Anda di halaman 1dari 108

Hepatitis

Hepatitis A-E
Virus Hepatotropik ini diberi nama hepatitis A,B,C,D dan E. Banyak virus lain yang menyebabkan hepatitis sebagai bagian dari spektrum klinis termasuk herpes simpleks, sitomegalovirus, imunodefisiensi manusia, rubella, adenovirus,enterovirus dan arbovirus.

Lima hepatitis virus merupakan kelompok virus heterogen yang menyebabkan penyakit klinis akut yang serupa. Hepatitis A,C,D dan E adalah virus RNA yang mewakili empat famili yang berbeda, dan hepatitis B,C,D menyebabkan morbiditas dan mortalitas penting melalui infeksi kronis.

Hepatitis A B

Antigen teridentifikasi HAV HBsAg

antibodi Anti HAV Anti HBsAg

HBcAg
HBeAg C D E -

Anti HBcAg
Igm anti HBcAg Anti HBeAg Anti HCV Anti HDV Anti HEV

RUTE PENULARAN

HAV (RNA)

HBV ( DNA )

HCV ( RAN )

HDV TDK SEMPURNA ( RNA )

HEV ( RNA )

PERKUTAN

++++

++++

++++

FEKAL-ORAL

++++

++++

SEKSUAL

TRANSPLASENTA

+++

+ = MINIMAL

+++ = SEDANG

++++ = SERING

Hepatitis A

Hepatitis adalah peradangan pada hati. Peradangan ini dapat disebabkan oleh berbagai sebab, salah satunya adalah virus. Hepatitis yang disebabkan oleh virus disebut hepatitis virus.

Virus hepatitis terbagi beberapa jenis, yaitu virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Semua virus ini dapat menyebabkan hepatitis virus akut (berlangsung singkat). virus hepatitis B, C dan D, selain dapat menyebabkan hepatitis virus akut, juga dapat menjadi biang penyakit hepatitis kronik

Gejala terkena virus hepatitis


Ikterus (kuning pada kulit dan mata) Lemas Nyeri perut Kurang napsu makan Mual Muntah Diare Demam meriang Sakit kepala

Hepatitis A
Epidemiologi Distribusi di seluruh dunia,endemisitas tinggi di negara berkembang. Prevalensi berkorelasi dgn standar sanitasi. Transmisi melalui transfusi darah sangat jarang.

Virus Hepatitis A(HAV)


Digolongkan dlm picornavirus,subklasifikasi sbg hepatovirus. Diameter 27-28 nm dgn bentuk kubus simetrik. Untai tunggal,molekul RNA linier. Mengandung 3 / 4 polipeptida virion di kapsomer. Tahan thadap cairan empedu. Virus tanpa selubung. Di temukan di tinja.

Faktor resiko
Makanan terkontaminasi,air. Pusat perawatan sehari u/ bayi dan balita. Berpergian ke negara berkembang. Perilaku seks oral anal. Pemakaian bersama jarum suntik.

Jalur transmisi hepatitis virus A


Kontak dengan virus dalam tinja - Cara ini merupakan cara transmisi HVA yang tersering - melalui jalur fekal-oral akibat kontak erat antar individu. Kontak dengan sumber virus hepatitis A yang bukan tinja - kontak dengan sekret traktus respiratorius, urin dan saliva. Transmisi perkutan melalui viremia Makanan dan air

Patogenesis
Virus hepatitis A yang tahan asam dapat melalui lambung di usus halus Bereplikasi

di hati

replikasi kembali dalam sitoplasma

Selanjutnya protein virus memasuki vesikel hati dan melalui kanalikulus biliaris dikeluarkan ke usus barsama empedu.

Gambaran klinis
Hepatitis asimtomatik - sub-klinik kelainan fungsi hati, yaitu peningkatan aminotransferase serum - tidak nyata (inapparent) hanya dapat diketahui dari pemeriksaan serologik

Hepatitis simptomatik Gejala dan perjalanan penyakit hepatitis virus secara klinis dapat dibedakan dalam 4 stadium yaitu masa inkubasi, pra-ikterik, ikterik, dan fase penyembuhan.

Fase
Masa inkubasi Masa inkubasi adalah waktu antara terpapar oleh virus dengan peningkatan nilai aminotransferase yang dapat berlangsung selama 18-50 hari, dengan rata-rata kurang lebih 28 hari, Variasi jangka waktu masa inkubasi ini mungkin tergantung dari dosis virus.

Masa prodromal (pra-ikterik) dan gambaran klinik Masa prodromal adalah masa sebelum terjadinya ikterus, yang dapat berlangsung selama 4 hari sampai 1 minggu. Masa praikterik ini dapat lebih dari 1 minggu pada <10% kasus dan pada beberapa kasus dapat sampai 2 minggu.

gejala dalam masa pra-ikterik - lesu, lelah, anoreksia, nausea, muntah, rasa tidak nyaman didaerah kanan atas abdomen, demam (biasanya < 39C), merasa dingin, sakit kepala, gejala seperti flu, nasal discharge, sakit tenggorokan dan batuk

Masa ikterik dan penyembuhan. Sebelum ikterus timbul, warna urin menjadi lebih gelap sampai seperti teh tua akibat ekskresi bilirubin kedalam urin, dan warna tinja mungkin terlihat lebih pucat, akibat berkurangnya ekskresi bilirubin kedalam saluran cerna.

Diagnosis laboratorium
Pemeriksaan darah yang digunakan secara luas untuk mengkonfirmasi diagnosis HVA dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu: - tes awal untuk mengkonfirmasi bahwa gejala klinis yang terjadi, adalah akibat inflamasi sel hati yaitu dengan pemeriksaan fungsi hati. - tes untuk mencari penyebab inflamasi yaitu mendeteksi komponen atau partikel virus hepatitis A atau antibodi spesifik.

Tes fungsi hati Tes fungsi hati : pemeriksaan bilirubin direk dan bilirubin total, alanin aminotransferase (ALT/SGPT), aspartat aminotransferase (AST/SGOT) dan alkali fosfatase

Tes diagnostik spesifik - Kategori tes ini dapat berupa mendeteksi virus/komponen virus (antigen spesifik atau RNAVHA) - RNA-VHA dpt dideteksi dgn cara hibridisasi molekul pd tinja & kadang2 dlm darah penderita pd permulaan penyakit. - mendeteksi respons antibodi spesifik (peningkatan titer antibodi atau adanya anti HAV IgM /anti HAV IgA).

- Antibodi HAV dapat dideteksi dengan immune electron microscopy (IEM, fiksasi komplemen imunofluorosensi, RIA, ELISA - Imunoglobulin yang terbentuk pada fase akut yaitu pada masa antara timbulnya gejala & puncak ikterus adalah IgM - fase penyembuhan adalah IgG yang dapat menetap sampai bertahun-tahun dan merupakan petanda imunitas serta resisten terhadap reinfeksi.

PENGOBATAN
Penyakit ini akan sembuh sendiri setelah beberapa minggu. hanya dibutuhkan banyak istirahat. Hanya perlu diberi terapi simptomatis (obatobatan yang hanya untuk mengurangi keluhan), seperti mencegah dehidrasi, istirahat yang cukup, dan pemberian nutrisi yang adekuat.

PENCEGAHAN
Vaksin hepatitis A merupakan perlindungan terbaik. Dapat diberikan sebelum dan selama kontak dengan HAV. Selalu mencuci tangan dengan air dan sabun setelah dari kamar mandi dan sebelum menyiapkan makanan.

Hepatitis B

Definisi
Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyerang hati dan dapat menyebabkan keadaan akut dan kronis. Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh "Virus Hepatitis B" (VHB), yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati.
Wikipedia , pusat penykit infekasi

Virus
Kelas: Kelas VII (dsDNA-RT)

Famili: Genus: Spesies:

Hepadnaviridae Orthohepadnavirus Virus Hepatitis B

wikipedia

Gen-Gen Virus Hepatitis B


Gen-gen dari virus hepatitis B mengandung kode-kode genetik untuk membuat sejumlah produk-produk protein,: - hepatitis B surface antigen (HBsAg) - hepatitis B core antigen (HBcAg) - hepatitis B e antigen (HBeAg) - DNA polymerase.

Masa inkubasi virus yang rata-rata 90 hari, namun dapat bervariasi dari sekitar 30 sampai 180 hari. HBV mungkin terdeteksi 30 sampai 60 hari setelah infeksi

Penularan
Secara vertikal, cara penularan vertikal terjadi dari Ibu yang mengidap virus Hepatitis B kepada bayi yang dilahirkan yaitu pada saat persalinan atau segera setelah persalinan. Secara horisontal, dapat terjadi akibat penggunaan alat suntik yang tercemar, tindik telinga, tusuk jarum, transfusi darah, penggunaan pisau cukur dan sikat gigi secara bersama-sama serta hubungan seksual dengan penderita.
wikipedia

Patogenesis
Virus Hepatitis B Melekat pada reseptor spesifik di membran sel hepar Penetrasi kedalam sitoplasma hepar

VHB Melepaskan nukleokapsid dan menembus dinding sel hepar Didlm inti asam nukleat VHB akan keluar dan nukleokapsid dan akan menempel pada DNA hospes dan berintegrasi pada DNA tersebut

DNA VHB memerintahkan sel hati untuk membentukprotein bagi virus baru, kemudian terjadi pembentukkan virus baru Virus ini akan dilepaskan ke peredaran darah

Virus VHB scr parenteral


Dari peredaran darah, partikel dane msk ke hati Terjadi Replikasi virus Sel hati akan membentuk dan mensekresikan partikel dane utuh, Partikl HBsAg bntk bulat dan tubuler Rspon imun spesifik Aktifasi sel T Aktivasi sel B

Respon imun non pesifik


Menghasilkan sel NK

Kontak reseptor sel T APC dgn kompleks peptida VHB-MHCI di dinding sel hati Sel T CD4

Menghasilkan anti HBs,anti HBc, anti HBe


Mencegah msknya virus dari sel ke sel

Sel T CD8
Mengeliminasi virus dalam sel hati yang terinfeksi Mengaktifkan TNF dan IFN Eliminasi virus intrasel tanpa kerusakkan sel hati yang terinfeksi

Menyebabkan nekrosis sel hati ALT

Hepatitis Akut
Hepatitis B akut adalah penyakit awal yang timbulnya cepat dan berlangsung singkat yang berakibat dari infeksi virus hepatitis B. Kira-kira 70% dari dewasa-dewasa dengan hepatitis B akut mempunyai sedikit atau tidak ada gejala-gejala. Sisanya yang 30% mengembangkan gejala-gejala yang signifikan dua sampai empat bulan setelah terpapar pada virus hepatitis B. Periode waktu ini antara terpapar dan gejala-gejala petama disebut periode inkubasi

Gejala Hepatitis B akut


1. Hepatitis B akut yaitu manifestasi infeksi virus hepatitis B terhadap individu yang sistem imunologinya matur sehingga berakhir dengan hilangnya virus hepatitis B dari tubuh hospes. Hepatitis B akut terdiri atas 3 yaitu : a. Hepatitis B akut yang khas b. Hepatitis Fulminan c. Hepatitis Subklinik

a. Hepatitis B akut yang khas


Gejala klinis terdiri atas 3 fase yaitu : 1. Fase Praikterik (prodromal) Gejala non spesifik, permulaan penyakit tidak jelas, demam tinggi, anoreksia, mual, nyeri didaerah hati disertai perubahan warna air kemih menjadi gelap. Pemeriksaan laboratorium mulai tampak kelainan hati (kadar bilirubin serum, SGOT dan SGPT, Fosfatose alkali, meningkat).

2. Fase lkterik
Gejala demam dan gastrointestinal tambah hebat disertai hepatomegali dan splenomegali. timbulnya ikterus makin hebat dengan puncak pada minggu, setelah timbul ikterus, gejala menurun dan pemeriksaan laboratorium tes fungsi hati abnormal. 3. Fase Penyembuhan Fase ini ditandai dengan menurunnya kadar enzim aminotransferase. pembesaran hati masih ada tetapi tidak terasa nyeri, laboratorium menjadi normal.

b. Hepatitis Fulminan
Bentuk ini sekitar 1 % dengan gambaran sakit berat dan sebagian besar . mempunyai prognosa buruk dalam 7-10 hari, lima puluh persen akan berakhir dengan kematian. Adakalanya penderita belum menunjukkan gejala ikterus yang berat, tetapi pemeriksaan SGOT memberikan hasil yang tinggi pada pemeriksaan fisik hati menjadi lebih kecil, kesadaran cepat menurun hingga koma, mual dan muntah yang hebat disertai gelisah, dapat terjadi gagal ginjal akut dengan anuria dan uremia.

Hepatitis B Kronik
Diagnosis hepatitis B kronis dapat dibuat, menurut definisi, hanya setelah enam bulan dari timbulnya hepatitis B akut. Lebih dari itu, kebanyakan individu-individu dengan infeksi hepatitis B kronis tetap bebas gejala (asimptomatik) bertahun-tahun, bahkan sampai dua atau tiga dekade. Selama waktu ini, tes-tes darah pasien ini biasanya paling banyak abnormalnya ringan dan peradangan dan luka parut (fibrosis) hati majunya sedikit, jika memang ada

Diagnosis Hepatitis B
1. HBsAg dan anti-HBs : - Kehadiran HBsAg berarti bahwa ada infeksi virus hepatitis B aktif dan ketidakhadiran HBsAg berarti tidak ada infekis virus hepatitis B aktif. - HBsAg menjadi terdeteksi dalam darah dalam waktu empat minggu. eliminasi atau pembersihan dari HBsAg terjadi dalam waktu empat bulan setelah timbulnya gejala-gejala. - Setelah HBsAg dieliminasi dari tubuh, antibodiantibodi terhadap HBsAg (anti-HBs) biasanya timbul.

2. Anti-HBc - Hepatitis B core antigen hanya dapat ditemukan dalam hati dan tidak dapat terdeteksi dalam darah. Adanya hepatitis B core antigen dalam hati mengindikasikan suatu reproduksi virus yang sedang berlangsung, berarti bahwa virusnya aktif. Antibodi terhadap hepatitis B core antigen, dikenal sebagai antibodi hepatitis B core (antiHBc).Terdapat dua tipe dari antibodi-antibodi anti-HBc (IgM dan IgG) dihasilkan.

- IgM anti-HBc adalah suatu penanda/indikator untuk infeksi hepatitis B akut. IgM anti-HBc ditemukan dalam darah selama infeksi akut dan berlangsung sampai enam bulan setelah timbulanya gejala-gejala. - IgG anti-HBc berkembang selama perjalanan infeksi virus hepatitis B akut dan menetap seumur hidup, tidak perduli apakah individunya sembuh atau mengembangkan infeksi kronis

3. HBeAg, anti-HBe, dan mutasi-mutasi pre-core - Hepatitis B e antigen (HBeAg) adalah penanda-penanda (markers) yang bermanfaat untuk menentukan adanya aktivitas virus yang sedang berlangsung dan kemampuan menularkan pada yang lainnya, sedangkan kehadiran - anti-HBe menandakan suatu keadaan yang lebih tidak aktif dari virus dan risiko penularan yang lebih kecil.

Pada beberapa individu-individu yang terinfeksi dengan virus hepatitis B, material genetik untuk virus telah menjalankan suatu perubahan struktur yang tertentu, disebut suatu mutasi pre-core. Mutasi ini berakibat pada suatu ketidakmampuan virus hepatitis B untuk menghasilkan HBeAg, meskipun virusnya reproduksi/replikasi secara aktif. Ini berarti bahwa meskipun tidak ada HBeAg yang terdeteksi dalam darah dari orang-orang dengan mutasi, virus hepatitis B masih tetap aktif pada orang-orang ini dan mereka dapat menularkan pada yang lain-lainnya.

4. Hepatitis B virus DNA - Tujuan mengukur hepatitis B virus DNA biasanya adalah untuk menentukan apakah infeksi virus hepatitis B aktif atau tidak aktif (diam).

HBsAg

AntiHBs

AntiHbc (total) + + + +

AntiHBc IgM + + + -

HBeA g

AntiHBe

HBV DNA

interpretasi

+ + -

+ -

+ + + -

+ -

Tahap awal infeksi akut Tahap Kemudian infeksi akut Tahap Kemudian infeksi akut Kesembuhan dengan kekebalan

Vaksinasi yang sukses

BsAg

Anti- AntiHBs Hbc (total)

AntiHBc IgM

HBeA Anti- HBV g HBe DNA

interpretasi

+ + + -

+ + + +

+ -

+ + +/-

+ + -

Infeksi kronis dengan reproduksi aktif Infeksi kronis dalam tahap tidak aktif Infeksi kronis dengan reproduksi aktif Kesembuhan, Hasil positif palsu, atau infeksi kronis

Stadium
Terbagi mjd fase replikasi (stadium 1 dan 2) dan fase integratif (stadium 3 dan 4). 1. Pada fase replikasi kadar HBsAg (hepatitis B surface antigen), HBV DNA, HBeAg (hepatitis B e antigen), AST (aspartate aminotransferase) dan ALT (alanine aminotransferase) serum akan meningkat, sedangkan kadar anti-HBs dan anti HBe masih negatif. 2. Pada fase integratif (khususnya stadium4) keadaan sebaliknya terjadi

Pengobatan
A. Pengobatan oral : - Pemberian obat Lamivudine dari kelompok nukleosida analog, yang dikenal dengan nama 3TC. Obat ini digunakan bagi dewasa maupun anak-anak, Pemakaian obat ini cenderung meningkatkan enzyme hati (ALT) untuk itu penderita akan mendapat monitor bersinambungan dari dokter. - Pemberian obat Adefovir dipivoxil (Hepsera). Pemberian secara oral akan lebih efektif, tetapi pemberian dengan dosis yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap fungsi ginjal.

Pemberian obat Baraclude (Entecavir). Obat ini diberikan pada penderita Hepatitis B kronik, efek samping dari pemakaian obat ini adalah sakit kepala, pusing, letih, mual dan terjadi peningkatan enzyme hati. Tingkat keoptimalan dan kestabilan pemberian obat ini belum dikatakan stabil.

b. Pengobatan dengan injeksi/suntikan - Injeksi Alfa Interferon diberikan secara subcutan dengan skala pemberian 3 kali dalam seminggu selama 12-16 minggu atau lebih. Efek samping pemberian obat ini adalah depresi, terutama pada penderita yang memilki riwayat depresi sebelumnya. Efek lainnya adalah terasa sakit pada otot-otot, cepat letih dan sedikit menimbulkan demam yang hal ini dapat dihilangkan dengan pemberian paracetamol.
nurses-recruitment.blogspot.com

Pencegahan
1. Hepatitis B Immune Globulin (HBIG) - Perlindungan pasif biasanya diberikan setelah suatu paparan pada virus untuk mencegah seorang yang peka memperoleh virus hepatitis B. 2. Vaksinansi - Vaksin-vaksin recombinant hepatitis B ini (Energix-B dan Recombivax-HB) dikonstrusikan mengandung hanya bagian dari HBsAg yang sangat berpotensi dalam menstimulasi sistim imun untuk menghasilkan anti-HBs. - Vaksin hepatitis B diberikan sebagai suatu rangkaian dari tiga suntikan-suntikan intramuskular. Untuk efek yang maksimal, vaksin harus disuntikan pada otot deltoid (pundak) pada dewasa-dewasa.

Mencegah Penularan Virus Hepatitis B Dari Ibu Ke Bayi Yang Baru Dilahirkan
jika bayi dilahirkan oleh seorang ibu yang diketahui adalah HBsAg positif, bayi harus menerima HBIG waktu lahir atau dalam 12 jam kelahiran. Pada situasi yang lain, jika HBsAg ibu tidak diketahui dan ditemukan positif setelah melahirkan, bayi harus menerima HBIG sesegera mungkin, tidak lebih telat dari satu minggu setelah kelahiran. Pada kedua situasi, bayi harus juga diberikan vaksin hepatitis B (recombinant); menerima dosis pertama waktu kelahiran (dalam 12 jam), yang kedua waktu 1 bulan (tidak lebih telat dari 2 bulan), dan ketiga waktu 6 bulan.

Tipe Paparan Peri-natal Seksual - Infeksi akut - Pembawa kronis Kontak rumah tangga - Pembawa kronis -Kasus akut

Immunoprophylaxis Vaksinasi dan HBIG -HBIG dengan atau tanpa vaksinasi - Vaksinasi - Vaksinasi - Tidak ada, kecuali paparan yang diketahui - HBIG dengan atau tanpa vaksinasi

- Kasus akut, paparan yang diketahui Bayi (12 bulan) - Kasus akut pada pemberi -HBIG dan vaksinasi layanan utama - Inadvertent cutaneous -Vaksinasi dengan atau tanpa HBIG atau mukosal

Hepatitis C

58

Definisi
Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (HCV= Hepatitis C virus). Virus Hepatitis C masuk ke sel hati, menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus Hepatitis C, kemudian menginfeksi banyak sel lainnya.
59

15% dari kasus infeksi Hepatitis C adalah akut, artinya secara otomatis tubuh membersihkannya dan tidak ada konsekwensinya. Sayangnya 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun. Dalam waktu tersebut, hati bisa rusak menjadi sirosis (pengerasan hati), stadium akhir penyakit hati dan kanker hati.
60

Epidemiologi
Menurut data dari Organisasi Kesehatan Se dunia (WHO) tahun 2000: Angka kejadian infeksi virus hepatitis C di Indonesia hampir 2,4% dari seluruh penduduk (sekitar 7 juta orang). Virus hepatitis C genotipe 1 merupakan genotipe yang paling sering ditemukan di Indonesia (sekitar 60%-65%). Genotipe 1 merupakan genotipe yang sulit diobati/disembuhkan. Diperkirakan virus hepatitis C telah menyerang lebih dari 170 juta orang di seluruh dunia.

61

62

63

Etiologi
Virus Hepatitis C. Virus Hepatitis C sangat pandai merubah dirinya dengan cepat. Sekarang ini ada sekurang-kurangnya enam tipe utama dari virus Hepatitis C (yang sering disebut genotipe) dan lebih dari 50 subtipenya.

64

65

66

Gejala
Sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Gejala-gejala di bawah ini ada yang mungkin samar : Lelah. Hilang selera makan. Nyeri perut. Urin menjadi gelap. Jaundice jarang terjadi.
67

Diagnosa
Dalam beberapa kasus,Hepatitis C dapat menyebabkan peningkatan enzim tertentu pada hati, yang dapat dideteksi pada tes darah rutin. Walaupun demikian, beberapa penderita Hepatitis C kronis mengalami kadar enzim hati fluktuasi ataupun normal.
68

Penularan
Penularan Hepatitis C biasanya melalui kontak langsung dengan darah atau produknya dan jarum atau alat tajam lainnya yang terkontaminasi. Dalam kegiatan sehari-hari banyak resiko terinfeksi Hepatitis C seperti berdarah karena terpotong atau mimisan, atau darah menstruasi.
69

Perlengkapan pribadi yang terkena kontak oleh penderita dapat menularkan virus Hepatitis C (seperti sikat gigi, alat cukur atau alat manicure). Resiko terinfeksi Hepatitis C melalui hubungan seksual lebih tinggi pada orang yang mempunyai lebih dari satu pasangan.

70

Penularan Hepatitis C jarang terjadi dari ibu yang terinfeksi Hepatitis C ke bayi yang baru lahir atau anggota keluarga lainnya. Walaupun demikian, jika sang ibu juga penderita HIV positif, resiko menularkan Hepatitis C sangat lebih memungkinkan. Menyusui tidak menularkan Hepatitis C.

71

menular melalui pelukan, jabat tangan, bersin, batuk, berbagi alat makan dan minum, kontak biasa, atau kontak lainnya yang tidak terpapar oleh darah. Seorang yang terinfeksi Hepatitis C dapat menularkan ke orang lain 2 minggu setelah terinfeksi pada dirinya. Di USA, orang dengan sejarah penggunaan jarum suntik, penggunaan narkoba, tato atau seks tidak aman yang meningkatkan resiko penyakit ini.

72

Treatment
Interferon dan Ribavirin paling efektif. Tingkat kesembuhan hepatitis C akut mencapai 90%, hepatitis kronik 30-40%, dan pengerasan hati 10-20%.

73

Faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan terapi


Tingkat keparahan. Usia saat terinfeksi.

74

Pencegahan
Skrining HCV terhadap darah donor. Hindari NAPZA. Jangan bergantian menggunakan alat cukur, jarum suntik, jarum tato, jarum tindik, dan sikat gigi yang sama. Berperilaku seks yang sehat dan aman. ABC

75

A Abstinence tidak melakukan hub seks sama sekali.


B Be faithfull selalu setia pada satu pasangan. C Condom gunakan kondom.

76

Hepatitis D

77

Definisi
Penyakit Hepatitis D adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis D (HDV= Hepatitis D virus). Tipe D (hepatitis delta) merupakan 50% hepatitis tiba-tiba dan parah, dengan angka kematian yang tinggi.

78

Epidemiologi
Di Amerika serikat, 1% dari penderita hepatitis D mati dengan gagal hati dalam waktu 2 minggu dan infeksi kebanyakan menyerang para pemakai obat-obatan intravena dan penderita hemofilia. Masa inkubasi adalah 1-90 hari. Tingkat keparahan mencapai 2-70%.
79

Etiologi
Hepatitis D Virus (HDV). Hepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik, yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B.

80

81

Penularan
Melalui hubungan intim dengan penderita dan pada homoseksual. Menggunakan jarum dan obat-obatan secara bersamaan. Bayi dari wanita penderita hepatitis D

82

Gejala
Biasanya muncul secara tiba-tiba gejala seperti flu, demam, jaundice, urin berwarna hitam dan feses berwarna hitam kemerahan. Pembengkakan pada hati.

83

Hepatitis D sering dijumpai pada penderita hepatitis B. Mengapa demikian? Jawabnya adalah virus hepatitis D atau VHD ukurannya sangat kecil dan sangat tergantung pada virus hepatitis B atau VHB. VHD membutuhkan selubung VHB untuk dapat menginfeksi sel-sel hati. Tak mengherankan jika cara penularan VHD sama dengan penularan VHB.
84

Seseorang dapat terjangkit hepatitis B dan D akut secara bersamaan.

Sebagian besar dapat sembuh dengan sendirinya tergantung ketahanan tubuhnya. Penderita hepatitis D kronik dapat terkena hepatitis D akut, dan biasanya hepatitis D nya berubah menjadi kronis. Kasus tersebut dapat juga berkembang menjadi sirosis hati dalam waktu lebih singkat.
85

Diagnosa
Tanyakan gejalanya, bila ternyata ditemukan hepatitis virus maka akan dilakukan tes darah untuk memastikan diagnosis dan jenis virus. Bila terjadi hepatitis kronis, maka dianjurkan dilakukan biopsi.

86

Treatment
Interferon-alfa dan transplantasi hati.

87

Pencegahan
Vaksinasi hepatitis B HBV-HDV co-infeksi HBVHDV super-infeksi.

88

Hepatitis E

89

Definisi
Penyakit Hepatitis E adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis E (HEV= Hepatitis E virus).

90

Epidemiologi
Tipe E, banyak menyerang orang yang kembali dari daerah endemis seperti India, Afrika, Asia, Amerika Tengah. Dan lebih banyak diderita oleh anak-anak dan wanita hamil. Masa inkubasi 15-60 hari, rata-rata adalah 40 hari. Merupakan penyakit non-kronik.

91

Etiologi
Hepatitis E virus (HEV). Virus hepatitis E atau VHE menyebar melalui makanan dan minuman yang tercemar feses yang mengandung VHE.

92

Hepatitis E bersifat menyerupai hepatitis A begitu pula dengan cara penularannya. Namun tingkat keparahannya penyakitnya lebih ringan dibanding hepatitis A .

Seperti hepatitis A, hepatitis E sering bersifat akut dengan masa sakit singkat namun jika penderita dalam kondisi ketahanan fisisk lemah, hepatitis E dapat parah hingga menimbulkan kegagalan fungsi hati.
93

94

Gejala
Biasanya muncul tiba-tiba. Umumnya tidak ada gejala pada anak-anak. Orang dewasa mungkin mengalami gejala seperti flu dengan sakit perut, jaundice, urin berwarna hitam dan mual. Bila terjadi pada kehamilan, khususnya trimester ketiga, dapat mematikan.
95

Diagnosa
Tanyakan gejalanya, bila ternyata ditemukan hepatitis virus maka akan dilakukan tes darah untuk memastikan diagnosis dan jenis virus. Bila terjadi hepatitis kronis, maka dianjurkan dilakukan biopsi.

96

Treatment
Tidak ada. Biasanya akan sembuh setelah beberapa minggu atau bulan.

97

Pencegahan
Selalu cuci tangan dengan sabun dan air. Cuci buah dan sayuran sebelum dimakan mentah. Selalu gunakan air bersih.

98

Hepatitis F

99

Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah.

100

Hepatitis G

101

Definisi
Hepatitis G adalah penyakit inflamasi hati yang baru ditemukan, yang disebabkan oleh virus Hepatitis G (HGV= Hepatitis G virus).

102

Etiologi
Disebabkan oleh hepatitis G virus (HGV), yang mirip dengan virus hepatitis C. Kontak dengan darah yang terinfeksi HGV

103

Gejala
Kebanyakan orang tidak memiliki gejala akut. Sebanyak 20 % dari penderita hepatitis C juga menderita hepatitis ini. Hepatitis G memiliki sifat dan cara penularan yang hampir sama dengan hepatitis C, yaitu melalui darah. Hepatitis G biasanya berlangsung kronis tetapi sampai saat ini hepatitis G diketahui tidak menyebabkan efek yang serius.

104

Diagnosa
Metode yang digunakan untuk mendeteksi HGV sangat komplek untuk mengetahui adanya antibodi HGV. Once antibody is present, however, the virus itself generally has disappeared, making the test too late to be of use.

105

Treatment
Tidak ada perawatan spesifik untuk penyakit hepatitis akut ini. Penderita harus banyak istirahat, menghindari alkohol dan makan makanan bergizi.

106

Penularan
Hepatitis G ditularkan melalui infeksi melalui darah.

107

Pencegahan
Pencegahannya dengan menghindari kontak dengan darah yang terkontaminasi. Jangan gunakan jarum suntik atau peralatan lain secara bersamaan.

108