Anda di halaman 1dari 46

Metode Sterilisasi Wanita

BAGIAN OBSTETRIK DAN GINEKOLOGI RSUD CIAWI PUTU REZA SP (406127060)

Epidemiologi
28% pasangan di US memilih metode kontrasepsi ini
Usia 35 44 tahun dilaporkan yang paling sering memilih

metode ini

Klasifikasi
Puerperalis
dilakukan bersamaan saat SC atau pervaginam

Nonpuerperalis (interval sterilization)


melalui laparoskopi, minilaparotomy

Sterilisasi Tuba Puerperalis


Beberapa ahli menyukai tindakan segera dilakukan segera

setelah pelahiran, sebagian ahli menunggu 12- 24 jam (Bucklin dan Smith, 1999)
Teknik yang paling sering dipakai
Parkland, pomeroy

Teknik uchida dan irving atau fimbriektomi kroener jarang

diginakan karena peningkatan diseksi, waktu oprasi dan kemungkinan cidera mesosalpinx

Sterilisasi Tuba Nonpuerperalis


Teknik sterilisasi dengan modifikasi, pada dasranya :
1. 2.

3.

Ligasi dan reseksi pada laparotomi Penggunaan cincin, klip atau sisipan permanen ke tuba melalui laparoskopi ata histeroskopi (oklusi mekanik) Elektrokoagulasi segmen tuba melalui laparoskopi

Teknik Tuba Fallopian Sterilisasi


Pomeroy
Kroner / Fimbriaectomy Hulka clip Wheeles / Electrocoagulation Falope ring / Yoon ring Parkland Irving Uchida

Pomeroy

introduced in 1930, involves taking a section of Fallopian tube, tying

the base of the tube with a synthetic absorbable suture, and excising a knuckle of tube for pathologic confirmation that a tubal sterilization operation has been performed. rate is in the range of 4/1000, and most failures probably occur through recanalization of the tube.

It is a traditional and effective method of female sterilization. Its failure

Step 1
Pasien dalam posisi supine, dan abdomen dibuka dengan insisi transverse atau midline. Tuba fallopi difiksasi dengan Babcock clamp dan diangkat

Step 2
Segmen dari tuba fallopi diligasi dengan 0 synthetic absorbable suture

Step 3
Setelah di ligasi, bagian tuba fallopi yang telah diligasi digunting

Kroner / Fimbriectomy

The Kroner operation, introduced in 1935, removes the

fimbriae from the Fallopian tube. The stump of the ampullar portion of the Fallopian tube is tied, and the fimbriae are removed.

Hulka Clip

Introduced in 1972, involves the placing of a locking Silastic

metallic clip across the Fallopian tube.


This technique is least destructible of the Fallopian tube and

gives the best results for reanastomosis if the patient changes her mind.

Step 1
Dengan clip applier diarahkan ke tuba falopi, 2-3 mL 1% Xylocaine solution disemprotkan melalui clip apllier ke tuba falopi untuk anesthesi lokal.

Step 2
Clip dibuka dengan mengaktivkan retractor pada bagian ujung clip applier. Cara yang sama digunakan untuk menutup dan mengunci clip pada posisinya .

Step 3
Clip telah terpasang di tuba falopi. Dilepas melalui clip applier ketika shaft ditarik pada posisi tertentu. Prosedur yang sama dilakukan pada tuba yang satu. Insisi ditutup dengan single 3-0 synthetic absorbable suture.

Wheeles / Electrocoagulation

In 1970, the technique of laparoscopic electrocoagulation was

popularized. Various modifications to the technique have been made, e.g, bipolar, unipolar, but there have been few differences in results.
The salient feature of this technique is that it provides thorough

coagulation of the tube so that a section of evulsed tube will not have bleeding from the proximal or distal end of the remaining tube nor the bed of the mesosalpinx.

Step 1
Tuba difiksasi pada ischemial portion sekitar 3 cm dari cornua

Step 2
Tuba diangkat dan diletakan pada posisi yang bebas dari kontak dengan usus atau vesika urinaria

Step 3
Forcep electrocoagulation dicek untuk dipastikan bahwa insulator terlihat jelas dan metal grasping jaws dari coagulation forceps tidak kontak dengan laparoscope atau trocar sleeve
Listrik di alirkan. Luka bakar menyebar ke area sekitar (3-4cm) sekitar tuba dan 2cm ke mesosalpinx

Step 4
Pada step ini, tuba dilepaskan dari mesosalpinx dan dari bagian proksimal dan distal tuba.

Step 5
Care should be taken to ensure that insulation is showing through the laparoscope at all times. It is a mistake for the metal of the grasping forceps to make contact with the metal end of the laparoscope. This may allow the electrothermal energy to flow up the shaft of the laparoscope and may produce a burn of the intestine higher in the abdomen.

Falope ring / Yoon ring

The Falope ring, introduced by In-Bae Yoon, M.D. in 1974, is a

simple, inexpensive technique in which a Silastic band is placed around a knuckle of Fallopian tube. The knuckle is not excised as in the Pomeroy technique. The Silastic band stays in place and creates the obstruction.

Step 1
Uterus diopsisikan antefleksi. Setelah tuba terlihat kemudian di fiksasi dengan tong silastic band instrument, yang sebelumnya sudah dipasang falope ring.

Step 2
Fallopian tube ditarik kedalam Silastic band applicator, dan kemudian Falope ring didorong dengan applicator

Step 3
Kemudian tong dilepaskan dari tuba

Step 4
Bila Silastic band sterilization dilakukan dengan two-incision technique, the second-incision instrument dimasukan sesuai gambar, dengan Laparoscopy Technique Silastic band applicator dimasukan melalui second-incision

Step 5
The Fallopian tube is again located, and the second-incision Silastic band applicator is used to draw the Fallopian tube into the applicator and push the Silastic band over a knuckle of Fallopian tube.

Step 6
Setelah tindakan, baik one-incision atau two-incision technique, pelvic area diinspeksi untuk melihat apakah band kedua tuba telah terpasang adekuat dan memastikan tidak ada perdarahan

Step 7
Instruments dikeluarkan, dan insisi ditutup dengan single 3-0 synthetic absorbable suture.

Parkland Irving
Parkland
The Parkland technique is a midsegmental resection similar to

the Pomeroy technique, except each leg of the loop is tied separately. Was designed to avoid the intimate approximation of the tubal cut ends, as occurs with the Pomeroy technique, thereby theoretically reducing the risk of subsequent recanalization.

Parkland

Step 1
Abdomen dibukan dengan transverse atau lower midline incision. Tuba falopi difiksasi menggunakan Allis atau Babcock clamp. Smal Halsted hemostat digunakan untuk membuka mesosalpinx.

Step 2
2-0 synthetic absorbable sutures dimasukan melalui celah yang ada

Step 3
Benang diikat, dan segmen tuba falopi dipotong dan diangkat. Ikatan pada segmen distal dari tuba bagian proximal dipasang benang dengan 2 French eye needles.

Step 4
Mosquito hemostat digunakan untuk membuka celah sebesar 6mm pada dinding posterior uterus di cornual region.

Step 5
French eye needles dimasukan melalui celah tadi, satu persatu, dan benang diikat, kemudian menarik bagian proksimal tuba kedalam celah tersebut.

Step 6
Tindakan operasi memperlihatkan kedua bagian proximal tuba masuk kedalam myometrium. Bagian distal tuba diligasi dan diletakan pada tempatnya.

Uchida
In the 1940s, Dr. Hajime Uchida described his method of

permanent tubal sterilization

Step 1
Abdomen dibuka dengan insisi transverse seperti pada minilaparotomy technique. Tuba falopi difiksasi menggunakan Babcock clamp dan diangkat ke daerah insisi Lapisan serosal yang menutupi tuba diinjeksi dengan saline solution. Longitudinal incision dibuat diatas lapisan serosa yang telah diinjeksi dengan saline solution.

Step 2
Tuba falopi di diseksi keluar dan dipisahkan. Segmen distal dari bagian proksimal tuba diletakan didalam dan kemudian ditutup dengan 3/0 synthetic absorbable sutures.

Step 3
Segmen proksimal dari bagian distal tuba diangkat melalui lapisan serosal yang terbuka.

Step 4
Insisi ditutup dengan segmen proksimal dari bagian distal tuba diangkat.

Step 5
Lapisan serosa ditutup dengan 3/0 synthetic absorbable sutures.

References
Williams Obstetrics 23rd ed
Current Diagnosis & Treatment Obstetrics and Gynecology

11th ed
www.atlasofpelvicsurgery.com/6FallopianTubesandOvaries/c

hapter6index.html