Anda di halaman 1dari 49

Laporan Kasus Adenotonsilofaringitis Kronik Eksaserbasi Akut

Pembimbing : Dr. Djoko Prasetyo A, Sp.THT Coass: Sheila Anisa (4061198036) Obed Yosia (406127068)

Identitas Pasien
Nama Usia Jenis Kelamin Alamat : An. Ab : 8 tahun : Laki laki : Karang Kimpul Gayamsari : Pelajar : 14003488 : 24 Januari 2014

Pekerjaan No CM Tanggal periksa

Anamnesis
Autoanamnesis dan Alloanamnesis

24 Januari 2014

Poliklinik THT RSUD Kota Semarang

KELUHAN UTAMA

Terasa mengganjal di tenggorokan

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang diantar ibunya di Poliklinik THT RSUD Kota Semarang dengan keluhan utama terasa mengganjal di tenggorokan. Keluhan ini dirasakan pasien sejak 1 minggu yang lalu. Sebelumnya, pasien juga menderita sakit demam, batuk dan pilek. Ibu pasien mengeluhkan anaknya mengorok saat tidur dan berbau saat berbicara. Keluhan serupa pernah dirasakan 3 kali, yang pertama kali yaitu saat pasien berusia 7 tahun dan dapat sembuh ketika diberi pengobatan olah dokter. Nafsu makan berkurang disangkal, nyeri saat minum disangkal. Gangguan pendengaran dan keluar cairan dari telinga disangkal, riwayat trauma disangkal, gangguan ber bicara disangkal.

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien pernah mengalami keluhan yang sama sebanyak 3 kali sejak pasien berusia 7 tahun Tidak ada riwayat alergi Tidak ada riwayat sakit telinga Tidak ada riwayat asma

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada anggota keluarga yang menderita sakit seperti ini

Pengobatan dirumah sakit ditanggung oleh BPJS PBI. Kesan ekonomi cukup.

Riwayat Sosial Ekonomi

Pemeriksaan Fisik
Status Generalisata Kesadaran : CM Aktivitas : Normoaktif Sikap : Kooperatif Status Gizi : Baik (BB 33 kg)

Status lokalis Telinga


Auricula
Edema Nyeri tragus Nyeri tarik

Kanan
-

Kiri
-

Preauricula
Nyeri tekan Nyeri ketok Retroauricula

Kanan
Kanan

Kiri
Kiri

Nyeri tekan
Nyeri ketok Canalis Auditori Externus Hiperemis

Kanan -

Kiri -

Discharge
Serumen Membran Timpani

Kanan

Kiri

Hidung dan Sinus Paranasal


Pemeriksaan Luar Sinus Frontalis Nyeri tekan Nyeri Ketok Sinus Ethmoidalis Nyeri tekan Nyeri Ketok Sinus Maxillaris Nyeri tekan Nyeri Ketok Rhinoskopi Anterior Kanan Discharge Septum deviasi Mukosa Chonca Hipertrofi Merah muda Merah muda Kiri Kanan Kiri -

Faring
Orofaring Palatum Arcus faring Mukosa Uvula Tonsil Ukuran Warna Permukaan Kripte Detritus Membran Peritonsil T3/T3 Merah muda Berbenjol, Tidak rata Melebar Dalam batas normal Merah muda Merah muda, simetris Merah Muda Letak di tengah

Laboratorium
Tanggal 22/ 1 23/ 1 24/ 1 Nilai Rujukan Satuan Hb 12,8 13 13,4 14 - 18 g/ dl

Ht

36,7

37,9

37,9

42 -52

Trombosit

476

469

516

150 400

Ribu / uL

Leukosit

12,9

11,9

9,2

4,8 10,8

/uL

Differensial Diagnosis

Anatomi

Cavum oris Orofaring Laringofaring

Patologi

Kongenital Trauma Corpus Alienum Radang Akut, Kronis Neoplasma

Diagnosis Kerja

Adenotonsilofaringitis Kronik Eksaserbasi Akut

Terapi
Operatif : Adenotonsilektomi Medikamentosa : kumur antiseptik Infus RL 15 tpm Cefotaxime 2x 650 mg

Prognosis
Qua ad vitam : ad bonam Qua ad sanationam : ad bonam Qua ad fungsionam : dubia ad bonam

FARING
traktus aerodigestivus struktur tubular iregular mulai dari dasar tengkorak sampai servikal VI esophagus anteriornya laring trakea. tiga bagian :
Nasofaring (Epifaring) Orofaring (Mesofaring) Laringofaring (Hipofaring)

1. Nasofaring
Mukosa
Epitel pernafasan bersilia Kelenjar mukus di bawah selaput (membrana) mukosa Jaringan fibrosa faring tempat melekatnya mukosa

Sturktur ruang nasofaring:


Jaringan adenoid
jar limfoid /tonsila faringea /tonsil nasofaringeal letak di garis tengah dinding anterior basis sphenoid

Torus tubarius/tuba faringotimpanik Resesus faringeus fossa Rosenmulerpredileksi karsinoma faring Muara tuba eustachius/orifisium tube Koana/nares posterior

2. Orofaring (Mesofaring)
lanjutan dari nasofaring Arkus faringeus dibentuk o/ pilar tonsilaris
Anterior m. Palatoglosus Posterior m. Palatofaringeus Diantara kedua pilar fossa/ruang tonsilaris bisi jaringan limfoid tonsila palatina.

3. Laringofaring (Hipofaring)
Letak : belakang sisi kiri dan kanan laring (sinus /fossa piriformis)

Jaringan Limfoid pada Faring


cincin Waldeyer terdiri:
Tonsila Palatina (faucial) Tonsila Faringeal (adenoid) Tonsila Lingualis Lateral Faringeal Band Nodul-nodul soliter di belakang faring

Jaringan Limfoid Nasofaring


Adenoid/bursa faringeal/faringeal tonsil
massa limfoid berlobus Lobus /segmen tersusun teratur dengan selah atau kantung diantaranya Penyakit Thornwaldts infeksi bursa faringeal

Adenoid
kelenjar limfe di perifer Duktus eferen menuju kelenjar limfe leher terdekat Dilapisi epitel selapis semu bersilia Perdarahan dari
A. Karotis Interna Cabang palatina A. Maksilaris Darah vena dialirkan sepanjang pleksus faringeus Vena Jugularis Interna.

Aliran limfe melalui kelenjar interfaringeal kelenjar Jugularis Persarafan sensoris


N. Nasofaringeal cabang N IX & N. Vagus

Nasofaring dan Orofaring

Jaringan Limfoid Orofaring


Tonsila Lingualis kumpulan jar limfoid tidak berkapsul Letak:
basis lidah diantara k2 tonsil palatina meluas ke anteroposterior papila sirkumvalata ke epiglotis

Permukaan : kripta dangkal jumlah sedikit Sering degenerasi + deskuamasi sel2 epitel & bakteri detritus perdarahan dari
A. Lingualis (cabang dr A. Karotis Eksterna) Darah vena : V. Lingualis Vena Jugularis Interna Limfe ke kelenjar servikalis profunda Persarafan: cabang lingual N. IX

Tonsila Palatina
Embriologi Tonsil derivat lap germinal entoderm & mesoderm
Entoderm membentuk bag epitel Mesoderm mjd jar mesenkim tonsil

Janin : faring tumbuh & meluas ke lateralkantung k2 tumbuh ke dalam dinding faring fossa tonsilar primitif (antara arkus brakialis k2 & k3) minggu ke 16 Pilar tonsil dibentuk o/ arkus brakialis k2 & k3 Kripta-kripta tonsil tumbuh progresif janin 36bulan limfosit2 muncul dkt susunan epitel kripta bulan k3tumbuh terorganisirnodul-nodul janin usia > 6bulan

Anatomi Tonsila Palatina


Letak: fossa tonsilaris Bentuk oval (P 20-25 mm, L 15-20 mm, T 15 mm) Berat 1,5 gram Fossa tonsilaris
Pilar anterior (arkus palatina anterior) Pilar posterior (arkus palatina posterior) bersatu di pole atas bersama m. Palatina palatum molle.

Permukaan lateral tonsil dilapisi oleh kapsula fibrosa


Kuat berhubungan dg fascia faringobasilaris melapisi m.Konstriktor Faringeus Kapsul tonsil masuk ke dalam jaringan tonsilmbtk septa (PD & saraf tonsil)

Kripta tonsil ( 10-20 buah)


Celah kecil dilapisi epitel berlapis gepeng Paling besar di pole atas (>> kuman)

Kutub bawah tonsil plika triangularispenting krn sikatriks setelah


tonsilektomi dpt menarik folikel ke dlm fossa tonsilaris (keliru sbg sisa tonsil)

Pole atas tonsil


plika semilunaris terdapat massa kecil lunak Letak dekat ruang supratonsil glandula salivaris mukosa dari Weberptg dlm pbtkn abses peritonsil Saat tonsilektomi jar areolar lunakantara tonsil dg fossa tonsilaris mudah dipisahkan

3 ruang sering terinfeksi dari tonsil:


Ruang peritonsil (ruang supratonsil)
bentuk hampir segitiga kelenjar salivari Weber-bila terinfeksi menyebar ke ruang peritonsil abses peritonial

Ruang retromolar
Di belakang gigi molar 3 Bentuk oval Bila abses hebat gx utama trismus, >>sakitsulit dibedakan dg abses peritonsilar

Ruang parafaring (ruang faringomaksilar ; ruang pterigomandibula


Ruang >besar >> PD besarbila abses bahaya sekali terbagi 2 (tidak sama besar)
Ruang pre-styloid Ruang post-styloid

Vaskularisasi Tonsil
A.Palatina Asendens (cbg A. Fasialis)postero inferior A.Tonsilaris (cbg A.Fasialis) antero inferior A.Lingualis Dorsalis (cbg A.Maksilaris Interna) antero media A.Faringeal Asendens (cbg A.Karotis Eksterna)postero superior A.Palatina Desendens & cbgnya, A.Palatina Mayor & Minor antero superior. Darah vena: pleksus venosus perikapsular V. Lingualis & pleksus venosus faringeal V. Jugularis Interna

Aliran Limfe Tonsil


Tidak unya sistem limfatik aferen Dari parenkim tonsil ditampung pd ujung limfe eferen membentuk pleksus pd permukaan luar tonsil nembus m. Konstriktor Faringeus Superior fascia bucofaringeus kel servikalis profunda nodulus limfatikus dada duktus torasikus

Inervasi Tonsil
N. Palatina Mayor & Minor (cbg N V) & N. Lingualis (cbg N IX) Nyeri tonsilitis menjalar ke telingakrn N IX juga mempersarafi membran timpani & mukosa telinga tengah melalui Jacobsons Nerve

Fisiologi Tonsil
baru lahirtonsil tidak punya/kecil centrum germinativumSetelah ab dr ibu habispembesaran tonsil & adenoidanak2( normal)indeks aktifitas sistem imun Pubertas/sebelum fx tonsil +proses involusi 2mekanisme pertahanan
Spesifik Non spesifik.

Mekanisme Pertahanan NonSpesifik


lapisan mukosa tonsil &limfoidu/ hancurkan mikroorganisme Kuman lap mukosaditangkap o/ sel fagosiproses opsonisasi sel fagosit mengelilingi bakteri & fagosombakteri mati (proses digestif) konsumsi O2 superoksidase H2O2 bersifat bakterisidal msk ke dlm fagosom / berdifusi di sekitarnya bakteri mati (proses oksidasi)

Produksi Ig-A , Ig-E ada alergenrx dg Ig-E permukaan sel membrannya terangsangproses degranulasikeluarnya histamin rx hipersensitifitas tipe I (atopi, anafilaksis, urtikaria, & angioedema) Ig -A : cegah substansi masuk ke dlm proses immunologiproses netralisasi infeksi virus Ig-A cegah penyakit autoimun
Barier cegah rx imunologi & hambat proses bakteriolisis

Mekanisme Pertahanan Spesifik

Jaringan Limfoid Hipofaring di seluruh permukaan mukosa hipofaringkumpulan massa kecil2 (folikel limfoid)tdk ada jar limfoid spesifik Jaringan Limfoid Laring sangat penting bhub proses keganasan
Daerah Glotik Daerah Supraglotik Jaringan limfoid Infraglotik

TONSILITIS
radangan umum & pembengkakan jar tonsila disertai pengumpulan leukosit, sel-sel epitel mati, dan bakteri pathogen dalam kripta

Tonsilitis Akut
Etiologi
Tonsilitis bakterial supurativa akut
Grup A Streptococcus beta hemolitikus Pneumokokus stafilokokus Haemophilus influenzae

Patofisiologi
Infeksi bakteri lap epitel jar tonsil rx radang lekosit PMNdetritus Detritus kumpulan lekosit, bakteri mati, epitel yg terlepas
mengisi kripta tonsil bercak kuning Perbedaan strain atau virulensi penyebab tonsilitis menimbulkan variasi fase patologi:
Peradangan biasa pd area tonsil saja eksudat Selulitis tonsil & daerah sekitarnya abses peritonsilar Nekrosis jar

tonsillitis akut +detritus tonsillitis folikularis bercak detritus jadi 1 mbtk alur alur tonsillitis lakunaris detritus melebar pseudomembran menutupi tonsil

Gejala dan Tanda


nyeri tenggorokan nyeri waktu menelan Demam tinggi Nyeri sendi-sendi tidak nafsu makan Nyeri telinga nyeri alih n Glosofaringeus adenopati servikalis + nyeri tekan Px:
tonsil membengkak Hiperemis detritus berbentuk folikel, lakuna, pseudomembran kel submandibula bengkak + nyeri tekan

Pengelolaan
tirah baring cairan adekuat serta diet ringan Analgetik oral Antibiotik(biakan & sensitivitas)
Penisilin (obt pilihan, kec resistensi atau sensitive) eritromisin atau ab spesifik efektif Pengobatan : 5-10hari streptokokus beta hemolitikus terapi adekuat 10hari<< komplikasi non supurativa(nefritis & jantung rematik)

obat kumur

Tonsilitis Kronis
penyakit yang paling sering terjadi dari semua penyakit tenggorokan yang berulang Faktor predisposisi
Rangsangan menahun rokok hygiene mulut buruk kelelahan fisk pengobatan tonslitis akut tdk adekuat

e/:kuman Grup A Streptococcus beta hemolitikus, Pneumococcus, Streptococcus viridans dan Streptococcus piogenes

Gambaran Klinis
Gx:
nyeri tenggorok rasa mengganjal pd tenggorokan Tenggorokan kering Nyeri menelan bau mulut Demam tinggi lesu Nyeri sendi-sendi tidak nafsu makan Otalgia

2gambaran kategori tonsilitis kronis:


Tonsilitis kronis hipertrofikans
pembesaran tonsil ,hipertrofi, jar parut Kripta stenosis, eksudat, seringnya purulen keluar dari kripta

Tonsilitis kronis atrofikans


Tonsil kecil (atrofi) sekeliling hiperemis kripta keluar sekret purulen tipis

Pengelolaan Ab spektrum luas Antipiretik obat kumur desinfektan sering timbul + sangat ganggutonsilektomi

Komplikasi
sekitar
Rhinitis kronis Sinusitis atau Otitis media perkontinuitatum

Jauh (hematogen / limfogen)


Endokarditis Arthritis Miositis Nefritis Uveitis Irdosiklitis Dermatitis Pruritus Urtikaria Furunkulosis

PENYAKIT INFEKSI LAIN YANG MENGENAI TONSIL


Tonsilofaringitis Difterika Scarlet Fever Vincents Angina Abses Peritonsilar (Quinsy) Abses Tonsil (Phlegmonous tonsilitis) Tonsilitis Akut Sifilis Parenkimatosus Mononukleosis infekiosa Tonsilitis Tuberkulosa Aktinomikosis Tonsil

TONSILEKTOMI
Definisi: indakan mengangkat tonsil palatina seutuhnya bersama jaringan patologis lainnya, sehingga fossa tonsilaris bersih tanpa meninggalkan trauma yang berarti pada jaringan sekitarnya seperti uvula dan pilar

Indikasi Tonsilektomi
A. Indikasi absolut: 1. Timbulnya kor pulmonale krn obstruksi jln nafas kronis 2. Hipertrofi tonsil/adenoid dg sindrom apneu wkt tdr 3. Hipertofi blbh menyebabkan disfagia dg <berat badan 4. Biopsi eksisi dicurigai ganas (limfoma) 5. Abses perotinsiler bulang/abses meluas jar sekitar 6. Tonsilitis kronis walau tanpa eksaserbasi akut tp fokal infeksi 7. Karier difteri 8. Tonsilitis menyebabkan kejang demam

Obstruktif Tonsillar Hiperplasia

B. Indikasi relatif: 1. Serangan tonsilitis akut berulang (walau telah th adekuat) 2. Tonsilitis dg biakan streptokokus menetap & patogenik (karier) 3. Hiperplasia tonsil dg obstruksi fungsional 4. Hiperplasia & obstruksi menetap 6bulan stlh infeksi mononukleosis 5. Riwayat demam rematik +rusak jantung bhub dg tonsilitis rekurens kronis &pengendalian ab buruk 6. Radang tonsil kronis menetap tdk respon dg th 7. Hipertrofi tonsil & adenoid bhub dg abnormalitas orofasial & gigi geligi menyempitkan jln nafas atas 8. Tonsilitis berulang/kronis bhub dg adenopati servikal persisten

Kontraindikasi
A. Kontraindikasi absolut:
Penyakit darah: leukemia, anemia aplastik, hemofilia & purpura Pykt sistemik tdk terkontrol: DM, pykt jantung,dll

B. Kontraindikasi relatif:
Palatoschizis Anemia (Hb <10 gr% atau HCT <30%) Infeksi akut sal nafas/tonsil (tidak termasuk abses peritonsiler) Poliomielitis epidemik Usia < 3 tahun (ditunggu sampai 5 tahun)

Jenis-jenis Tonsilektomi
Tonsilektomi metode Dissection Snare Tonsilektomi metode Sluder Ballenger Tonsilektomi metode Kriogenik Tonsilektomi metode elektrokoagulasi Tonsilektomi menggunakan sinar laser

Komplikasi
1. 2. 3. 4. 5. 6. Perdarahan Infeksi Nyeri pasca bedah Trauma jaringan sekitar tonsil Perubahan suara Komplikasi lain
patah atau copotnya gigi luka bakar mukosa mulut Laserasi lidah karena mouth gag.