Anda di halaman 1dari 15

KEMATIAN MENDADAK

(SUDDEN DEATH)
Dr. ETTY KURNIA, SpF. Lab.Ilmu Kedokteran Forensik FaK.Kedokteran UNIBRAW

DEFINISI
Kematian yang terjadi dalam waktu kurang atau sama dengan 24 jam setelah gejala penyakit atau kelainan tubuh yang menyebabkan kematian timbul. Biasanya terjadi tidak terduga (unexpected death). Bila kematian terjadi kurang atau sama dengan 1 jam dari onset gejala kematian seketika (instantaneous death).

Dalam menghadapi kematian mendadak biasanya oleh keluarga, dokter dimintai surat kematian sebagai dokter harus berhati-hati. Harus ditentukan dahulu apakah suatu kematian wajar atau tidak wajar. Bila tidak dapat menentukan tidak boleh mengisi/membuat surat kematian. Keluarga/dokter melapor kpd. Penyidik untuk otopsi.

Pada kematian mendadak, tindakan otopsi adalah penting untuk mencatat Kematian wajar atau tidak wajar. Apa sebab kematian korban.
Bila tanpa otopsi kesalahan 75 % Dengan otopsi kesalahan 2 %

Contoh :
Seseorang dengan trauma kepala; tidak ada gejala/keluhan, setelah beberapa hari mengeluh pusing, kesadaran menurun meninggal dunia Oleh keluarga dianggap mati wajar. Setelah diotopsi Epidural Bleeding yang mematikan. Hal ini oleh karena adanya Lucide Interval. Seseorang mati mendadak dengan luka-2 di kepala. Oleh keluarga dianggap mati tak wajar. Lapor penyidik otopsi. Setelah otopsi didapatkan MCI luas Mati wajar. Luka di kepalanya akibat jatuh waktu ada serangan MCI.

Contoh :
Ada orang meninggal oleh karena tersengat listrik/keracunan. Bila pada Pem.Luar idak didapatkan kelainan dianggap mati wajar. Tanpa dilakukan otopsi seringkali terjadi kesalahan.

Incidence Kematian Mendadak: Usia : 35 70 th. Bayi 6 8 bulan. Laki-2 > wanita Di Kota > di desa

PENYEBAB KEMATIAN MENDADAK


I. NEONATAL : (Lahir 4 minggu)
Wajar : anomali congenital, infeksi. Mati tidak wajar :Kecelakaan : Perdarahan placenta, Pembunuhan : smothering.

II. CHILDHOOD : (1 bulan 1 tahun)


Wajar : Anomali congenital, infeksi. Mati tidak wajar : Kecelakaan, Pembunuhan Battered Child Syndrome.

PENYEBAB KEMATIAN MENDADAK


III. Dewasa :
Mati wajar :
Sistem Cardiovasculer. Sistem Saraf Pusat (CNS) Sistem Respirasi. Sistem Gastrointestinal. Sistem Urogenital.

Mati Tidak Wajar :


Kecelakaan : Vagal Inhibition Reflex, Bolus Death, Pembunuhan : Trauma, Throttling. Bunuh diri : Intoksikasi, Hanging, Trauma.

Penyebab kematian mendadak MCI. Penyebab MCI :



Arteriosclerosis/Atheroma. Emboli thrombus a.Coronaria. Aortitis luetica. Kelainan congenital.


Sudden Death. Myocardial infarction. Rupture jantung. Myocard fibrosis. Aneurysma jantung. Pericarditis.

Akibat oclusi a.coronaria

Insidens oclusi a.coronaria


67% penyakit jantung Laki-2 : wanita = 3 : 2. Orang kota lebih sering. Overweight lebih sering.

Lokasi oclusi a.coronaria R.descendens a.coronaria sinistra. 45-65% Ostium a.coronaria dextra. 25-45% R.circumflexa a.coronaria sinistra. 3-10% Ostium a.coronaria sinistra.0-10%

Pada Myocard infarct otopsi untuk menentukan :

Cara kematian. Sebab kematian. Mencari hubungan trauma dengan MCI.


Macroscopic : Bila hidup > 8 jam. Myocard warna kepucatan. Penyembuhan merah kebiruan. Necrotic kekuningan (24 jam). Terdapat garis-2 merah & pucat Trigoid.

CRIB DEATH = COT DEATH = Sudden Infant Death Syndrome


Bayi sehat/sakit ringan meninggal dunia. Kemungkinan oleh karena :


Status thymolymphaticus. Neurogenic shock. Metabolic disease. Hypo gamma globulinaemia. Anaphylactic shock. Hypersensitif thd. Ag susu sapi. Pertumbuhan gld.parathyroid tidak sempurna. Infeksi virus.

Usia paling banyak < 6 bulan, terutama 2-4 bln. 40% dengan gejala infeksi tr.rspiratorius. Keadaan sosek kurang. Perawatan jelek. Keluarga banyak.

BATTERED CHILD SYNDROME.


Bayi / anak kurang atau sama dengan 5 tahun mengalami kekerasan fisik yg.ringan dan berulang sampai meninggal dunia. Pelaku :

Cara kejadian :

Pengasuh/ortunya dg.kelainan jiwa. Problem perkawinan.

Pemeriksaan yang penting :


Dipukul, ditendang, dicabuti rambutnya. Disulut dengan rokok / api. Dibiarkan kelaparan. Riwayat anak. Keadaan pengasuh / kedua ortunya. Riwayat kejadian sampai meninggal. Keadaan rumah / tempat kejadian.

CRIB DEATH = COT DEATH = Sudden Infant Death Syndrome


Hasil Otopsi :
Biasanya terdapat Diaper rash. Terdapat luka-2 lama dan baru. Rontgen terdapat fracture terutama tulang-tulang tengkorak, costae, tulang panjang. Epidural Bleeding, Subdural Bleeding, Subarachnoid bleeding, Contusio Cerebri. Laceratio Cerebri lama dan baru

Kesimpulan VR Kematian Mendadak


Tidak ada hubungan dengan trauma Ada hubungan dengan trauma:
Natural disease mendasari trauma Trauma mendasari Natural disease.

Trauma dan Natural Disease sama-2 mematikan bersaing.


Bila ada kematian mendadak otopsi. Pemeriksaan harus berhati-hati dan lebih teliti

Penyebab kematian mati mendadak yang paling sering adalah mati wajar.
Tanpa otopsi menentukan sebab kematian kesalahan besar.