Anda di halaman 1dari 27

CEREBRAL PALSY

dr. H. Amir Siddik, M.Kes

Pendahuluan
Cerebral
cerebrum,bag otak cortex,cerebellum,dll..

Palsy
kekakuan, kelainan gerakan

= Cerebral Palsy adalah berbagai perubahan gerakan atau


fungsi motor tidak normal dan timbul sebagai akibat kecelakaan, luka, atau penyakit susunan syaraf yang terdapat pada rongga tengkorak_ The American Academy of Cerebral Palsy = Cerebral palsy berarti kekakuan yang disebabkan karena sebab-sebab yeng terletak di dalam otak_ Soeharso (Abdul Salim,
2007:170)

Istilah cerebral palsy dipublikasikan pertama kali oleh Willam Little pada tahun 1843 dengan istilah cerebral diplegia, sebagai akibat dari prematuritas atau asfiksia neonatorum.
Dan, istilah cerebral palsy diperkenalkan pertama kali oleh Sir William Osler (Mohamad Efendi: 2006)
dimaksudkan untuk menerangkan adanya kelainan gerak, sikap ataupun bentuk tubuh, gangguan koordinasi yang disertai dengan gangguan psikologis dan sensoris yang disebabkan oleh adanya kerusakan atau kecacatan pada masa perkembangan otak.

Epidemiologi
2-7/1000 kelahiran hidup

Angka lain 7/100000

Di amerika serikat 10.000 bayi didiagnosis CP setiap tahun

Laki-laki lebih banyak dari pada wanita

Faktor Resiko
Prenatal Antenatal Neonatal Sepsis Bayi yang lahir dari ibu dengan korioamnionitis Apgar skor rendah kernikterus Persalinan komplikasi yang

Ibu dengan riwayat BBLR aborsi spontan dan bayi Bayi kurang bulan lahir mati Riwayat keluarga yang menderita Cerebral Palsy onset dini
Kelahiran multipel/kembar Malformasi sistem saraf pusat Ibu yang menderita hipotiroidisme atau mendapat hormon tiroid atau estrogen selama kehamilan Perdarahan antepartum Proteinuria berat akhir kehamilan pada

dengan

Kejang pada neonatal

Classification
Spasticitykerusakan pada kortex cerebellumhiperaktive reflex dan strech reflex. Spasticity dapat dibedakan menjadi: 1) Paraplegia, apabila kelainan menyerang kedua tungkai.
2) Quadriplegia, apabila kelainan menyerang kedua tungkai dan kedua tangan. 3) Hemiplegia, apabila kelainan menyerang satu lengan dan satu tungkai dengan terletak pada belahan tubuh yang sama.

Athetosis

kerusakan

pada bangsal banglia gerakangerakan menjadi tidak terkendali dan terarah

Ataxia

kerusakan pada cerebellum yang mengakibatkan gangguan pada keseimbangan.

Tremor, kerusakan pada bangsal ganglia yang berakibat timbulnya getaran-getaran berirama, baik yang bertujuan meupun yang tidak bertujuan. Rigiditi, kerusakan pada bangsal ganglia yang mengakibatkan kekakuan pada otot.

DERAJAT KEPARAHAN CEREBRAL PALSY (Gross Motor Function Classification System/GMFCS)


Derajat I : berjalan tanpa hambatan, keterbatasan terjadi pada gerakan motorik kasar yang lebih rumit. : berjalan tanpa alat bantu, keterbatasan dalam berjalan di luar rumah dan di lingkungan masyarakat. : berjalan dengan alat bantu mobilitas, keterbatasan dalam berjalan di luar rumah dan di lingkungan masyarakat.

Derajat II

Derajat III

Derajat IV

: kemampuan bergerak sendiri terbatas, menggunakan alat bantu gerak yang cukup canggih untuk berada di luar rumah dan di lingkungan masyarakat. : kemampuan bergerak sendiri sangat terbatas, walaupun sudah menggunakan alat bantu yang canggih.

Derajat V

GMFCS < 2 tahun


I. Duduk sendiri tanpa bertopang. Merangkak, menarik diri ke posisi berdiri tanpa bantuan. II. Didudukkan bertopang pada tangan. Merayap pada perut, atau merangkak. Menarik tubuh ke posisi berdiri dan melangkah berpegangan. III. Didudukkan dengan punggung bawah ditopang. Berguling dan merayap. IV. Dapat mengontrol kepala tapi punggung perlu ditopang saat duduk. Berguling. V. Gerak terbatas, Kontrol kepala dan tubuh terganggu. Perlu bantuan untuk berguling.

MENEGAKKAN DIAGNOSIS CEREBRAL PALSY


LANGKAH
Anamnesis Pemeriksaan fisik

KETERANGAN
Mencari tonus otot abormal, postur tubuh abnormal, keterlambatan perkembangan dan adanya refleks yang abnormal Yang terpenting adalah untuk menyingkirkan kelainan-kelainan selain Cerebral Palsy yang juga dapat menyebabkan gangguan perkembangan Sebagai modalitas diagnosis tambahan untuk mengetahui kemungkinan etiologi maupun faktor risiko terjadinya Cerebral Palsy Untuk mengetahui kelainan lain yang menyertai Cerebral Palsy

Menetapkan diagnosis banding dan melakukan pemeriksaan tambahan untuk menyingkirkan diagnosis banding tersebut

USG, CT-Scan, MRI

Pemeriksaan terpadu dengan Bagian Psikiatri, Mata, THT maupun pemeriksaan tambahan lainnya seperti EEG

Munculnya gejala CP
Sejak awal:
o Neonatus dengan fungsi neurologis abnormal

Awalnya seperti normal, lalu gejala muncul tibatiba setelah 3 bulan


o < 3 bulan: gerakan motorik lebih banyak diatur fungsi diensefalon (diencephalic motor level)

Gejala awal CP
Adanya faktor risiko Mikrosefali, sutura bertumpuk, penutupan UUB terlalu cepat Hipotonia berlebihan Gerakan ektremitas terbatas Spastisitas di mulai dari tangan (tergenggam) dan kaki (fleksi plantar) Posisi menetap atau cramped

Gejala Awal
Kesulitan makan, mengiler berlebihan
Gagal tumbuh

Refleks primitif menetap


Refleks postural terlambat Ataksia, distonia, diskinetik sering baru muncul setelah gejala stabil, sulit dinilai pada bayi kecil

Pada saat lahir bayi terlihat lemah dan lunglai. Atau terlihat normal.

Tidak menggunakan tangannya. Dia hanya menggunakan satu tangan dan tidak menggunakan keduanya.

Sulit berkomunikasi.

Hearing and sight

Fits (epilepsy, seizures, convulsions) dapat terjadi pada anak dengan CP. Sikap yang kurang baik. Perubahan mood dari tertawa hingga menangis. Ini adalah bagian dari anak yang frustasi yang tidak dapat mengemukakan sesuatu. Anak dapat marah dan berteriak-teriak. Abnormal reflexesKPR dan APR hiperreflek. Retardasi mental 50-70 %

Scissor sign

Spastisitas

Pemeriksaan Refleks
Refleks tendon
Refleks patologis/ klonis

Refleks primitif menetap


o Asymmetric tonic neck reflex o Neck righting reflex o Grasp reflex

Refleks protektif terlambat


o Parachute

ATNR

Protective/parachute

Level I

Level IV

Level III

Prognosis
Kemungkinan berjalan

Kontrol Kepala
Dapat mengontrol kepala Kemungkinan berjalan: pada umur:
< 9 bulan 9-20 bulan > 20 bulan Baik Dibantu Buruk

Duduk
Dapat duduk pada umur:
< 24 bulan 24-36 bulan > 36 bulan

Kemungkinan berjalan:
Baik Dibantu Buruk

Merangkak
Dapat merangkak pada umur: Kemungkinan berjalan:
< 30 bulan 30-61 bulan > 61 bulan
Refleks primitif menetap: tidak mungkin berjalan Gerak atetoid/ distonia menyulitkan berjalan

Baik Dibantu Buruk

Tatalaksana
Simtomatik Fisioterapi Operasi Pencegahan: Deteksi dini dari bayi-bayi berisiko tinggi Trauma bayi diusahakan seminimal mungkin Antenatal Care Perawatan masa neonatus yang intensif

~Thank you~