Anda di halaman 1dari 22

Nama : Ny.

P Umur : 47 tahun Jenis Kelamin : perempuan Alamat : Sumuran RT 2 RW 1 Jember Pekerjaan : buruh tani Tanggal pemeriksaan : 13 Juli 2011 No. RM : 34 35 68

Keluhan utama: Mata kiri penglihatan turun mendadak dan merah, sejak 2 hari yang lalu

Pasien mengeluh mata kiri penglihatan turun mendadak,

merah, dan disertai rasa cekot-cekot (nyeri) sejak 2 hari yang


lalu. Rasa nyeri di mata kiri dan sekelilingnya, hingga ke dahi dan nyeri kepala, bertambah saat di ruangan gelap dan posisi

sujud dan ruku dalam solat. Sesekali mata kiri terasa gelap
tapi berkurang setelah tidur atau berbaring lama, demikian juga dengan rasa nyerinya. Pasien merasa silau saat melihat

cahaya dan seperti melihat pelangi di sekitar lampu. Pasien


merasa mual tapi tidak muntah, tidak demam.

Pasien juga tidak merasakan adanya penurunan ketajaman penglihatan dan keluhan lain di mata kanan.

Pasien tidak pernah mengalami gejala serupa dan sakit mata sebelumnya. Riwayat hipertensi, DM dan penyakit sistemik lain disangkal.

RPO Pasien tidak mendapat pengobatan sebelumnya

RPD tidak ada anggota keluarga yang mengalami gejala serupa.

Status generalis
Keadaan umum Kesadaran Vital sign
Tekanan darah Nadi RR

: sedang : Compos mentis


: 130/80 mmHg : 66 x/menit : 16 x/menit

BB : 50 kg

Visus Palpebra Konjungtiva Kornea BMD Pupil Iris Lensa

OD 6/6 Dbn Dbn Jernih, infiltrat Dalam Refleks +, = 3 mm, reguler Coklat, dbn Jernih

OS 1/60 Edema+, hiperemi +

Hiperemi siliar Sekret Suram, edema Dangkal Refleks -, = 6 mm, reguler Coklat, detail iris tak tampak jernih

Tonometri schiotz

OD 5/5,5 17,3 mmHg OS 2/10 59,1 mmHg

Lapang pandang pasien Tes lebih sempit daripada konfrontasi lapang pandang pemeriksa

Pasien mengeluh mata kiri penglihatan turun mendadak,

merah, dan disertai rasa cekot-cekot (nyeri) sejak 2 hari


yang lalu. Rasa nyeri bertambah saat di ruangan gelap dan posisi membungkuk. Gejala berkurang setelah berbaring lama. Silau saat melihat cahaya dan seperti melihat pelangi di sekitar lampu. Mual tapi tidak muntah. Hasil pemeriksaan

visus 1/60, palpebra edema dan hiperemi, kornea edema


dan suram dengan detail iris tak tampak, BMD dangkal, refleks pupil (d: 6mm),TIO OS 59,1 mmHg.

Diagnosis Primer: OD emetrop OS glaukoma akut Diagnosis Sekunder: hipertensi grade I JNC VII

OS glaukoma sudut tertutup sekunder akibat kelainan lensa dan inflamasi intraokuler Glaukoma sudut terbuka meradang Perdarahan retrobulbar

Segera:
Gliserin 50 % (50 g/kgBB) Glaucon (Acetazolamide) 500 mg

Tobroson ED (prednisone) Cendo Timolol 0,5 % ED (timolol maleate) Cendo carpin 2% ED (pilocarpin HCl 2%) KSR (kalium klorida)

POA diagnosis
Slit lamp ODS Funduskopi ODS Gonioskopi ODS

POA terapi

Bila dengan medikamentosa kondisi OS sudah tenang (kornea jernih, tanda radang), TIO terkontrol, dilakukan terapi bedah dengan iridektomi perifer atau dengan suatu pembedahan filtrasi Bila dengan medikamentosa kondisi TIO tetap tinggi, OS masih suram, hentikan pemberian pilokarpin

Bila nyeri bertambah dan sangat mengganggu pasien, diberikan anestesi retrobulbar xilokain 2% atau morfin 50 mg subkutan Pilokarpin 1% sehari 4x untuk mata jiran (OD) dan pertimbangan pembedahan OD

POA edukasi
Menjelaskan kepada pasien tentang: Gejala ditimbulkan oleh peningkatan tekanan bola mata kiri yang meningkat melebihi batas normal Mata kanan dapat terserang dalam 2-5 tahun Cara menggunakan tetes mata yang benar Serangan akut dapat muncul dalam keadaan emosi bingung dan takut, membaca dekat, obat simpatomimetik, obat antihistamin, dan antispasm. Kontrol

POA rehabilitasi Pemakaian kacamata untuk koreksi visus

Prognosis
Dubia ad bonam