Anda di halaman 1dari 18

KINETIKA KIMIA

(LAJU REAKSI)

Reaksi kimia: proses berubahnya pereaksi (reaktan) menjadi
hasil reaksi (produk)
Proses itu ada cepat dan ada lambat.










Pembahasan tentang kecepatan (laju) reaksi: Kinetika Kimia
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi penting dikaji
untuk mengontrol kecepaan reaksi yang diinginkan

PENGERTIAN
Proses Waktu
Ledakan < 1 s
Pematangan buah hari/bulan
Tanam panen buah bulan
Perkaratan besi minggu/bulan/thn
Penuaan (manusia) tahun
Peluruhan radioaktif ms trilyun tahun
[ P]
[ R]
[ Waktu= t ]
[ C ]
Laju Reaksi (v)
Perubahan konsentrasi reaktan atau produk terhadap waktu
Pengurangan konsentrasi reaktan
Penambahan konsentrasi produk

Secara matematis, untuk reaksi:
A B
Laju reaksi = v = -d[A]/dt = d[B]/dt
Dengan berjalannya waktu

Contoh:
N
2(g)
+ 3 H
2 (g)
2NH
3(g)
V = -[N
2
]/t = -[H
2
]/t = +[NH
3
]/t
Contoh soal :
Berdasarkan eksperimen pada reaksi sebagai berikut:
2HI + H
2
O I
2
+ 2H
2
O
Diketahui bahwa I
2
bertambah dari 0 menjadi 0,002 mol/L dalam
waktu 10 detik. Berapakah laju reaksi untuk reaksi tersebut?
Jawab :
V =
s
L mol
t
I
t
P
10
/ 002 , 0 ] [ ] [
2
=
A
A
=
A
A
= 2.10
-4
mol L
-1

s
-1

Persamaan Laju Reaksi
Persamaan laju reaksi hanya dapat dinyatakan berdasarkan data
hasil percobaan.
Berdasarkan data tersebut dapat ditentukan orde reaksi dan
koefisien laju reaksi.
Persamaan laju reaksi ditentukan berdasarkan konsentrasi awal
setiap zat, dipangkatkan orde reaksinya. Orde reaksi bukanlah
koefisien reaksi (walaupun keduanya mungkin memiliki nilai
yang sama)

aA + bB cC + dD
Persamaan laju reaksi
Laju = k[A]
m
[B]
n
k = konstanta laju reaksi
m dan n = orde reaksi
m + n = orde reaksi total

Orde Reaksi
Orde reaksi adalah bilangan pangkat konsentrasi pada persamaan laju
reaksi.
Orde reaksi dapat berupa bilangan bulat positif, nol, atau pecahan.

Orde Reaksi Nol
Persamaan laju reaksi : v = k [A]
o
= k
Perubahan konsentrasi tidak akan mengubah laju reaksi.
Orde Reaksi Satu
Persamaan laju reaksi : v = k [A]
1
= k [A]
Perubahan konsentrasi dua kali, laju reaksi naik dua kali.
Orde Reaksi Dua
Persamaan laju reaksi : v = k [A]
2

Perubahan konsentrasi dua kali, laju reaksi naik empat kali.


Grafik hubungan perubahan konsentrasi terhadap laju reaksi
Konsentrasi
L
a
j
u

r
e
a
k
s
i

Reaksi Orde 0
Reaksi Orde 1
Reaksi Orde 2
Misalkan diperoleh data percobaan untuk reaksi :
NO
(g)
+ Cl
2(g)
NOCl
2(g)

Diperoleh data sebagai berikut :






Rumusan laju reaksi untuk reaksi tersebut adalah :
V = k.[NO]
m
.[Cl
2
]
n
Orde NO = m
Percobaan 1 dan 3





Perc [NO] M [Cl
2
] M V M/s
1
2
3
4
0,1
0,1
0,2
0,3
0,1
0,2
0,1
0,3
4
16
8
?
1
2 2
4
8
1 , 0
2 , 0
] [
] [
] [
1
3
1
3
=
=
= |
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
A = A
m
V
V
NO
NO
V NO
m
m
m
m
Orde Cl
2
= n
Percobaan 1 dan 2





Maka rumusan laju reaksinya adalah :
V=k.[NO]
1
.[Cl
2
]
2

Harga k diperoleh dengan memasukan salah satu data percobaan


2
4 2
4
16
1 , 0
2 , 0
] [
] [
] [
1
2
1 2
2 2
2
=
=
= |
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
A = A
n
V
V
Cl
Cl
V Cl
n
n
n
n
1 2 3
2
2
2
10 . 4
1 , 0 . 1 , 0
4
] ].[ [

=
=
=
s M k
k
Cl NO
V
k
Maka laju reaksi pada percobaan 4 adalah :
V= k.[NO].[Cl
2
]
2
V= 4.10
3
.0,3. 0,3
2
V= 108 Ms
-1

Teori Tumbukan
Reaksi kimia terjadi karena adanya tumbukan yang efektif antara
partikel-partikel zat yang bereaksi.
Tumbukan efektif adalah tumbukan yang mempunyai energi yang
cukup untuk memutuskan ikatan-ikatan pada zat yang bereaksi
(bereaksi)
Contoh : Tumbukan yang menghasilkan reaksi dan tumbukan yang tidak
menghasilkan reaksi
H
2
(g)
+ I
2
(g)
2 HI
(g)

Tumbukan antara
molekul hidrogen (A)
dengan iodin (B) dan
membentuk molekul
HI(AB)
Ilustrasi

Mana yang lebih mungkin terjadi tabrakan, di jalan
lenggang atau dijalanan padat?
Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Laju Reaksi
1. Sifat Pereaksi
Tergantung reaktif tidaknya zat pereaksi
Contoh :
Bensin vs minyak tanah
Natrium vs magnesium

2. Konsentrasi Pereaksi
Pada umumnya, reaksi berlangsung lebih cepat jika konsentrasi
pereaksi diperbesar.
Zat yang konsentrasinya besar mengandung jumlah partikel yang
lebih banyak, sehingga partikel-partikelnya tersusun lebih rapat
dibanding zat yang konsentrasinya rendah, sehingga akan lebih sering
bertumbukan dibanding dengan partikel yang susunannya renggang,
sehingga kemungkinan terjadinya reaksi makin besar.


3. Temperatur
Partikel selalu bergerak. Temperatur dinaikkan, energi gerak / energi
kinetik partikel bertambah, sehingga tumbukan lebih sering terjadi.
Dengan frekuensi tumbukan semakin besar, maka kemungkinan
terjadinya tumbukan efektif yang mampu menghasilkan reaksi juga
semakin besar.





4. Luas Permukaan
Luas permukaan mempercepat laju reaksi karena semakin luas
permukaan zat, semakin banyak bagian zat yang saling bertumbukan
dan semakin besar peluang adanya tumbukan efektif menghasilkan
perubahan.
Semakin luas permukaan zat, semakin kecil ukuran partikel zat. Jadi
semakin kecil ukuran partikel zat, reaksi pun akan semakin cepat.

Gerakan partikel-
partikel dalam
reaksi kimia pada
suhu T
1
dan T
2
T
1
T
2
5. Katalis
Katalis adalah suatu zat yang berfungsi mempercepat
terjadinya reaksi, tetapi pada akhir reaksi dapat diperoleh
kembali.
Contoh :
Ragi, enzim, nikel, platina, nitrogen dioksida dll

Fungsi katalis :
Menurunkan energi aktivasi, sehingga jika ke dalam suatu reaksi
ditambahkan katalis, maka reaksi akan lebih mudah terjadi. Hal
ini disebabkan karena zat- zat yang bereaksi akan lebih mudah
melampaui energi aktivasi.

Energi Aktivasi :
adalah energi minimum yang diperlukan untuk berlangsungnya
suatu reaksi
Tanpa
katalisator
Dengan
katalisator
Jalannya reaksi
hasil reaksi
Katalisator akan memperkecil energi aktivasi
atau energi pengaktifan yaitu energi
minimum yang diperlukan pereaksi untuk
melangsungkan proses reaksi
Jenis-jenis Katalis
1. Katalis Homogen
Katalis yang dapat bercampur secara homogen dengan zat pereaksinya
karena mempunyai wujud yang sama

2. Katalis Heterogen
Katalis yang tidak dapat bercampur secara homogen dengan zat
pereaksinya karena mempunyai wujud yang berbeda

3. Biokatalis
Zat yang bertindak sebagai katalis pada proses metabolisme
Misalnya: Enzim
Amilase (menghidrolisis amilum menjadi maltosa)
Katalase (menguraikan H
2
O
2
O
2
+ H
2
O )
Lipase (menguraikan lipid menjadi gliserol + as.lemak


4. Autokatalis
Zat hasil reaksi yang bertindak sebagai katalis
2KMnO
4(aq)
+ 5H
2
C
2
O
4(aq)
+ 3H
2
O
4(aq)
2MnSO
4(aq)
+
10CO
2(aq)
+ K
2
SO
4
+ 8H
2
O

Inhibitor
Zat yang dalam jumlah sangat sedikit dapat mengurangi atau
menghambat kerja katalis (racun katalis)
Contoh:
I
2
atau CO bersifat inhibitor pada reaksi:
2H
2
+ O
2
2H
2
O


Enzim Sebagai Katalis
Enzim merupakan protein globular yang dapat mengkatalisis
reaksi biokimia spesifik

Mekanisme Kerja Enzim
E + S E S E P E + P
S = substrat; P = produk

Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim :
pH : kerja enzim bergantung pada pH lingkungannya dan
mempengaruhi keaktifan dari sisi aktif enzim
Suhu : suhu dapat merusak struktur tiga dimensi dari enzim
(protein)
Aktivator : aktivitas enzim dapat meningkat dengan adanya ion-
ion anorganik. Contohnhya : ion Cl
-
pada enzim amilase air liur