Anda di halaman 1dari 29

EDEMA

Ketua Sekretaris Anggota : Putri Shabrina Amalia : Putri Rachmawati : Putri Elinda Karina Putri Nurfadhilah Basari Putri Pratiwi Merdekawati Raza Nurul R Risa Apriliani Rizka Kurnia Gemilang Syafira Kusuma Wardhanie Yudha Kusuma Cahyadi :B9 (1102013235) (1102013234) (1102013231) (1102013232) (1102013233) (1102013245) (1102013252) (1102013253) (1102012287) (1102012313)

Kelompok

SKENARIO
EDEMA Seorang laki-laki, umur 60 tahun berobat ke dokter dengan keluhan perut membesar dan tungkai bawah bengkak sejak 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan adanya asites pada abdomen dan edema pada kedua tungkai bawah. Dokter menyatakan pasien mengalami kelebihan cairan tubuh. Pemeriksaan laboratorium: Kadar protein (albumin) di dalam plasma darah yang rendah 2,0 g/l (normal 3,5 g/l). Keadaan ini menunjukan adanya gangguan tekanan koloid osmotik dan tekanan hidrostatik di dalam kapiler darah.

SASARAN BELAJAR LI 1. Memahami dan menjelaskan sirkulasi kapiler darah 1.1. Definisi 1.2. Susunan sirkulasi darah 1.3. Fungsi sirkulasi 1.4. Mekanisme sirkulasi cairan tubuh LI 2. Memahami dan menjelaskan kelebihan cairan tubuh 2.1. Definisi 2.2. Faktor yang mempengaruhi 2.3. Penyebab dan pencegahan 2.4. Tekanan koloid osmotik dan tekanan hidrostatik 2.5. Gangguan keseimbangan cairan

LI 3. Memahami dan menjelaskan edema dan asites 3.1.1. Definisi 3.1.2. Klasifikasi 3.1.3. Penyebab 3.1.4. Gejala 3.1.5. Diagnosis 3.1.6. Komplikasi 3.1.7. Penanganan

Sirkulasi Darah Kapiler


Kapiler adalah tempat pertukaran anatara darah dan jaringan, memiliki percabangan yang luas sehingga terjangkau ke semua sel. Kapiler merupakan saluran mikroskopik untuk pertukaran nutrient dan zat sisa diantara darah dan jaringan. Dindingnya bersifat semipermeable untuk pertukaran berbagai substansi.

Susunan Sirkulasi Darah


Arteri

Arteriol
Venula

Vena

Fungsi
Fungsi kapiler adalah untuk pertukaran oksigen dan karbondioksida, nutrient, cairan, dan produk sampah antara darah dan cairan jaringan disekeliling sel.

Mekanisme Sirkulasi
Darah dari ventrikel kiri dipompakan ke seluruh tubuh melalui aorta, kemudian pembuluh darah Aorta bercabang-cabang menjadi arteri dan arteri bercabang lagi membentuk aeteriol/ arteri yang lebih kecil yang tersebar dan dapat mengakses ke seluruh sel tubuh kita. Selanjutnya darah dikembalikan ke jantung bagian kanan tepatnya ke serambi kanan)/ ventrikel dexter melalui vena cava, baik Vena cava superior (tubuh sebelah atas jantung ) maupun Vena

Mekanisme Sirkulasi
Sirkulasi darah antara jantung dan seluruh tubuh berjalan satu arah. Darah dari ventrikel kanan dialirkan ke paruparu kemudian kembali ke jantung dan diedarkan ke seluruh tubuh dari ventrikel kiri melalui aorta. Aorta akan bercabangcabang menjadi arteri, arteriola /pembuluh kapiler. Selanjutnya dikembalikan ke jantung melalui venulavena-vena cava (pembuluh balik).

Kelebihan Cairan Tubuh


Kelebihan cairan tubuh, disebut dengan istilah Overhidrasi. Hal ini terjadi karena berlebihannya cairan total tubuh kita atau secara relatif, berlebihnya cairan tubuh pada satu atau beberapa kompartemen cairannya. Overhidrasi terjadi jika asupan cairan lebih besar daripada pengeluaran cairan. Kelebihan cairan dalam tubuh menyebabkan konsentrasi natrium dalam aliran darah menjadi sangat kecil.

Faktor yang mempengaruhi


Umur Iklim Stress Diet Kondisi

Sakit

Penyebab dan Pencegahan


Penyebab Overhidrasi terjadi jika asupan cairan lebih besar daripada pengeluaran cairan. Pencegahan Minum sebanyak kurang dari 1 liter cairan/hari biasanya akan memperbaiki overhidrasi dalam beberapa hari.

Tekanan Koloid Osmotik dan Tekanan Hidrostatik


Hubungan antara tekanan osmotik dan tekanan hidrostatik dalam kapiler adalah pergerakan cairan antara kapiler dan jaringan tubuh terutama ditentukan oleh tekanan hidrostatik dan osmotik koloid (tekanan onkotik) yang terutama berasal dari protein darah.

Gangguan Keseimbangan Cairan (Terjadinya Edema Akibat Keseimbangan Aliran Darah)

Gagal jantung Gagal ginjal Obstruksi vena Sirosis hati Obstruksi limfatik (kanker sistem limfatik) Sindroma nefrotik

Edema
Edema adalah meningkatnya volume cairan ekstraseuler dan ekstravaskular (cairan interstitium) yang disertai dengan penimbunan cairan abnormal dalam sela-sela jaringan dan rongga serosa (jaringan ikat longgar dan ronggarongga badan). (wheda, 2010).

Klasifikasi Edema
Edema 1. Edema Lokal 2. Edema Generalisata 3. Edema Pitting 4. Edema Non-Pitting 5. Edema Idiopatik

Penyebab Terjadinya Edema


Penurunan konsentrasi protein plasma menyebabkan penurunan tekanan osmotic plasma Peningkatan permeabilitas dinding kapiler menyebabkan protein plasma yang keluar dari kapiler ke cairan interstisium disekitarnya lebih banyak. Peningkatan tekanan vena Penyumbatan pembuluh limfe menimbulkan edema

Gejala Edema
Distensi vena jugularis, peningkatan tekanan vena sentral Peningkatan tekanan darah, denyut nadi penuh, kuat Asites, Efusi pleura, Edema paru akut Penambahan berat badan secara cepat : penambahan 2% = kelebihan ringan, penambahan 5% = kelebihan sedang, penambahan 8% = kelebihan berat Hasil laboratorium: penurunan hematokrit, protein serum rendah, natrium serum normal, natrium urine rendah (<10 mEq/24 jam)

Diagnosis Edema
Bentuk

paru-paru seperti kodok, abdomen cembung dan sedikit tegang Variesis di dekat usus Shifting Dullness Variesis di dekat tungkai bawah Fluid Wave

Komplikasi Edema
Edema Paru

Edema Serebri

Penanganan
Pengobatan pada penyakit yang mendasar Tirah Baring Diet Restriksi cairan < 1500 ml/hari Diuretik

Asites
Asites adalah kelebihan cairan dalam ruang antara jaringan yang melapisi perut dan organ-organ perut (rongga peritoneal).

Klasifikasi Asites
Asites Eksudatif Asites Transudatif

Penyebab Terjadinya Asites


Kelainan di hati Sirosis, terutama yang disebabkan oleh alkoholisme Hepatitis alkoholik tanpa sirosis Hepatitis menahun Penyumbatan vena hepatic

Penyebab Terjadinya Asites


Kelainan diluar hati Gagal jantung Gagal ginjal, terutama sindroma nefrotik Perikarditis konstriktiva Karsinomatosis, dimana kanker menyebar ke rongga perut Berkurangnya aktivitas tiroid Peradangan pankreas

Gejala asites
Kehilangan nafsu makan Merasa mudah kenyang Kelelahan Mual Perut kembung Nyeri ulu hati Penurunan berat badan yang tidak diinginkan Pembengkakan kaki Sesak nafas

Diagnosis asites
Bentuk perut seperti perut kodok; abdomen cembung dan sedikit tegang karena banyaknya udara di dalam intestine yang telah mengalami dilatasi, dan umbilicus menonjol keluar Tekanan cairan peritoneum pada vena kafa inferior sehingga terbentuk kolateral dari umbilicus ke sekelilingnya secara radier (caput medusae) Striae abdominalis yang berwarna putih karena adanya regangan pada dinding perut Efusi pleura kanan (6%) karena adanya defek pada diafragma sehingga cairan asites dapat melalui kavum pleura

Komplikasi asites
Infeksi adalah komplikasi yang serius dari ascites. Hepatorenal syndrome adalah komplikasi yang jarang, namun serius dan berpotensi mematikan (angkaangka kelangsungan hidup rata-rata mencakup dari 2 minggu sampai kirakira 3 bulan) dari yang berhubungan dengan cirrhosis hati yang menjurus pada gagal ginjal yang progresif.

Penanganan
Diuretik

Antibiotik,
Diet

jika infeksi berkembang

Hindari

minum alkohol Paracentesis Tirah baring