Anda di halaman 1dari 8

Modul 9

Sintesis Senyawa Kompleks bis[Cu(gly)2]

Tujuan
- Mensintesis senyawa kompleks Cu[II] dengan

ligan asam amino (glisin) yaitu cis-[Cu(gly)2] dan trans-[Cu(gly)2].

Teori Dasar
Hasil pengisolasian senyawa kompleks bis-[Cu(gly)2] diperoleh 2 jenis, yaitu yang berwarna biru muda dan yang berwarna biru keunguan. Hal ini dikarenakan kedua produk tersebut memiliki keisomeran yang berbeda (cis dan trans). Asam amino glisin terdisosiasi membentuk anion glisin yang kemudian berkoordinasi dengan ion logam. Reaksi Cu(II) Asetat hidrat dan glisin adalah

Glisin

Dua jenis isomer anion glisin dengan logam

Cara Kerja
Bagian 1 : Sintesis senyawa kompleks cis-[Cu(gly)2]

Aqua dm hangat (60-70 OC) disiapkan 0,5 gram tembaga (II) asetat hidrat (CH3CO2)2Cu.H2O dilarutkan dengan 6 mL aqua dm hangat dalam erlenmeyer 25 mL kemudian aduk sampai larut seluruhnya 0,38 gram glisin dilarutkan dengan 6 mL aqua dm hangat dalam erlenmeyer 25 mL kemudian aduk sampai larut seluruhnya Etanol p.a dipanaskan sampai suhu ~60-70 OC. Kemudian tuangkan larutan tembaga (II) asetat hidrat ke dalam etanol tersebut dan suhu larutan dijaga pada 60-70 OC Larutan glisin dituangkan ke dalam campuran larutan etanol p.a dan tembaga (II) asetat hidrat. Kemudian campuran larutan tersebut diaduk dan dipanaskan pada suhu ~60-70 OC, sampai warna larutan berubah dari hiaju menjadi biru muda Larutan didinginkan sampai sampai suhu larutan sama dengan suhu ruang, kemudian gelas kimia direndam di dalam penangas es sampai muncul kristal dalam larutan. Kemudian saring dengan corong Buchner, lalu kumpulkan kristal yang terbentuk dan ditimbang

Bagian 2 : Sintesis senyawa kompleks trans-[Cu(gly)2]


Aqua dm hangat (60-70 OC) disiapkan 0,5 gram tembaga (II) asetat hidrat (CH3CO2)2Cu.H2O dilarutkan dengan 6 mL aqua dm hangat dalam erlenmeyer 25 mL kemudian aduk sampai larut seluruhnya 0,38 gram glisin dilarutkan dengan 6 mL aqua dm hangat dalam erlenmeyer 25 mL kemudian aduk sampai larut seluruhnya Etanol p.a dipanaskan sampai suhu ~60-70 OC. Kemudian tuangkan larutan tembaga (II) asetat hidrat ke dalam etanol tersebut dan suhu larutan dijaga pada 60-70 OC Larutan etanol tersebut dituangkan ke dalam larutan tembaga (II) asetat hidrat, kemudian campuran larutan diaduk sampai homogen. Selanjutnya, dituangkan larutan glisin ke dalam larutan tembaga (II) asetat hidrat tersebut Larutan campuran tembaga (II) asetat hidrat dan glisin tersebut direndam dalam penangas air ~70 OC dan labu erlenmeyer ditutup dengan aluminium foil kemudian larutan diaduk dan dipanaskan selama ~1 jam sampai warna larutan berubah menjadi biru-keunguan dan terbentuk endapan. Larutan didinginkan sampai sampai suhu larutan sama dengan suhu ruang Bila endapan belum terbentuk, labu erlenmeyer direndam dalam penangas es sampai muncul kristal dalam larutan Saring larutan tersebut dengan corong Buchner dan kristal dikeringkan. Kemudian kumpulkan kristal yang terbentuk dan ditimbang

Fungsi Reagen
Fungsi air hangat : untuk melarutkan (CH3COO)2Cu dan glisin Ksp (CH3COO)2Cu pada 298 K = 4,99.10-4 Dengan kenaikan suhu, maka kelarutan akan meningkat sehingga padatan akan mudah larut Fungsi etnol p.a : sebagai pembentukan kompleks pelarut dalam reaksi

Digunakan etanol salah satunya untuk mengurangi kompetisi antara air sebagai ligan dengan glisin sebagai ligan pada metal komplex Cu. Log Kf [Cu(gly)2] ~16 Log Kf [Cu(H2O]6 ~8

TERIMA KASIH