Anda di halaman 1dari 43

TEMPOROMANDIBULAR DYSFUNCTION

KELAINAN SENDI TEMPOROMANDIBULA Terjadi apabila mandibula tidak berada pada posisi yang normal (maloklusi), posisi gigitan yang tidak tepat, atau bisa terjadi karena ketidakseimbangan antara lidah, wajah, dan otot-otot fasial . TMD terdapat dalam banyak bentuk dan berhubungan dengan pergerakan mandibula, dapat berupa sensasi sentuh, bunyi sendi, pergerakan yang terbatas pada mandibula, dan deviasi pada garis tengah insisal mandibula

SALAH SATU FAKTOR PENTING YANG MENYEBABKAN TMD ADALAH:

TRAUMA
(Menurut Jurnal American Dental Association,1990)

40% to 99% kasus TMD merupakan akibat trauma. Trauma yang sederhana seperti pukulan pada rahang atau sesuatu yang lebih kompleks seperti yang mengenai kepala, leher dan rahang. Penelitian terbaru juga menunjukkan benturan terhadap pengaman "airbag" dalam kendaraan dapat menyebabkan TMD

Beberapa Jenis Kelainan TMJ


1. Internal Disc Derangement
(with & without reduction)

2. Dislokasi Kondilus 3. Artritis 4. Ankilosis 5. Fraktur Kondilus 6. Kelainan Pertumbuhan


(Agenesi, Hipoplasia, Hiperplasia, Neoplasia)

PEMERIKSAAN TEMPOROMANDIBULAR JOINT


1) 2) 3) 4) Rentang pergerakan Bunyi sendi Rasa sakit dan nyeri Pemeriksaan intra-oral serta pemeriksaan radiografik

1.Rentang Pergerakan
Pasien diminta untuk membuka mulut lebar lebar dan dengan bantuan sepasang kaliper atau jangka, jarak antara tepi gigi seri atas dan bawah diukur Rentang Pergerakan Menurut Nevakari (1960) : jarak rata rata pada pria 57,5 mm sedang pada wanita 54 mm Agerberg (1974) : .jarak rata rata pada pria 58,6 mm dan pada wanita 53,3 mm. Batas terendah adalah 42 mm dan 38 mm Penyimpangan mandibula selama gerak membuka mulut juga terlihat. Mungkin terjadi penyimpangan ke arah atau menjauhi sisi yang terserang dengan disertai locking dan rasa sakit

2.Bunyi Sendi
Kliking :
TMD dan dislokasi diskusi artikularis Diskus mengalami dislokasi, dapat menyebabkan timbulnya bunyi saat rahang bergerak Sakit kepala, nyeri wajah dan telinga

Krepitus :

o Bunyi mengerat atau menggesek yang terjadi selama pergerakan mandibula o Penggunaan stetoskop untuk memeriksa bunyi sendi

3.Rasa Sakit dan Nyeri


Sendi dan oto diperiksa untuk mengetahui daerah daerah yang nyeri. Setiap sendi diraba perlahan lahan ketika mulut digerakkan, dari depan tragus dan pada eksternal auditory meatus Otot medial petrigoid teraba pada permukaan dalam ramus mandibula dan kepala inferior yang besar dari lateral petrigoid, dibelakang tuberositas maksila

4.Pemeriksaan Intra-Oral
Pemeriksaan tersebut harus termasuk pemeriksaan keadaan patologi yang mungkin merupakan penyebab dari gejala, baik sifat maupun pengaruhnya pada fungsi mandibula Gigi yang terserang periodontitis atau tambalan yang terlalu tinggi juga dapat menimbulkan gejala yang sama Faktor faktor berikut harus diperhatikan : 1. Hubungan Oklusi. 2. Freeway space. 3. Overjet dan overbite. 4. Gigi yang tanggal. 5. Protesa, bila ada. 6. Atrisi dan bekas abrasi. 7. Kontak gigi prematur

TUJUAN RADIOGRAFI TMJ

Mengevaluasi integritas serta hubungan antara jaringan di sekitar struktur persendian tulang temporal dan mandibular

TEKNIK RADIOGRAFI TMJ

JARINGAN LUNAK

JARINGAN KERAS

JARINGAN KERAS
Pada banyak kasus, pemeriksaan radiografi untuk TMJ dimulai dari pemeriksaan jaringan keras untuk mengevaluasi kontur tulang, posisi dari hubungan kondilus dan fossa, serta cakupan dari pergerakan sendi, dan biasanya merupakan kombinasi dari beberapa jenis teknik radiografi.

JARINGAN LUNAK

Pemeriksaan jaringan lunak diindikasikan apabila diperlukan informasi mengenai posisi dan morfologi dari diskus, dan untuk melihat kondisi abnormal dari otot atau jaringan sekitarnya.

TEKNIK RADIOGRAFI Pemilihan jenis teknik radiografi untuk pemeriksaan TMJ tergantung dari spesifikasi/jenis kelainan, pilihan jaringan keras atau lunak, faktor biaya, dan dosis radiasi.

Juvenile Idiopathic Arthritis

Condylar hyperplasia

American Assosiation of Orofacial Pain (AAOP) merekomendasikan bahwa radiografi panoramik dapat digunakan untuk menunjukkan adanya kelainan pada sendi temporomandibula, memeriksa gigi, jaringan periodontal, tulang maksila maupun mandibula
(Mc Neill C, 1993; Crow, 2005)

Gambaran pada radiografi panoramik memberikan gambaran kondilus, ramus, dan badan mandibula dalam satu foto. Gambaran ini penting untuk mengevaluasi kondilus yang mengalami erosi tulang yang luas, pertumbuhan atau patahan dari fraktur
(Goaz & White, 1994)

Kelemahan foto panoramik dalam pemeriksaan sendi temporomandibula adalah kurang jelasnya gambaran hubungan kondilus terhadap fossa. Selain itu karena pada foto panoramik daerah sendi temporomandibula terlihat sebagai gambaran antero-posterior yang disajikan dalam bidang yang datar, maka kemungkinan terjadi distorsi cukup besar.

TRANSCRANIAL RADIOGRAPH

Secara radioanatomi, terdapat lima bagian penting pada radiografi panoramik yang tampak cukup jelas sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi secara dini adanya TMD, yaitu:

1) Asimetri Mandibula 2) Bentuk Kepala Kondilus 3) Asimetri Posisi Kondilus 4) Eminensia Artikularis 5) Processus Styloideus

5 5 1 1

FLATTENING HEAD OF CONDYLE

EROSIONS HEAD OF CONDYLE FLATTENING EMINENSIA ARTICULARIS

OSTEOPHYTE OF CONDYLE

TERAPI
Dukungan utama dari perawatan untuk sakit sendi rahang akut adalah panas dan es, makanan lunak (soft diet) dan obat-obatan anti peradangan. Jaw Rest (Istirahat Rahang): Terapi Panas dan Dingin: Obat-obatan: Terapi Fisik: Managemen stres: Terapi Occlusal: Koreksi Kelainan Gigitan Operasi

Penutup
Radiografi panoramik saat ini telah mulai banyak digunakan dalam tahapan perawatan pasien di bidang kedokteran gigi. Gambaran yang cukup mudah dimengerti sangat membantu para dokter gigi dalam upaya memperoleh diagnosa yang akurat. Data panoramik yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk deteksi dini TMD. Sehingga berbekal data awal tersebut, dapat dilakukan anamnesa dan pemeriksaan klinis maupun radiologis lebih lanjut, sehingga dapat diperoleh diagnosa yang lebih akurat.

SEKIAN, TERIMA KASIH


edmondapriza@mail.ugm.ac.id