Anda di halaman 1dari 47

TRANSMISI

Selama ini ada pemahaman bahwa yang dimaksud


transmisi adalah proses penyaluran energi listrik dengan
menggunakan tegangan tinggi saja. Bahkan ada yang
memahami bahwa transmisi adalah proses penyaluran
energi listrik dengan menggunakan tegangan tinggi dan
melalui saluran udara (over head line. Namun
sebenarnya! transmisi adalah proses penyaluran energi
listrik dari satu tempat ke tempat lainnya! yang besaran
tegangannya adalah Tegangan "ltra Tinggi ("#$!
Tegangan %kstra Tinggi (%#$! Tegangan Tinggi (#$!
Tegangan Menengah (M#$! dan Tegangan Rendah
(&$.

Sedangkan Transmisi Tegangan Tinggi! adalah'


( Ber)ungsi menyalurkan energi listrik dari satu
gardu induk ke gardu induk lainnya.
( Terdiri dari konduktor yang direntangkan antara
tiang*tiang (tower melalui isolator*isolator!
dengan sistem tegangan tinggi.
( Standar tegangan tinggi yang berlaku di
Indonesia adalah ' +, -$! ., -$ dan /0, -$.
Beberapa hal yang perlu diketahui'
( Transmisi +, -$ dan ., -$ yang ada di
Indonesia! se1ara berangsur*angsur mulai
ditiadakan (tidak digunakan.
( Transmisi ., -$ dan /0, -$ ada di 2ulau
3awa dan 2ulau lainnya di Indonesia.
Sedangkan transmisi 4.0 -$ dikembangkan
di Sumatera.
( Transmisi 0,, -$ ada di 2ulau 3awa.
5i Indonesia! kosntruksi transmisi terdiri dari
'
( Menggunakan kabel udara dan kabel
tanah! untuk tegangan rendah! tegangan
menengah dan tegangan tinggi.
( Menggunakan kabel udara untuk tegangan
tinggi dan tegangan ekstra tinggi.
Berikut ini disampaikan pembahasan tentang transmisi ditinjau dari klasi)ikasi
tegangannya'
1. SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI (SUTET) 200 KV 500
KV
( 2ada umumnya digunakan pada pembangkitan dengan kapasitas di atas 0,,
M6.
( Tujuannya adalah agar drop tegangan dan penampang kawat dapat direduksi
se1ara maksimal! sehingga diperoleh operasional yang e)ekti) dan e)isien.
( 2ermasalahan mendasar pembangunan S"T%T adalah' konstruksi tiang
(tower yang besar dan tinggi! memerlukan tapak tanah yang luas! memerlukan
isolator yang banyak! sehingga pembangunannya membutuhkan biaya yang
besar.
( Masalah lain yang timbul dalam pembangunan S"T%T adalah masalah sosial!
yang akhirnya berdampak pada masalah pembiayaan! antara lain' Timbulnya
protes dari masyarakat yang menentang pembangunan S"T%T! 2ermintaan
ganti rugi tanah untuk tapak tower yang terlalu tinggi tinggi! Adanya permintaan
ganti rugi sepanjang jalur S"T%T dan lain sebagainya.
( 2embangunan transmisi ini 1ukup e)ekti) untuk jarak /,, km sampai dengan
0,, km.
2. SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI (SUTT) 30 KV 150 KV
( Tegangan operasi antara +, -$ sampai dengan /0, -$.
( -on)igurasi jaringan pada umumnya single atau double
sirkuit! dimana / sirkuit terdiri dari + phasa dengan + atau 7
kawat. Biasanya hanya + kawat dan penghantar netralnya
digantikan oleh tanah sebagai saluran kembali.
( Apabila kapasitas daya yang disalurkan besar! maka
penghantar pada masing*masing phasa terdiri dari dua atau
empat kawat (5ouble atau 8udrapole dan Berkas konduktor
disebut Bundle Conductor.
( 3ika transmisi ini beroperasi se1ara parsial! jarak
terjauh yang paling e)ekti) adalah /,, km.
( 3ika jarak transmisi lebih dari /,, km maka
tegangan jatuh (drop voltage terlalu besar! sehingga
tegangan diujung transmisi menjadi rendah.
( "ntuk mengatasi hal tersebut maka sistem transmisi
dihubungkan se1ara ring system atau interconnection
system. Ini sudah diterapkan di 2ulau 3awa dan akan
dikembangkan di 2ulau*pulau besar lainnya di
Indonesia.
3. SALURAN KABEL TEGANGAN TINGGI (SKTT) 30 KV 150 KV
S-TT dipasang di kota*kota besar di Indonesia (khususnya di 2ulau
3awa! dengan beberapa pertimbangan '
( 5i tengah kota besar tidak memungkinkan dipasang S"TT! karena
sangat sulit mendapatkan tanah untuk tapak tower.
( "ntuk Ruang Bebas juga sangat sulit dan pasti timbul protes dari
masyarakat! karena padat bangunan dan banyak gedung*gedung
tinggi.
( 2ertimbangan keamanan dan estetika.
( Adanya permintaan dan pertumbuhan beban yang sangat tinggi.
3enis kabel yang digunakan'
( -abel yang berisolasi (berbahan Poly
Etheline atau kabel jenis Cross Link Poly
Etheline (9&2%.
( -abel yang isolasinya berbahan kertas yang
diperkuat dengan minyak (oil paper
impregnated.
Inti (1ore kabel dan pertimbangan pemilihan'
( Single core dengan penampang 47, mm4 : +,,
mm4 tiap core.
( Three 1ore dengan penampang 47, mm4 : ;,,
mm4 tiap 1ore.
( 2ertimbangan )abrikasi.
( 2ertimbangan pemasangan di lapangan.
-elemahan S-TT'
( Memerlukan biaya yang lebih besar jika dibanding S"TT.
( 2ada saat proses pembangunan memerlukan koordinasi
dan penanganan yang kompleks! karena harus melibatkan
banyak pihak! misal ' pemerintah kota (2emkot sampai
dengan jajaran terbawah! 25AM! Telkom! 2erum <as!
5inas 2erhubungan! -epolisian! dan lain*lain.
2anjang S-TT pada tiap haspel (cable drum! maksimum
+,, meter. "ntuk desain dan pesanan khusus! misalnya
untuk kabel laut! bisa dibuat tanpa sambungan sesuai
kebutuhan.
2ada saat ini di Indonesia telah terpasang S-TT bawah laut (Sub
Marine Cable dengan tegangan operasi /0, -$! yaitu'
( Sub marine cable /0, -$ <resik : Tajungan (3awa : Madura.
( Sub marine 1able /0, -$ -etapang : <ilimanuk (3awa : Bali.
Beberapa hal yang perlu diketahui'
( Sub marine 1able ini ternyata rawan timbul gangguan.
( 5iren1anakan akan didibangun sub marine 1able 3awa :
Sumatera.
( "ntuk 3awa : Madura! saat ini sedang dibangun S-TT /0, -$
yang dipasang (diletakkan di atas 3embatan Suramadu.
4. SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) 6 KV 30 KV
( 5i Indonesia! pada umumnya tegangan operasi S"TM adalah = -$ dan 4, -$.
Namun se1ara berangsur*angsur tegangan operasi = -$ dihilangkan dan saat ini
hampir semuanya menggunakan tegangan operasi 4, -$.
( Transmisi S"TM digunakan pada jaringan tingkat tiga! yaitu jaringan distribusi
yang menghubungkan dari <ardu Induk! 2enyulang (>eeder! S"TM! <ardu
5istribusi! sampai dengan ke Instalasi 2eman)aatan (2elanggan? -onsumen.
( Berdasarkan sistem pentanahan titik netral tra)o! e)ekti)itas penyalurannya
hanya pada jarak (panjang antara /0 km sampai dengan 4, km. 3ika transmisi
lebih dari jarak tersebut! e)ekti)itasnya menurun! karena relay pengaman tidak
bisa bekerja se1ara selekti).
( 5engan mempertimbangkan berbagai kondisi yang ada (kemampuan likuiditas
atau keuangan! kondisi geogra)is dan lain*lain transmisi S"TM di Indonesia
melebihi kondisi ideal di atas.
5. SALURAN KABEL TEGANGAN MENENGAH (SKTM)
6 KV 20 KV
5itinjau dari segi )ungsi ! transmisi S-TM memiliki )ungsi
yang sama dengan transmisi S"TM. 2erbedaan
mendasar adalah! S-TM ditanam di dalam tanah.
Beberapa pertimbangan pembangunan transmisi S-TM
adalah'
( -ondisi setempat yang tidak memungkinkan dibangun
S"TM.
( -esulitan mendapatkan ruang bebas (R@6! karena
berada di tengah kota dan pemukiman padat.
( 2ertimbangan segi estetika.
Beberapa hal yang perlu diketahui'
( 2embangunan transmisi S-TM lebih mahal dan
lebih rumit! karena harga kabel yang jauh lebih
mahal dibanding penghantar udara dan dalam
pelaksanaan pembangunan harus melibatkan serta
berkoordinasi dengan banyak pihak.
( 2ada saat pelaksanaan pembangunan transmisi
S-TM sering menimbulkan masalah! khususnya
terjadinya kema1etan lalu lintas.
( 3ika terjadi gangguan! penanganan (perbaikan
transmisi S-TM relati) sulit dan memerlukan waktu
yang lebih lama jika dibandingkan S"TM.
( #ampir seluruh (sebagian besar transmisi S-TM
telah terpasang di wilayah 2T. 2&N (2ersero
5istribusi 5-I 3akarta A Tangerang
6. SALURAN UDARA TEGANGAN RENDAH (SUTR) 40 VOLT 1000 VOLT
Transmisi S"TR adalah bagian hilir dari sistem tenaga listrik pada
tegangan distribusi di bawah /,,, $olt! yang langsung memasok
kebutuhan listrik tegangan rendah ke konsumen. 5i Indonesia!
tegangan operasi transmisi S"TR saat ini adalah 44,? +;, $olt.
Radius operasi jaringan distribusi tegangan rendah dibatasi oleh'
( Susut tegangan yang disyaratkan.
( &uas penghantar jaringan.
( 5istribusi pelanggan sepanjang jalur jaringan distribusi.
( Si)at daerah pelayanan (desa! kota! dan lain*lain.
( susut tegangan yang diijinkan adalah B 0C dan : /, C! dengan
radius pelayanan berkisar +0, meter.
Saat ini transmisi S"TR pada umumnya menggunakan penghantar
Low Voltage wisted Cable (&$TD.
7. SALURAN KABEL TEGANGAN RENDAH (SKTR) 40 VOLT
1000 VOLT
5itinjau dari segi )ungsi! transmisi S-TR memiliki )ungsi yang sama
dengan transmisi S"TR. 2erbedaan mendasar adalah S-TR di
tanam didalam di dalam tanah. 3ika menggunakan S"TR
sebenarnya dari segi jarak aman? ruang bebas (R@6 tidak ada
masalah! karena S"TR menggunakan penghantar berisolasi.
2enggunaan S-TR karena mempertimbangkan'
( Sistem transmisi tegangan menengah yang ada! misalnya karena
menggunakan transmisi S-TM.
( >aktor estetika.
@leh karenanya transmisi S-TR pada umumnya dipasang di daerah
perkotaan! terutama di tengah*tengah kota yang padat bangunan
dan membutuhkan aspek estetika.
5ibanding transmisi S"TR! transmisi S-TR
memiliki beberapa kelemahan! antara
lain'
( Biaya inEestasi mahal.
( 2ada saat pembangunan sering
menimbulkan masalah.
( 3ika terjadi gangguan! perbaikan lebih sulit
dan memerlukan waktu relati) lama untuk
perbaikannya.
SISTEM PENTANAHAN
<ardu induk merupakan salah satu bagian dari
sistem tenaga listrik yang mempunyai
kemungkinan sangat besar mengalami bahaya
yang disebabkan oleh timbulnya gangguan
sehingga arus gangguan itu mengalir ke tanah
sebagai akibat isolasi peralatan yang tidak
ber)ungsi dengan baik. Arus gangguan tersebut
akan mengalir pada bagian bagian peralatan
yang terbuat dari metal dan juga mengalir dalam
tanah di sekitar gardu induk.
Arus gangguan ini menimbulkan gradien
tegangan diantara '

peralatan dengan peralatan

peralatan dengan tanah

permukaan tanah itu sendiri


Besarnya gradien tegangan pada permukaan
tanah tergantung pada'

Tahanan jenis tanah

struktur tanah tersebut


Salah satu usaha untuk memperke1il tegangan permukaan
tanah maka diperlukan suatu pentanahan yaitu dengan 1ara
menambahkan elektroda pentanahan yang ditanam ke
dalam tanah. @leh karena lokasi peralatan listrik (gardu
induk biasanya tersebar dan berada pada daerah yang
kemungkinannya mempunyai struktur tanah berlapis*lapis
maka diperlukan peren1anaan pentanahan yang sesuai!
dengan tujuan untuk mendapatkan tahanan pentanahan
yang ke1il sehingga tegangan permukaan yang timbul tidak
membahayakan baik dalam kondisi normal maupun saat
terjadi gangguan ke tanah. 5alam paper ini analisa dilakukan
dengan menggunakan elektroda batang (Rod dengan
berbagai jenis pemasangannya
2entanahan peralatan adalah penghubungan bagian bagian
peralatan listrik yang pada keadaan normal tidak dialiri arus.
Tujuannya adalah untuk membatasi tegangan antara bagian
bagian peralatan yang tidak dialiri arus dan antara bagian bagian
ini dengan tanah sampai pada suatu harga yang aman untuk
semua kondisi operasi baik kondisi normal maupun saat terjadi
gangguan. Sistem pentanahan ini berguna untuk memperoleh
potensial yang merata dalam suatu bagian struktur dan
peralatan serta untuk memperoleh impedansi yang rendah
sebagai jalan balik arus hubung singkat ke tanah. Bila arus
hubung singkat ke tanah dipaksakan mengalir melalui tanah
dengan tahanan yang tinggi akan menimbulkan perbedaan
tegangan yang besar dan berbahaya.
5alam analisis ini digunakan beberapa parameter yaitu
kedalaman penanaman elektroda pentanahan! panjang
elektroda batang! jumlah elektroda batang (rod! ketebalan
lapisan tanah bagian pertama dan tahanan jenis tanah tiap
lapisan dengan menggunakan beberapa asumsi yaitu'

&apisan*lapisan tanah sejajar terhadap permukaan tanah

Tahanan jenis tanah adalah konstan untuk setiap lapisan

Analisa hanya dilakukan untuk elektroda rod

2anjang rod (& untuk semua kemungkinan pemasangan


adalah sama (+.0 meter
2ada saat terjadi gangguan! arus gangguan yang dialirkan ke tanah
akan menimbulkan perbedaan tegangan pada permukaan tanah yang
disebabkan karena adanya tahanan tanah. 3ika pada waktu gangguan
itu terjadi seseorang berjalan di atas swit1h yard sambil memegang
atau menyentuh suatu peralatan yang diketanahkan yang terkena
gangguan! maka akan ada arus mengalir melalui tubuh orang tersebut.
Arus listrik tersebut mengalir dari tangan ke kedua kaki dan terus ke
tanah! bila orang tersebut menyentuh suatu peralatan atau dari kaki
yang satu ke kaki yang lain! bila ia berjalan di swit1h yard tanpa
menyentuh peralatan. Arus ini yang membahayakan orang dan
biasanya disebut arus kejut. Berat ringannya bahaya yang dialami
seseorang tergantung pada besarnya arus listrik yang melalui tubuh!
lamanya arus tersebut mengalir dan )rekuensinya.
1. A!" M#$%$!& T!'!( M%)!"&%
.-emampuan tubuh manusia terhadap besarnya arus yang mengalir di dalamnya
terbatas dan lamanya arus yang masih dapat ditahan sampai yang belum
membahayakan sukar ditetapkan. Berdasarkan hal ini maka batas * batas arus
berdasarkan pengaruhnya terhadap tubuh manusia dijelaskan berikut ini .

.Bila seseorang memegang penghantar yang diberi tegangan mulai dari harga nol
dan dinaikkan sedikit demi sedikit! arus listrik yang melalui tubuh orang tersebut
akan memberikan pengaruh. Mula mula akan merangsang syara) sehingga akan
terasa suatu getaran yang tidak berbahaya bila dengan arus bolak balik dan akan
terasa sedikit panas pada telapak tangan bila dengan arus searah (arus persepsi
Bila tegangan yang menyebabkan terjadinya tingkat arus persepsi dinaikkan lagi
maka orang akan merasa sakit dan kalau terus dinaikkan maka otot*otot akan kaku
sehingga orang tersebut tidak berdaya lagi untuk melepaskan konduktor tersebut.

Apabila arus yang melewati tubuh manusia lebih besar dari


arus yang mempengaruhi otot dapat mengakibatkan orang
menjadi pingsan bahkan sampai mati! hal ini disebabkan arus
listrik tersebut mempengaruhi jantung sehingga jantung
berhenti bekerja dan peredaran darah tidak jalan.

2enelitian yang telah dilakukan oleh 5alFiel disebutkan


bahwa GG.0 C dari semua orang yang beratnya kurang dari
0, kg masih dapat menahan arus pada )rekuensi 0, #F atau
=, #F yang mengalir melalui tubuhnya dan waktu yang
ditentukan oleh persamaan sebagai berikut
t
k
I
K k jika
t
K
I
K t I
k
k
k

.
2
-eterangan '
Ik ' besarnya arus yang mengalir melalui tubuh (Ampere
t ' lamanya arus mengalir dalam tubuh atau lama ganguan
tanah (detik
- ' konstanta empiris! sehubungan dengan adanya daya kejut
yang dapat ditahan oleh 9 C dari sekelompok manusia.
"ntuk 9HGG.0 C! 0, kg diperoleh -H ,.,/+0! maka k H ,.//=
"ntuk 9HGG.0 C! ., kg diperoleh -H,.,/47= maka k H ,./0.
5engan menggunakan persamaan (+ akan diperoleh
besarnya arus yang masih dapat ditahan seseorang sebagai
berikut '
t
I kg badan berat Untuk
t
I kg badan berat Untuk
k
k
157 , 0
70
116 , 0
50
t
t
2. T%(%)%) T!'!( M%)!"&%

Tahanan tubuh manusia berkisar di antara 0,, @hm sampai


/,,.,,, @hm tergantung dari tegangan! keadaan kulit pada
tempat yang mengadakan hubungan (kontak dan jalannya
arus dalam tubuh. -ulit yang terdiri dari lapisan tanduk
mempunyai tahanan yang tinggi! tetapi terhadap tegangan
yang tinggi kulit yang menyentuh konduktor langsung terbakar!
sehingga tahanan dari kulit ini tidak berarti apa*apa. Tahanan
tubuh manusia ini yang dapat membatasi arus. Berdasarkan
hasil penyelidikan oleh para ahli maka sebagai pendekatan
diambil harga tahanan tubuh manusia sebesar /,,, @hm.
3. K%%*+#&"+&* T%)%(
-arakteristik tanah merupakan salah satu )aktor yang mutlak
diketahui karena mempunyai kaitan erat dengan peren1anaan
dan sistem pentanahan yang akan digunakan. Sesuai dengan
tujuan pentanahan bahwa arus gangguan harus se1epatnya
terdistribusi se1ara merata ke dalam tanah! maka penyelidikan
tentang karakteristik tanah sehubungan dengan pengukuran
tahanan dan tahanan jenis tanah merupakan )aktor penting
yang sangat mempengaruhi besarnya tahanan pentanahan.
2ada kenyataannya tahanan jenis tanah harganya berma1am*
ma1am! tergantung pada komposisi tanahnya dan )aktor )aktor
lain.
"ntuk memperoleh harga tahanan jenis tanah yang akurat diperlukan
pengukuran se1ara langsung pada lokasi pembangunan gardu induk
karena struktur tanah yang sesungguhnya tidak sesederhana yang
diperkirakan. 2ada suatu lokasi tertentu sering dijumpai beberapa jenis
tanah yang mempunyai tahanan jenis yang berbeda*beda (non uni!orm.
2ada pemasangan sistem pentanahan dalam suatu lokasi gardu induk!
tidak jarang peralatan pentanahan tersebut ditanam pada dua atau lebih
lapisan tanah yang berbeda yang berarti bahwa tahanan jenis tanah di
tempat itu tidak sama. Apabila lapisan tanah pertama dari sistem
pentanahan mempunyai tahanan jenis sebesar I" sedangka lapisan
bawahnya dengan tahanan jenisnya adalah I# ! maka diperoleh )aktor
re)leksi - seperti pada persamaan '
1 2
1 2

K
5ari persamaan di atas memungkinkan )aktor re)leksi -
berharga positi) atau negati).
Ada beberapa )aktor yang dapat mempengaruhi tahanan jenis
tanah antara lain' 2engaruh temperatur! pengaruh gradien
tegangan! pengaruh besarnya arus! pengaruh kandungan air dan
pengaruh kandungan bahan kimia. 2ada sistem pengetanahan
yang tidak mungkin atau tidak perlu untuk ditanam lebih dalam
sehingga men1apai air tanah yang konstan! Eariasi tahanan jenis
tanah sangat besar. -adangkala pada penanaman elektroda
memungkinkan kelembaban dan temperatur berEariasi! untuk hal
seperti ini harga tahanan jenis tanah harus diambil dari keadaan
yang paling buruk! yaitu tanah kering dan dingin. Berdasarkan
harga inilah dibuat suatu peren1anaan pengetanahan.
Nilai tahanan jenis tanah (r sangat
tergantung pada tahanan tanah ( R
dan jarak antara elektroda*elektroda
yang digunakan pada waktu
pengukuran. 2engukuran perlu
dilakukan pada beberapa tempat yang
berbeda guna memperoleh niai rata*
ratanya. Tahanan jenis rata*rata dari
dua lapis tanah menurut I%%% standar
;/ dimodelkan sebagai berikut '
( ) ( )

'

1
1
]
1

+
+

2 2
1
1
2 2 1 2 1
2
2 1
a nH
a
a nH
a
d
K
Rho
n
n
av

dimana '
RhoaE ' tahanan jenis rata*rata dua lapis tanah (@hm*m
r/ ' tahanan jenis tanah lapisan pertama (@hm*m
a ' jarak antara elektroda (meter
# ' ketebalan lapisan tanah bagian pertama (meter
- ' koe)esien re)leksi
d ' diameter elektroda (meter
n ' jumlah pengamatan (sampel tiap lapisan tanah yang diamati

2erbedaan tahanan jenis tanah akibat iklim biasanya terbatas
sampai kedalaman beberapa meter dari permukaan tanah!
selanjutnya pada bagian yang lebih dalam se1ara praktis akan
konstan.

4. K,)-!*+, P#)+%)%(%)

-onduktor yang digunakan untuk pentanahan harus


memenuhi beberapa persyaratan antara lain'

Memiliki daya hantar jenis (1ondu1tiEity yang 1ukup


besar sehingga tidak akan memperbesar beda potensial
lokal yang berbahaya.

Memiliki kekerasan (kekuatan se1ara mekanis pada


tingkat yang tinggi terutama bila digunakan pada daerah
yang tidak terlindung terhadap kerusakan )isik.

Tahan terhadap peleburan dari keburukan sambungan


listrik! walaupun konduktor tersebut akan terkena
magnitude arus gangguan dalam waktu yang lama.

Tahan terhadap korosi.


5ari persamaan kapasitas arus untuk
elektroda tembaga yang dianjurkan oleh
I%%% <uide standar! @nderdonk
menemukan suatu persamaan '

,
_

+
+

1
234
33
10
a
a m
T
T T
Log
t
I A
dimana '
A ' penampang konduktor (circular mills
I ' arus gangguan (Ampere
t ' lama gangguan (detik
Tm ' suhu maksimum konduktor yang diiFinkan ( ,
D
Ta ' suhu sekeliling tahunan maksimum ( , D
2ersamaan di atas dapat digunakan untuk
menentukan ukuran penampang minimum dari
konduktor tembaga yang dipakai sebagai kisi*kisi
pentanahan.
5. P#)#)+!%) .%)/%)0 #$#*+,-% .#)+%)%(%)
-ebutuhan akan konduktor pentanahan pada umumnya baru
diperkirakan setelah diketahui tata letak peralatan yang akan
diketanahkan serta sistem pentanahan yang akan digunakan. Sebagai
dasar pertimbangan dalam penentuan panjang konduktor pentanahan
umumnya digunakan tegangan sentuh! bukan tegangan langkah dan
tegangan pindah. #al ini disebabkan karena tegangan langkah yang
timbul di dalam instalasi yang terpasang pada switch yard umumnya
lebih ke1il daripada tegangan sentuh tersebut.
2entanahan peralatan gardu induk mula mula dilakukan dengan
menanamkan batang konduktor tegak lurus permukaan tanah (rod.
2enelitian selanjutnya dengan sistem penanaman elektroda se1ara
horisontal dengan bentuk kisi*kisi (grid dan gabungan sistem grid
dengan rod.
6. P#)#)+!%) 1!2$%( B%+%)0 P#)0#+%)%(%)

2ada saat arus gangguan mengalir antara


batang pengetanahan dengan tanah! tanah
akan menjadi panas akibat i4r . Suhu tanah
harus tetap di bawah /,, , D untuk menjaga
jangan sampai terjadi penguapan air kandungan
dalam tanah dan kenaikan tahanan jenis tanah.

-erapatan arus yang diiFinkan pada permukaan


batang pentanahan dapat dihitung dengan
persamaan'
dimana '
i ' kerapatan arus yang diiFinkan (Ampere?1m
d ' diameter batang pengetanahan (mm
d ' panas spesi)ik rata*rata tanah ( J /..0 K /,=
watt*detik tiap m4 tiap ,D
L ' kenaikan suhu tanah yang diiFinkan ( , D
r ' tahanan jenis tanah (@hm*m
t ' lama waktu gangguan (detik
t
d x i

5
10 1414 , 3

Seluruh panjang batang pentanahan yang


diperlukan dihitung dari pembagian arus
gangguan ke tanah dengan kerapatan arus
yang diiFinkan! sedang jumlah minimum
batang pentanahan yang diperlukan
diperoleh dari pembagian panjang total
dengan panjang satu batang! atau dalam
bentuk lain dituliskan sebagai berikut '
xi L
I
N
a
g
1
min

dimana '
Nmin ' jumlah minimum batang
pentanahan yang diperlukan
Ig ' arus gangguan ke tanah (Ampere
i ' kerapatan arus yang diiFinkan
(Ampere?1m
S%-IAN