Anda di halaman 1dari 64

CORPORATE GORVERNANCE

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN

TINJAUAN SINGKAT CORPORATE GORVERNANCE

APAKAH GCG ITU??


ACCEPTABLE

GOOD

OBEY THE LAW VALUE CREATION

APAKAH GCG ITU??

(lanjutan)

CORPORATE GORVERNANCE

TATA KELOLA PERUSAHAAN

PENGERTIAN
Corporate Gorvernance Merupakan Suatu Proses dan Struktur yang Digunakan oleh Organ BUMN untuk Meningkatkan Keberhasilan Usaha dan Akuntabilitas Perusahaan Guna Mewujudkan Nilai Pemegang Saham dalam Jangka Panjang dengan Memperhatikan Stakeholder Lainnya, Berlandaskan Peraturan Perundangan dan Nilai-nilai Etika
(SK MENTERI BUMN No. Kep-117/M-MBU/2002)

Cara-cara Mengelola Perusahaan yang Baik yang Bertanggungjawab Kepada Pemilik (Para Pemegang Saham) dan Para Pemegang Kepentingan (Stakeholders)
(Prof. DR. Emil Salim)

CG Sebagai Proses dan Struktur yang Diterapkan dalam Menjalankan Perusahaan Dengan Tujuan Utama Meningkatkan Nilai Pemegang Saham dalam Jangka Panjang Dengan Tetap Memperhatikan Kepentingan Stakeholders Lainnya
(The Indonesian Institute for Corporate Gorvernance)

PENGERTIAN

(CONCLUSION)

PENGATURAN, CARA, SISTIM, DAN


MEKANISME SECARA FISIK HUBUNGAN ANTAR PARA STAKEHOLDER

PERSPEKTIF LAIN
DALAM PERSPEKTIF LEBIH LUAS GCG PERLU DIDEFINISIKAN DALAM KAITANNYA DENGAN KEMAUAN UNTUK MELAKUKAN BISNIS SECARA JUJUR DAN TERBUKA BAGI PARA PELAKU CG
KOMITMEN, ATURAN MAIN, SERTA PRAKTEK PENYELENGGARAAN BISNIS SECARA SEHAT DAN BERETIKA

PENGENDALIAN MANAJEMEN COSO


Hard Definition
AKTIVITAS PENGENDALIAN

SISTIM INFORMASI DAN KOMUNIKASI

RISK ASSESMENT

Soft Definition

LINGKUNGAN PENGENDALIAN

LINGKUNGAN PENGENDALIAN COSO & SOFT DEFINITION CG


KEDUANYA LEBIH MENEKANKAN PADA: INTEGRITAS DAN NILAI ETIKA
KOMITMEN TERHADAP KOMPETENSI

RUANG LINGKUP CORPORATE GOVERNANCE

Pemerintah (Regulator)

CG dalam arti luas

Pemasok

RUPS

Komisaris/Bu pati/Walikota

CG dalam arti sempit

Masyarakat

Direksi
Corporate Management Manajer/Kabag Manajer/Kabag Manajer/Kabag

Kreditur

Pelanggan

Karyawan

Kelompok Lainnya

Shareholder value FOKUS

Aturan main:

Good Corporate Governance

Organ Pendukung:
Boards Committees Corporate Secretary Auditor

Statement of Corporate Intent, Boards TOR and Best Practices, Code of Ethics

Corporate Governance Infrastructures

RUPS
FOKUS

Dewan Komisaris

Dewan Direksi

& Manajemen

Organ Utama:

TUJUAN PENERAPAN CG
PASAR
PERATURAN
KINERJA & CITRA PERUSAHAAN

Final Destination

ORGAN PERUSAHAAN

MASYARAKAT
Prinsip-prinsip GCG
INTE GRITAS KEMAN DIRIAN

PRAKTIK GCG HUKUM


PARTISI PASI FAIRN ESS TRANSPA RANSI AKUNTA BILITAS

GOOD CORPORATE GORVERNANCE

PRINSIP-PRINSIP GCG
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Transparansi
(Transparency)

Akuntabilitas
(Accountability)

Keadilan (Fairness) Kemandirian


(Independence)

Integritas (Integrity) Partisipasi (Participation)

TRANSPARANSI
Transparansi Mewajibkan Adanya Informasi yang Terbuka, Tepat Waktu, serta Jelas, dan Dapat Diperbandingkan yang Menyangkut Keadaan Keuangan, Pengelolaan Perusahaan, dan Kepemilikan Perusahaan
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penerapan Transparansi:
Peraturan dari Lembaga yang Berwenang Tuntutan Stakeholders

Budaya Korporasi

AKUNTABILITAS
Merupakan Kewajiban Memberikan Pertanggungjawaban Kinerja
Kepada Pihak yang Memiliki Hak atau Kewenangarn untuk Meminta Pertanggungjawaban atau Keterangan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penerapan Prinsip Akuntabilitas:


Struktur Organisasi (Pemisahan Wewenang yang Tegas) Sistim Internal Control Sistim Administrasi dan Akuntansi Sistim Monitoring dan Evaluasi Sistim Reward and Punishment Budaya Demokrasi Tingkat Moral Individu dan Lingkungan

RESPONSIBILITAS
Merupakan Prinsip Mematuhi Peraturan Serta Ketentuan Yang Berlaku Sebagai Cerminan Dipatuhinya Nilai-nilai Sosial

FAIRNESS
Merupakan Perlakuan yang Setara (Equal) terhadap semua pihak yang berkepentingan (stakeholders) sesuai dengan kriteria dan proporsi yang seharusnya

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penerapan Prinsip Kewajaran:


Adanya Kejelasan Keseimbangan Antara Hak dan Kewajiban, Tanggung Jawab dan Wewenang yang Dapat Diterima Stakeholders

Pemberian sanksi atas tidak dipatuhinya prinsip ini


Adanya Hak Menerima Informasi yang Relevan bagi Stakeholders Adanya Saluran Bagi Stakeholders Untuk Menyalurkan Pendapatnya

KEMANDIRIAN
KEMANDIRIAN adalah Suatu Keadaan Dimana Korporasi Bebas
dari Pengaruh-pengaruh Pemerintah (Regulator) serta Tekanan Pihak Lainnya yang Tidak Sesuai dengan Mekanisme Korporasi

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penerapan Kemandirian: Komitmen Dewan Komisaris/Pengawas maupun Direksi Benturan Kepentingan

INTEGRITAS
INTEGRITAS merupakan komitmen yang tinggi dari para pengurus perusahaan untuk berbuat jujur dan dilandasi dengan keyakinan yang baik untuk berbuat yang terbaik untuk kepentingan perusahaan dan para stakeholdernya

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penerapan Prinsip Integritas: Sistim Recruitment Penegakan Hukum (Law Enforcement)

PARTISIPASI
PARTISIPASI Merupakan Keterlibatan Aktif dari Para Pelaku/Organ Perusahaan dalam Menunjang Peningkatan Nilai Perusahaan
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penerapan Prinsip Kewajaran:
Kapabilitas
Budaya/Nilai-Nilai dari Perusahaan Sistim Penghargaan Kontrol dari Masyarakat/Pemerintah

MANFAAT PENERAPAN GCG


Hasil yang Intangible
Peningkatan Akuntabilitas Publik Akses Sumber Modal yang Mudah dan Murah Menarik Bagi SDM yang Handal Terciptanya Keseimbangan Hub. Stakeholders Daya Tahan yang Berkelanjutan

Struktur yang Baik


Mekanisme Feed Back Untuk Mengukur Kinerja Memungkinkan adanya Check and Balance Seimbang Right Sized Organization

MANFAAT PENERAPAN GCG


(lanjutan)

Perbaikan pada Perangkat-Perangkat Pengelolaan Perusahaan


Adanya Rencana Strategi Korporasi Tersusunnya Manual Tertulis Tentang CG Aturan Tertulis yang Menjamin Kepentingan Stockholders dan Stakeholders Motto dan Ungkapan-Ungkapan sebagai Cita-Cita dari Lingkungan kerja yang Ideal Pengendalian Risiko

POLA DASAR PENERAPAN GCG


MEMBANGUN KEPEDULIAN DAN KOMITMEN PEMBENTUKAN TIM KHUSUS GCG PENGKAJIAN TERHADAP KONDISI SEKARANG, KONDISI IDEAL DAN ARAH YANG HENDAK DITEMPUH, SERTA PROGRAM JANGKA PENDEK BERTAHAP PERUMUSAN TINDAK LANJUT PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERUBAHAN SOSIALISASI TINDAK LANJUT IMPLEMENTASI EVALUASI BERKELANJUTAN

PENERAPAN GCG PADA BUMD


PROSES MANAJEMEN STRATEGI

PENERAPAN GCG BUMD


INTERNAL
VISI, MISI KINERJA EKONOMI KUALITAS RISK MANAGEMENT ORGANISASI DAN PERSONIL SISTEM PENGENDALIAN DAN APLIKASI TEKNOLOGI POLA REMUNERASI

EKSTERNAL
STATUS KEPEMILIKAN DAN SISTEM PEMBINAAN OLEH PEMERINTAH ATURAN PERUNDANGUNDANGAN PRAKTIK KKN

VISI
VISI MERUPAKAN GAMBARAN YANG REALISTIS NYATA DAN MENARIK TENTANG MASA DEPAN SUATU ORGANISASI
JANGKA PANJANG TAHAN LAMA

VISI
TUJUAN VISI:

MENENTUKAN HAL-HAL YANG INGIN DICAPAI PERUSAHAAN MENGARAHKAN DAN MEMFOKUSKAN KEGIATAN PERUSAHAAN MENYATUKAN BERBAGAI GAGASAN STRATEJIK DAN MENUMBUHKAN KOMITMEN ANGGOTA ORGANISASI

MISI
Misi Merupakan PERNYATAAN yang Menetapkan Tujuan dan Sasaran yang Ingin Dicapai Oleh Perusahaan

MISI

Penjabaran Visi Perusahaan

TUJUAN (OBJEKTIF)
TARGET-TARGET YANG INGIN DICAPAI DALAM RANGKA MEWUJUDKAN VISI DAN MISI

CHALLENGING BUT ACHIEVABLE

KUANTITATIF
JANGKA PENDEK DAN MENENGAH TUJUAN FINANSIAL DAN STRATEGIS

STRATEGI
Penetapan Kebijakan

Memperhatikan Sumber Daya Organisasi serta Lingkungan yang Dihadapi


Perumusan Program Dan Kegiatan

STRATEGI
VISI MISI

(lanjutan)

FAKTOR KUNCI

STRATEGI KORPORAT

STRATEGI UNIT BISNIS

STRATEGI FUNGSIONAL

PROSES MANAJEMEN STRATEGI


Praktik dan Prinsip GCG

A N A L I S I S

L I N G K U N G A N

Visi dan Misi

Kebutuhan Strategi

Nilai-nilai dan Pengalaman Manajerial

F O R M U L A S I

S T R A T E G I

Manajemen Puncak: Visi dan Misi Tujuan/Sasaran Kebijakan Manajemen Mene ngah: Tujuan Sasaran

Manajemen Lini: Sasaran Target

I M P L E M E N T A S I

S T R A T E G I

P E N G E N D A L I A N

S T R A T E G I

Umpan Balik: Fungsi-Fungsi

PENETAPAN KEBIJAKAN
Faktor Kunci Keberhasilan Sistim Pengendalian Internal Penetapan Struktur Organisasi Kebijakan Sumber Daya Manusia Kebijakan Pengelolaan Risiko Usaha Kebijakan Sistim Informasi Dan Komunikasi Kebijakan Budaya Dan Etika Korporasi

PENGENDALIAN STRATEGI
Tiga Unsur yang Ditemukan dalam Sistim Pengendalian:
Standar yang Dapat Diterima Sudah Dibangun Kinerja Aktual Dinilai Berdasarkan Standar Ini Pada Saat Kinerja yang Ada Tidak Memuaskan, Maka Dibutuhkan Tindakan Manajerial (Corrective Actions) yang Tepat

PENILAIAN KINERJA
TINJAUAN INDIKATOR KINERJA DAN BALANCE SCORECARD

PENILAIAN KERJA
MENGETAHUI SEJAUH MANA STRATEGI DAN KEBIJAKAN YANG DITETAPKAN SEBELUMNYA DALAM RUPS DAPAT DIIMPLEMENTASIKAN OLEH ORGAN PERUSAHAAN TELAH BERHASIL ATAU GAGAL DALAM RANGKA PENCAPAIAN TUJUAN, VISI DAN MISI PERUSAHAAN AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI KEPADA PARA STAKEHOLDERS DILAKUKAN DENGAN EVALUASI/AUDIT KINERJA OLEH PIHAK LUAR PERUSAHAAN

UKURAN KINERJA KEUANGAN DAN NON KEUANGAN

BALANCE SCORECARD

HAMBATAN PELAKSANAAN GCG


1.

2.

3.

4.

Kurangnya Pengetahuan dan Kesadaran bahwa GCG Memberi Manfaat Sangat Besar bagi Seluruh Stakeholders GCG Dilaksanakan Hanya Sekedar untuk Memenuhi Ketentuan Peraturan Tanpa Mau Memahami Manfaat dari Pelaksanaan GCG Belum Optimalnya Upaya untuk Menghapus Praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme Masih Terdapat Dewan Direksi, Komisaris dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang Belum Memiliki Komitmen Untuk Melaksanakan GCG

PENILAIAN KINERJA
RUPS / Pemilik
LAPORAN AMANAT

Proses Governance

Dewan Komisaris / Pengawas

Penilaian Kinerja Korporasi / Perusahaan


DIREKSI Penilaian Kinerja Fungsi-fungsi/Unit-unit
MANAJEMEN (Fungsi-fungsi / Unit-unit)

Proses Manajemen

PENILAIAN KINERJA
(lanjutan)
Metode Pengukuran Kinerja:
Output Based Management Indikator Efisiensi dan Efektivitas Balance Scorecard Six Sigma

INDIKATOR KINERJA
Ukuran-ukuran (Biasanya Non Keuangan) Terhadap Perilaku Proses Dalam Mencapai Tujuan
MANFAAT INDIKATOR KINERJA Untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan
Membantu pegawai mencapai tujuan organisasi Identifikasi area/kegiatan yang perlu diperbaiki Dasar alokasi sumber daya atau outsource kegiatan Meningkatkan kepuasan pegawai dan pelanggan Menunjukkan tingkat pemenuhan kewajiban Organisasi

INDIKATOR KINERJA
(lanjutan)
KLASIFIKASI INDIKATOR KINERJA

INPUT

PROSES

OUTPUT

OUTCOME

IMPACT

Kelemahan Model Pengukuran Kinerja Keuangan Tradisional


Fokus jangka pendek Tidak dapat mengetahui kontribusi pegawai Tidak mengkomunikasikan visi dan misi Kurang memperhatikan kepentingan pelanggan

Ukuran lebih bersifat retrospective dari pada proactive Mengukur hasil bukannya penyebabnya Mengorbankan yang terbaik buat organisasi untuk keberhasilan satu bagian tertentu

Gagal menginformasikan bagaimana cara meningkatkan kinerja


Tidak mampu mengenali isu-isu pokok yang menunjang kinerja Tidak mengukur aktivitas yang menciptakan nilai tambah organisasi

Implikasi ke Manajemen
Yang

diperlukan bukan sekedar Alat Pengukuran Manajemen akan tetapi sebuah kerangka yang mencakup kedua hal yaitu komunikasi strategis dan alat pengukuran Kinerja

BALANCE SCORECARD
BALANCE SCORECARD MERUPAKAN ALAT PELENGKAP INDIKATOR KINERJA DAN INDIKATOR NON KEUANGAN
PENILAIAN KINERJA YANG KOMPREHENSIF LEBIH MEMPERHATIKAN KESEIMBANGAN ANTAR BERBAGAI HAL, MISALNYA: Keseimbangan TUJUAN JANGKA PENDEK Dengan TUJUAN JANGKA PANJANG Ukuran EKSTERNAL (Perspektif Stakeholder dan Pelanggan) Dengan Ukuran INTERNAL (Proses Internal dan Inovasi) Ukuran Dari HASIL MASA LALU Dengan Ukuran yang Mendorong KINERJA MASA DEPAN

BALANCE SCORECARD
KEUNGGULAN METODE PENGUKURAN KINERJA BALANCE SCORECARD:

(lanjutan)

Mempercepat pencapaian hasil kinerja


Fokus pada pengukuran berdampak penting Mudah diterapkan dan murah Fokus pada pelanggan Memberi kemudahan komunikasi pada semua pihak Menjembatani jarak antara strategi, pengembangan, perumusan serta pelaksanaan

Mempercepat perubahan budaya organisasi

BALANCE SCORECARD
STRATEGI PADA EMPAT PERSPEKTIF

(lanjutan)

KEUANGAN PELANGGAN PROSES INTERNAL


INOVASI/BELAJAR DAN BERTUMBUH

Model Balanced Scorecard


Bagaimana pelanggan memandang Kita dan bagaimana kita memandang pelanggan

Customer

Internal Process

Proses apa yang perlu ditingkatkan untuk mempertemukan dengan harapan -harapan pelanggan dan stakeholders Adakah proses inovasi untuk memberi tambahan nilai dalam mempertemukan dengan harapan -harapan pelanggan

Vision & Strategy


Bagaimana kinerja keuangan dan pelayanan kita dilihat Oleh stakeholders

Stakeholder/ Financial

Innovation/ Learning

INDIKATOR DAN PARAMETER GCG PADA BUMN/D

PENGERTIAN
INDIKATOR GCG
Adalah Ukuran Bersifat Umum Yang Merupakan Petunjuk (Representasi) Pelaksanaan Penerapan GCG Di Dalam Suatu Perusahaan Dari Aspek Tertentu

PARAMETER
Adalah Ukuran Rinci Atau Elaborasi Dari Indikator Yang Merepresentasikan Pelaksanaan Penerapan GCG Di Dalam Suatu Perusahaan

PENGUKURAN DAN PENGUJIAN


INDIKATOR
=100%

Parameter

PENGKAJIAN DI LAPANGAN

KRITERIA
HASIL

KONDISI

Tingkat Pelaksanaan GCG Berdasarkan Pemenuhan Indikator GCG Bidang-bidang Yang Memerlukan Perbaikan

VARIABEL/ATRIBUT DAN INDIKATOR /PARAMETER

KEPASTIAN HUKUM

LANDASAN PERATURAN PEUNDANG-UNDANGAN

a. Pelaksanaan Fungsi Instansi TERTIB PENYELENGGARAAN NEGARA b. Renstra / RPJM c. Renja / RKA-KL / RASK d. IBMN / IBMD

KEPENTINGAN UMUM

TERPENUHINYA KEBUTUHAN MASYARAKAT

VARIABEL/ATRIBUT DAN INDIKATOR /PARAMETER (lanjutan)

KETERBUKAAN

KEBEBASAN MEMPEROLEH INFORMASI

PROPORSIONALITAS

REWARD AND PUNISHMENT

PROFESIONALITAS

KOMPETENSI DAN KEMAMPUAN

AKUNTABILITAS

LAPORAN KEUANGAN
LAKIP

PERKEMBANGAN SCORECARD
Penyempurnaan Indikator dan Parameter GCG

224 parameter 256 parameter (lama) 256 parameter (baru - TOR Kementerian BUMN 315) 160 parameter

Catatan: ada 81 parameter (kuesioner) yang dikeluarkan oleh Kementerian BUMN yang dipergunakan oleh BPKP dalam melakukan assessment (evaluasi) GCG pada BUMN

PERKEMBANGAN PENUGASAN 2001 2002 2003 2004 2005 2006

Ass / Eva Ass / Eva Ass / Eva 16 BUMN 5 BUMN Asistensi

Ass / Eva Ass / Eva Asistensi Asistensi Reviu TL Reviu TL

Ass / Eva Asistensi Reviu TL Implementasi

224 p

256 p

256 p
81 p Meneg

256 p baru

256 p baru

160 p

Penambahan prmtr sesuai perkembangan best practices

Penyesuaian (reklasifikasi) scorecard BPKP ke scorecard Meneg BUMN

Revisi scorecard BPKP, disetujui oleh Meneg BUMN

SCORECARD GCG 160 parameter

Format yang digunakan sesuai dengan klasifikasi Indikator Kementrian BUMN

Berisi parameterparameter GCG: mandatory best parctices

Digunakan sebagai parameter generik dalam assessment GCG pada BUMN (kecuali ada permintaan khusus untuk scorecard yang berbeda)

PENERAPAN GCG

CONTOH PRAKTIK GCG DALAM MANAJEMEN KORPORASI (1)


a. b. c.

d.

e.

Komitmen dan Leadeship dari Komisaris dan Dewan Direksi Partisipasi Dari Setiap Level Dalam Proses Perencanaan Strategi Korporasi Strategi, Tujuan, Sasaran, Target, Program Kerja dan Indikator Kinerja Harus Didokumentasikan dan Dikomunikasikan Untuk Memperoleh Feedback Pemilihan Orang yang Bertanggungjawab Untuk Implementasi Strategi dan Program Kerja dengan Tepat Menentukan Target Waktu Implementasi

CONTOH PRAKTIK GCG DALAM MANAJEMEN KORPORASI (2)


f.

g.

h.

i.

Monitoring, Reviewing, Progress Report dan Penyesuaian Perencanaan Strategi Evaluasi Secara Keseluruhan Baik Awal dan Akhir Pelaksanaan Maupun Berkala atas Target dan Program Kerja Baik Keuangan Maupun Operasional Identifikasi dan Analisa Peyimpangan, Bila Perlu Tindak Lanjut Perencanaan, Implementasi dan Evaluasi Strategi, Kebijakan dan Program menjadi Agenda Rutin Korporasi

CONTOH PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GCG (1)


PROSES REKRUITMEN KARYAWAN
Pengumuman Lowongan Pekerjaan Pada Media Massa (Transparansi) Pemanggilan Calon Karyawan Untuk Mengikuti Proses Seleksi (Akuntabilitas) Pertimbangan Lulus Tidaknya Calon Berdasarkan Kriteria yang Sudah Ditetapkan (Fairness) Hasil Seleksi Diumumkan Secara Terbuka (Transparansi)

CONTOH PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GCG (2)


PROGRAM PENGEMBANGAN KARIR
Perusahaan Membuat Pola Karir yang Jelas untuk Setiap Karyawan (Fairness) Setiap Karyawan Memperoleh Informasi Tentang Pola Karirnya (Transparansi) Setiap Karyawan Memperoleh Kesempatan Untuk Mengikuti Program Pendidikan Untuk Pengembangan Karirnya (Fairness) Perusahaan Mengumumkan Informasi Tentang Program Pendidikan dan Pelatihan Kepada Setiap Karyawan (Transparansi)

CONTOH PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GCG (3)


PROSES PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
Setiap Transaksi Dibukukan/Dijual Sesuai Dengan Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum (Responsibilitas) Pada Akhir Bulan Disusun Laporan Bulanan (Akuntabilitas) Pada Akhir Tahun Disusun Laporan Keuangan (Akuntabilitas) Laporan Keuangan Diumumkan di Media Massa (Transparansi)

CONTOH PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GCG (4)


PROSES PENGADAAN BARANG DAN JASA
Pemilihan Prosedur Pengadaan yang Akan Dilakukan (Responsibilitas) Pengumuman Kepada Calon Rekanan Tentang Akan Dilakukannya Proses Tender Barang dan Jasa (Transparansi) Seleksi Calon Rekanan Dilakukan Secara Terbuka (Transparansi) Rekanan yang Memenuhi Kriteria yang Menjadi Pemenang Tender (Fairness) Dibuat Kontrak Kerja Antara Pemenang Tender dengan Perusahaan yang Memuat Hak dan Kewajiban Masing-masing Pihak (Akuntabilitas dan Responsibility)

ORGAN UTAMA
BUPATI / WALIKOTA
DIREKTUR UTAMA

Direktur Administrasi Dan Keuangan

Direktur Teknik

KaBag KaBag KaBag KaBag KaBag KaBag

Keuangan

Peren. Teknik

Hub. Pelanggan

Umum

Produksi

Transmisi dan Distribusi

KaBag Perawatan

MBOK PAINTEN KELELEKEN CENDELO


CEKAP SEMANTEN ATUR KULO