Anda di halaman 1dari 17

Pengertian Ekonomi Makro

Ekonomi Makro mengupas perilaku perekonomian sebagai suatu keseluruhan (agregat) dan mengabaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh unit-unit individu.

Perbedaan Ekonomi Mikro dengan Ekonomi Makro


Analisis bersifat bagian-bagian / unit terkecil Titik berat analisis : cara mewujudkan efisiensi cara mencapai kepuasan Cakupan permasalahan : teori produksi biaya produksi perilaku konsumen perilaku produsen struktur pasar teori konsumsi teori distribusi elastisitas penawaran seorang konsumen penawaran seorang produsen
Analisis bersifat menyeluruh (agregat) Titik berat analisis : faktor yg menentukan tingkat kegiatan ekonomi suatu negara Masalah-masalah utama perekonomian Peran pemerintah mengatasi masalah ekonomi Cakupan permasalahan : Pendapatan Nasional pertumbuhan ekonomi inflasi kebijakan ekonomi pemerintah Neraca Pembayaran pengangguran Pendapatan per kapita permintaan seluruh konsumen penawaran seluruh produsen

Ketenagakerjaan di Indonesia merupakan masalah klasik Di satu sisi kelebihan angkatan kerja dan di sisi lain kesulitan mencari tenaga kerja yang trampil dan produktif Pengangguran menjadi beban tenaga kerja produktif Tingkat produksi menurun, pertumbuhan ekonomi melambat dan tingkat kesejahteraan masyarakat turun. Bila tingkat ketergantungan semakin besar akan berdampak persoalan sosial, politik, dan meningkatnya kriminalitas.

INFLASI
Suatu kondisi di mana menurunnya nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing Pengendalian inflasi penting agar tidak tinggi dan dalam kondisi stabil Inflasi yang tinggi berdampak : Pendapatan Riil masyarakat terus turun sehingga standar hidup turun Jika tingkat inflasi dalam negeri lebih tinggi dari negara lain, dampaknya: Tingkat suku bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif dan memberikan tekanan pada nilai mata uang dalam negeri Inflasi yang tidak stabil berdampak : Kondisi yang tidak pasti (uncertainty) bagi dunia usaha dalam mengambil keputusan. Pengalaman menunjukkan inflasi yang tidak stabil mengakibatkan masyarakat kesulitan dlm berkonsumsi, berinvestasi, dan berproduksi. Akibat selanjutnya menurunkan pertumbuhan ekonomi

NERACA PEMBAYARAN INTERNASIONAL (NPI)


Yang menjadi sorotan dalam NPI Neraca Transaksi Berjalan (current

account)
Neraca Transaksi Berjalan merupakan gabungan antara Neraca Perdagangan (ekspor impor) dan Neraca Jasa yang mencakup jasa faktor produksi dan

jasa non faktor produksi

Jika IMPOR > EKSPOR, maka neraca pembayaran bernilai DEFISIT

Jika EKSPOR > IMPOR, maka neraca pembayaran bernilai SURPLUS.

KURS
( Nilai Tukar Mata Uang )
Jika kurs tidak stabil, maka akan mengganggu roda perekonomian negara. Hal ini dikarenakan pelaku ekonomi kesulitan dalam mengambil keputusan ekonominya. Peristiwa (krisis moneter) tahun 1997 Th 1997 -> US $ 1 = Rp4.650,- => US $ 1 = Rp8.025,Th 1998 -> US $ 1 = Rp7.100,- => US $ 1 = Rp9.595,Th 2001 -> US $ 1 = Rp10.400,Coba hitung: jika pada tahun 1997 perusahaan mempunyai hutang US $ 100.000 yang jatuh tempo tahun 2001, berapa rupiah yang harus dia bayarkan? Dan hitung selisihnya.

Pertumbuhan Ekonomi
Suatu keadaan perekonomian yang menunjukkan adanya kenaikan (pertumbuhan) PDB (Produk Domestik Bruto) Pemerintah berusaha menciptakan iklim perekonomian yang prospektif untuk memacu pertumbuhan perekonomian Karena banyaknya masalah, maka mengakibatkan pertumbuhan ekonomi tidak optimal, diantaranya kombinasi produksi yang terbatas. Misalnya ingin menciptakan swa-sembada beras tetapi tidak didukung dengan produksi komoditas pengganti beras, akibatnya selalu kekurangan produksi beras

KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN


Besar pendapatan warga sama sekali tidak merata Kesenjangan sosial si kaya dan si miskin semakin jauh Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin

KEBIJAKAN PEMERINTAH
DALAM MENGATASI MASALAH PEREKONOMIAN

KEBIJAKAN FISKAL KEBIJAKAN MONETER KEBIJAKAN NON FISKAL & NON MONETER

KEBIJAKAN FISKAL
Kebijakan pemerintah yang dilakukan dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran negara dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluaran agregat dalam perekonomian

KEBIJAKAN MONETER
Kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat, merubah tingkat bunga, dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluaran agregat.

KEBIJAKAN LAIN
Selain dari kedua kebijakan di atas, pemerintah dapat melakukan kebijakan : a. Mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan b. mendorong peningkatan efisiensi c. mengembangkan infra struktur d. mengeluarkan peraturan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kondusif