Anda di halaman 1dari 51

Proteksi Generator

Fandy Pilardin Putra (21060111083001) Ageng Nugroho (21060111083002) Abraham Arif Wasis (21060111083003) Riza Effendi Wijaya (21060111083004) Nanang Bagus P (21060111083005) Yulia Arumdina (21060111083006)

Pendahuluan
Keandalan dan kemampuan suatu sistem tenaga listrik dalam melayani konsumen sangat tergantung pada sistem proteksi yang digunakan. Oleh sebab itu dalam perencangan suatu sistem tenaga listrik, perlu dipertimbangkan kondisikondisi gangguan yang mungkin terjadi pada sistem, melalui analisa gangguan. Pada dasarnya gangguan dapat terjadi karena kegagalan operasi peralatan dalam sistem, kesalahan manusia dan karena alam. Langkah yang dapat diambil untuk mencegah terjadinya gangguan antara lain dengan menggunakan isolasi yang baik, membuat koordinasi isolasi dan menghindarkan kesalahan operasi. Tetapi langkah langkah tersebut dibatasi oleh faktor ekonomis dan alam. Gangguan boleh saja terjadi dan tidak dapat dihindari namun dampaknya harus diminimisasi.

PERMASALAHA N
Macam-macam gangguan pada generator : a. Gangguan listrik/electrical fault b. Gangguan mekanis / panas (mechanical/thermal fault) c. Gangguan sistem (system fault)

A. Gangguan listrik / Electrical fault Yaitu gangguan yang timbul dan terjadi pada bagian-bagian listrik dari generator Gangguan-gangguan tersebut antara lain : 1. Hubung singkat 3 phasa 2. Hubung singkat 2 phasa 3. Stator hubung singkat 1 phasa ke tanah/stator ground fault 4. Rotor hubung tanah/field ground 5. Kehilangan medan penguat/Loss of excitation 6. Tegangan lebih/Over voltage

1. Hubung singkat 3 phasa

Terjadinya arus lebih pada stator yang dimaksud adalah arus lebih yang timbul akibat terjadinya hubungan singkat 3 phasa/ 3 phase fault. Gangguan ini akan menimbulkan loncatan bunga api dengan suhu yang tinggi yang akan melelehkan belitan dengan resiko terjadinya kebakaran, jika isolasi tidak terbuat dari bahan yang anti api /nonflammable.

2. Hubung singkat 2 phasa

Gangguan hubung singkat 2 phasa/unbalance fault lebih berbahaya dibanding gangguan hubung singkat 3 phasa/balance fault, karena disamping akan terjadi kerusakan pada belitan akan timbul pula vibrasi pada kumparan stator. Kerusakan lain yang timbul adalah pada poros/shaft dan kopling turbin akibat adanya momen puntir yang besar.

3. Stator hubung singkat 1 phasa ke tanah/stator ground fault

Kerusakan akibat gangguan 2 phasa atau antara konduktor kadang-kadang masih dapat diperbaiki dengan menyambung taping atau mengganti sebagian konduktor, tetapi kerusakan laminasi besi (iron lamination) akibat gangguan 1 phasa ke tanah yang menimbulkan bunga api dan merusak isolasi dan inti besi adalah kerusakan serius yang perbaikannya dilakukan secara total. Gangguan jenis ini meskipun kecil harus

4. Rotor hubung tanah/field ground

Pada rotor generator yang belitannya tidak dihubungkan oleh tanah (ungrounded system). Bila salah satu sisi terhubung ke tanah belum menjadikan masalah. Tetapi apabila sisi lainnya terhubung ke tanah, sementara sisi sebelumnya tidak terselesaikan maka akan terjadi kehilangan arus pada sebagian belitan yang terhubung singkat melalui tanah. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan fluksi yang menimbulkan vibrasi yang berlebihan serta kerusakan fatal pada rotor.

5. Kehilangan medan penguat/Loss of excitation Hilangnya medan penguat akan membuat


putaran mesin naik, dan berfungsi sebagai generator induksi. Kondisi ini akan berakibat pada rotor dan pasak/slot wedges, akibat arus induksi yang bersirkulasi pada rotor. Kehilangan medan penguat dapat dimungkinkan oleh : a) Jatuhnya/trip saklar penguat (41AC) b) Hubung singkat pada belitan penguat c) Kerusakan kontak-kontak sikat arang pada sisi penguat d) Kerusakan pada sistem AVR

6.

Tegangan lebih/Over voltage Tegangan yang berlebihan melampaui batas maksimum yang diijinkan dapat berakibat tembusnya (breakdown) design insulasi yang akhirnya akan menimbulkan hubungan singkat antara belitan.

Gangguan mekanis/panas (mechanical/thermal fault)


Jenis-jenis gangguan mekanik/panas antara lain :

Generator berfungsi sebagai motor (motoring) Motoring adalah peristiwa berubah fungsi generator menjadi motor akibat daya balik (reverse power). Disebabkan oleh turunnya daya masukkan dari penggerak utama. Akibat peristiwa motoring adalah pemanasan lebih pada sudu-sudunya, kavitasi pada sudu-sudu turbin air, dan ketidakstabilan pada sudu turbin gas. 2. Pemanasan lebih setempat Disebabkan: Kendornya bagian-bagian tertentu di dalam generator seperti : pasak-pasak stator (stator wedges). Kerusakan laminasi
1.

Kesalahan paralel Kesalahan dalam memparalel generator dapat mengakibatkan kerusakan pada bagian poros dan kopling generator, dan penggerak utamanya karena terjadinya momen puntir. 4. Gangguan pendingin stator Gangguan pada media sistem pendingin stator akan menyebabkan kenaikan suhu belitan stator. Sehingga
3.

Gangguan sistem (system fault)


Generator dapat terganggu akibat adanya gangguan yang datang/terjadi pada sistem. Gangguan-gangguan sistem yang terjadi umumnya adalah : 1. Frekuensi operasi yang tidak normal (abnormal frequency operation) Perubahan frekuensi keluar dari batasbatas normal di sistem dapat berakibat ketidakstabilan pada turbin generator. 2. Lepas sinkron (Loss of synhcron) Adanya gangguan di sistem akibat perubahan beban mendadak, switching, hubung singkat dan peristiwa yang cukup besar akan menimbulkan ketidakstabilan sistem.

Arus beban kumparan yang tidak seimbang (unbalance armature current) Pembebanan yang tidak seimbang pada sistem/adanya gangguan 1 phasa dan 2 phasa pada sistem yang menyebabkan beban generator tidak seimbang yang akan menimbulkan arus urutan negatif. Sehinggaa akan menyebabkan adanya pemanasan lebih dan kerusakan pada bagian-bagian
3.

TEORI DASAR
Untuk memahami bagaimana generator beroperasi, teori dasar operasi pertama harus dipahami. Teori Operasi Sebuah generator AC yang sederhana terdiri dari: a) medan magnet yang kuat b) konduktor yang memutar melalui medan magnet, dan c) berarti dimana koneksi berkelanjutan disediakan untuk konduktor karena mereka berputar

Besarnya tegangan AC yang dihasilkan oleh generator AC tergantung pada kekuatan medan dan kecepatan rotor. Kebanyakan generator dioperasikan pada kecepatan konstan, sehingga tegangan yang dihasilkan tergantung pada eksitasi lapangan, atau kekuatan.

Frekuensi dari tegangan yang dihasilkan tergantung pada jumlah kutub lapangan dan kecepatan di mana generator dioperasikan, seperti yang ditunjukkan dalam Persamaan

f = (10-1) NP 120
dimana : f = frekuensi (Hz) P = jumlah total kutub N = kecepatan rotor (rpm) 120 = konversi dari menit ke detik dan dari kutub ke kutub pasangan 120 dalam Persamaan diperoleh dengan mengalikan faktor konversi berikut. 60 detik x 2 kutub 1 menit pasangan tiang Dengan cara ini, unit frekuensi (hertz atau siklus / detik.) Diturunkan.

Kerugian dalam Generator AC


Kerugian dalam Generator AC Yang sedang mengalir beban melalui dinamo di semua generator AC. Seperti coil apapun, dinamo memiliki beberapa jumlah resistensi dan reaktansi induktif. Kombinasi ini membentuk apa yang dikenal sebagai resistansi internal, yang menyebabkan kerugian dalam sebuah generator AC. Ketika arus mengalir beban, drop tegangan dikembangkan di seluruh resistansi internal. Hal ini mengurangi drop tegangan dari tegangan output dan, tegangan karena itu, merupakan yang dihasilkan dan kekuasaan yang hilang dan tidak tersedia untuk memuat. Penurunan tegangan di generator AC dapat dicari dengan menggunakan Persamaan Tegangan drop = iara + IaXLa dimana : Ia = angker saat ini Ra resistensi = angker XLA reaktansi induktif = angker

Kerugian Histeresis

Kerugian histeresis terjadi ketika inti besi di sebuah generator AC tunduk pada efek dari medan magnet. Domain magnetik inti diadakan sejalan dengan bidang dalam jumlah yang berbeda-beda, tergantung pada kekuatan medan. Domain magnetik memutar, sehubungan dengan domain tidak diadakan sejalan, satu putaran penuh selama setiap putaran rotor. Ini rotasi domain magnetik di besi penyebab gesekan dan panas. Panas yang dihasilkan oleh gesekan ini disebut rugi histeresis magnetik.

Mengurangi Kerugian Histeresis

Untuk mengurangi kerugian histeresis, armatures AC sebagian besar terbuat dari baja silikon dipanaskan, yang memiliki kerugian histeresis inheren rendah. Setelah baja silikon dipanaskan dibentuk dengan bentuk yang diinginkan, laminasi yang dipanaskan sampai merah kusam dan kemudian dibiarkan mendingin. Proses ini, dikenal sebagai anil, mengurangi kerugian histeresis ke nilai yang sangat rendah. Kerugian Mekanikal putaran atau kerugian mekanis dapat disebabkan oleh gesekan bantalan, gesekan sikat pada komutator, dan gesekan udara (windage disebut), yang disebabkan oleh turbulensi udara karena putaran dinamo. pemeliharaan hati-hati dapat berperan dalam menjaga gesekan bantalan untuk minimum.

Bersihkan bantalan dan pelumasan yang tepat sangat penting untuk mengurangi gesekan bantalan. Sikat gesekan berkurang dengan memastikan: sikat tempat duduk yang tepat, gunakan sikat yang tepat, dan pemeliharaan ketegangan sikat yang tepat. Sebuah komutator halus dan bersih juga membantu dalam mengurangi gesekan kuas. Pada generator yang sangat besar, hidrogen digunakan dalam generator untuk pendinginan, hidrogen, yang kurang padat daripada udara, menyebabkan kerugian windage kurang dari udara. Efisiensi Efisiensi generator AC adalah rasio output daya berguna untuk masukan daya total. Karena setiap proses mekanis pengalaman beberapa kerugian, tidak ada generator AC bisa 100 persen efisien.

Macam-Macam Relay Proteksi Generator dan Fungsinya

2. Proteksi Stator
Proteksi diferensial

1.

a. b.

Sering dipakai pada generator berkapasitas di atas 1 MW Untuk melindungi dari gangguan antar belitan, misal gangguan

fase-fase, fase ketanah. Kinerja rele sekitar 80-85%.


c.

Cara kerja rele differensial adalah dengan cara membandingkan arus pada sisi primer dan sisi sekunder. Dalam kondisi normal, jumlah arus yang mengalir melalui peralatan listrik yang diproteksi bersirkulasi melalui loop pada kedua sisi di daerah kerja. Jika terjadi gangguan didalam daerah kerja rele differensial, maka arus dari kedua sisi akan saling menjumlah dan rele akan memberi perintah kepada circuit breaker untuk memutuskan arus.

d. Dikenal : rele bias differential atau longitudinal differential e. Rele diferensial tidak tanggap terhadap gangguan eksternal dan beban lebih, tetapi rele ini tanggap terhadap gangguan antar fase dan bocor ke tanah, kinerja rele ini sekitar 80-85%. f. Bias coil untuk menyetel stabilitas g. Restrain coil adalah kumparan yang menahan bekerjanya rele di daerah unbalance curent (I)

i.

Fungsi saat terjadi stator fault :

1) Mengisolasi generator terganggu dari sistem.


2) Memutus eksitasi 3) Mematikan penggerak mula 4) Mengaktifkan CO2 atau alarm.

i. Rele diferensial yang khusus untuk gangguan bocor ke tanah : 1) Sistem empat terminal 2) Netral terkopel dalam generator 3) Tak tanggap terhadap gangguan fase 4) Sering dikenal dengan restricted earth fault, pada waktu terjadi gangguan di daerah pengamannya, maka kedua arus sekunder CT besarnya tidak sama oleh karena itu, akan ada arus yang mengalir pada rele, selanjutnya rele bekerja

2. Proteksi gangguan antar belitan

a. Longitudinal differensial tak dapat mendeteksi gangguan internal.


b. Proteksi diferensial transversal dapat mendeteksi ketidakseimbangan antara belitan- belitan identik secara normal disebabkan oleh suatu gangguan antar lilitan ketika generator mempunyai dua belitan per fasa c. Bias digunakan karena pembagian itu tidak akan pernah tepat. Proteksi diferensial transversal yang dibiaskan untuk memproteksi terhadap gangguan-gangguan antar liltan d. Tepat untuk generator yang mempunyai belitan parallel e. Cara kerja rele differensial untuk multi winding adalah jika terjadi gangguan d CTs atau CTi maka gangguan akan segera di groundkan

3. Proteksi panas-lebih pada stator

a. Kemungkinan disebabkan :

1) Kegagalan sistem pendingin 2) Pembebanan lebih

3) Kerusakan inti : hubung pendek laminasi


4) Kegagalan isolasi pada inti

b. Metode deteksi panas : 1) Generator besar (>2MW) (a) membandingkan suhu pendinginan : suhu masuk & keluar (b) Menanam sensor panas pada alur stator (c) Sensor : thermistor, thermocouple, resistance temperature indicator (missal PTC) 2) Generator kecil Memasang batang bi-metal pada stator. Sensor panas mekanis : thermocouple, thermistor tak dapat dipasang pada rotor, kesulitan mekanisme pada slip ring. Sensor panas pada rotor dengan cara mengukur perubahan resistans rotor yang dikalibrasi dengan suhu.

Proteksi rotor (Rotor Protection)


Kumparan dan inti rotor dapat rusak karena gangguan tanah,kegagalan eksitasi, proteksi tak imbang.
1.

Proteksi terhadap ground fault (gangguan tanah) Ground fault dideteksi dengan mem-biased rangkaian medan dengan tegangan dc, yang menyebabkan akan ada arus mengalir melalui rele jika terjadi gangguan tanah (gambar 3.9). Cara ini lebih unggul dibandingkan memberi tegangan bias dc pada titik tengah medan, karena meniadakan null point, juga

lebih baik dibandingkan ac biasing voltage karena meniadakan arus kapasitif.


a. b.

Medan terbuka, proteksinya sama dengan proteksi loss of field. Arus stator tak imbang

Keadaan sistem yang menimbulkan arus tak imbang yang

berbahaya (harmful unbalanced condition) adalah:


a.

Terbukanya (open circuiting) salah satu fase pada saluran atau kegagalan kontak pada salah satu fase CB.

b.

Gangguan tak imbang yang terjadi di dekat pembangkit yang tidak segera ditrip oleh pengaman yang ada.

c.

Gangguan tak imbang di dalam stator


Dampak secara singkat : timbul vibrasi poros tak sentris gaya magnetic tak imbang magnet tak imbang fluks pada celah udara tak imbang medan terhubung singkat Single ground fault, memungkinkan stator menginduksi rotor

1.

Kegagalan Eksitasi

a.

Sebab kegagalan eksitasi : 1) Kegagalan arus eksitasi 2) Kesalahan operasi 3) Kasalahan karena operasi pindah kuadran 1 ke 4.

Penyelesaian
Proteksi loss of field mula-mula berfungsi memberi
alarm, dan kemudian baru mentrip CB apabila batas ketahanan generator terkena, atau kemungkinan akan kehilangan stabilitas sistem.

Dengan under-current relay, kesulitannya adalah arus

induksi dapat menyebabkan rele trip, apabila settingnya


terlampaui. Dipasang pada rangkaian medan.

Dengan offset impedans atau mho relay dipasang pada rangkaian stator.

Proteksi terhadap gangguan tidak seimbang


a) Sebab terjadinya gangguan tidak seimbang

Terjadi gangguan pada stator Ketidakseimbangan beban tak segera diputus Terbuka salah satu fase Kegagalan kontak CB Ketahanan rotor I22.t = K
K = konstanta pendinginan, K = 7 untuk turbo generator-directCooling K = 60 untuk salient pole hydro-Generator

Dampaknya :

1) Urutan negatif menyebabkan double


frequency arus diinduksikan ke inti rotor

2) Jika berlangsung lama rotor akan


panas

Out of step relay hanya untuk satu fase,


keadaan diatas dengan mentrip CB (atau

dengan ohm relay).

Proteksi lain (Miscellaneous)


1. Proteksi tegangan lebih a) Sebab tegangan lebih : Kegagalan regulator tegangan Beban lepas mendadak Kecepatan meningkat b) Penyelesaian : Dipasang rele teganganlebih, khususnya pada generator-gas dan generator hidro. Pada generator-turbo, tidak akan terjadi peningkatan kecepatan.

Proteksi terhadap putaran (n)


Pada generator-turbo dilengkapi mechanical overspeed, dirancang untuk penolakan beban sampai 100%. Emergency centrifugal overspeed disetel 110% Generator turbo skala besar dilengkapi rele lepas sinkron 180%, slip satu pole, sensitive fast power relay. Kegagalan sistem elektris (CB, dll) dapat menyebabkan kecepatanlebih

Proteksi efek motoring


a) Sebab efek motoring : Suplai uap / bahan bakar / air terputus b) Dampaknya : Turbin panas karena tidak ada uap yang mendorong udara panas akibat winding loss dalam turbin c) Penyelesaian : Dipasang rele daya balik Untuk diesel & gas-turbine setelan daya balik 2,5 s.d. 5,0%.

Proteksi terhadap terjadinya vibrasi


a) Sebab terjadinya vibrasi :
Panas lebih akibat kegagalan mekanis atau ketidaknormalan

Ketidakseimbangan arus stator


Gangguan tanah pada rangkaian rotor

Rotor tak sentris

b) Penyelesaian :
Memasang rele unbalance & earth fault Memasang vibration detector

Proteksi terhadap bantalan


a) Sebab terjadinya kegagalan bantalan :
Poros tak sentris
Kegagalan pelumasan & pendinginan

b) Penyelesaian :
Memasang bantalan Mendeteksi aliran media pelumas sebagai pendingin sensor suhu pada lubang

Proteksi terhadap kegagalan peralatan bantu

Dimaksudkan proteksi peralatan lain yang


secara langsung atau berpengaruh

terhadap kinerja generator, missal sensor


tekanan ketel, sensor permukaan air ketel,

dll

Proteksi terhadap kegagalan regulator tegangan


a) Regulator tegangan (AVR) sangat penting. Sistem eksitasi perlu dipasang :
Definite overcurrent relay untuk menghindari terjadinya eksitasi lebih dalam waktu yang lama. Trafo terpisah untuk catu daya kontrol sistem eksitasi Undervoltage relay diperlukan untuk menjamin agar eksitasi tidak bekerja pada tegangan kurang.

Proteksi terhadap pole-slipring


a) Bagi generator berdaya besar, pemasukan/pemutusan CB atau beban besar dilepas atau disambung mendadak akan menyebabkan osilasi bagi kecepatan generator, berdampak pada osilasi arus, tegangan dan factor daya. Rele proteksi tidak boleh menanggapi keadaan ini. Dalam kasus tertentu jika pergeseran sudut berlagsung lama sampai melebihi batas setelan, maka generator bisa dalam keadaan tak sinkron, maka proteksi harus memutus generator. b)Tindakan alternatif : mengurangi beban atau memutus eksitasi agar generator berfungsi sebagai mesin asinkron untuk menekan osilasi.

Field suppression
Di saat generator mengalami gangguan internal dalam belitan, sekalipun beban generator telah dilepas, generator tetap mencatu arus sangat besar di titik gangguan. a) Tindakan :
Diusahakan memutus arus eksitasi secepatcepatnya. Sekalipun arus eksitasi telah dilepas, tegangan di belitan medan tak segera hilang. Perlu dipasang resistor parallel dengan belitan medan sebelum membuka eksitasi.

Backup protection
Generator daya besar tidak menggunakan definite over current sebagai backup protection. Dipasang inverse overcurrent relay, reactance or impedance relay, distance relay Untuk meningkatkan kinerja overcurrent relay pada stator perlu ditambah unrestricted earth fault relay.

Kesimpulan
Relay Proteksi generator adalah suatu sistem pengamanan menggunakan relay yang berfungsi mengamankan peralatan-peralatan listrik yang terpasang pada Generator dari kondisi-kondisi operasi abnormal. Yang dimaksud dengan kondisi abnormal tersebut antara lain dapat berupa :

gangguan tanah gangguan tidak seimbang gangguan antar belitan hubung singkat gangguan antar belitan tegangan lebih/kurang panas lebih frekuensi sistem turun/naik dan lain-lain

Relay proteksi generator mempunyai macam-macam jenis berdasarkan fungsinya. Relay proteksi generator melindungi dua bagian utama generator yaitu stator dan rotor. Pada stator dilakukan proteksi diferensial, proteksi gangguan antar belitan dan proteksi panas lebih. Pada rotor dilakukan proteksi terhadap ground fault (gangguan tanah), proteksi kegagalan eksitasi dan proteksi gangguan tidak seimbang. Proteksi lain terhadap generator adalah proteksi tegangan lebih, proteksi putaran (n), proteksi efek motoring, proteksi terjadinya vibrasi, proteksi bantalan, proteksi kegagalan alat bantu, proteksi kegagalan regulator tegangan, proteksi pole-slipring, field suppresion, dan back up protection.

Daftar Pustaka
http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND. _TEKNIK_ELEKTRO/195512041981031 BACHTIAR_HASAN/SISTEM_PROTEKSI_PEM BANGKITAN_TENAGA_LISTRIK.pdf

12 September 2013, 13:11


http://proteksigenerator.blogspot.com/ 12 September 2013, 13:20 http://dunia-listrik.blogspot.com/2008/12/proteksigenerator.html12 September 2013, 13:25 http://anak-elektroustj.blogspot.com/2013/04/relay-proteksigenerator.html 17 September 2013, 05:30

Anda mungkin juga menyukai