Anda di halaman 1dari 25

1

JURNAL PENYESUAIAN
Penyesuaian Akuntansi Prodi SI 25/02/2014

2
Penyesuaian - Akuntansi Prodi SI 25/02/2014

Jurnal penyesuaian
Jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan rekening rekening di neraca saldo yang tidak menggambarkan informasi yang sebenarnya.

3
Penyesuaian - Akuntansi Prodi SI 25/02/2014

Mengapa perlu penyesuaian?


Di dalam laporan keuangan Laporan Laba rugi, perusahaan/ organisasi harus memberikan informasi mengenai laba bersih yang tepat bagi perusahaan.

4
Penyesuaian - Akuntansi Prodi SI 25/02/2014

Tujuan penyesuaian
Setiap rekening riil, menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode. Setiap rekening nominal, menunjukkan pendapatan dan biaya yang seharusnya diakui dalam suatu periode.

5
Penyesuaian - Akuntansi Prodi SI 25/02/2014

Konsep dan prinsip penentuan laba


Konsep akuntansi akrual dan tunai Periode akuntansi Prinsip pendapatan Prinsip mempertandingkan

6
Penyesuaian - Akuntansi Prodi SI 25/02/2014

Konsep dasar akrual dan tunai


Dasar akrual : akuntansi mengakui pengaruh transaksi pada saat transaksi tersebut terjadi. : akuntansi hanya akan dilakukan pencatatan apabila telah terjadi penerimaan atau pengeluaran kas.

Dasar tunai

7
Penyesuaian - Akuntansi Prodi SI 25/02/2014

Periode akuntansi
Akuntansi menerapkan periode pelaporan keuangan dalam waktu pendek, sehingga pada akhir periode organisasi/ perusahaan menyusun laporan keungan.

8
Penyesuaian - Akuntansi Prodi SI 25/02/2014

Prinsip pendapatan
Kapan pendapatan dicatat? - Pendapatan dicatat pada saat diperoleh, bukan sebelumnya. - perolehan pendapatan terjadi saat perusahaan menyerahkan barang/ jasa yang telah selesai dikerjakan pada konsumen. Berapakah besarnya pendapatan yang dicatat? - pendapatan dicatat sebesar nilai tunai barang/ jasa yang diserahkan pada konsumen.

9
Penyesuaian - Akuntansi Prodi SI 25/02/2014

Prinsip mempertandingkan
Dipergunakan untuk mencatat biaya. Prinsip mempertandingkan meliputi: 1. menyatakan semua biaya yang terjadi selama periode akuntansi, 2. mengukur besarnya biaya, 3. mempertemukan biaya tersebut dengan pendapatan .

10
Penyesuaian - Akuntansi Prodi SI 25/02/2014

Saldo-saldo yang perlu disesuaikan


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Piutang pendapatan Utang biaya Pendapatan diterima dimuka Biaya dibayar dimuka Kerugian piutang Depresiasi/ penyusutan Biaya pemakaian perlengkapan.

11
Penyesuaian - Akuntansi Prodi SI 25/02/2014

Pencatatan Jurnal Penyesuaian 1. Beban dibayar di muka

Beban dibayar di muka adalah transaksi yang pada saat terjadinya dikelompokkan sebagai harta(aktiva), tetapi akan menjadi beban di kemudian hari. Beban ini merupakan harta perusahaan yang akan memberikan manfaat di masa yang akan datang.
Contoh dari akun beban dibayar di muka adalah sewa dibayar di muka, asuransi dibayar di muka, iklan dibayar di muka, bunga dibayar di muka, dan sebagainya.

Pencatatan beban dibayar di muka dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: - dicatat sebagai harta - dicatat sebagai beban

C. Pencatatan Jurnal Penyesuaian Beban dibayar di muka Beban dibayar di muka adalah transaksi yang pada saat terjadinya dikelompokkan sebagai harta(aktiva), tetapi akan menjadi beban di kemudian hari. Beban ini merupakan harta perusahaan yang akan memberikan manfaat di masa yang akan datang. Contoh dari akun beban dibayar di muka adalah sewa dibayar di muka, asuransi dibayar di muka, iklan dibayar di muka, bunga dibayar di muka, dan sebagainya. Pencatatan beban dibayar di muka dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: - dicatat sebagai harta - dicatat sebagai beban

Ilustrasi pencatatan: Pada tanggal 1 Agustus 2008 perusahaan membayar sewa kantor untuk masa dua tahun sebesar Rp12.000.000,00. Jika dicatat sebagai harta, maka ayat jurnal pada tanggal 1 Agustus 2008 adalah:

Misalnya akhir periode akuntansi ditetapkan tanggal 31 Desember 2008, sehingga bagian dari sewa kantor yang telah menjadi beban sampai dengan akhi periode akuntansi adalah 5 bulan (1 Agustus 2008 - 31 Desember 2008) dengan nilai sebesar Rp2.500.000,00 (5/24 x Rp12.000.000,00). Jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:

Jika dicatat sebagai beban, maka ayat jurnal pada tanggal 1 Agustus 2008 adalah

Misalnya akhir periode akuntansi ditetapkan tanggal 31 Desember 2008, sehingga bagian dari sewa kantor yang belum menjadi beban sampai dengan akhir periode akuntansi adalah 19 bulan (1 Januari 2009 - 31 Juli 2010) dengan nilai sebesar Rp9.500.000,00 (19/24 x Rp12.000.000,00). Jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:

Pendapatan diterima di muka Pendapatan diterima di muka adalah transaksi yang sejak awalnya dicatat sebagai utang (kewajiban), tetapi akan menjadi pendapatan di kemudian hari. Pendapatan ini timbul karena perusahaan telah menerima pembayaran atas suatu pekerjaan, tetapi belum menyelesaikan pekerjaan tersebut. Contoh dari akun pendapatan diterima di muka adalah sewa diterima di muka, bunga diterima di muka, asuransi diterima di muka, dan sebagainya. Pencatatan pendapatan diterima di muka dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: - dicatat sebagai utang (kewajiban) - dicatat sebagai pendapatan

Ilustrasi pencatatan: Tanggal 1 Agustus 2008 diterima sewa toko untuk masa dua tahun sebesar Rp12.000.000,00. Jika dicatat sebagai utang (kewajiban), ayat jurnal pada tanggal 1 Agustus 2008 adalah:

Misalnya periode akuntansi berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, bagian dari sewa yang telah menjadi pendapatan adalah 5 bulan (1 Agustus 2008 - 31 Desember 2008) sebesar Rp2.500.000,00 (5/24 x Rp12.000.000,00), ayat jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:

Jika dicatat sebagai pendapatan, ayat jurnal pada tanggal 1 Agustus 2008 adalah:

Misalnya periode akuntansi berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, bagian dari sewa yang belum menjadi pendapatan adalah 19 bulan (1 Januari 2009 - 31 Juli 2010) dengan nilai sebesar Rp9.500.000,00 (19/24 x Rp12.000.000,00), ayat jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah: Pendapatan sewa Rp. 9.500.000 Sewa diterima dimuka Rp. 9.500.000

18
Penyesuaian - Akuntansi Prodi SI 25/02/2014

Piutang pendapatan / Pendapatan yang masih harus diterima


Piutang pendapatan / Pendapatan yang masih harus diterima adalah pendapatan yang sudah menjadi hak dilihat dari segi waktu tetapi belum dicatat atau diterima pembayarannya. Contoh akun pendapatan yang masih harus diterima adalah bunga yang masih harus diterima (piutang bunga), sewa yang masih harus diterima (piutang sewa), dan sebagainya.

Ilustrasi pencatatan: Tanggal 1 November 2008 didepositokan uang ke bank sebesar Rp100.000.000,00 untuk tiga bulan dengan bunga 6% per tahun. Bunga deposito diterima secara bulanan setiap tanggal 1 bulan berikutnya.

Misalnya periode akuntansi berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, pendapatan bunga untuk bulan Desember 2008 sebesar Rp500.000,00 (=Rp100.000.000,00 x 0,5%) yang akan diterima tanggal 1 Januari 2009 harus dicatat sebagai pendapatan periode akuntansi tahun 2008, ayat jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:

Utang beban / Beban yang masih harus dibayar Utang beban / Beban yang masih harus dibayar adalah beban yang sudah menjadi kewajiban dilihat dari segi waktu tetapi belum dicatat atau dilakukan pembayarannya. Contoh akun beban yang masih harus dibayar adalah gaji yang masih harus dibayar, bunga yang masih harus dibayar, dan sebagainya. Ilustrasi pencatatan: Tanggal 1 Maret 2008 perusahaan meminjam uang ke Bank sebesar Rp20.000.000,00 dengan bunga 12% per tahun. Bunga dibayar di belakang setiap tanggal 1 September dan 1 Maret. Misalnya periode akuntansi berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, maka beban bunga yang dibebankan untuk periode akuntansi yang bersangkutan adalah selama empat bulan (1 September 2008 - 31 Desember 2008) sebesar Rp800.000,00 (=Rp20.000.000,00 x 4/12 x 12%), ayat jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:

Penyusutan aktiva tetap Penyusutan aktiva tetap adalah berkurangnya kemampuan suatu aktiva tetap untuk memberikan manfaat ekonomis secara berangsurangsur sejalan dengan perjalanan waktu.

Contoh akun aktiva tetap adalah peralatan kantor, peralatan toko, kendaraan, mesin, gedung, tanah, dan sebagainya.
Besarnya nilai penyusutan aktiva tetap dicatat sebagai beban penyusutan aktiva tetap (D), tetapi tidak langsung dicatat pada aktiva tetap yang bersangkutan karena aktiva tetap harus dicatat sebesar harga perolehannya, akun yang dipakai adalah akumulasi penyusutan aktiva tetap (K) yang merupakan akun kontra aktiva tetap tersebut.

Ilustrasi pencatatan: Tanggal 31 Desember 2008 dalam neraca saldo terdapat akun Gedung dengan saldo sebesar Rp350.000.000,00. Misalnya pada akhir periode akuntansi diputuskan untuk menyusutkan nilai gedung sebesar 10%, sehingga besarnya beban penyusutan gedung yang ditetapkan pada periode tersebut sebesar Rp35.000.000,00 (=Rp350.000.000,00 x 10%), ayat jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:

6. Pemakaian perlengkapan Perlengkapan adalah barang yang dipergunakan untuk kegiatan perusahaan yang habis terpakai dalam jangka waktu satu tahun. Pada akhir periode akuntansi harus dihitung berapa perlengkapan yang sudah terpakai dan berapa perlengkapan yang masih tersisa.

Contoh akun perlengkapan adalah perlengkapan toko, perlengkapan kantor, dan sebagianya.
Pencatatan pemakaian perlengkapan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: a. sebagai harta (aktiva) b. sebagai beban

Ilustrasi pencatatan:

Tanggal 15 Mei 2008 dibeli perlengkapan kantor seharga Rp2.500.000,00 secara tunai. Pada akhir periode akuntansi tanggal 31 Desember 2008, perlengkapan yang masih tersisa sebesar Rp750.000,00. Jika dicatat sebagai harta (aktiva), ayat jurnal pada tanggal 15 Mei 2008 adalah:

Bagian perlengkapan yang sudah terpakai sebesar Rp1.750.000,00 (=Rp2.500.000,00 - Rp750.000,00) ditetapkan menjadi beban, ayat jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:

Jika dicatat sebagai beban, ayat jurnal pada tanggal 15 Mei 2008 adalah:

Bagian perlengkapan yang masih tersisa sebesar Rp750.000,00 belum menjadi beban, ayat jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah: