Anda di halaman 1dari 31

GAMBARAN CT-SCAN PADA PERDARAHAN EPIDURAL, SUBDURAL DAN SUBARACHNOID

Oleh : M. Rizki Dwikane Annisa Febrieza

CT Scan Normal
Lobus frontalis

Lobus parietal

Gyrus

Sulcus

Batas gray mater and whie matter

Lobus frontalis

Ventrikel lateral

Lobus parietal

Lobus oksipital

Lobus frontalis

Lobus parietal

Lobus Temporal Ventrikel lateralis kornu posterior + pleksus chroideus Lobus oksipital

Ventrikel lateralis kornu anterior + pleksus chroideus Septum pelusidum

Basal ganglia

Thalamus Ventrikel lateralis kornu posterior + pleksus chroideus

Ventrikel III

Kapsula interna

Sisterna ambient

Lobus temporal

mesensefalon

Sisterna Kuadrigemina

Pons

Cerebellum

Pons

Ventrikel IV

Cerebellum

Ukuran gambar (piksel) yang didapat pada CT Scan

Isodens : Jaringan Otak Normal Hipodens : Abses otak, infark Hiperdens : perdarahan Otak

Pada hasil CT Abnormal, maka didiagnosis letak kelainannya:


a. Ekstrakranial b. Intracranial 1. Intraaksial: dibedakan intraparenkim otak, misal diagnosis meningioma 2. Ekstraaksial: ada di luar parenkim otak, di daerah SCALP

Midline Shifting

Pendarahan dan kelainan yang tampak pada CT scan

EDH (Epidural Hematom)


Perdarahan yang terletak antara durameter dan tulang, biasanya sumber pendarahannya adalah robeknya Arteri meningica media (paling sering), Vena diploica (oleh karena adanya fraktur kalvaria), Vena emmisaria, Sinus venosus duralis.

Tipe- tipe :
Epidural hematoma akut (58%) perdarahan dari arteri Subacute hematoma ( 31 % ) Cronic hematoma ( 11%) perdarahan dari vena

Tampak sebagai bentuk BICONVEX & adanya pemisahan jaringan otak dengan skull. Akut > Hyperdens Sub Akut > Isodens Kronis > Hyperdens

Pada epidural biasanya pada satu bagian saja (single) tetapi dapat pula terjadi pada kedua sisi (bilateral), berbentuk bikonfeks, paling sering di daerah temporoparietal. Densitas darah yang homogen (hiperdens), berbatas tegas, midline terdorong ke sisi kontralateral. Terdapat pula garis fraktur pada area epidural hematoma, Densitas yang tinggi pada stage yang akut ( 60 90 HU), ditandai dengan adanya peregangan dari pembuluh darah.

Pada keadaan yang normal, sebenarnya tidak ada ruang epidural Perdarahan biasanya terjadi dengan fraktur tengkorak bagian temporal parietal yang mana terjadi laserasi pada arteri atau vena meningea media. Keadaan ini mengakibatkan terpisahnya perlekatan antara dura dengan kranium dan menimbulkan ruang epidural.

Gejala klinis
Lucid Interval (adanya fase sadar diantara 2 fase tidak sadar karena bertambahnya volume darah) Gejala Khas : - Penglihatan kabur - Susah bicara - Nyeri kepala yang hebat - Keluar darah dari hidung atau telinga - Nampak luka yang dalam atau goresan pada kulit kepala - Mual - Pusing - Berkeringat - Pucat - Pupil anisokor

SDH (SUBDURAL HEMATOMA )


Subdural hematoma adalah hematom yang terletak diantara lapisan duramater dan arhacnoid dengan sumber perdarahan dapat berasal dari vena jembatan atau bridging vein (paling sering), A/V cortical, Sinus venosus duralis

Gambaran Radiologi
Tampak sebagai bentuk BULAN SABIT mengikuti kontur dari cranium bagian dalam Perdarahan akut > hyperdens sub akut > isodens kronis > hypodens

SUBDURAL HEMATOMA AKUT


Gejala yang timbul segera hingga berjam - jam setelah trauma sampai dengan hari ke tiga. Biasanya terjadi pada cedera kepala yang cukup berat yang dapat mengakibatkan perburukan lebih lanjut pada pasien yang biasanya sudah terganggu kesadaran dan tanda vitalnya Perdarahan dapat kurang dari 5 mm tebalnya tetapi melebar luas

SUBDURAL HEMATOMA SUBAKUT


Berkembang dalam beberapa hari biasanya sekitar hari ke 3 minggu ke 3 sesudah trauma Perdarahan dapat lebih tebal tetapi belum ada pembentukan kapsula di sekitarnya

SUBDURAL HEMATOMA KRONIS


Biasanya terjadi setelah minggu ketiga SDH kronis biasanya terjadi pada orang tua Trauma yang menyebabkan perdarahan yang akan membentuk kapsul Kapsul yang terbentuk terdiri dari lemak dan protein yang mudah menyerap cairan dan mempunyai sifat mudah ruptur. Karena penimbunan cairan tersebut kapsul terus membesar dan mudah ruptur, jika volumenya besar langsung menyebabkan lesi desak ruang.

Subarachnoid Hemmorage (SAH)

merupakan keadaan di mana terdapat perdarahan di subarachnoid space akibat suatu proses patologi.

Grade SAH
1. Grade I : mild headace with or without meningeal irritation 2. Grade II: severe headache and a nonfocal examination, with or without mydriasis 3. Grade III: mild alteration in neurologic examination, including mental status 4. Grade IV: obviously depressed level of consciousness or focal deficit 5. Grade V: patient either posturing or comatose

Pada perdarahan Sub Arachnoid Ct Scan memperlihatkan gumpalan atau lapisan darah tipis yang hyperdens juga terlihat pada sulci hemisfer.

Gambaran hyperdens / perdarahan akut yang ada di subarachnid space.

Anda mungkin juga menyukai