Anda di halaman 1dari 17

PROPELLER ( BALING BALING )

SEJARAH Penggerak Kapal


287 212 SM yang mana seorang Archimedes menemukan piranti Untuk memindahkan air dari Danau ke saluran irigasi pertanian Syiracuse di Sicily. Alat ini kemudian dikenal dengan sebutan Archimedean Screw Pumps.

Kemudian di Abad ke XV-an, seorang bernama Leonardo da Vinci (1452-1519) telah membuat sketsa teknis tentang prinsip-prinsip ulir (screw principle). Di tahun 1661, Toogood dan Hayes dari Britain telah mematenkan (claimed patent) temuannya, prinsip screw menggunakan (Archimedean screws) sebagai propeller.

Selanjutnya, seorang ahli fisika dari Inggris Hooke di tahun 1680 menyarankan untuk menggunakan Archimedean screw pada sistem penggerak kapal

PENGERTIAN
baling baling kapal atau propeller merupakan suatu alat mekanik untuk menghasikan gaya dorong kapal, gaya dorong atau putaran pada baling baling kapal atau propeller kapal di hasilkan ditransmisikan dari Poros propeller yang berasal dari main engine yang ada di Kamar mesin kapal.

JENIS - JENIS

Propeller Biasa

Fixed Pitch Propeller Controllable Pitch Propeller Integrated Propeller & Rudder

Contra-rotating propellers Overlapping Propellers Azzimuth thrusters / Ducted Propeller Electrical pods Waterjets Voith Schneider Propeller

Propeller Biasa

Fixed pitch propeller


Propeller dengan pitch tetap (fixed pitch propeller) Propeller dengan langkah tetap (fixedpitchpro-peller) biasa digunakan untuk kapal besar dengan rpm relatif rendah dan torsi yang dihasilkan tinggi, pemakaian bahan bakar lebih ekonomis, noise atau getaran minimal, dan ka-vitasi minimal, biasanya di desain secara individual sehingga memiliki karakteristik khusus untuk kapal tertentu akan memiliki nilai effisiensi optimum.

Propeller Biasa

Controllable Pitch Propeller


controllable pitch propeller merupakan balingbaling kapal dengan langkah daun pro pellernya dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan misal untuk rpm rendah biasa digu-nakan pitch yang besar dan rpm tinggi digunakan pitch yang pendek, atau dapat digunakan untuk mendorong kedepan dan menarik kapal mundur ke belakang, sehingga hal ini dapat menciptakan pemakaian bahan bakar seefektif mungkin.

Pitch adalah jarak aksial yang ditempuh/diambil oleh propeler pada satu kali putaran penuh (3600). Pada prinsipnya,pengertian pitch pada propeler,jika di-analogikan akan sama dengan gear pada mobil.

Propeller Biasa

Integrated Propeller & Rudder


Propeller yang terintegrasi dengan rudder, IPR merupakan propeller yang hubnya dihubungkan dengan rudder, ini adalah pengembangan terbaru dari propulsi kapal. Kondisi ini menyebabkan arus air dari propeller yang melewati rudder akan memberikan peningkatan pengendalian dan pengaturan rudder, sehingga di peroleh penurunan pemakaian bahan bakar.

Contra-Rotating Propellers
Baling-baling jenis ini mempunyai dua coaxial propellers yang dipasang dalam satu sumbu poros, secara tersusun satu didepan yang lainnya dan berputar saling berlawanan arah.

Overlapping Propellers
Konsep dari baling-baling ini adalah dua propeller tidak dipasang/diikat secara coaxially, tapi masingmasing propeller memiliki sumbu poros pada sistem perporosan yang terpisah. Sistem ini dalam prakteknya, adalah sangat jarang diaplikasikan.

Azzimuth Thrusters / Ducted Propeller


Baling-baling Ducted terdiri dari dua komponen, yaitu : Saluran pipa (Duct) berbentuk seperti gelang yangmana mempunyai potongan melintang berbentuk aerofoil, dan Baling-baling Keberadaan saluran pipa (duct) akan mengurangi gaya gaya tekanan yang Menginduced pada lambung kapal. Baling-baling jenis ini dikenal dengan sebutan Kort Nozzles Efisiensi Baling-Baling ditingkatkan tergantung atas beban baling-baling.

Electrical pods

Penggunaan propulsi motor listrik mulai dari 5 sampai dengan 25 Mwatt, mengantikan penggu-naan propeller dengan poros dan rudder kon-vensional. Teknologi Pod, memungkinkan untuk menenpatkan propeller pada daerah aliran air yang optimal (hydrodynamically optimised). Pod propeller diadopsi dari Azimuth Propeller, dengan menempatkan electro motor di dalam pod diluar dari badan kapal.

Water Jets
Prinsip operasi dari waterjet, air dihisap melalui sistem ducting oleh internal pump yang mana terjadi penambahan energi pada air. Kemudian, air tersebut di semprotkan ke belakang dengan kecepatan yang tinggi. Gaya dorong (Thrust) yang dihasilkan merupakan hasil dari penambahan momentum yang diberikan ke air. Sistem lebih disukai untuk suatu baling-baling konvensional.

Voith Schneider Propeller / Cycloidal Propeller


Voith Schneider Propeller merupakan bentuk propulsi kapal dengan menggunakan daun vertikal yang diputar seperti disk, dimana setiap daun dapat menghasilkan daya dorong pada kapal. Sistem ini bekerja mirip pengendali langkah baling-baling helicopter (colective pitch control). Roda gigi dalam mekanisasi propulsi ini, saat berputar dapat merubah sudut serang dari tiap daun propeller (berbetuk hydrofoil) sehingga tiap daun balingbaling akan menghasilkan daya dorong (thrust) pada berbagai arah, menyebab-kan kapal tidak butuh rudder lagi.

KERUGIAN DARI MENGGUNAKAN BALING-BALING ( PROPELLER )

Poros baling-baling memiliki bantalan dan seal yang dapat menimbulkan kerugian akibat gesekan yang terjadi. Tidak semua gaya dorong yang dihasilkan baling-baling terpakai untuk mendorong. Tidak semua energi yang dihasilkan bahan bakar menjadi daya pada poros utama. Terjadinya kavitasi (terbentuknya gelembung uap air) yang dapat mengganggu kinerja baling-baling. Kavitasi dapat menyebabkan terdistorsinya gaya dorong yang digerakkan oleh baling-baling. Dalam jangka waktu lama, kavitasi juga akan merusak baling-baling.