Anda di halaman 1dari 17

Izzatunnisa F D

Fauziyyah H
Mannan A

A.Biografi Penulis

Khalaf bin Sulaiman bin Sad


atau Said atau Sadun bin Ayyub,
al-Qadhi Abu al-Walid al-Tujaybi alAndalusi al-Qurthubi al-Baji al-Tamimi
al-Adz Dzahabi al-Maliki (403-474),
salah satu Imam dari kaum
Muslimin, kata ahli hukum dan
Mutakallimin, sastrawan, penyair,
pendebat yang terampil, penulis
dalam banyak ilmu, memiliki banyak
pengetahuan.

...Lanjutan
Masa I
Masa kehidupuannya di Andalusia dimulai dari kelahirannya
sampai kepada ia berhijrah ke Masyruk dan pada masa ini
beliau belajar pada bebarapa ulama di Andalusia dan masa ini
berakhir sampai beliau berumur 23 tahun.
Masa II
Masa ini dimulai ketika ia berpindah ke daerah
setelah masyruk dan disanalah beliau berguru
kepada berbagai ulama dan masa ini
berlangsung selama 13 tahun

Masa III
Yaitu masa kembalinya Abu Walid ke Andalusia pada usia 35
tahun, pada masa ini barulah terlihat kemampuan dan
kemahirannya dalam mempelajari agama Islam dan pada masa
ini beliau sudah banyak mengajar dan menulis karya-karyanya.

...Lanjutan
Diantara karya Abu Walid adalah :
1. Kitab Al-Muntaqa syarh al-Muwattha
2. Kitab Al-maani syrh Al-Muwatha
3. Al-Isyarat fi usul al-fiqh
4. Al-Hudud fi al-Ushul
5. Al-ima fi al-fiqh
6. Al-Mukhtasar al-Muhtadhar fi Masail al-Mudunah
7. Ikhtilaf Al-Muwattha
8. Al-tadil wa al-Tajrih fiman ruwiya anhu al-Bukhari fi al-shahih
9. Al-Tasdid ila ma;rifati al-tauhid
10. Ahkam al-fusul fi ahkam al-ushul
11. Syrah al-Minhaj
12. Al-sunan al-shahihain wa al-sunan al-abidin
13. Al- sabil al-Muhtadin
14. Furuq al-fuqaha

B.Latar Belakang Penulisan Kitab


Abu Walid menyatakan bahwa saya meringkas kitab ini
berupa ucapan yang mempunyai makna-makna yang
dikandung dalam kitab ini berhubungan dengan
masalah-masalah tersebut, sebagaimana yang terdapat
dalam kitab al Muwwata untuk dijadikan sebagai
penjelas dan juga peringatan atas apa-apa yang
dikeluarkan/disebutkan
dari masalah
itu dan
mengisyaratkan kepada pemberian hukum terhadap
masalah tersebut.
Latar belakang yang utama adalah karean meamng ada
syarah sebelumnya yang bernama AL ISTIFA yang besar
jilidnya dan sulit dipahami maka al baji Meringkasnya
menjadi kitab ini AL MUNTAQA

C.Isi dan Sistematika

...Lanjutan
Muhammad Abdul Qadir ketika mentahqiq kitab al Muntaqa mengatakan di
muqadimahnya bahwa al Baji mengikuti cara dengan:
1. Mengeluarkan ayat al Quran al Karim sebagaimana mushaf syarif
2. Mengeluarkan Hadis dari kitab sunnah
3. Mengeluarkan pandangan pendapat imam Malik bin Anas yang bersumber dari
bahan rujukan rujukan fiqh(kitab)
4. Memberikan garis (Syakal), dan menguatkan nash-nash yang ada, dan meletakan
alamat-alamat penulisan disemua kitab ayang ada
5. Mencari makna yang gharib dengan kamus
6. Memberikan angka hadits-hadits dan pengaruhnya yang datang dengan nash
tersebut
7. Memberikan pendahuluan pada kitab ini sebagaimana yang ada dibawah ini:
Terjemahan Imam Abu Walid Sulaiman bin Khalaf al-Baji
Terjemahan Imam Malik bin Anas, dan menyebutkan juga kita al-Muwattha
Menyebutkan perawi-perawi yang ada dalam al-Muwatha
Menyebutkan penulisan kitab Muwatha
Menyebutkan syarah-syarah al-Muwattha
Menyebutkan syarah-syarah yang gharib (belum diketahui dengan jelas
maknanya)
Menyebutkan rijal-rijal Muwattha
Dan juga didalamnya terdapat bab tentang pengertian hadits-hadits Mursal, Musnad,
Munqati, Mutasil, Mauquf dan juga makna tadlis Al Baji,

D. Metode

Kitab al Muntaqa adalah kitab syarah hadis yang


mempunyai kecenderungan kepada kajian fiqh.
Kecenderungan kepada kajian fiqh bisa sebabkan
kitab al Muwwata sendiri adalah kitab hadis
klasifikasinya berdasarkan hukum Islam atau abwab
fiqhiyyah sehingga al Baji mensyarahi al Muwwata
juga menggunakan kencenderungan sehaluan.
Dengan demikian kitab yang al Muntaqa ini
menjelaskankan hadis-hadis nabi dengan
memaparkan segala aspek yang meliputi hadis
sesuai dengan kecenderungan dan keahalian
pensyarah maka disebut metode Tahlili

E. Contoh dan Analisa




- 967





(MALIK - 967) : Telah menceritakan kepadaku Malik dari Abdullah bin


Al Fadl dari Nafi' bin Jubair bin Muth'im dari Abdullah bin 'Abbas
bahwa Rasulullah Shalla Allahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seorang
janda itu lebih berhak memilih suami daripada walinya sedang
seorang gadis harus dimintai persetujuannya, dan tanda
persetujuannya adalah sikap diamnya.".


( - 967 ) :



(
)
.


( )








( )



( )









( )









( )







( )







































.


( )








Contoh sebagian syarah al Muntaqa yang menggunakan


singkat dan lugas(ijmali):

- 16



Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi',
'Abdullah bin Umar berkata; "Maksud dari 'dulukus syamsi
"adalah tergelincirnya.

( - 16 ) :

Ketika kami sedikit mengamati contoh diatas


maka setidaknya yang dapat kami tangkap
adalah bahwa syarah ini memberikan
pemaparan yang kuat dengan bil Mastur
dan beberapa menyebut kitab rujukan sperti
contoh kasus diatas menyebutkan rujukan
kepada kitab al Mudawwanah dan tidak
hanya menerangakan satu sisi pandangan.
Kitab ini sedikit lebih leluasa walaupun
dengan model fiqh namun tidak menitik
beratkan pada satu aliran.

E. Penilain
Penilaian ulama terhadap beliau, merupakan salah satu imam hadits
yang terkenal pada masanya dan juga dikalangan umat dikala beliau hidup.
Beliau adalah merupakan salah satu ulama Andalusia yang terkenal,
pernyataan ini dikatakan oleh Ibnu Khalkan. Dan berkata Ali bin Abi Sakrah
:saya tidak melihat seorang yang begitu pintar dibidangnya kecuali hal itu
terdapat pada al-Baji. Kitab yang dibahas oleh al-Baji ini adalah sebagai syarah
al-Muwattha dan al-Muwatha merupakan kitab yang dekat dengan al-Quran
dalam setiap pembahasannya. Dan mempunyai kelebihan tersendiri dari kitab
al-Muwatha yang dikarang oleh Imam Malik.

Ketika dibandingkan dengan kitab syarah al Muwwata lainnya, maka


kitab ini menjadi pilihan jika dilihat dari kelengkapannya. Dan menjelaskan
terjadinya pertentanngan atau taarud kemudian di masukkan beberapa
tanggapan ulama. Ini tadi merupakan beberapa dari kelebihan kitab Al
Muntaqo. Sedang kekurangan dari kitab tersebut adalah tidak ada biografi
penulis, tidak terdapat muqadimah dari pensyarah, pembahsannya terlalu
panjang dan berbelit-belit.

Plus...

...mie nus

1. Disertai derajat Hadis yang terkemukakan


2.
3,Mengemukakan Pembahasan fiqh,ushul fiqh
(bahkan lintas Mazhab luar Maliki)
4.Kuat dengan Riwayat(Bil Matsur)
5.Memasukkan Nasikh Mansukh

1. Ada beberapa penyebutan istilah yang tidak


langsung,Misal:Shohabi(di mangdudkan Kalangan
Maliki) dan Ulama Mashur tidak tidak langsung
rujukan(beberapa kasus)

..cukup

Terima

..kasiH