Anda di halaman 1dari 10

Implan Koklea

Perangkat

elektronik yg mempunyai kemampuan menggantikan fungsi koklea untuk meningkatkan kemampuan mendengar dan berkomunikasi pada pasien tuli saraf berat dan total bilateral. koklea yg paling mutakhir saat ini mempunyai 24 saluran (channel)

Implan

Indikasi dan Kontraindikasi


Indikasi

: tuli saraf berat atau tuli total bilateral yang tidak / sedikit mendapat manfaat dengan alat bantu dengar konvensional , usia 12 bulan 17 tahun , tidak ada kontraindikasi medis dan calon pengguna mempunyai perkembangan kognitif yang baik. : tuli akibat kelainan pada jalur saraf pusat (tuli sentral), proses penulangan koklea , koklea tidak berkembang.

Kontraindikasi

Perangkat implan koklea :


Komponen

luar : mikrofon , speech processor , kabel penghubung mikrofon dengan speech processor , transmitter.
Komponen

dalam : receiver , multi channel electrode

Cara Kerja Implan Koklea

Impuls suara ditangkap oleh mikrofon dan diteruskan menuju speech processor melalui kabel penghubung. Speech processor akan melakukan seleksi informasi suara yang sesuai dan mengubahnya menjadi kode suara yang akan disampaikan ke transmitter. Kode suara akan dipancarkan menembus kulit menuju receiver atau stimulator. Pada bagian ini kode suara akan diubah menjadi sinyal listrik dan akan dikirim menuju elektroda yg sesuai di dalam koklea sehnga meninmbulkan stimulasi serabut saraf. Pada speech processor terdapat sirkuit listrik khusus yang berfungsi meredam bising lingkungan.

Persiapan Implantasi Koklea

Konsultasi dengan orang tua untuk memperoleh informasi mengenai penyakit anak serta harapan orang tua terhadap implantasi koklea. Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan THT , radiologik (CT Scan untuk melihat keadaan koklea) , laboratorium darah. Tes pendengaran yg harus dilakukan : Behavioral Observation Audiometry (BOA) , Timpanometri , OAE, BERA, Auditory Steady State Response (ASSR) bila diperlukan serta audiometri nada murni untuk anak yg lebih besar dan kooperatif.

Tes

kemampuan wicara dan berbahasa perlu dinilai sebelum menggunakan ABD. operasi dianjurkan untuk menggunakan ABD selama 8-10 mggu bersamaan dengan terapi audio verbal untuk menilai manfaatnya. psikologi dilakukan untuk menilai kemampuan anak untuk belajar setelah dilakukan implantasi koklea.

Sebelum

Tes

Program Rehabilitasi Pasca Bedah


Switch

on dilakukan 2-4 mggu pasca bedah.

Pemeriksaan

CT Scan pasca bedah untuk menilai keadaan elektroda yg telah terpasang.

Pada

anak yg tidak kooperatif data awal dapat diperoleh dengan melakukan Neural Response Telemetry (NRT) terlebih dahulu dan menetapkan Comfortable (C) level yaitu suara keras yang dapat ditoleransi tanpa menimbulkan rasa sakit dan Threshold (T) level suara terkecil yg dideteksi.

Yang

dimaksud pemetaan mapping adalah proses untuk menetapkan dan mengatur sejumlah aliran listrik yg disampaikan ke koklea. yg dibuat disimpan pd speech processor dan jumlahnya tergantung pada jenis implan yg digunakan dan berbeda untuk setiap orang. anak mengikuti program terapi audio verbal secara teratur disertai pemetaan berkala. implantasi koklea ditentukan dengan menilai kemampuan mendengar, pertambahan kosa kata dan pemahaman bahasa.

Program

Selanjutnya

Keberhasilan