Anda di halaman 1dari 10

Oleh: FENI J C FINA (9103011012) ALOSIUS WANDIKBO (9103012010) BASELISA THENDENS (9103012030) AGUSTINA INA B MAKING (9103012035)

definisi

Fraktur colles adalah patah transvers dari ujung bawah radius, kira-kira dua setengah sentimeter di atas pergelangan, umumnya pada orang berusia tua bila jatuh dia atas tangan yang terenggang, maka ligamennya tertarik dan sobek sedangkan prosesus stiloideus dari ulna bias fraktur. (Evelyn Pearce, 2005).

a. Tipe IA : Fraktur radius ekstra artikuler Tipe IB : Fraktur radius dan ulna ekstra artikuler b. Tipe IIA : Fraktur radius distal yang mengenai sendi radiokarpal Tipe IIB : Fraktur radius distal dan ulna yang mengenai sendi radiokarpal c. Tipe IIIA : Fraktur radius distal yang mengenai sendi radioulnar Tipe IIIB : Fraktur radius distal dan ulna yang mengenai sendi radioulnar d. Tipe IVA : Fraktur radius distal yang mengenai sendi radiokarpal dan sendi radioulnar Tipe IVB : Fraktur radius distal dan ulna yang mengenai sendi radiokarpal dan sendi radioulnar

Fraktur colles terjadi karena adanya trauma langsung akibat posisi tangan yang hiperekstensi saat terjatuh. Namun ada beberapa faktor resiko yang dapat menjadi permulaan terjadinya frakur colles, seperti : - usia lanjut - postmenopause - massa otot rendah - osteoporosis - kurang gizi - malabsorpsi kalsium

Fraktur colles sering terjadi pada anak-anak dan orang tua. Dimana tulang masih lunak dan menjadi lebih kropos sehingga mudah mengalami fraktur. Biasanya penderita jatuh terpeleset sedang tangan berusaha menahan badan dalam posisi terbuka dan pronasi. Gaya akan diteruskan ke daerah metafisis radius distal yang akan menyebabkan patah radius 1/3 distal di mana garis patah berjarak 2 cm dari permukaan persendian pergelangan tangan. Fragmen bagian distal radius terjadi dislokasi ke arah dorsal, radial dan supinasi.

Gerakan ke arah radial sering menyebabkan fraktur avulsi dari prosesus styloideus ulna, sedangkan dislokasi bagian distal ke dorsal dan gerakan ke arah radial menyebabkan subluksasi sendi radioulnar distal. cedera tungkai atas adalah kekakuan, terutama bahu tetapi kadang-kadang siku atau tangan.

Trauma yang menyebabkan fraktur di daerah pergelangan tangan biasanya merupakan trauma langsung, yaitu jatuh pada permukaan tangan sebelah volar atau dorsal. Jatuh pada permukaan tangan sebelah volar menyebabkan dislokasi fragmen fraktur sebelah distal ke arah dorsal. Dislokasi ini menyebabkan bentuk lengan bawah dan tangan bila dilihat dari samping menyerupai garpu.

- Nyeri pada pergelangan tangan (adanya spasme otot, tekanan dari patahan tulang atau kerusakan jaringan sekitarnya.) - Edema pergelangan tangan (akibat cairan serosa yang terlokalisir pada daerah fraktur dan extravasi daerah di jaringan sekitarnya) - Memar / ekimosis. - Terdapat deformitas diatas pergelangan tangan. - Tidak dapat memegang benda-benda yang tidak berat

A. Biokimiawi Kalsium, fosfat dan alkali fosfatase serum serta kalsium urin normal (alkali fosfatase bisa meningkat setelah fraktur)

B. Radiologi Rontgen lateral vetebral, lumbal dan dorsal bisa tampak bentuk baji atau deformitas konkras pada korpus vetebra bisa terjadi ruptur diskus kedalam korpus vetebra (nodus schmorl) hilangnya densitas tulang bisa tampak jelas namin evaluasi masa tulang berdasarkan radiologis tidak bisa di andalkan. Osteopenia yang tegas pada rongen merupakan tanda hilangya tulang yang lanjud

- Terapi awal : a. Posisikan tangan yang fraktur pada posisi normal istirahat. b. Letakkan belat kaku di sisi bawah dari tempat fraktur untuk mencegah pergerakan yang banyak. c. Gunakan es untuk mengurangi bengkak. d. Bawa ke emergency. -Surgikal : a. Jika fraktur tidak bergeser, fraktur dibebat dalam slab gips yang dibalut disekitar dorsum lengan bawah dan pergelangan tangan dan dibalut kuat dalam posisinya. b.Fraktur yang bergeser harus direduksi dibawah anestesi. Dipasang gips dorsal membentang tepat di bawah siku sampai leher metacarpal dan 2/3 dari pergelangan tangan itu.