Anda di halaman 1dari 46

Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Problem Solving

Oleh :

Deka Inggrit R. Siti Rahma Yuliana f. Widi Pradini

Apa itu Problem Solving?

Perubahan paradigma dalam proses pembelajaran yang tadinya berpusat pada guru (teacher centered) menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa (learner centered) diharapkan dapat mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam membangun pengetahuan, sikap dan perilaku. Dalam proses pembelajaran yang berpusat pada siswa , siswa memperoleh kesempatan dan fasilitas untuk membangun sendiri pengetahuannya sehingga mereka akan memperoleh pemahaman yang mendalam (deep learning) dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Pembelajaran yang inovatif dengan pendekatan berpusat pada siswa (student centered learning) memiliki keragaman metode pembelajaran yang menuntut partisipasi aktif dari siswa. Metode- metode tersebut antara lain adalah: a) berbagi informasi ; b) belajar dari pengalaman c) pembelajaran melalui pemecahan masalah (problem solving based)

Siti Rahma

Problem Solving
O Suatu proses penemuan suatu respon yang tepat terhadap

suatu situasi yang benar-benar unik dan baru bagi pemecah masalah (siswa)
O Proses yang ditempuh oleh seseorang untuk menyelesaikan

masalah yang dihadapi sampai masalah itu tidak lagi menjadi masalah baginya (Hudojo (Aisyah, 2007: 5-3) )
O Suatu proses dimana pembelajar menemukan perpaduan

rumus/aturan/konsep yang sudah di pelajari sebelumnya dan selanjutnya menerapkan untuk memperoleh cara pemecahan pada situasi/keadaan baru, cara demikian juga merupakan proses belajar yang baru (Gagne (1970))
Widi

Menurut Hamalik, Problem solving adalah suatu proses mental dan intelektual dalam menemukan masalah dan memecahkan berdasarkan data dan informasi yang akurat, sehingga dapat diambil kesimpulan yang tepat dan cermat. Problem solving juga dapat diartikan suatu pendekatan dengan cara problem identification untuk ketahap sintesis kemudian dianalisis yaitu pemilahan seluruh masalah sehingga mencapai tahap application selajutnyakomprehension unt uk mendapatkan solusi dalam menyelesaikan masalah tersebut

Siti Rahma

Pendekatan Problem Solving


O Pendekatan adalah cara umum dalam melihat dan

bersikap dalam suatu masalah


O Pendekatan Problem Solving
O pendekatan yang digunakan dalam mempelajari

suatu ilmu pengetahuan dengan maksud mengubah keadaan yang aktual menjadi suatu keadaan seperti yang kita kehendaki dengan memperhatikan prosedur pemecahan yang sistematis.

Widi

Pendekatan problem solving adalah suatu cara menyajikan pelajaran dengan mendorong pesrta didik untuk mencari atau memecahkan suatu masalah/persoalan dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran (Setiawan, 2008). Menurut Abdurrahman (2003: 257), Pendekatan pemecahan masalah menekankan pada pengajaran untuk berfikir tentang cara memecahkan masalah dan pemrosesan informasi matematika.

Deka

(1) Problem solving sebagai tujuan (goal)


O Inti dari belajar problem solving adalah

para siswa hendaknya terbiasa mengerjakan soal-soal yang tidak hanya memerlukan ingatan yang baik saja. O Kemampuan problem solving siswa yaitu kemampuan menggunakan segenap pengetahuan yang dimiliki untuk memcahkan persoalan yang baru atau tidak biasa yang merupakan tujuan (goal) dalam pembelajaran matematika.
Deka

(2) Problem solving adalah suatu proses


O Problem solving sebagai suatu proses

penerapan berbagai pengetahuan kepada situasi yang baru maupun yang tidak familiar. Dengan menggunakan metode, prosedur, strategi dan langkah kunci oleh siswa merupakan bagian-bagian (suatu bentuk) dari proses problem solving.

Deka

(3) Problem solving adalah suatu kemampuan dasar


O Disebut sebagai kemampuan dasar

karena seorang siswa dituntut untuk dapat memahami isi dari persoalannya, jenis persoalannya, dan cara-cara mencari solusinya. Yang terpenting adalah siswa mesti belajar dan memilih segenap kebutuhan yang sesuai dengan persoalannya dan cara-cara yang diperlukan untuk mencari solusi suatu persoalan.
Deka

Apakah Tujuan dan Manfaat Pembelajaran Problem Solving ?

Tujuan
1) Siswa menjadi terampil menyeleksi informasi yang relevan kemudian menganalisisnya dan akhirnya meneliti kembali hasilnya. 2) Kepuasan intelektual akan timbul dari dalam sebagai hadiah intrinsik bagi siswa.

3)

Potensi intelektual siswa meningkat.

4) Siswa belajar bagaimana melakukan penemuan dengan melalui proses melakukan penemuan
Siti Rahma

Manfaat
a) Mengembangkan sikap keterampilan siswa dalam memecahkan permasalahan, serta dalam mengambil kepuutusan secara objektif dan mandiri

b) Mengembangkan kemampuan berpikir para siswa, anggapan yang menyatakan bahwa kemampuan berpikir akan lahir bila pengetahuan makin bertambah
c) Melalui inkuiri atau problem solving kemampuan berpikir tadi diproses dalam situasi atau keadaan yang bener bener dihayati, diminati siswa serta dalam berbagai macam ragam altenatif d) Membina pengembangan sikap perasaan (ingin tahu lebih jauh) dan cara berpikir objektif mandiri, krisis analisis baik secara individual maupun kelompok Siti Rahma

Bagaimana Karakteristik Pembelajaran Problem Solving?

Karakteristik
O Siswa dihadapkan pada situasi yang mengharuskan

mereka memahami masalah (mengidentifikasi unsur yang diketahui dan yang ditanyakan) O Membuat model matematika, O Memilih strategi penyelesaian model matematika, O Melaksanakan penyelesaian model matematika dan menyimpulkan.

Widi

Menurut Taplin (dalam Sumardyono, 2007: 8) dalam problem solving terdapat beberapa karakteristik, yaitu : OAdanya interaksi antar siswa dan interaksi guru dan siswa OAdanya dialog matematis dan konsesus antar siswa OGuru menyediakan informasi yang cukup mengenai masalah, dan siswa mengklarifikasi, menginterpretasi, dan mencoba mengkontruksi penyelesaian
Deka

O Guru menerima jawaban ya atau tidak

bukan untuk mengevaluasi. O Guru membimbing, melatih, dan menanyakan pertanyaan tentang wawasan dan berbagi proses pemecahan masalah. O Sebaiknya guru mengetahui kapan ikut campur dan kapan mundur membiarkan siswa munggunakan caranya sendiri. O Problem solving dapat menggiatkan siswa untuk melakukan generalisasi aturan konsep, sebuah proses sentral Deka dalam matematika.

CIRI UTAMA

1. problem solving merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran, artinya dalam implementasi Problem Solving ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa. Problem Solving tidak mengharapkan siswa hanya sekedar mendengarkan, mencatat, kemudian menghafal materi pelajaran, akan tetapi melalui problem solving siswa aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data, dan akhirnya menyimpulkan. 2. Aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah. problem solving menempatkan masalah sebagai kata kunci dari proses pembelajaran. Artinya, tanpa masalah maka tidak mungkin ada proses pembelajaran.

Siti Rahma

3. Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan berpikir secara ilmiah. Berpikir dengan menggunakan metode ilmiah adalah proses berpikir deduktif dan induktif. Proses berpikir ini dilakukan secara secara sistematis dan empiris. Sistematis artinya berpikir ilmiah dilakukan melalui tahapan-tahapan tertentu; sedangkan empiris artinya proses penyelesaian masalah didasarkan pada data dan fakta yang jelas.

Siti Rahma

BENTUK-BENTUK PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING

1. RATIONAL PROBLEM SOLVING


Sebuah bentuk problem solving yang konstruktif yang didefinisikan seperti rasional, berunding dan aplikasi yang sistematik dalam kemampuan menyelesaikan masalah. Model ini terdiri dari 4 tahapan, yaitu: a. Identifikasi Masalah Problem solver memncoba mengelompokkan dan mengerti masalah yang dihadapi dengan mengumpulkan banyak spesifikasi dan fakta konkrit tentang kemungkinan masalah, mengidentifikasi permintaan, rintangan dan tujuan yang realistik dalam menyelesaikan masalah. b. Mencari Solusi Alternatif Fokus pada tujuan untuk menyelesaikan masalah tersebut dan mencoba untuk mengidentifikasi banyak solusi yang memungkinkan termasuk yang konvensional.

Siti Rahma

c. Mengambil Keputusan Problem solvers mengantisipasi terhadap keputusannya dalam solusi yang berbeda, mempertimbangkan, membandingkan dan kemudian memilih yang terbaik atau solusi yang efektif yang paling berpotensial. d. Mengimplementasi Solusi dan Pembuktian Seseorang harus berhati-hati dalam menerima dan mengevaluasi solusi yang menjadi pilihan setelah mencoba untuk melaksanakan solusi tersebut kedalam situasi masalah dalam kehidupan nyata.

Siti Rahma

2. Mengabaikan Kata Hati Ini adalah salah satu pola karakteristik penyelesaian masalah yang difungsional dalam usaha aktif yang digunakan dalam strategi menyelesaikan masalah dan tekhniknya, tetapi usaha ini menyempit, implosif, berhati-hati, sangat cepat, dan tidak lengkap

3. Bentuk Menghindari Masalah


Bentuk ini adalah salah satu karakteristik penyelesaian masalah yang disfungsional berupa penundaan, pasif atau tidak melakukan apapun dan ketergantungan.

Siti Rahma

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROBLEM SOLVING

Menurut Rahmat (2001) terdapat 4 faktor yang mempengaruhi proses dalam problem solving yaitu motivasi, kepercayaan dan sikap yang salah, kebiasaan dan emosi. 1.Motivasi Motivasi yang rendah akan mengalihkan perhatian, sedangkan motivasi yang tinggi akan membatasi fleksibilitas.

2. Kepercayaan dan Sikap yang Salah Asumsi yang salah dapat menyesatkan kita. Bila kita percaya bahwa kebahagiaan dapat diperoleh dengan kekayaan material, kita akan mengalami kesulitan ketika memecahkan penderitaan batin kita. Kerangka rujukan yang tidak cermat menghambat efektifitas pemecahan masalah.

Siti Rahma

3. Kebiasaan Kecenderungan untuk mempertahankan pola pikir tertentu atau melihat masalah hanya dari satu sisi saja, atau kepercayaan yang berlebihan dan tanpa kritis pada pendapat otoritas menghambat pemecahan masalah yang efisien. Ini menimbulkan pemikiran yang kaku ( rigid mental set ), lawan dari pemikiran yang fleksibel ( flexible mental set ). 4. Emosi Dalam menghadapi berbagai situasi, kita tanpa sadar terlibat secara emosional. Emosi ini mewarnai cara berpikir kita sebagai manusia yang utuh, kita tidak dapat mengesampingkan emosi. Tetapi bila emosi itu sudah mencapai intensitas yang begitu tinggi sehingga menjadi stress, barulah kita menjadi silit untuk berpikir efisien.

Siti Rahma

Bagaimana Langkahlangkah Pembelajaran Problem Solving?

Langkah-langkah pendekatan problem solving dalam pembelajaran matematika, menurut Polya (dalam Tim MKPBM, 2001: 91), dalam pemecahan suatu masalah terdapat empat langkah, yaitu : 1.Memahami masalah 2.Merencanakan masalah 3.Menyelesaikan masalah sesuai rencana langkah kedua 4.Memeriksa kembali hasil yang diperoleh Deka

Langkah langkah pendekatan problem solving menurut David Johnson dan Frank Johnson :
O Definisi Masalah
O Diagnosis Masalah O Merumuskan Alternatif Strategi

O Penentuan dan Penerapan susatu

Strategi O Evaluasi Keberhasilan Strategi


Widi

Strategi Pemecahan Masalah


O Strategi Act It Out

O O

O O O

menggunakan gerakan-gerakan fisik atau dengan menggerakkan benda-benda konkrit. Membuat gambar dan diagram Menemukan Pola mengobservasi sifat-sifat yang dimiliki bersama oleh kumpulan gambar atau bilangan yang tersedia. Membuat tabel Memperhatikan semua kemungkinan secara sistematik Menentukan apa yang diketahui, apa yang Widi ditanyakan, dan informasi yang diperlukan.

O Menggunakan kalimat terbuka

O Menyelesaikan masalah yang mirip atau masalah

yang lebih mudah menggunakan analogi untuk menyelesaikan masalah yang mirip. O Mengubah sudut pandang seringkali digunakan setelah kita gagal untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan strategi lainnya

Widi

Selain itu, John Dewey juga mengemukakan tentang strategi pemecahan masalah dan gambaran pemecahan masalah, yaitu:
O merumuskan masalah dengan jelas
O menelaah permasalahan O merumuskan permasalahan secara jelas O menghimpun, mengelompokan data sebagai

bahan pembuktian hipotesis O pembuktian hipotesis O menentukan pilihan pemecahan/keputusan

Widi

Kesulitan Apa yang mungkin terjadi?

O Kurangnya pengetahuan dan keahlian guru

dalam menerapkan problem solving O Isi dari kurikulum sangat padat dan tidak ada celah untuk problem solving O Sistem pengujian masih disentralkan dan ini tidak relevan dengan gagasan problem solving dikarenakan jenis tesnya cenderung dan dominan berbentuk pilihan ganda. Jenis tes ini tidak memberikan kesempatan pada anak untuk berfikir sebagaimana yang mereka lakukan pada proses problem solving.

Deka

O Besarnya jumlah siswa dalam setiap kelas juga

merupakan salah satu hambatan yang cukup berarti. Karena ini bisa menyebabkan sulitnya bagi guru untuk berinteraksi dengan muridnya ketika problem solving matematika diimplementasikan. O Perlu waktu yang lebih baik dalam pencarian atau pendesainan problem (sebab setiap problem perlu disusun dengan hati-hati untuk mencapai hasil belajar siswa) maupun berlangsungnya aktivitas problem solving kelas.
Deka

Keuntungan Pembelajaran Matematika dgn Pendekatan Problem Solving?

O O

O O

Sanjaya (2007: 220) mengemukakan beberapa keunggulan pembelajaran dengan pendekatan pemecahan masalah diantaranya: Pemecahan masalah merupakan teknik yang cukup bagus untuk memahami isi pelajaran. Pemecahan masalah dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa. Pemecahan masalah dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa. Pemecahan masalah dapat membantu siswa bagaimana mentransfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata. Pemecahan masalah dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan.
Widi

O
O

Disamping itu, pemecahan masalah itu juga dapat mendorong untuk melakukan evaluasi sendiri baik terhadap hasil maupun proses belajarnya. Melalui pemecahan masalah bisa memperlihatkan kepada siswa bahwa setiap mata pelajaran, bahwa pada dasarnya merupakan cara berpikir, dan sesuatu yang harus dimengerti oleh siswa, bukan hanya sekedar belajar dari guru atau dari bukubuku saja. Pemecahan masalah dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa. Pemecahan masalah dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru. Pemecahan masalah dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.
Widi

O O

Johson dan Rising (Syamsuddin, 2003: 224) mengemukakan beberapa alasan pemecahan masalah menjadi suatu kegiatan belajar yang paling signifikan dalam pembelajaran matematika, yaitu: Pemecahan masalah adalah suatu proses untuk belajar suatu konsep baru. Pemecahan masalah adalah suatu cara yang paling tepat untuk mempratekkan keterampilan komputasional . Melalui pemecahan masalah diperoleh pengetahuan baru. Pemecahan masalah dapat merangsang rasa Widi keingintahuan intelektual

Strategi problem solving tidak hanya mampu mengubah gaya belajar anak dari sebagai pelajar yang pasif menjadi pelajar yang aktif dalam mengkonstruksi konsep mereka, tetapi juga, membuat pembelajaran matematika lebih berarti (more meaningful), masuk akal (make sense), menantang dan menyenangkan (challenge and fun), cocok buat siswa (relevant for students), dan memberikan cara berfikir yang fleksibel (thinking flexibility). Karenanya problem solving matematika dapat dipandang sebagai suatu pendekatan yang penting untuk meningkatkan pemahaman matematika anak.
Deka

Implementasi Pembelajaran Problem Solving

1. Guru memberikan suatu permasalahan kontekstual realistik berupa soal cerita tentang permasalahan linier. Dua tahun yang lalu umur ayah 6 kali umur Adi, 18 tahun kemudian umur ayah menjadi 2 kali umur Adi. Berapakah umur ayah dan umur Adi sekarang? 2. Siswa memahami masalah persamaan linier dalam bentuk cerita. Diketahui : misalkan x= umur ayah sekarang y= umur Adi sekarang Model matematika yang sesuai dengan permasalahan tersebut : Ditanya : berapakah x dan y ?
sekarang 2 tahun yang lalu 18 tahun kemudian

Umur ayah Umur Adi Perbandingan

x y

x-2 y-2 x-2=6(y-2)

x+18 y+18 x+18=2(y+18)

Siti Rahma

3. Merencanakan masalah Salah satu strategi yang bisa diterapkan untuk menyelesaiakan masalah ini adalah mengeliminasi dan mensubstitusikan dua persamaan yang diperoleh. Pada akhirnya akan diperoleh nilai x dan y yang merupakan umur ayah dan umur Adi sekarang. 4. Menyelesaikan Masalah. Enam tahun yang lalu x-2=6(y-2) x-2=6y-12 x-6y=-10.(1) 18 tahun kemudian x+18=2(y+18) x+18=2y+36 x-2y=18...(2) Jadi, terdapat dua persamaan linier yaitu x-6y=-10 dan x-2y=18

Siti Rahma

Dari (1) dan (2) diperoleh: x-6y=-10 -2y=18 -4y= -28 y=7 Substitusikan y=7 ke x-6y= -10, sehingga diperoleh: x-6(7)= -10 x-42= -10 x= 32
x

Jadi, diperoleh x= 32 dan y= 7 Sehingga diperoleh umur ayah sekarang adalah 32 tahun dan umur Adi sekarang adalah 7 tahun.

Siti Rahma

5. Memeriksa Kembali Untuk memeriksa kembali hasil jawaban pertanyaan sudah benar apa belum bisa dilakukan dengan mensubstitusikan nilai x dan y yang sudah diperoleh ke dalam persamaannya. Apabila setelah disubstitusikan ke dalam persamaan diperoleh hasil ruas kiri= hasil ruas kanan maka nilai x dan y benar. Diperoleh, x= 32 dan y= 7 x-6y= -10 32-6(7)= -10 32-42= -10 -10 = -10 Karena hasil ruas kiri = hasil ruas kanan maka nilai x dan y benar. x-2y= 18 32- 2(7)= 18 32- 14= 18 18= 18 Karena hasil ruas kiri = hasil ruas kanan maka nilai x dan y benar. Jadi, umur ayah sekarang 32 tahun dan umur Adi sekarang 7 tahun. Siti Rahma

Thank You for your Attention