Anda di halaman 1dari 19

Maratush Sholihah 112110101110

PENDAHULUAN

Air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari kita. Fungsi air antara lain : Sebagai pelarut Sebagai pembersih Sebagai alat transportasi Sebagai pendingin mesin Sebagai bahan baku Sebagai penggelontor limbah Untuk usaha pertanian, perikanan, olahraga, rekreasi, pemadam kebakaran, dan sebagainya Sebagai faktor pemindah/penularan penyakit, seperti Thypus abdominalis, Cholera, Ascariasis, dsb. Sebagai media peracunan logam

DAUR HIDROLOGI

SUMBER ASAL AIR


1. Air Hujan (Air Angkasa) Bersifat lunak atau tidak sadah (soft water) tidak mengandung garam-garam dan mineral Dapat mengandung zat-zat yang terdapat di udara seperti NH3 dan CO2 agresif ataupun SO2 bersifat korosif Dari segi kandungan bakteri air hujan lebih bersih. Jumlahnya tergantung dari curah hujan yang turun. 2. Air Permukaan Biasanya kurang mengandung bahan-bahan mineral dibanding dengan air tanah. Tidak sadah Biasanya bebas dari rasa dan bau Tidak dapat digunakan secara aman sebagai air minumtanpa perlindungan yang hati-

hati dan memenuhi syarat sanitasi. 3. Air Tanah Mengandung garam dan mineral yang terlarut pada waktu air melalui lapisan-lapisan tanah. Secara praktis bebas dari polutan. 4. Mata Air Berasal dari dasar tanah/melalui celah-celah batuan Bebas dari bakteri patogen (bila cara pengambilannya baik) Dapat langsung diminum tanpa pengolahan khusus Banyak mengandung mineral

PENCEMARAN AIR
1. Pencemaran Badan Air

Dimulai dari jatuhnya air hujan sampai membentuk sungai atau badan air yang lain. Selama air mengalir di permukaan, air akan tercemar baik oleh bahan-bahan yang merupakan kandungan batuan (lumpur, garam-garam, mineral) maupun bahan-bahan organik, humus, dan mikroorganisme. Pencemaran badan air/air pada umumnya bisa digolongkan menjadi pencemar fisik, kimiawi, biologik, dan radioaktif. a. Sumber Pencemar Peristiwa alam : banjir, topan, gempa bumi, gunung meletus, dll. Keg. Domestik/keg. Rumah tangga Keg. industri

b. Pengaruh Pencemar terhadap Badan Air Perubahan-perubahan spesifik seperti ledakan

populasi eceng gondok, populasi alga dan mikrofita lainnya, menurunnya populasi ikan, dsb. yang dipengaruhi oleh NO3 dan PO4 (hasil dekomposisi limbah organik). Polutan organik turunnya kadar O2 terlarut (D.O.) mempengaruhi kehidupan biota air yang memerlukan O2. Logam berat dan bahan-bahan organik yang persisten seperti pestisida berakumulasi dalam rantai makanan berpengaruh terhadap kesehatan manusia.

Pengaruh pencemar organik terhadap aliran air


Sebenarnya aliran air mampu melakukan aerasi karena kontak

dengan udara. Tingginya pencemar air dari limbah menurunkan kapasitas reaerasi aliran air kadar (D.O.) menurun. Bila aliran air menerima bahan organik kadar (D.O.) di aliran bawah meningkat karena aerasi alami terjadi pembersihan badan air dari pencemar organik karena proses penguraian aerobik. Tetapi bila pencemar organik terlalu berat kadar (D.O.) terus menurun suasana anaerobik proses penguraian bahan organik berlangsung secara anaerobik yang ciri-cirinya antara lain timbulnya bau busuk (karena terbentuknya ammonia/asam sulfida), terbentuk endapan lumpur halus di dasar badan air, dan meningkatnya percepatan pendangkalan badan air.

Pengaruh pencemar organik terhadap danau


Danau/badan air yang menerima/mengandung bahan organik

rendah disebut oligotrofik. Ciri-cirinya : airnya sangat jernih, D.O. tinggi, dalam, dan kemampuan untuk mendukung kehidupan air sedikit (krn hanya menerima nutrien yg sedikit). Bila bahan organik meningkat pertumbuhan mikrofita meningkat pertumbuhan fauna di dalam air meningkat keseimbangan nutrien masuk dan populasi yg memanfaatkan nutrien tsb (mesotrofik). Bila bahan organik terus meningkat NO3 dan PO4 meningkat pertumbuhan mikrofita meningkat (penyuburan/eutrofikasi) air tidak tampak jernih, keclokatan-coklat tua, dan berbau. Ledakan alga permukaan air dipenuhi alga transparansi air menurun air bag. atas banyak mengandung O2 air bag. bawah mengandung sedikit O2 proses fotosintesis terhambat keadaan anaerobik kehidupan air terancam mati kematian sel-sel dan penguraian terjadi endapan dan dangkalan.

Pengaruh pencemaran terhadap muara


Air tawar mengalir ke dalam air asin (membawa nutrien yg

menyuburkan mikrofita dan menguntungkan bagi kepiting dan ikan) membentuk badan air payau (muara). Herbisida, pestisida, dan logam berat memberikan efek toksik bagi organisme mata rantai kehidupan pada tingkat yang paling rendah.

2. Pencemaran Air Sumur


a. Sumur pompa dalam (drilled well)

adalah sumur bor yang cukup dalam, bahkan sampai ratusan meter. Sumber pencemarnya antara lain : Dari sumber pencemar di sekitarnya Dari permukaan tanah melalui batang pipa yang ditanam Untuk menghindari terjadinya pencemaran kimia, jarak sumur dengan sumber pencemar adalah 150 feet. Untuk mencegah terjadinya kontaminasi dari permukaan tanah melalui batang pompa batang pipa diselubungi dengan semen atau pipa besi atau PVC sampai kedalaman 10 feet dari permukaan tanah di sekitar pipa. Diteruskan naik sampai sekitar 18 in di atas lantai sumur.

b. Sumur bor (bored well)

adalah sumur yang dibangun dengan bantuan alat auger, metode pengeborannya dilakukan secara manual. Langkah perlindungan : Setelah proses pengeboran, dinding lubang sumur dilindungi dengan pipa besi (PVC), pipa pompa dimasukkan setelah deposit air yang cukup. Perlindungan air di dalamnya sama dengan sumur pompa dalam. Lokasi sumur harus terletak di atas sumber pencemar (resapan septic tank, dll.) dari arah aliran air tanah. Jarak antara resapan kakus dengan sumur tidak kurang dari 10 m. c. Driven well sumur jenis ini dibangun secara manual dan termasuk sumur pompa dengkal seperti sumur bor. Pipa yang dimasukkan ke dalam tanah sekaligus berperan sebagai bagian bawah (root) dari pompa. Perlindungan = sumur pompa sebelumnya.

d. Sumur gali (dug well) Dibuat dengan menggali tanah sampai kedalaman

tertentu (tidak terlalu dalam) air yang diperoleh sering susut pada musim kemarau. Untuk perlindungan dibuat bibir sumur kedap air setinggi 2-3 feet di atas permukaan lantai sumur. Dinding sumur dibuat kedap air sampai kedalaman 10 feet dari permukaan tanah. Berperan sebagai penyaring mikroba yang mungkin ada di dalam air. Menutupnya dengan concrete dan melengkapinya dengan pompa untuk melindungi dari kontaminasi debu, serangga, binatang-binatang kecil, burung, air hujan, dan kontaminasi karena pengambilan air dengan timba.

3. Kontaminasi Mata Air


Air yang berasal dari mata air tidak selalu bebas dari bakteri. Dalam beberapa hal kualitas air dari mata air tidak jauh berbeda dengan air sumur dangkal. Perlindungan terhadap mata air antara lain : Berupa bangunan tertutup yang terbuat dari beton/bahan lain yang betul-betul mampu melindunginya. Air disimpan di dalam bak tandon (reservoar) sebelum didistribusikan kepada masyarakat di sekitarnya. Penambahan desinfektan diperlukan setelah pembuatan bangunan pelindung mata air dan reservoarnya. Sebelum dikonsumsi air perlu diuji di laboratorium.

4. Kontaminasi Air Perpipaan


a. Kebocoran pipa distribusi

Apabila kebetulan saluran distribusi bocor dan tekanan dalam pipa negatif, maka air permukaan atau air kotor yang terdapat di sekitar bagian yang mengalami kebocoran akan masuk ke dalam pipa distribusi. b. Crossing connection adalah hubungan fisik sistem perpipaan air bersih dan saluran air kotor sehingga air bersih tercemar. c. Backsiphonage Apabila tekanan pada jaringan perpipaan air bersih (misal karena pengisapan dengan pompa secara langsung dari jar. perpipaan). d. Backflow dengan memperlancar air langsung dari jar. perpipaan dengan cara mengisapnya mel. pompa tersebut tekanan air dalam perpipaan menurun bahkan negatif.

PERSYARATAN AIR MINUM


1. Persyaratan Kuantitatif

faktor-faktornya antara lain : Sumber air yang tersedia Kebiasaan masyarakat Harga langganan air Aspek-aspek pengelolaan air misal PDAM atau pengelola lain yang mengonsumsikan air kpd masyarakat. Tingkat kemajuan suatu negara (semakin maju semakin banyak air yang dibutuhkan). 2. Persyaratan Kualitatif a. Syarat fisik Harus jernih Tidak berwarna Tidak berbau Tidak berasa (tawar)

b. Syarat kimiawi

Zat-zat kimia yang larut dalam air dapat digolongkan menjadi 5, antara lain : Zat-zat beracun (As, NO2, Pb, Se, Cr, CN, Cd, Hg, Phenilik, dsb.) Zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh tetapi dalam kadar tertentu dapat menimbulkan gangguan kesehatan (flour dan iod). Zat-zat tertentu dengan batas-batas tertentu karena dapat menimbulkan gangguan fisiologik. Bahan-bahan kimia yang dapat menimbulkan gangguan teknis (korosi pada logam, timbulnya kerak oada ketel/alatalat dapur lain yang disebabkan oleh air sadah. Zat-zat yang secara ekonomis merugikan (borosnya pemakaian deterjen karena air sadah, kerugian karena rusaknya pipa akibat korosi dsb.

c. Syarat bakteriologis/mikrobiologis Tidak boleh mengandung kuman patogen dan parasitik

(kuman thypus,kolera, disentri, telur cacing, dsb.) Secara teknis ada tidaknya kuman patogen atau parasit dalam air menggunakan indikator Perkiraan Terdekat Jumlah (PTJ) Koliform per 100 ml contoh air. PTJ koliform tinja dan total koliform dalam air minnum harus nol. d. Syarat radioaktivitas Air minum tidak boleh mengandung zat yang menghasilkan sinar melebihi 0,1 Bq/l dan aktivitas melebihi 1,0 Bq/l.

PENGARUH PENYIMPANGAN STANDAR KUALITAS AIR MINUM


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22.

Derajat keasaman (pH) : 6,5-8,5. Jumlah zat padat yang terlarut (Total Desolved Solid/TDS) max. : 1000 mg/l. Zat organik (KMnO4) max. : 10 mg/l. Kesadahan (CaCO3) max. : 500 mg/l. Tembaga (Cu) max. : 1,0 mg/l. Besi (Fe) max. : 0,3 mg/l. Mangan (Mn) max. : 0,1 mg/l. Seng (Zn) max. : 5,0 mg/l. Sulfat max. : 400 mg/l. Sulfida (S atau H2S) max. : 0,05 mg/l. Fluorida (F) max. : 1 mg/l. Nitrat max, : 10 mg/l. Nitrit max. : 1,0 mg/l. Arsen (As) max. : 0,05 mg/l. Timbal (Pb) max, : 0,05 mg/l. Selenium (Se) max. : 0,01 mg/l. Chromium (Cr) max. : 0,05 mg/l. Cyanida (CN) max. : 0,1 mg/l. Cadmium (Cd) max. : 0,005 mg/l. Air raksa (Hg) max. : 0,001 mg/l. Aktivitas max. : 0,1 Bq/l. Aktivitas max. : 1,0 Bq/l.