Anda di halaman 1dari 25

DIABETES MELITUS PADA KEHAMILAN

Apakah Diabetes itu ?


Diabetes merupakan keadaan yang timbul karena ketidakmampuan tubuh mengolah karbohidrat/glukosa akibat kurangnya jumlah insulin atau insulin tidak berfungsi sempurna

glukosa

Energi
sel

PERAN INSULIN

Insulin
Insulin meningkatkan transportasi glukosa didalam darah untuk digunakan sel target. Bila ada kelebihan energi glukosa didalam darah tersebut akan di simpan didalam hati dan otot dalam bentuk glikogen yang akan selanjutnya akan diubah menjadi energi bila dibutuhkan Insulin juga meningkatkan penyimpanan serta sintesi protein dan lemak

Faktor dan Kondisi terjadinya peningkatan atau mengurangi insulin


Meningkatkan insulin Peningkatan kadar gula darah Peningkatan kadar asam lemak Menurunkan Insulin Penurunkan kadar glukosa darah puasa

bebas pada darah


Peningkatan kadar asam amino dalam darah Resistensi insulin

Mengapa Mengatur Kadar Glukosa Darah itu Penting?


Pada dasarnya bila tidak ada glukosa di dalam tubuh kebanyakan jaringan masih bisa

menggunakan lemak dan protein menjadi energi.

Namun Glukosa adalah satu- satunya bahan


makanan yang dapat digunakan oleh otak,

retina, epitel germinal gonad.

Kosentrasi gula darah juga dipertahankan agar tidak tinggi ini karena 1. Glukosa dapat menimbulkan sejumlah tekanan osmotik cairan ektrasel, sehingga cairan didalam sel mengalami dehidrasi 2. Tingginya Glukosa dalam darah sehingga melampaui batas filtrasi dan terjadi glikosuria 3. Hilangnya Glukosa dalam urin juga menimbulkan diuresis oleh ginjal, yang mengurangi jumlah cairan 4. Peningkatan Jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan jaringan terutama pembuluh darah

Tipe Diabetes Melitus


Diabetes Tipe 1 Diabetes Tipe 2 Diabetes dalam Kehamilan Diabetes Tipe Lain

Diabetes Tipe 1
Terjadi akibat kurangnya insulin yang diproduksi oleh sel Beta Pankreas Diakibatkan oleh: 1. Infeksi Virus 2. Kelainan Autoimun 3. Herediter menyebabkan degenaratif sel beta, bahkan tanpa adanya virus atau penyakit autoimun

Kelainan pada DM tipe 2


Penderita DM tipe 2: Glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel karena sel resisten terhadap insulin

Orang normal: Glukosa dapat masuk ke dalam sel dengan mudah

Faktor Risiko Diabetes Mellitus


Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan
Riwayat diabetes dalam keluarga Umur Jenis kelamin

Faktor risiko yang dapat dikendalikan


Kegemukan Tekanan darah tinggi Kadar kolesterol Toleransi glukosa terganggu Kurang gerak

Gejala-gejala lain yang Sering Timbul


Pandangan kabur, sering berganti ukuran kacamata Kesemutan Luka yang lama sembuh Penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya

Apa yang Terjadi Bila Seseorang Menderita Diabetes?

Efek jangka pendek Efek jangka panjang

Efek jangka panjang


Menyebabkan stroke & serangan jantung Menyebabkan kebutaan Peredaran darah ke tungkai atau lengan terganggu, luka sukar sembuh Ginjal menjadi rusak dan gagal berfungsi Gangguan sel saraf, sehingga reaksi terhadap rangsang terganggu Gangguan fungsi seksual

Gejala kadar gula darah rendah: rasa gemetar dan oyong rasa lemas dan lapar berkeringat dingin sakit kepala pandangan kabur/gelap perasaan gugup

Dampak DM terhadap kehamilan


1. IBU Pre eklampsi dan eklampsi 4x Infeksi bakteri Makrosomi perlukaan jalan lahir SC meningkat Hidramnion sesak pada ibu Maternal mortality meningkat

Dampak DM terhadap Kehamilan


2. Fetal dan neonatal efek Angka kematian perinatal meningkat Major anomali 3x Preterm delivery 2-3 x akibat hipertensi Neonatal morbidity Predisposisi DM

Predisposisi DMG
Umur ibu hamil > 30 tahun Riwayat DM dalam keluarga DMG pada kehamilan sebelumnya ISK berulang pd kehamilan

Klasifikasi Diabetes
A.I Sebelum kehamilan II saat kehamilan B. Tak tergantung Insulin ( NIDDM ) Tergantung Insulin ( IDDM ) Dalam kehamilan pemberian obat oral hiperglikemi merupakan kontra indikasi karena teratogenik pada bayi. Pengobatan DM gestasional dengan diet atau dengan insulin

Prinsip Penanganan
Kontrol gula darah, bila tidak berhasil pertimbangkan terminasi kehamilan dengan mempertimbangkan paru janin. Hindari adanya infeksi Bila terjadi hipoglikemi pada bayi berikan glukosa

Penanganan Umum
Terpadu : internis, obsgin, anak dan gizi Tujuan : mencapai dan mempertahankan normoglikemi ( GD puasa < 105 mg/dl dan 2 jam pp < 120 mg/dl ).
Bila GD puasa > 130, langsung diberikan insulin + diet

Jika GD puasa < 130, bisa dicoba diet. Monitor kesejahteraan janin Persalinan disesuaikan kemampuan kontrol GD dan kesejahteraan janin.

Penanganan Bayi ibu DMG


Pemeriksaan kadar gula darah pada 1,2,4,8,12,24,36 dan 48 jam. Apabila < 45 mg/dl, diperiksa glukosa darah serum Kadar kalsium dan Magnesium diperiksa pada umur 6,12,24 dan 48 jam Hematokrit diperiksa pada 4 dan 24 jam Kadar serum bilirubin harus diperiksa bila bayi tampak kuning

FAKTOR RESIKO

TERIMA KASIH