Anda di halaman 1dari 53

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

PROGRAM PERCEPATAN AKUNTABILITAS KEUANGAN PEMERINTAH 2013

MANFAAT LAPORAN KEUANGAN


AKUNTABILITAS
Mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kegiatan secara periodik

MANAJEMEN

Membantu para pengguna mengevaluasi pelaksanaan kegiatan memudahkan fungsi perencanaan, pengelolaan dan pengendalian atas seluruh aset, kewajiban dan ekuitas dana

TRANSPARANSI

Memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat

KESEIMBANGAN ANTAR GENERASI

Membantu para pengguna untuk mengetahui kecukupan penerimaan pemerintah untuk membiayai seluruh pengeluaran yang dialokasikan

PENGERTIAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Analisis laporan keuangan merupakan analisis yang dilakukan terhadap berbagai macam informasi yang disajikan dalam laporan keuangan Dalam melakukan analisis, setiap pengguna laporan harus mengidentifikasi informasi yang harus dipilih untuk dianalisis, teknik analisis yang tepat, ruang lingkup, kedalaman analisis dengan menggunakan pertimbangan yang cermat agar dapat memperoleh informasi yang diinginkan untuk mendukung keputusankeputusan yang diambilnya.
3

PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN Masyarakat; Para wakil rakyat; Lembaga pengawas, dan lembaga pemeriksa; Pemberi atau yang berperan dalam proses donasi, investasi, dan pinjaman Manajeman pemerintah
4

TUJUAN ANALISIS
Meyakini bahwa pemerintah telah melaksanakan anggaran sesuai dengan peraturan perundang-udangan

T U J U A N

Mengukur dan mengevalusasi kinerja pemerintah

Mengukur potensi pendapatan atau sumber ekonomi

Mengetahui kondisi keuangan

Mengetahui kemampuan pemerintah dalam memenuhi kewajibannya


5

TINGKAT KEDALAMAN ANALISIS


(1-3)

Semakin besar permasalahan yang dihadapi dan semakin panjang waktu yang menjadi kepentingan pengguna akan diperlukan analisis yang semakin mendalam dengan menggunakan berbagai teknik dan metode analisis.

TINGKAT KEDALAMAN ANALISIS


(2-3)

Contoh: Seorang calon investor asing yang akan berinvestasi untuk jangka waktu yang panjang akan membutuhkan banyak informasi dengan ruang lingkup yang luas, dan melakukan analisis secara mendalam dengan menggunakan berbagai teknik analisis. Mereka akan membutuhkan informasi mengenai: - potensi ekonomi di masa yang akan datang - mengukur tingkat keuntungan yang dikehendaki - mengukur berapa lama investasinya akan diperoleh kembali.

TINGKAT KEDALAMAN ANALISIS


(3-3)

Contoh: Sebaliknya mungkin ada pejabat pemerintah yang hanya ingin mengetahui naik-turunya pendapatan pajak atau bukan pajak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Karena kebutuhannya sangat sederhana maka ia hanya akan membandingkan antara pajak dan bukan pajak dengan tahun anggaran sebelumnya.
8

PRASYARAT ANALISIS
Prasyarat analisis yang harus dipahami oleh pengguna: 1. LK disusun berdasarkan SAP dan kebijakan akuntansi yang ditetapkan oleh Pemerintah; 2. Angka-angka yang disajikan dalam LK mungkin dipengaruhi oleh suatu kondisi atau masalah tertentu yang spesifik; 3. Pengaruh transaksi, peristiwa dan kejadian yang ekstrim atau luar biasa juga harus dieliminasi supaya tidak meyesatkan; 4. Membandingkan antar Laporan Keuangan harus memperhitungkan kesetaraan satker dalam hal tupoksi, jenis, maupun besaran-besaran relatif lainnya;
9

METODE ANALISIS Analisis horisontal: dilaksanakan dengan membandingkan angka-angka dalam suatu LK KL dengan KL lainnya, antara pemerintah dengan pemerintah lainnya. Analisis vertikal: dilakukan dengan membandingkan antara pos yang satu dengan pos yang lain dalam laporan keuangan yang sama.
10

TOLOK UKUR ATAU PEMBANDING Evaluasi hasil analisis LK akan dibandingkan dengan kriteria atau tolok ukur yang ditetapkan. Tolok ukur yang dapat digunakan dalam melakukan analisis ini antara lain:
1) informasi internal dari KL ybs, berupa:
a. RKA atau dokumen lainnya b. LK periode sebelumnya

2) informasi eksternal, informasi yang disajikan dalam LK KL lainnya.


11

TEKNIK ANALISIS
Teknik analisa laporan keuangan meliputi: Analisis perubahan LK Analisis persentase per komponen Analisis trend Analisis rasio Analisis ketaatan terhadap peraturan

12

1. ANALISIS PERUBAHAN LK

(1-4)

Pengertian Teknik analisa yang dilakukan dengan


memperbandingkan pos-pos yang sama dari dua LK suatu K/L dengan dua periode yang berlainan

Tujuan Untuk mengetahui perubahan suatu pos


dari periode yang satu ke periode yang lain
13

ANALISIS PERUBAHAN (2-4)

14

ANALISIS PERUBAHAN (3-4)

15

ANALISIS PERUBAHAN DI CALK


(4-4)

16

2. ANALISIS PERSENTASE PERKOMPONEN (1-5)

Pengertian Suatu teknik analisa yang dilakukan dengan


membandingkan antara suatu pos terhadap totalnya dalam laporan keuangan yang sama.

Tujuan Untuk mengetahui

seberapa besar kontribusi suatu pos dalam bentuk angka total.


17

ANALISIS PERSENTASE PERKOMPONEN (2-5)


REALISASI APBN TA 2010

18

CONTOH PENGUNGKAPAN HASIL ANALISIS PERSENTASE PERKOMPONEN (3-5)

Grafik: Komposisi Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah TA 2010


19

CONTOH PENGUNGKAPAN HASIL ANALISIS PERSENTASE PERKOMPONEN (4-5)

Grafik: Komposisi Alokasi Belanja Negara Per Jenis TA 2010


20

CONTOH PENGUNGKAPAN HASIL ANALISIS PERSENTASE PERKOMPONEN (5-5)

Grafik: Komposisi Lima Terbesar Kementerian Negara/Lembaga Pengguna Anggaran Belanja Pemerintah Pusat TA 2010
21

3. ANALISIS TREND (1-5)


Pengertian
Teknik analisa yang dilakukan dengan membandingkan pos-pos yang sama dari beberapa periode yang berurutan (time series data).

Tujuan untuk memahami arah atau kecenderungan


suatu pos dari waktu ke waktu.

22

ANALISIS TREND (2-5)


Dalam Rp triliun

TA 2010
Pen. Negara

TA 2009

TA 2008

TA 2007

TA 2006

Pen. Perpajakan
PNBP

723,31
268,94

619,92 658,70 490,99 409,20


227,17 320,60 215,12 226,95

Belanja Negara Bel. Pem. Pusat Trans.untuk Daerah 697,41 344,73 628,81 693,36 504,62 440,03 308,59 292,43 253,26 226,18
23

CONTOH PENGUNGKAPAN HASIL ANALISIS TREND (3-5)

Grafik: Perkembangan Realisasi Penerimaan Perpajakan dan PNBP TA 2006-2010


24

CONTOH PENGUNGKAPAN HASIL ANALISIS TREND (4-5)

Grafik: Perkembangan Belanja 2006-2010


25

TREND BELANJA NEGARA BULANAN TA 2010


(5-5)

4. ANALISIS RASIO (1-3)


Pengertian Teknik analisis yang dilakukan dengan
membandingkan pos yang satu dengan pos yang lain dalam laporan keuangan yang sama. Rasio-rasio yang diperoleh selanjutnya akan dibandingkan dengan rasio yang sama di K/L yang bersangkutan untuk periode yang berlainan atau akan dibandingkan dengan rasio pos yang sama dari K/L lainnya.

Tujuan
Untuk mengetahui likuiditas, solvabilitas, efisiensi serta kemampuan suatu organisasi dalam memperoleh hasil untuk membiayai pengeluarannya.
27

ASET (2-3)
URAIAN Aset Lancar Kas 31 Des 2010 254,78 triliun 117,33 triliun 31 Des 2009 231,39 triliun 81,37 triliun

Investasi Jangka Panjang


Aset Tetap

706,41 triliun
1.184,30 triliun

737,04 triliun
979.00 triliun

Aset Lainnya
Total Aset Kewajiban Jangka Pendek

278,20 triliun
2.423,69 triliun 201,34 triliun

175,47 triliun
2.122,90 triliun 187,84 triliun

Kewajiban Jangka Panjang


Total Kewajiban

1.594,73 triliun
1.796,08 triliun

1.493,87 triliun
1.681,71 triliun
28

ANALISIS RASIO (3-3)


2010 Current Ratio= Current Asset Current Liabilities 2009

....

...

Quick Ratio = Cash Current Liabilities

...

...

Solvabilitas Ratio= Total Asset Total Liabilities

...

...

29

5. ANALISIS KETAATAN TERHADAP PERATURAN (1-4)

Pengertian
Teknik analisa yang dilakukan dengan cara menguji apakah peraturan-peraturan yang ada telah ditaati.

Tujuan
Untuk meyakini bahwa semua peraturan perundang-undangan telah dipatuhi.
30

PRINSIP

(2-4)

1. Pendapatan dan belanja diatur dalam undangundang APBN 2. Prinsip prealabel, yaitu anggaran harus disahkan sebelum ada penggunaan 3. Prinsip universalitas, yaitu semua jenis pengeluaran harus dicantumkan dalam anggaran 4. Prinsip spesialitas, yaitu anggaran yang telah disediakan dalam mata anggaran pengeluaran tertentu tidak diperkenankan untuk digeser
31

PRINSIP

(3-4)

5. Prinsip periodisitas, yaitu laporan disusun secara berkala sesuai dengan peraturan 6. Azas bruto, yaitu tidak diperbolehkan adanya offsetting antara pendapatan dan belanja 7. Anggaran belanja merupakan plafon 8. Pelaksanaan anggaran sesuai dengan pedoman yang mengatur pelaksanaan anggaran

32

ANALISIS THD UU APBN (4-4)

33

ANALISIS KETERKAITAN ANTAR LAPORAN KEUANGAN


LRA & NERACA
SILPA & SAL BELANJA MODAL VS MUTASI TAMBAH ASET TETAP PEMBIAYAAN UTANG/OBLIGASI VS MUTASI SALDO UTANG JANGKA PANJANG

LRA & LAK


PENDAPATAN NEGARA & HIBAH BELANJA NEGARA PEMBIAYAAN

NERACA & LAK


SALDO KAS
34

TELAAH LAPORAN KEUANGAN TINGKAT K/L & SATKER

35

LAPORAN REALISASI ANGGARAN

36

UNSUR-UNSUR YANG PERLU DITELAAH


1. Pendapatan Negara dan Hibah, a.l.:
Pendapatan perpajakan hanya ada di Departemen Keuangan (DJP, DJBC, DJA) PNBP-Bagian Laba BUMN hanya ada di LKBUN. Pastikan seluruh PNBP telah dilaporkan dan saldonya telah setor ke kas negara. Penerimaan hibah disampaikan kepada DJPU untuk dilaporkan pada LKBUN, LKKL hanya mengungkapkannya secara memadai.

2. Belanja Negara, a.l.:


Realisasi Belanja Modal (53) pada TA ybs perlu dibandingkan dengan perubahan (kenaikan) saldo Aset Tetap. Pembayaran Bunga Utang (54) hanya ada di BA 999.01 dan BA 015. Dalam Belanja Lain-lain (58) terdapat unsur pembelian aset.

37

NERACA

38

KAS DI BENDAHARA PENGELUARAN


Kas di Bendahara Pengeluaran = Uang Muka dari KPPN Minus (kurang):
SPM/SP2D UP/TUP ada yang belum rekam Kelebihan pengembalian UP.

Terlalu besar:
SPM GU Nihil masih ada yang belum direkam. SSBP berupa pengembalian UP belum direkam.

Kas di Bendahara Pengeluaran hanya memuat kas UP.


39

KAS LAINNYA DAN SETARA KAS


Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran lazimnya terdiri dari: 1. Bunga jasa giro yang belum disetor ke kas negara 2. Pungutan pajak yang belum disetor ke kas negara 3. Penerimaan hibah langsung berupa kas (dalam/luar negeri) *) 4. Belanja yang tidak jadi direalisir atau pengembalian belanja 5. Belanja (gaji/honor) yang belum dibayarkan kepada yang berhak
Kebijakan pemerintah terkait dengan penyajian kas tersebut: Butir 1,2,3, dan 4 disajikan: Kas Lainnya dan setara kas (Kas lainnya di Bendahara Pengeluaran) Rpxxx Pendapatan yang ditangguhkan Rpxxx Butir 5 disajikan: Kas Lainnya dan setara kas (Kas lainnya di Bendahara Pengeluaran) Rpxxx Utang kepada Pihak Ketiga Rpxxx
*) Disajikan sebagai Kas Lainnya pada K/L dari hibah langsung, apabila telah disahkan akun pasangannya Ekuitas Dana Lancar
40

KAS DI BENDAHARA PENERIMA


Cermati apakah pada tanggal neraca masih terdapat kas di bendahara penerimaan (kas yang diterima dari PNBP) yang belum disetor ke kas negara. Jika ada, sajikan nilai kas tersebut di neraca sebesar nilai yang ada pada bendahara penerimaan. Akun Kas di Bendahara Penerima = Pendapatan yang Ditangguhkan

41

PERSEDIAAN
Laporan persediaan diperoleh dari bagian perlengkapan. Persediaan dilaporkan semesteran dan tahunan berdasarkan hasil opname fisik. Nilai yang disajikan pada neraca adalah nilai pembelian terkahir. Persediaan = Cadangan Persediaan

42

BAGIAN LANCAR TGR/TPA


TGR/TPA biasanya mencakup masa pelunasan lebih dari satu tahun anggaran. Jika pada akhir tahun masih terdapat saldo, dilakukan reklasifikasi untuk menentukan Bagian Lancar (yang jatuh tempo pada tahun depan). Jumlah Bagian Lancar TGR/TPA ini dimasukkan ke kelompok aset lancar, sedangkan sisanya (TPA/TGR) disajikan dalam kelompok Aset Lainnya.
43

ASET TETAP SEBELUM DISESUAIKAN


Periksa apakah masih ada akun <Aset Tetap> Sebelum Disesuaikan Akun ini masih muncul disebabkan oleh:
Penerimaan ADK dari Aplikasi SIMAK-BMN belum dilakukan, Penerimaan ADK dari SIMAK-BMN sudah dilakukan tetapi terdapat aset berikut SPM/SP2D yang belum direkam atau masih terdapat BMN yang berupa Konstruksi Dalam Pengerjaan.

Pada akhir semester/tahun, akun ini harus dihapuskan dari neraca dengan jurnal koreksi.
44

ASET TETAP
Nilai aset tetap non KDP di neraca seharusnya sama dengan total nilai BMN di LBMN Intrakomtabel. Bandingkan pertambahan nilai aset tetap di Neraca dengan Realisasi Belanja Modal pada LRA. Jika akuntansi BMN masih dikerjakan secara manual, periksa kebenaran mapping antara laporan BMN dengan akun aset tetap di Neraca. Total nilai aset tetap harus sama dengan nilai akun Diinvestasikan Dalam Aset Tetap
45

ASET LAINNYA
Lakukan reklasifikasi pada akhir tahun untuk TPA/TGR yang akan jatuh tempo pada tahun berikutnya. Yakinkan bahwa nilai TPA/TGR yang terdapat pada neraca akhir tahun adalah nilai setelah dikurangai bagian lancar-nya. Total Aset Lainnya = Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya.

46

DISKUSI

47

48

49

50

51

KASUS 5 1. Kas di Bendahara Penerimaan sebesar Rp1.000.000 2. Bunga jasa giro yang belum disetor ke kas negara sebesar Rp100.000 3. Pungutan pajak yang belum disetor ke kas negara sebesar Rp500.000 4. Belanja honor/gaji yang telah dicairkan namun belum diserahkan kepada yang berhak sebesar Rp750.000 5. Tagihan listrik, PAM, dan telepon yang belum dilunasi sebesar Rp2.000.000 6. Pertanyaan:
1. Berapa nilai pendapatan ditangguhkan dalam laporan keuangan? 2. Berapa nilai kewajiban yang disajikan dalam laporan keuangan?

52

53