Anda di halaman 1dari 23

Legal families

Tim Pengajar perbandingan Hukum Perdata Fakultas Hukum Universitas Indonsia

TAMBAHAN MINGGU LALU

Types of Comparative Studies (Hug, 1922)


a. Comparison of foreign systems with the domestic system in order to ascertain similarities and differences; b. Studies which analyse objectively and systimatically solutions which various systems offer for a given legal problem; c. Studies which investigate the causal relationship between different systems of law; d. Studies which compare the several stages of various legal systems; e. Studies which attempt to discover or examine legal evolution generally according to periods and systems. (Sumber, MACL, p. 5)

The Comparative Method (Rheinstein)


Macro-Comparison the study of two or more entire legal systems Micro-Comparison the study of topics or aspects of two or more legal systems mis. (i) the institutions or concepts peculiar to the system (ii) the sources of law, judicial systems and judiciary, legal profession or even the structure of the legal system (iii) the various branches of national or domestic law (iv) the historical development of legal system; (v) the ideological, socio-legal and economic bases of that system --------------------------------------------------------------------------------------THE PURPOSE OF THE COMPARISON will often determine the suitability of selection !!! (Sumber MACL, p. 37 )

Stages in the Process of Comparison (Kamba, 1974)

(a) the descriptive phase (b) the identification phase (c) the explanatory phase

THE PARENT LEGAL FAMILY AND LEGAL TRADITIONS

Istilah Legal Family


No two national legal systems are the same, but there are sufficient similarities between some of them to allow classification; Different criteria have been used for the purposes of such classification, incl. historical background and development, ideology, sources of law, division of law in the legal system, etc.; Most authors agree on existence of two major legal traditions:
the Romano-Germanic civil law tradition; the Anglo-American common law tradition.

Rene David legal family

Key Concepts in the Comparative Law Method (Sumber : MACL, p. 22-24)


The Parent Legal Family and Legal Traditions : a set of deeply rooted historically conditioned attitudes about the nature of law, the role of law in the society and the political ideology, the organisation and operation of a legal system (Merryman,1977) a legal tradition a legal system Sources of Law this can mean different things in different countries and, even in the same country ; the popular meaning (1) historical sources , (2) place where the law can be found, and (3) legal sources (Wu Min Aun, 1975), p. 17.

Kata sistem merujuk kepada banyak pengertian. Secara sederhana kata ini berarti sekelompok bagian-bagian (alat dan sebagainya) yang bekerja bersama-sama untuk melakukan suatu maksud atau Group of things or part working together in a regular relation.

Istilah keluarga sistem hukum (parent legal system) biasa dipergunakan oleh para ahli perbandingan hukum (legal comparatists) untuk menyebutkan suatu tatanan organisasional yang paling penting (organizational linchpin) dalam rangka penganalisisan sistem-sistem hukum berbagai negara di dunia

Sudikno Mertokusumo mengibaratkan sistem hukum sebagai gambar mozaik, yaitu gambar yang dipotong-potong menjadi bagian-bagian kecil untuk kemudian dihubungkan kembali, sehingga tampak utuh seperti gambar semula.

Keluarga sistem hukum merupakan produk historis, yakni wujud pergumulan nilai nilai budaya, sosial, politik, ekonomi, dan berbagai aspek nilai lainnya yang diakomodasi ke dalam sistem hukum suatu negara atau bagian dari suatu negara. Sistem hukum Indonesia, misalnya, terbentuk dari pergumulan nilai- nilai yang sebagian besar disokong oleh corak keluarga Eropa Kontinental (Romawi-Jerman atau Civil Law System). Kehadiran corak keluarga sistem hukum ini merupakan produk historis yang dibawa oleh Kolonial Belanda, yang kemudian mengejawantah ke dalam aspek substansi, struktur, dan budaya hukum Indonesia itu sampai sekarang.

Keluarga sistem hukum meletakkan dasar bagi pola perkembangan (pembangunan) selanjutnya dari suatu sistem hukum (the visions of law). Sebagai contoh, ada keluarga sistem hukum yang lebih memberi tekanan pada pembangunan substansi hukumnya dalam bentuk peraturan perundang-undangan daripada yurisprudensi, dan hal ini dengan sendirinya membawa pengaruh pada pola pembangunan hukum (khususnya hukum positif) suatu negara yang berada dalam keluarga sistem hukum tersebut.

Ciri-ciri yang sama inilah yang kemudian menjadi dasar pengklasifikasian sejumlah sistem hukum itu ke dalam suatu keluarga sistem hukum (parent legal system ).

Faktor-faktor membedakan keluarga hukum


1. latar belakang sejarah dan pembangunan sistem hukumnya (the historical background and development of the system); 2. karakteristik khas dari cara berpikirnya (its characteristic [typical] mode of thought); 3. pranata-pranatanya yang berbeda (its distinctive institutions) 4. jenis-jenis sumber hukum yang dikenal dan penggunaannya (the types of legal sources it acknowledges and its treatment of these); 5. ideologinya (its ideology).

Classification of Legal Systems (1)


1. 2. 3. Criteria used to Classify Legal System : Race and language (Sauser-Hall) Culture (Schnitzer) Substance /Substantive content of laws (Arminjon, Nolde and Wolff) 4. Ideology, Philosophy, Conceptions of justice and legal technique (David) 5. Historical origins (Glasson and Sarfatti) 6. Juristic style (Zweigert and Kotz)

Perbandingan Sistem Keluarga Hukuk


David dan Brierley 1. Romano Germanic, 2. Common Law, 3. Socialistic, 4. Islamic, 5. Hindu & Jewish, 6. Far East & Black African. Esmein 1. Romanistic, 2. Germanic, 3. Anglo Saxon, 4. Slavic, 5. Islam. Zweigert dan Kotz 1. 2. 3. 4. Romanistic, Germanic, Nordic, Common Law families, Socialist, Far Eastern Systems, Islamic Systems, dan Hindu law. Aminjon/Nold e/Wolff 1. French, 2. German, 3. Scandanavi an, 4. English, 5. Russian, 6. Islamic, 7. Hindu

5. 6. 7.

8.

Civil Law
Prancis, Jerman, Italia, Swiss, Austria, negaranegara Amerika Latin, Turki, sejumlah negara Arab, Afrika Utara, dan Madagaskar. Indonesia termasuk kategori civil law juga, mengingat negara ini mendapat pengaruh dari Belanda, dan Belanda memperolehnya dari Prancis

Common Law
Inggris (England) dan Wales, Australia, Nigeria, Kenya, Zambia, Amerika Serikat, Selandia Baru, Kanada, dan berbagai negara dari kawasan Timur Jauh, seperti Singapura, Malaysia, dan Hongkong.

Sistem Sosialis
Bulgaria, Yugoslavia, Kuba, dan negara- negara eks Uni Soviet.

(hybrid or mixed jurisdictions) seperti Seychelles, Afrika Selatan, Louisiana (di Amerika Serikat), Filipina, Yunani, Quebec (di Kanada), dan Puerto Rico, Scotland, South Africa.