Anda di halaman 1dari 16

Wina Laili Maulida I 21111002

Metabolit Sekunder adalah senyawa metabolit yang tidak esensial bagi pertumbuhan organisme dan ditemukan dalam bentuk yang unik atau berbedabeda antara spesies yang satu dan lainnya. Berfungsi sebagai pelindung tumbuhan tersebut dari gangguan hama penyakit untuk tumbuhan itu sendiri atau lingkungannya

Jalur pembentukkan Metabolit sekunder: 1 Malonat asetat 2. Mevalonat asetat 3. Asam shikimat

Jalur pembentukkan Metabolit sekunder:

Jenis Metabolit sekunder


Alkaloid Terpenoid Senyawa fenolik

ALKALOID
Definisi:
Alkaloid: Alkali-like Senyawa (basa) organik yang mengandung atom N

yang berasal dari asam amino (dan memiliki aktivitas farmakologis dalam kadar rendah) Alkaloid merupakan senyawa yang mengandung atom nitrogen yang tersebar secara terbatas pada tumbuhan.

Keberadaan:
Terdapat tidak di semua famili tumbuhan
Monocotil: terbanyak di Liliaceae dan Amaryllidaceae Dicotil: terbanyak di Apocynaceae, Papaveraceae, Fabaceae Terdapat dalam jumlah sangat kecil (ppm) dalam

Catharanthus roseus sampai dengan 15% dalam kulit batang Cinchona ledgeriana

Dapat ditemui pada bakteri, algae, fungi dan lichen


Contoh: pyocyanin dari P. aeruginosa; ergolin dari Claviceps

Terdapat juga pada hewan: Bufo, salamander, arthropod

Fungsi bagi tanaman:


Rasa pahit: deterrent terhadap herbivora Bagian dari pertahanan tubuh terhadap infeksi

(fitoaleksin)

Pirimidin nukleotida dan tetrapirol esensial bagi

pertumbuhan dan perkembangan tanaman

Atraktan: betalain terdapat pada bunga dan buah;

beberapa alkaloid pirolizidin meniru feromon kupu2 alkaloid mencapai puncaknya pada akhir masa vegetasi tanaman (masa berbunga dan pembentukan biji)

Akumulasi di biji, untuk cadangan N (?), kandungan

Struktur Alkaloid dan klasifikasi


Alkaloid dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu: 2.1.Non heterosiklik atau alkaloid atipikal, kadang disebut juga proto-alkaloid atau amina biologikal

Heterosiklik atau alkaloid tipikal (Pseudo-alkaloid),

seperti: Pyrrole, Pyrrolidine , Pyrrolizidine, Pyridine, Piperidine, Tropane, Quinoline, Isoquinoline , Aporphine, Quinolizidine, Indole , Indolizidine, Imidazole , dan Purine

Alkaloid yang sudah dimurnikan dan dipakai dalam pengobatan moderen, misalnya ephidrin, codein, morphine, ergomitrine, pilocarpine, vincristine, hyocine, atropine, erythromycine dan lain-lain.

Sifat fisikokimiawi dan Stabilitas:


Bentuk basa tidak larut dalam air (larut dalam pelarut organik) BM 100-900 Memiliki titik lebur yang tajam, biasanya di bawah 200C Pengaruh pemanasan

Sebagian besar terdekomposisi, beberapa tersublimasi, contoh: kafein Pengaruh asam Asam kuat dalam keadaaan dingin/ asam lemah dengan pemanasan menyebabkan perubahan struktur kimia: a. Dehidrasi: morfin mjd apomorfin b. N atau O-Demetilasi: kinin, kodein, papaverin, narkotin c. Hidrolisis: Ester: kokain, atropin Glikosidik: solanin: solanidin + ramnosa + glukosa + galaktosa

Terpenoid
Terpenoid merupakan komponen-komponen

tumbuhan yang mempunyai bau dan dapat diisolasi dari bahan nabati dengan penyulingan (minyak atsiri) Secara umum biosintesa dari terpenoid dengan terjadinya 3 reaksi dasar yaitu : 1. pembentukan isopren aktif berasal dari asam asetat melalui asam mevalonat.

2. Penggabungan kepala dan ekor 2 unit isopren akan membentuk monoterpen, sesquiterpen, diterpen, sesterterpen dan politerpen 3. Penggabungan ekor dan ekor dari unit C15 atau C20 menghasilkan triterpenoid dan steroid

Pengelompokkan senyawa terpenoid


NO 1 JENIS SENYAWA Monoterpenoid JUMLAH ATOM KARBON 10

SUMBER Minyak Atsiri

2
3 4 5 6

Seskuiterpenoid
Diterpenoid Triterpenoid Tetraterpenoid Politerpenoid

15
20 30 40 40

Minyak Atsiri
Resin Pinus Damar Zat warna Karoten Karet alam

Senyawa Fenolik
Senyawa yang memiliki satu atau lebih gugus hidroksil yang menempel di cincin aromatik Variasi gugus yang mungkin tersubtitusi pada kerangka utamafenol menyebabkan kelompok fenolik memiliki banyak anggota Beberapa contoh dari senyawa fenolik yaitu: Flavonoid, lignan dan lignin,

TERIMA KASIH