Anda di halaman 1dari 10

CARA PENULISAN VISUM ET REPERTUM

Secara Umum:
1. Membuat tulisan formal dan resmi 2. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar 3. Berdasarkan urutan anatomi visum et repertum:
1. 2. 3. 4. Projustitia Pendahuluan Kesimpulan Penutup

4. Tidak boleh ada singkatan 5. Hindari bahasa medis/latin

Secara Khusus:
6. Format :
Kertas A4/kertas folio Left margin=3, right margin=2,8, top margin=3, bottom margin=2,8. Jenis font arial narrow/arial/times new roman. Ukuran font arial narrow=12, arial=10, times new roman=12 Jenis paragraf rata kanan kiri Pada setiap akhir kalimat diakhiri dengan titik dan garis putus-putus

Pada setiap halaman di pojok kanan atas adalah nomor surat visum et repertum Dibawah nomor surat adalah nomor halaman dari jumlah halaman Pada pojok kanan bawah adalah kata sambung ke halaman berikutnya,
Dituliskan : /+2kalimat+3 titik Contoh : /orang ini

Penomeran menggunakan urutan penomeran resmi. Diketik menggunakan komputer

Pada kop surat di pojok kiri atas tanggal visum ada di bawah/sejajar garis kop surat (Right Margin) Tanggal dikosongkan (tanggal diisi saat penandatanganan pemeriksa VER) Di bawah kop surat terdapat kata PRO JUSTITIA(Font 13) Di bawahnya ada Nomor Di bawahnya ada Lampiran Di bawahnya ada Perihal

Isi dari Kesimpulan Korban Mati


1. Unsur identifikasi: parameter minimal 2 (jenis kelamin dan perkiraan umur) 2. Jenis luka: di regio mana yang ditemukan 3. Interpretasi jenis kekerasan 4. COD atau sebab mati 5. MOD 6. ETOD 7. MaOD 8. Lain-lain

Pada emeriksaan luar patologi tidak boleh disebutkan sebab matinya MaOD adalah lebih pada terminologi kewenangan penyidik Jika tidak yakin, jangan menulis dalam kesimpulan Tidak boleh ada kata-kata atau kalimat yang sumir/ngambang. Misal: kemungkinan, diperkirakan)dalam penentuan sebab mati

Nomor 1 sampai 4 wajib pada Pemeriksaan Luar dengan catatan bahwa PL tidak dapat ditentukan sebab matinya Pada Pemerksaan Dalam nomor 1 sampai 8boleh disebutkan Nomor 6 dan 7 jika tidak yakin tidak peru ditulis

Sebab mati (COD) adalah kondisi awal yang memicu rantai kejadian peristiwa gangguan patofisiologi/biokimiawi tubuh sehingga menyebabkan kematian. MOD (mekanisme kematian) adalah merupakan kausa akhir, gangguan patofisiologi atau biokimiawi tubuh yang diakibatkan dari sebab kematian dan merupakan kondisi akhir dari suatu peristiwa gangguan patofisiologi/biokimia.

Isi Kesimpulan dari VER korban Hidup


1. 2. 3. 4. 5. Unsur identifikasi Jenis luka yang ditemukan di regio mana Interpretasijenis kekerasan Derajat luka Lain-lain