Anda di halaman 1dari 22

Imunitas atau kekebalan adalah sistem mekanisme pada organisme yang melindungi tubuh terhadap

Kegagalan pertahanan dapat digolongkan dalam tiga kategori : defisiensi imun, autoimunitas dan hipersensitivitas

kegagalan fungsi sistem kekebalan tubuh yang membuat badan menyerang jaringannya sendiri.

berupa respons imun humoral dengan pembentukan autoantibodi, atau respons imun selular

Faktor predisposisi
Sering dihubungkan dg. Genetik lebih banyak pada wanita Diduga behubungan dengan higiene individu. menurut beberapa penelitian, infeksi parasit dikaitkan dengan penurunan aktivitas penyakit autoimun),

TEORI AUTOIMUN
1. Macfarlane Burnett mengajukan teori clonal selection

2. Clonal Anergy theory, oleh Nossal


di mana T-atau B-sel self-reaktif menjadi tidak aktif pada individu normal dan tidak dapat memperkuat respon imun. 3. Idiotype Network theory --- Jerne antibodi yang mampu menetralisir antibodi self-reaktif ada secara alami di dalam tubuh

5. Clonal Ignorance theory


sel-sel T autoreaktif di timus akan dihancurkan dan disingkirkan, sehingga mereka tidak akan menghadapi antigen. Akibatnya, sel-sel B auto-reaktif, yang lolos dr. penghancuran, tidak dapat menemukan antigen atau sel T-helper spesifik

PATOGENESIS
1. Antigen kontak dg organ anatomik mis : alergi sperma

W
w

2. defesiensi immune Hilangnya self tolerance mungkin karena adanya gangguan system limfoid. Penyakit autoimmune sering ditemukan bersamaan dengan def. imun, misalnya pada lanjut usia 3.Determinan antigen baru Pembentukan autoantibody 4.Reaksi silang dengan mikroorganisme 5. Apoptosis sel dendritik

Kriteria menegakkan diagnosis penyakit autoimun : 1.Penyakit timbul akibat adanya respons autoimun 2.Ditemukan autoantibody

KLASIFIKASI
Systemic : SLE, Sjgren's syndrome, sarcoidosis, scleroderma, rheumatoid arthritis, dermatomyositis. Local syndromes which affect a specific organ or tissue: Endocrinologic: Diabetes mellitus type 1, Hashimoto's thyroiditis, Addison's disease Gastrointestinal: Coeliac disease, Crohn's Disease, Pernicious anaemia Dermatologic: Pemphigus vulgaris, Haematologic: Autoimmune haemolytic anaemia, Idiopathic thrombocytopenic purpura Neurological: Myasthenia gravis

1. Tiroiditis Hashimoto
Hipotiroid atau hipertiroid dijumpai berbagai jenis autoantibody yaitu anti-tiroglobulin, antimikrosom, antitriiodotirosine

2. Insuline-Dependent Diabetes Mellitus


autoimun yang menyerang pankreas. 3. Myasthenia Gravis Pasien dengan penyakit ini memproduksi autoantibodi terhadap reseptor asetilkolin pada akhiran otot motorik

Penyakit autoimun di rongga mulut


1. SINDROM SJOGREN. *GEJALA : Keratokonjungtivis, xerostomia *HPA : infiltrasi sel B, sel T , hiperplasi epitel , atrofi sel acinar, fibrosis

2. Pemphigus
bula ekstra intra epitel Nikolsky sign, ulser

3. Pernicious anemia
kesulitan menyerap vitamin B12. (Vitamin B12 perlu untuk produksi sel darah tua dan pemeliharaan sel syaraf). berupa glositis (halus kemerahan atau berupa ulser)

4. Systemic lupus erythematosus (lupus)


* Antibodi terhadap DNA untai ganda, mungkin disebabkan oleh infeksi, memicu respon inflamasi yang mengaktifkan komplemen, leukosit, sistem koagulasi, dan sitokin pro-inflamasi, merangsang kerusakan jaringan lokal. * ulser disertai krusta kehitaman, mudah berdarah, sering di tepi bibir

5. RAS
* autoimmune membran basal epitel oleh aksi sitotoksin dari limfosit dan monosit Defisiensi IgG mungkin mempredisposisi timbulnya infeksi bakteri

6. Sindroma behcet
reaksi imun kompleks yang menyebabkan terjadinya keradangan pada pembuluh darah, khususnya vena, akibat reaksi imunokompeten limdosit T dan sel plasma. Mirip RAS (ulser di mulut, mata, genital)

TX :
Immunosupresant : azathioprine, chlorambucil, cyclophosphamide, cyclosporine, mycophenolate, dan methotrexate kortikosteroid, Etanercept, infliximab, dan adalimumab menghalangi aksi TNF Plasmapheresis Kontrol metabolik insulin untuk diabetes juvenil, vitamin B12 untuk anemia pernisiosa, obat antitiroid untuk penyakit Grave,