Anda di halaman 1dari 13

Kenapa Kulitku Gatal-Gatal?

Kelompok 7

1. Apa yang terjadi pada pasien tersebut ?


Pada kunjungan pertama, pasien menderita abses periodontal (infeksi pada jaringan periodontal) dan terkena infeksi oportunistik ( disebabkan mikroorganisme, bisa terserang karena imun tubuh yang turun. ) Pada kunjungan kedua, pasien menderita Hipersensitivitas tipe I ( tipe Anafilaksis ) yang ditandai dengan adanya gejala klinis seperti gatal-gatal pada seluruh kulut dan bengkak pada bibir. Hal ini bisa terjadi mungkin karena pasien alergi terhadap antibiotik dan anti-inflamasi yang diberikan.

2. Jelaskan mekanisme terjadinya kasus tersebut !


Pajanan pertama dari obat tidak menimbulkan reaksi. Tetapi ketika dilakukan pemberian kembali obat yang sama, maka obat tersebut akan dianggap sebagai antigen yang akan merangsang pelepasan bermacammacam mediator seperti histamin, serotonin, dan sitokinin.

Mekanismen ya:
Antigen mengaktifkan Th2 Sel Th2 merangsang sel B berkembang menjadi sel plasma yang memproduksi IgE. Molekul IgE di ikat oleh FceR1 pada sel mast dan basofil. Pajanan kedua dengan alergen menimbulkan ikatan silang antara antigen IgE yang di ikat sel mast melepaskan mediator farmakologis aktif kontraksi otot polos, meningkatkan permeabilitas vaskular dan vasodilatasi, kerusakan jaringan dan anafilaksis

Terjadinya hipersensitivitas tipe 1 terdiri dari 3 fase yaitu : Fase sensitisasi : pembentukan IgE kemudian pengikatan pada reseptor sel mast & basofil Fase aktivasi : pajanan ulang dengan Ag spesifik dan aktivasi sel mast melepaskan mediator Fase efektor : respon anafilaktik

3. Jelaskan jenis-jenis tipe hipersensitivitas !


Reaksi tipe I yang disebut juga reaksi cepat / reaksi anafilaksis / reaksi alergi yang timbul segera setelah tubuh terpajan dengan alergen. Pada reaksi tipe I, alergen yang masuk ke dalam tubuh menimbulkan respon imun berupa produksi IgE dan penyakit alergi seperti asma, urtikaria, edema Reaksi tipe II / reaksi sitotoksik terjadi karena dibentuk antibodi jenis IgG atau IgM terhadap antigen yang merupakan bagian dari sel penjamu. Contoh : Anemia

Reaksi tipe III disebut juga reaksi kompleks imun, terjadi bila kompleks antigen-antibodi ditemukan dalam sirkulasi/pembuluh darah atau jaringan dan mengaktifkan komplemen. Contoh : Penyakit lupus Reaksi tipe IV diperantarai oleh Tlymphocyte (T-cell). Antibodi dan komplemen tidak terlibat pada tipe ini dan merupakan reaksi reaksi hipersensitivitas tipe lambat. Contoh : dermatitis kontak

4. Jelaskan flora normal yang ada pada rongga mulut sehat !


Flora normal adalah suatu populasi mikroorganisme yang menghuni pada permukaan kulit dan membran mukosa seorang manusia yang sehat dan normal.
Bakteri yang mendominasi Flora normal rongga mulut antara lain Streptococcus viridans, S. mitis, S. mutans, Staphylococcus, Lactobacillus, Actinomyces, Neisseria, Veillonella Jamur dominan sebagai flora normal rongga mulut yaitu Candida Albicans. Jika terjadi gangguan, maka akan menjadi

Tidak semua flora normal menguntungkan. Flora normal bisa menjadi patogen karena faktor predisposisi seperti : sisa makanan menimbulkan asam mineralisasi enamel karies

5. Jelaskan hubungan host dan terjadinya infeksi !


Terjadinya infeksi bergantung dari 3 faktor yaitu antara host, agent, dan lingkungan. Infeksi bisa terjadi karena ketidakseimbangan antara agent dan host.

Jika host memang rentan terhadap patogen , maka sedikit saja terpajan dengan mikroorganisme, akan langsung terjadi infeksi. Tetapi jika host memiliki imunitas yang baik maka akan tidak mudah terkena infeksi. Beberapa faktor kerentanan host terhadap infeksi : keturunan, stress, nutrisi, usia, dll

6. Apakah ada hubungan infeksi karena bakteri (flora normal) pada kasus tersebut ?
Ada hubungan, karena baik S. sanguins maupun S. mutans yang merupakan flora normal rongga mulut menghasilkan polisakaride ekstraselular yang disebut dekstrans yang bekerja seperti perekat, mengikat sel-sel bakteri menjadi satu dan juga melekatkan mereka pada permukaan gigi. Jika tidak rajin dibersihkan, maka bakteri akan tertahan di dalam celah-celah gusi, atau di dalam lubang dan retakan gigi. Hal ini lama kelamaan akan menyebabkan plak, dan pada akhirnya dapat terjadi infeksi (abses akut).

7. Bagaimana mencegah agar kasus tersebut tidak berulang kembali ?


Dokter seharusnya menerapkan sacred seven pada pasien: yaitu menanyakan nama, umur, jenis kelamin, penyakit terdahulu, dsb. Dari situ bisa ditentukan apa tindakan selanjutnya yang bisa diambil.

Terima Kasih