gambar berikut, tangki yang terletak dalam bawah tanah dihubungkan dengan sumber daya di luar yang menghubungkannya juga dengan anoda tadi, sehingga tangki dapat terproteksi dari korosi Contoh lain adalah proteksi galvanic dari baja dengan menggunakan zinc coating

CATHODIC PROTECTION

CATHODIC PROTECTION

TERIMA KASIH