Anda di halaman 1dari 14

BENARKAH TAQIYUDDIN AN NABHANI MASIH HIDUP?

Oleh : KH. M. Shiddiq Al Jawi

DPP Hizbut Tahrir Indonesia Januari 2013

TAQIYUDDIN NABHANI MASIH HIDUPKAH?

Ada orang yang menyindir bahwa Taqiyuddin Nabhani masih hidup, Karena mereka melihat kitab-kitab atas nama Taqiyuddin an Nabhani direvisi oleh orang lain (Amir HT) dengan tetap mencantumkan nama penulis asli, yaitu Taqiyuddin an Nabhani. Padahal Taqiyuddin an Nabhani sudah meninggal tahun 1977. Jadi, itu seolah-olah Taqiyuddin an Nabhani masih hidup.

TAQIYUDDIN NABHANI MASIH HIDUPKAH?

JAWABANNYA ADA 3 (TIGA) POIN SBB : PERTAMA, pada dasarnya memang benar, hak revisi (haq at tadiil) pada sebuah karya tulis, memang hanya milik penulisnya (shohibu al mushonnaf), bukan yang lain. Haram hukumnya, ada orang lain yang bukan penulisnya yang melakukan revisi atau koreksi atas suatu karya tulis, kemudian karya tulis itu tetap dinisbatkan kepada penulis aslinya.

(Ziyad Ghazal, Masyru Qanun Al Buyu fi Ad Daulah Al Islamiyyah, hlm. 127-128)

TAQIYUDDIN NABHANI MASIH HIDUPKAH?

Syaikh Ziyad Ghazal berkata : Revisi atas suatu karya tulis (al mushonnaf) oleh orang lain dan menisbatkan revisi itu kepada penulis aslinya, adalah termasuk kecurangan/ penipuan dan kebohongan, Padahal Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang menipu maka dia tidak termasuk golongan kami. (HR Muslim, no 164) (Ziyad Ghazal, Masyru Qanun Al Buyu fi Ad Daulah Al
Islamiyyah, hlm. 127-128).

TAQIYUDDIN NABHANI MASIH HIDUPKAH?

KEDUA, namun demikian, penulis asli boleh memberikan hak revisi itu kepada orang lain. Taqiyuddin An Nabhani sebagai Amir Hizbut Tahrir pertama, telah menetapkan aturan administrasi (qanun idari) yang memberikan hak adopsi (tabanni) atau revisi (tadiil) ide-ide Hizbut Tahrir kepada Amir Hizbut Tahrir, baik Amir Hizbut Tahrir-nya adalah beliau sendiri maupun orang lain setelah beliau. Kewenangan (shalahiyyah) Amir Hizbut Tahrir dalam hal tabanni dan tadiil ditegaskan dalam kitab Al Qanun Al Idari dan Al Milaf Al Idari.

TAQIYUDDIN NABHANI MASIH HIDUPKAH?

Syaikh M. Muhsin Radhi, menyatakan : Kewenangan tabanni (adopsi) dalam HT, termasuk revisi atau perubahan atas adopsi itu, juga kewenangan mengambil keputusankeputusan, hanya menjadi hak Amir Hizbut Tahrir saja, bukan yang lain.

Lihat Muhammad Muhsin Radhi, Hizbut Tahrir Tsaqafatuhu wa Manhajuhu fi Iqamati Daulah Al Khilafah Al Islamiyyah, hlm. 12.

TAQIYUDDIN NABHANI MASIH HIDUPKAH?

Dalam Al Qanun Al Idari, poin 3 pasal ke-9 mengenai wewenang Amir Hizbut Tahrir, disebutkan bahwa di antara wewenang Amir Hizbt Tahrir adalah :


Mengadopsi pendapat-pendapat, ide-ide, hukum-hukum, dan aturan-aturan administratif (idari). Lihat Muhammad Muhsin Radhi, Hizbut Tahrir Tsaqafatuhu wa Manhajuhu fi Iqamati Daulah Al Khilafah Al Islamiyyah, hlm. 12.

TAQIYUDDIN NABHANI MASIH HIDUPKAH?

Al Qanun Al Idari, poin C ( )pasal ke-17 disebutkan : Pemilik wewenang dalam revisi/koreksi (at tadiil) terhadap aturan ini adalah Amir Hizbut Tahrir. Lihat Muhammad Muhsin Radhi, Hizbut Tahrir Tsaqafatuhu wa Manhajuhu fi Iqamati Daulah Al Khilafah Al Islamiyyah, hlm. 12.
Dalam

TAQIYUDDIN NABHANI MASIH HIDUPKAH?

KETIGA, Taqiyuddin An Nabhani sendiri dalam Mafahim Hizbut Tahrir hlm. 68-69 juga menegaskan bahwa ide-ide HT yang berupa hukum syari harus tetap diteliti dan diperiksa oleh para syababnya, Karena kebenarannya tidaklah mutlak (beda dengan perkara Aqidah Islam), sebab dlm hukum syari dimungkinkan terjadi kesalahan. Maka revisi karya Taqiyuddin An Nabhani oleh Amir HT, adalah sah karena sesuai dengan amanat atau pesan Taqiyuddin An Nabhani sendiri.

TAQIYUDDIN NABHANI MASIH HIDUPKAH?

TAQIYUDDIN NABHANI MASIH HIDUPKAH?

Kata Syaikh Taqiyuddin An Nabhani : ...Sesungguhnya para pengemban dakwah menganggap pemahaman mereka [dalam hukum syari] dengan anggapan tersebut [ada kemungkinan salah], karena dakwah telah menanamkan pada jiwa pengembannya semangat menuju kesempurnaan, dan juga [dakwah] telah mewajibkan mereka untuk selalu memeriksa kebenaran dan meneliti apa saja yang mereka ketahui dan pahami, hingga mereka dapat membersihkan pemahaman tersebut...

TAQIYUDDIN NABHANI MASIH HIDUPKAH?


... dari apa-apa yang melekat yang bisa jadi merupakan sesuatu yang asing, serta menjauhkan diri dari sesuatu yang dengan mendekatinya akan membawa kemungkinan terlekatnya unsur asing itu atau menjadi bagian dari pemahaman mereka, Yang demikian itu agar pemahaman tetap shahih, agar pemikiran tetap mendalam, dan agar pemikiran tetap bersih dan murni... Lihat Taqiyuddin An Nabhani, Mafahim Hizbut Tahrir , hlm. 69.

TAQIYUDDIN NABHANI MASIH HIDUPKAH?

Kesimpulannya,

revisi karya Taqiyuddin An Nabhani oleh Amir HT, adalah sah dan tidak bertentangan dengan syariah karena sesuai dengan amanat atau pesan Taqiyuddin An Nabhani itu sendiri.

INSYA ALLAH WASSALAM