Anda di halaman 1dari 48

Asep Iwan Purnawan

Disampaikan pada MK Metodologi Penelitian


Prodi S1 Keperawatan STIKes Santo Borromeus Bandung
Tingkat III Semester V Tahun 2012/2013
POPULASI DAN SAMPEL
Popula
si
Sampel
Sensus Paramete
r
Survei
Statistik
Deskripti
f
Statistik
Statistik
Inferensia
l
Popul asi dan Sampel
Populasi
Sampel





























Populasi dan Sampel
POPULASI
Keseluruhan objek yang akan diteliti yg
memenuhi karakteristik (kriteria) yg telah
ditentukan
Sekumpulan orang atau objek yang memiliki
kesamaan dalam satu atau beberapa hal dan
yang membentuk masalah pokok dalam suatu
riset.
Populasi yang akan diteliti harus didefinisikan
dengan jelas sebelum penelitian dilakukan.



POPULASI
Populasi disebut Universe.
dapat berupa kumpulan orang (individu,
kelompok, komunitas, masyarakat); benda
(jumlah gedung/bangunan, alat, dsb).
Anggota populasi :
o benda hidup
o benda mati
dg syarat : sifat-sifat yg ada pada anggota
populasi dapat diukur (diamati)
Contoh :
Populasi siswa Taman Kanak-kanak Mekar
Populasi alat sterilisasi bedah
Populasi Infinit
Populasi yang tidak diketahui jumlahnya
dengan pasti
Populasi Finit
Populasi yang diketahui jumlahnya dg pasti
(populasi yang dapat diberi nomor identifikasi)
Contoh : mahasiswa STIKes, karyawan
perusahaan A.
Contoh : jumlah penduduk setiap waktu
terus berubah jumlahnya
POPULASI
POPULASI
Penduduk Kota Bandung pada tahun 2009
(1 Januari s/d 31 Desember 2009) dapat
diketahui jumlahnya.

Populasi yang diteliti harus didefinisikan
(kriteria) dengan jelas, termasuk dg ciri-ciri
dimensi waktu dan tempat.
Populasi Infinit dpt dijadikan Populasi Finit
dengan dibatasi dalam waktu dan tempat
POPULASI
Populasi Target
o Populasi yang menjadi sasaran akhir
penerapan hasil penelitian
o Kumpulan dari satuan/unit yang ingin
digeneralisasi
Populasi Terjangkau (Populasi Studi)
o Bagian dari populasi target yang dapat
dijangkau oleh peneliti
o Kumpulan dari satuan/unit asal sampel

9
Meliputi seluruh unit sampel

Sampel tidak dihitung dua kali

Batas Jelas

Up to date

Dapat dilacak di lapangan
SYARAT POPULASI
Bagian dari populasi yang dipilih dgn cara
tertentu sehingga dianggap mewakili
populasinya
SAMPEL
Sampel yg baik representatif & memadai
Representatif : ciri-ciri sampel sama atau
setidak-tidaknya hampir sama dengan ciri-
ciri populasinya.
Memadai : jumlah/ukuran sampelnya cukup
untuk meyakinkan kestabilan ciri-cirinya.

SAMPEL
Alasan perlunya pengambilan sampel :

1. Keterbatasan waktu, tenaga dan biaya.
2. Lebih cepat dan lebih mudah.
3. Memberi informasi yang lebih banyak dan
dalam.
4. Dapat ditangani lebih teliti.
Kerangka Sampel (Sampling Frame)
suatu daftar unit-unit yang ada pada
populasi yang akan diambil sampelnya
(daftar anggota populasi).
Unit Sampel (Sampling Unit)
unit terkecil pd populasi yg akan diambil
sebagai sampel (KK atau RT).
Rancangan Sampel (Sampel Design)
rancangan yg meliputi cara pemilihan
sampel dan penentuan besar sampel.

SAMPEL
13
Populasi
Terjangkau
Kumpulan
Sampel
Sampel
penelitian
KELOMPOK
SUBJEK
KARAKTERISTIK CONTOH
POPULASI
TARGET
SAMPEL
POPULASI
TERJANGKAU
/ STUDI
Dibatasi oleh
karakteristik
klinis &
demografis
Penderita DM di
Kota Bandung
Dipilih secara
random/non-
random dari
pop. terjangkau
Dibatasi oleh
tempat & waktu
Penderita DM
tipe-1 di RSCK
Penderita DM
tipe-1 di RSCK
sebanyak 60 org
15
CONTOH
16
INFERENSI / GENERALISASI
Syarat sampel
Akurasi atau ketepatan tingkat ketidakadaan
bias (kekeliruan) dalam sampel semakin
sedikit tingkat kekeliruan yang ada dalam
sampel semakin akurat sampel tersebut.
Tolok ukur adanya bias adalah populasi.
agar sampel dapat memprediksi dengan baik
populasi sampel harus memiliki selengkap
mungkin karakteristik populasi (Nan Lin, 1976).


Syarat sampel
Presisi (tingkat presisi estimasi)
sedekat mana estimasi pemilihan sampel
dengan karakteristik populasi.
Presisi diukur dg simpangan baku
semakin kecil perbedaan diantara
simpangan baku yang diperoleh dari
sampel (S) dengan simpangan baku dari
populasi (s) semakin tinggi tingkat
presisinya.
BESAR SAMPEL PENELITIAN
Jumlah / ukuran sampel yang akan
diamati dalam penelitian
Jumlah sampel merupakan batas
minimal sampel yg harus diambil oleh
peneliti
BESAR SAMPEL PENELITIAN
Harus Representatif
Biaya, waktu, & tenaga yg tersedia.
Variasi yang ada didalam variabel
yang akan diteliti serta banyaknya
variabel yang akan diamati.
Apakah populasinya homogen atau
sangat heterogen semakin
heterogen suatu populasi semakin
besar sampel yg dibutuhkan untuk
mewakili populasi tsb.
Presisi (ketepatan yang dikehendaki)
semakin besar sampel akan lebih
tepat menggambarkan populasinya
Besar sampel memiliki batas tertentu
semakin besar sampel kemungkinan
membuat kesalahan pada saat
pengukuran juga akan menjadi besar
(error meningkat).
Rencana analisis analisis manual
atau dg perangkat lunak komputer
BESAR SAMPEL PENELITIAN
Harus Representatif
BESAR SAMPEL
Ukuran sampel harus mewakili populasi.
Ukuran sampel mempengaruhi tingkat
kesalahan yang terjadi.
Semakin banyak ukuran sampel maka
semakin kecil tingkat kesalahan
generalisasi yang terjadi dan sebaliknya
BESAR SAMPEL
Besar sampel harus mewakili populasi.
Besar sampel mempengaruhi tingkat
kesalahan yang terjadi.
Semakin banyak jumlah/ukuran sampel
maka semakin kecil tingkat kesalahan
generalisasi yang terjadi dan sebaliknya
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI UKURAN SAMPEL
tingkat presisi yang diinginkan (level of
precisions)
derajat keseragaman (degree of homogenity).
Banyaknya variabel yang diteliti dan rancangan
analisis
biaya, waktu, dan tenaga yang tersedia .
(Singarimbun dan Effendy, 1989).
Besar Sampel
Utk mengantisipasi adanya sampel yg
mengundurkan diri atau menolak
menjadi subjek penelitian pd hasil
perhitungan sampel ditambahkan 10%
dari jumlah sampel minimal
Penentuan besar sampel
Derajat Keseragaman Populasi (degree of
homogenity).
Semakin tinggi tingkat homogenitas populasi
semakin kecil ukuran sampel yang boleh diambil;
semakin rendah tingkat homogenitas populasi
semakin besar ukuran sampel yang harus diambil.
Tingkat Presisi yang diinginkan (level of
precisions).
Semakin tinggi tingkat pesisi yang diinginkan
peneliti, semakin besar sampel yang harus diambil.
Penentuan besar sampel
Banyaknya variabel yang diteliti dan
rancangan analisis yang akan digunakan.
Semakin banyak variabel yang akan
dianalisis, maka ukuran sampelnya harus
besar.
Alasan-alasan peneliti (waktu, biaya, tenaga,
dan lain-lain).

HUBUNGAN ANTARA UKURAN SAMPEL
DAN TINGKAT KESALAHAN
Ukuran Sampel
T
i
n
g
k
a
t

k
e
s
a
l
a
h
a
n

Prosedur Penentuan Sampel
Identifikasi populasi target
Memilih Kerangka sampel
Menentukan Metode
Pemilihan Sampel
Merencanakan Prosedur
Pemilihan Unit Sampel
Menentukan ukuran Sampel
Menentukan unit sampel
NILAI Zo pada TINGKAT KEPERCAYAAN,
& TINGKAT KESALAHAN
TINGKAT
KEPERCAYAAN
TINGKAT
KESALAHAN
Zo
(1 arah)
Zo
(2 arah)
99% 0,01 2,236 2,576
95% 0,05 1,645 1,960
90% 0,1 1,282 1,645
| 1- Z
1-

1% 99 % 2,33
5% 95 % 1,64
10% 90 % 1,28
20% 80 % 0,84
NILAI Z|
RUMUS TARO YAMANE
Rumus Besar Sampel Untuk Populasi
yg jumlahnya diketahui
n = jumlah sampel
N = jumlah populasi
d = derajat akurasi (presisi yg diinginkan)
10 % 20%
N
n =
1+ N (d
2
)
CROS-SECTIONAL DESKRIPTIF
RUMUS (Snedecor GW & Cochran WG, 1967;
Lemeshow dkk, 1997)
2
/2 1
2
d
P) P(1 Z
n

=

Ket :
n = Besar sampel
Z = nilai Z score berdasarkan o yang diinginkan
P = Proporsi dari penelitian sebelumnya
d = derajat akurasi (presisi yg diinginkan)
CROS-SECTIONAL ANALITIK
Keterangan =
n = Besar sampel
Z
1-o/2
= nilai Z score sesuai dengan o yang diinginkan
Z
1-|
= nilai Z score sesuai dengan nilai | yang diinginkan
Po = Proporsi yang diperoleh dari penelitian sebelumnya
Pa = Proporsi yang diharapkan dari penelitian
{ }
2
0 a
2
1 0 0 /2 1
) P (P
Pa) Pa(1 Z ) P (1 P Z
n

+
=

RUMUS
1. K KONTROL PER KASUS


Dimana P = (P
1
+ kP
2
)/(1+k) dan hubungan P
1,
P
2
dan OR adalah :





Dimana, P
1
: proporsi subyek terpajan pada kelompok dengan penyakit
P
2
: proporsi subyek terpajan pada kelompok tanpa penyakit
P : proporsi rata-rata
Z : z score, ditentukan berdasarkan derajat kepercayaan
OR : Rasio odds


| |
2
2 1
2
2 2 1 1 1 2 / 1
) (
/ ) 1 ( ( ) 1 ( ) 1 ( ) / 1 1 (
P P
k P P P P Z P P k Z
n

+ + +
=
| o
) 1 ( ) (
) (
2 2
2
1
P P OR
P OR
P
+
=
KASUS KONTROL
2. Kasus Kontrol Berpadanan
| |
2
2
1 2 / 1
) 2 / 1 (
) 1 ( 2 / (

+
=

P
P P Z Z
n
| o
) 1 ( 1 RR
RR
atau
OR
OR
P
+ +
=
3. Kasus Kontrol Tidak Berpadanan


OR = Prakiraan rasio odds
P2

= Proporsi kontrol yang terpajan pada pajanan yang
sedang diteliti
P
1
= P
o
R/[1 + P
o
(R-1)]
P = (P
1
+ P
2
)
q = 1 P
dimana

2
2 1
2

) P (P
) z 2PQ(Z
n

+
=
) P (1 (OR)P
(OR)p
P
2 2
2
1
+
=
KOHORT
Dimana P = (P
1
+ P
2
)/2 atau P
2
(RR + 1)/2


| |
2
2 1
2
2 2 1 1 1 2 / 1
) (
) 1 ( ) 1 ( ) 1 ( 2
P P
P P P P Z P P Z
n

+ +
=
| o
2
2 1
2
/2 1
) P (P
P) x(P(1 ) Z 2x(Z
x
f) (1
1
n

=

2
2 1
2 2
/2 1
) X X (
Sd x ) Z 2x(Z
x
f) (1
1
n

=

1. Untuk melihat perbedaan proporsi

2. Untuk melihat perbedaan mean
EKSPERIMEN
n = jumlah sampel
Z
1-o/2
= Z score berdasarkan o
Z
|
= Z score berdasarkan |
P1 = Proporsi kelp kontrol yg mendapat outcome
P2 = Proporsi kelp perlakuan yg mendpt outcome
P = (P1+ P2)/2
X
1
= Rata-rata pada kelompok kontrol
X
2
= Rata-rata pada kelompok perlakuan
Sd = Standar deviasi
f = Proporsi subyek penelitian yang drop-out
RUMUS PENGULANGAN UNTUK EKSPERIMEN
t (r-1) > 15
keterangan :
t = jumlah treatment / jumlah perlakuan
r = jumlah pengulangan
Estimasi proporsi populasi
Dalam melakukan penelitian
sering kali peneliti ingin
mengetahui proporsi suatu
kejadian, seperti cakupan
imunisasi campak di
Kabupaten Bogor, prevalensi
anemia pada ibu hamil di
Kab Tangerang.
Proporsi pada populasi yang
ingin diketahui dlambangkan
dengan P, sedangkan
proporsi pada sampel
dilambangkan dengan p
Rumus :
2
/2
2
d
P) P(1 Z
n

=
Seorang peneliti ingin melakukan survey
kepuasan pasien rawat inap di RS. Dari suatu
studi yang lalu diketahui bahwa hanya 60%
yang puas dengan layanan rumah sakit.
Hitunglah berapa besarnya sampel yang
akan diambil peneliti tersebut agar pada
derajat kepercayaan 95%, presisinya =10%.
Jawab:
Zo/2 =1,96
P=0,6
d=0,1
(1,96)
2
(0,6) (0,4)
Jadi n= ----------------------- = 93
(0,1)
2
Soal a)
Kalau pada soal a)
presisi absolut maka
untuk presisi relatif,
misalnya peneliti
ingin perbedaan 10%
relatif
Maka rumusnya:
P
P) (1 Z
n
2
/2
2
e

=
Ingin diketahui prevalensi
caries dentis pada anak
sekolah. Dari survey yang
lalu di Indonesia diketahui
prevalensi gigi berlubang
adalah 73%. Berapa besar
sampel harus diambil
peneliti kalau dia ingin
hanya 10% relatif
perbedaannya dengan
yang lalu pada derajat
kepercayaan 95%.


Jawab:
143
0,73 (0,10)
0.73) (1
1,96 n
2
2
=

=
Soal b)
Estimasi rata-rata data kontinu
a) Dengan presisi mutlak
selama ini diketahui kadar
kolesterol pada hipertensi
rata-rata 200 mg/dl
sedang simpangan baku
50 mg/dl. Untuk penelitian
yang akan dilakukan
peneliti ingin perbedaan
(presisi) mutlak 20mg saja
pada derajat kepercayaan
95% atau o=0,05.
Diket :
Z1-o/2=1,96 o=50 mg/dl
d=20mg/dl
Jawab:
2
2 2
/2 1
d
Z
n

=
24,01
20
50 x 1,96
n
2
2 2
= =
Estimasi rata-rata data kontinu
b) Dengan presisi relatif

Seperti contoh diatas
tetapi peneliti hanya ingin
presisi relatif sebanyak
5% maka rumus :
2 2
2 2
/2 1

Z
n
e
=

71,4025
200 x 0,05
50 x 1.96
n
2 2
2 2
= =