Anda di halaman 1dari 22

KELAINAN KUKU

Retno Satuti, dr, SpKK SMF IK.Kulit & Kelamin FK UNSWAGATI/ RSUD Gunung Jati Cirebon

PENDAHULUAN

1.

2.

3.

4.

Kuku merupakan dermal appendages yang mengandung lapisan tanduk yang terdapat di ujung-ujung jari tangan dan kaki. Kuku terbagi menjadi dua bagian yaitu : Matriks kuku Pembentuk jaringan kuku yang baru Dinding kuku (nail wail) Merupakan lipatan-lipatan kulit yang menutupi bagian pinggir dan atas Dasar kuku (nail bed) Merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku Alur kuku (nail groove) Merupakan celah antara dinding dan dasar kuku

5.

6.

7.

8.

9.

Akar kuku (nail root) Bagian proksimal kuku Lempeng kuku (nail plate) Bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding kuku Lunula Bagian lempeng kuku yang berwarna putihdi dekat akar kuku yang berbentuk bulan sabit, sering tertutup oleh kulit Eponikium Dinding kuku bagian proksimal Hiponikium Dasar kuku

Kelainan kuku dibagi menjadi tiga bagian yaitu : 1. Dermatosis yang menyebabkan kelainan kuku 2. Penyakit kuku 3. Perubahan warna kuku

I. DERMATOSIS YANG MENYEBABKAN


KELAINAN KUKU
A.

Paronikia Reaksi inflamasi mengenai lipatan kulit di sekitar kuku Etiologi Trauma, terkontaminasi oleh kokus piogenik atau jamur, seperti : candida albicans, staphylococus Insidens Sering terjadi pada wanita, pekerja bar, pencuci, pada penderita diabetes militus, malnutrisi. Pada anak disebabkan oleh menghisap jari.

Gejala klinis Pembengkakan jaringan yang nyeri dan dapat mengeluarkan pus. Bila infeksi kronik maka terdapat celah horizontal pada dasar kuku, mengenai 1-3 jari, terutama jari telunjuk dan tengah. Pengobatan - Mencegah terjadinya trauma - Paronikia akut dengan supurasi harus dilakukan insisi

B.

Onikomikosis Infeksi jamur dermatofita pada kuku Penyebab : Golongan dermatofita, T. mentagrophytes dan T.Rubrum Gejala : Kuku menjadi suram, lapuk dan rapuh, bagian yang bebas tampak menebal. Pemeriksaan kulit : kuku rusak dan rapuh, suram, permukaan kuku menebal, pada infeksi ringan hanya terdapat bercak2 putih dan kasar di permukaan kuku (leukonikia)

Pemeriksaan penunjang :Kerokan kuku+ KOH 40 %, biakan kerokan skuama di bawah atau atas kuku Diagnosa banding : Onikodistrofi kandida albikans, psorisasis pada kuku Penatalaksanaan : - Umum :Meningkatkan hygene penderita - Khusus: Griseofulvin 500-1000mh/hari selama 2-4 minggu, obat-obat itrakonazol atau golongan terbinafin 2x100mg/hari, salep whitefield I,II, kompres asam salisilat 5%,asam benzoat 10% dan resorsinol 5% dalam spiritus,imidazol dalam bentuk cair Prognosa : baik

B.

Liken Planus Kuku Dapat timbul tanpa kelainan kulit. Perubahan pada kuku berupa belah longitudinal, lipatan kuku yang mengembung(pterigium kuku), kadangkadang anonikia. Lempeng kuku menipis dan papul liken planus dapat mengenai lempeng kuku. Pada pemeriksaan histopatologik terdapat: hiperkeratosis, degenerasi sel basal, infiltrat limfosit, dan histiosit tang seperti susu.

D. Kuku Psoriasis (Psoriatic nails) Gejala berupa adanya pits, terowongan, cekungan yang transversal (Beaus line), leukonikia dengan permukaan yang kasar atau licin. Pada dasar kuku terdapat perdarahan dan berwarna merah. Pengobatan : penyuntikan triamsinolon asetonid intralesi E. Penyakit Darier Kuku yang rapuh dan pecah-pecah dengan perubahan warna longitudinal dan hiperkeratosis di bawah kuku.

II. PENYAKIT KUKU


A.

Hippocratic (Clubbed) Fingers - Tidah hanya mengenai kuku, tetapi mengenai falangs proksimal. - Kuku menggembung dan konveks dalam arah transversal dan longitudinal seperti gelas arloji. - Eponikium menebal dan jaringan lunak falangs terminal menyerupai pemukul drum - Penyakit yang sering menyertai : sarkoma, bronkiektasis, neoplacma, bronkitis kronik, dll.

B. Shell Nail Syndrome Biasanya menyertai bronkiektasis. Kuku menyerupai clubbed nail tetapi dasar kuku atrofi. c. Koilonika (Sponn nails) Kuku tipis dan berbentuk cembung dengan pinggir meninggi. Menyertai kelainan metabolisme besi, dapat juga disebabkan oleh sabun keras D. Onikauksis Kuku menebal tanpa kelainan bentuk E. Onikogrifosis Kuku berubah bentuk dan menebal seperti cakar. Sering disebabkan karena trauma neuropatia perifer, atau juga karena pemotongan kuku yang tidak teratur

F. Anonikia Tidak tumbuh kuku, disebabkan oleh karena defek ektoderma kongengital, iktiosis, infeksi berat, serta fenomena Raynaud G. Onikoatrofi Kuku menjadi lebih tipis dan lebih kecil H. Onikolisis Terpisahnya kuku dari dasarnya terutama bagian distal dan lateral. Warna kuku kuning karena ada pus, udara dan skuama. Penyebabnya adalah jamur dermatofita atau kandida, trauma karena sepatu atau bahan kimia

I.

J.

K.

Pakionikia Penebalan pada lempeng kuku. Normalnya adalah 0,5 mm pada kuku jari tangan, 2X lipat pada kuku jari kaki. Disebabkan karena hiperkeratosis. Beaus Line Terowongan transversal dimulai dari lunula dan berjalan ke arah distal sesuai pertumbuhan kuku. Dapat disebabkan oleh morbili dan reaksi obat Onikoreksis (Brittle Nail) Kuku yang rapuh dan pecah. Dapat diakibatkan karena pemakaian sabun kuat, penghapus cat kuku, pada keadaan hipotiroid dan defisiensi vitamin A dan B

L.

M.

N.

Hapalonikia kuku yang melunak, mudah sobek. Sering menyertai malnutrisi, lepra, miksederma, fenomen raynaud. Nail-Patella-Elbow Syndrome (Osteo OnychoDysplasi) Sindrom yang ditandai Hipoplasi patella dan kuku, penebalan skapula dan hiperekstensi sendi. Perubahan mata berupa katarak dan heterokromia. Median Nail Dystrophy (Distrofia Ungius Mediana Kanaliformis) Celah yang longitudianl pada tengah-tengah kuku karena trauma

O.

P.

Q.

R.

Pterigium Unguis Kutikel yang tumbuh abnormal Hang Nail Adanya eponikium yang tumbuh berlebih dan berbelah sehingga timbul fisura pada pinggir kuku lateral, memberi rasa nyeri. Pengobatan dengan menggunting. Onikofagia ( Nail Biting) Sering menggigit kuku, karena psikis. Onikopilomania Gejala neurosis, penderita merobek kuku

III. Perubahan Warna Pada Kuku (Kromonikia)


Sering disebabkan oleh: 1. Pigmen melanin yang dihasilkan oleh melanosit akibat melanogenesis yang berlebihan 2. Endapan zat-zat lain pada bagian kuku

1.

2.

Kuku berwarna hijau (Green Nails) Terjadi pada kuku yang mengalami onikolisis dan paronikia yang berat akibat infeksi kuman pseudomonas aeroginosa, dapat juga disebabkan oleh candida albicans Kuku berwarna hitam (Black Nails) Ditemukan pada penyakit pinta,mdeisiensi vitamin B12, melanoma maligna.

3.

4.

Kuku berwarna tengguli/coklat/ merah tua ( Brown Nails) Disebabkan oleh obat antimlaria ( klorokuin, kinakrin dan amodiakin) dan juga oleh fenoftalin. Kuku berwarna biru (Blue Nails) Bisa disebabkan oleh obat antimalaria, misalnya atabrin, adanya hematom subungual, pada penderita penyakit wilson.

5.

Kuku berwarna kuning (yellow Nails) Sindrom yellow nails terdiri atas :
Pertumbuhan kuku yang lambat Kuku cembung dan tebal Lunula tidak tampak dan seluruh badan kuku menjadi kuning Adanya edema pada kuku, muka dan efusi pleura Patogenesis belum diketahui, terdapat penyempitan pembuluh getah bening

6.
a.

Kuku Berwarna putih


Warna putih terbatas
Leukonikia pungtata Leukonikia striata : Perubahan warna kuku berupa garis-garis putih. Half and half nails : warna kuku bagian proksimal putih dan bagian distal berwarna merah muda. Meens transverse band :Pita putih yang melintang pada keracunan arsen.

b.

Warna putih menyeluruh (Leukonikia totalis)