Anda di halaman 1dari 37

Nitri Ramadhani Santril 1110211064

Efusi pleura
Efusi pleura adalah pengumpulan cairan dalam

ruang pleura yg terletak diantara permukaan viseral dan parietal yg volume nya lebih dari normal
Volume normal 10-20 cc

Etiologi
Hambatan resorbsi cairan dari rongga pleura karena

adanya bendungan. Seperti pada dekompensasi kordis, penyakit ginjal, tumor mediastinum.
Pembentukan cairan yang berlebihan. Disebabkan

karena radang (TB, pneumonia, virus), bronkiektasis, trauma, abses amuba subfrenik yg menembus rongga pleura.

Etiologi
Penyebab tersebut disebabkan oleh adanya mekanisme berikut
Peningkatan tekanan hidrostatik kapiler darah (gagal

jantung)

Penurunan tekanan osmotik cairan darah

(hipoalbuminemia)

Tekanan di rongga pleura bertambah negatif (atelektasis) Adanya inflamasi atau neoplastik area (radang,

neoplasma)

Penyebab lain
Gagal jantung Hipoalbuminemia Tb Blastomikosis

Sirosis
Pneumonia

Emboli paru
Tumor Pembedahan jantung

Klasifikasi
Efusi pleura dapat di klasifikasikan menurut jenis

cairannya :
Efusi transudat Efusi eksudat

Efusi transudat

Adalah efusi yg terjadi dimana hubungan antara tekanan kapiler hidrostatik dan osmotik koloid terganggu, sehingga terbentuknya cairan akan melebihi reabsorbsinya. Transudat adalah substansi cair yg melewati membran atau dikeluarkan dari darah sebagai akibat gaya hidrodinamik. Transudat berbeda dengan eksudat, ditandai dengan keadaan yg sangat encer, dan rendahnya kandungan protein, sel, atau bahan padat yg berasal dari sel.

Penimbunan transudat dalam rongga pleura disebut hidrotoraks

Pada efusi pleura transudat, terdapat 4 mekanisme

yg menyebabkan terjadinya efusi transudat :


Meningkatnya tekanan kapiler sistemik Meningkatnya tekanan kapiler pulmoner Menurunnya tekanan osmotik koloid dalam pleura Menurunnya tekanan intrapleura

Efusi eksudatif
Efusi eksudatif terjadi bila ada proses peradangan

yang menyebabkan permeabilitas kapiler pembuluh darah meningkat, sehingga sel mesotelial berubah menjadi bulat atau kuboid dan terjadi pengeluaran cairan ke dalam rongga pleura.
Eksudat adalah cairan yg terbentuk melalui

membran kapiler yg permeabilitasnya abnormal karena peradangan (infeksi, infark paru, atau neoplasma, dan berisi protein berkonsentrasi tinggi dibanding dengan protein yg ada di transudat.

Etiologi efusi pleura eksudatif


4 penyebab utama eksudat pleura
Invasi mikroba melalui perluasan langsung infeksi

paru atau hematogen Kanker (karsinoma bronkogenik, metastasis neoplasma ke paru atau permukaan pleura, mesotelioma) Infark paru Pleuritis virus

Manisfestasi klinis
Nyeri dada Sesak nafas Adanya gejala-gejala penyakit penyebab seperti

demam, menggigil, dan nyeri dada pleuritis (pneumonia), panas tinggi (kokus), subfebri (Tb), banyak keringat, batuk, banyak dahak.

Pemeriksaan penunjang
Rontgen dada Torakosentesis
Pengambilan cairan pleura dengan cara pungsi

pleura/torakosentesis. Digunakan untuk mengetahui kejernihan, warna, biakan tampilan, sitologi, berat jenis.
Analisa cairan pleura Pemeriksaan kimia dan pH

Pleura effusions-small

bilateral

Penatalaksanaan
Tujuan pengobatan
untuk menemukan penyebab dasar untuk mencegah penumpukan kembali cairan Untuk menghilangkan ketidaknyamanan Hilangkan dispneu Pengobatan spesifik ditujukan pada penyebab dasar

Penatalaksanaan
1. Torakosentesis 2. Pemberian antibiotik 3. Pleurodesis 4. Tirah baring 5. WSD

1. Torakosentesis

Dilakukan drainase cairan jika efusi pleura menimbulkan gejala subjektif seperti nyeri, dispnea dan lain-lain. Cairan efusi sebanyak 1 1,5 liter perlu dikeluarkan segera untuk mencegah meningkatnya edema paru.

Jika jumlah cairan efusi lebih banyak maka pengeluaran cairan berikutnya baru dapat dilakukan 1 jam kemudian.
Dilakukan dengan cara melalui sebuah jarum yg dimasukkan diantara sela iga, yaitu diantara linea aksilaris anterior dan posterior pada sela iga ke 8. Torakosentesis dilakukan dibawah pengaruh biusan lokal.

2. Pemberian antibiotik
Diberikan apabila terdapat infeksi

3.pleurodesis
Pada efusi karena keganasan dan efusi rekuren lain,

diberikan obat (tetrasiklin, kalk dan bieomisin) melalui selang interkostalis untuk melekatkan kedua lapisan pleura dan mencegah cairan terakumulasi kembali.

4. Tirah baring
Tirah baring ini bertujuan untuk menurunkan

kebutuhan oksigen karena peningkatan aktivitas akan meningkatkan kebutuhan oksigen sehingga dyspnea akan semakin meningkat pula.

5. WSD (Water Seal Drainage)


Merupakan tindakan invasive yg dilakukan untuk

mengeluarkan udara, cairan (darah, pus) dari rongga pleura, rongga thorax, dan mediastinum dengan menggunakan pipa penghubung.

Terimakasih