Anda di halaman 1dari 20

OLEH : dr. Nenden L.

S Prabu SpKK Fak Kedokteran Univ Yarsi

Menurut

beberapa peneliti : penyakit mulut dapat merupakan manifestasi oral dari penyakit sistemik tertentu. Shulman dalam penelitiannya pada 10.030 anak dan remaja usia 2-17 tahun, 914 orang diantaranya memiliki total 976 lesi. Daerah-daerah yang paling banyak dijumpai lesi yaitu bibir (30,7 %), dorsum lidah (14,7 %), dan mukosa bukal (13,6 %). Prevalensi terjadinya lesi mukosa mulut lebih banyak pada laki-laki (11,76 %) dibandingkan dengan perempuan (8,67.

FOKAL

INFEKSI : Daerah di dalam tubuh -> MIKROORGANISME -> menyebar ke tempat lain di tubuh -> dapat menyebabkan penyakit Sumber infeksi: salah satu organ tubuh berasal dari rongga mulut Penjalaran -> dibawa melalui aliran darah/lymphe atau secara kontaminasi

Bakteri:

Streptococcus mutans, Streptococcus viridians, Staphylococcus aureus epidermidis, Staphylococcus pneumonia & Staphylococcus aureus Paling patogen: Staphylococcus aureus Beberapa Kelainan di kulit akibat fokus infeksi S. Aureus yaitu : 1. Dermatitis Numularis 2. S4 (Staphylococcal scaled skin syndroma) 3. Urtikaria

Peradangan

lesi menetap, gatal, bentuk uang logam, sirkuler atau oval, batas tegas dan ditemukan pada lengan dan kaki Etiologi :
Belum diketahui Staphylococcus penyebab langsung melalui mekanisme hipersentivitas Gejala klinis : gatal, lesi berupa makula, papul, vesikel bentuk numular, pada tangan dan kaki, menyebar

Staphylococcal scalded skin syndrome (SSSS) pada neonatus dan anak-anak. Patogenesis : Inisial infeksi terjadi pada oral, nasal cavities, laring atau umbilikus. Toksin epidermolitik yang diproduksi oleh Staphylococcus Aureus menyebabkan ruam kemerahan dan menyebar ke dalam epidermis kemudian bula muncul dan akhirnya terjadi deskuamasi

Mekanisme
ETA

SSSS secara umum:

dan ETB disekresikan Staphylococcus Aureus phage II Toksin menyebar lewat sirkulasi Epidermolisis (Pemecahan stratum granulosum dan stratum spinosum pada protein desmoglein

Dikenal

sebagai kaligata / biduran / hives Kelainan kulit berupa reaksi vaskuler / reaksi alergi Faktor imunologik / non imunologik Berbagai presipitasi bisa menyebabkannya, salah satunya infeksi gigi (bakteri) Tanda klinis : sedikit penonjolan atau edema yang timbul secara cepat dan menghilang perlahan-lahan Dapat bersifat akut (< 6 minggu) / kronis

Candida

hidup komensal di rongga mulut Candida albicans penyebab utama candidiasis pada manusia
3

faktor penyebab oral candidiasis : 1. Status kekebalan penderita 2. Lingkungan mukosa oral 3. Strain C. Albicans (bentuk hifa : patogen)

Faktor

predisposisi faktor lokal dan sistemik Beberapa faktor lokal : 1. Xerostomia 2. Kebersihan mulut & gigi yg buruk 3. Perokok berat 4. Gigi tiruan Faktor sistemik : 1. Terapi antibiotika 2. Malnutrisi, Defisiensi asam folat, zat besi 3. DM, kemoterapi, gangguan hormonal

Gambaran

klinis : 1. Perleche : Tampak sudut mulut retak & sayatan kecil. Akibat gigi palsu yang bergeser timbul kelembaban di sudut mulut 2. Trush : selaput putih/ kuning yang menempel di bibir, lidah, palatum & bagian dalam pipi sakit daerah selaput rongga mulut Selaput mudah dilepas dengan jari tangan atau sendok Dapat merupakan tanda : pada orang dewasa : DM atau HIV

PENGOBATAN
1. Hilangkan faktor predisposisi 2. Topikal: - lar. gentian violet - 1%, mukosa mulut - nistatin krim, emulsi, salap - Azol : krim mikonazol 2%; krim, bedak, klotrimazol 1% 3. Sistemik - tablet nistatin untuk saluran cerna - amfoterisin B intravena - tablet ketokonazol 2x200 mg (5 hari) - tablet itrakonazol 1x300 mg (tunggal)

terimakasih