Anda di halaman 1dari 27

GIZI PADA LANSIA

Departemen Gizi FK USU

usila : fase lanjut atau fase akhir perjalanan makhluk hidup pada usila terjadi proses menua (regresi) fisik, mental & sosial proses menua mempunyai 3 sifat penting : - universalisme - bertahap - degenerasi & kegagalan

Proses normal, mulai dari konsepsi kematian Periode pertumbuhan : proses anabolisme > katabolisme Setelah tercapai physiologic maturity : katabolisme > anabolisme loss of cells efisiensi dan ggn fungsi organ

USIA LANJUT
batasan berubah - ubah

terjadi : perubahan biologis / homeostatik penurunan fungsi organ multipatologi disabilitas fisik, mental & sosial

WHO menyusun kriteria usia manusia, ada 4:

1. Middle age (separuh baya ) 45 59 thn


2. Elderly (wreda utama ) 60 74 thn 3. Old ( wreda prawasana ) 4. > 90 thn

Genetik dan makanan merupakan faktor penting dalam menentukan usia.

Gejala ketuaan disebabkan : 1. Menipisnya lemak

2. Kulit menjadi longgar


3. Keriput (+)

PERUBAHAN NUTRITION RELATED SYSTEM PADA LANSIA

1. SENSORY
rasa, bau, pendengaran, penglihatan, sentuh atrofi papil mulai usia 50 tahun sensitivitas terhadap manis & asin rangsang rasa & bau perubahan metab ( saliva, asam lambung, pankreas) - dengar & lihat asupan mak ok selera

2. ORAL HEALTH STATUS


Xerostomia mempengaruhi asupan makanan Sulit mengunyah dan menelan periodontal disease masalah mengunyah gigi-geligi hanya 60% usia > 65 thn yang giginya baik Edentulous & penggunaan protese gigi - kurang efisien dibanding yang asli - asupan daging, buah segar & sayur - asupan energi, Fe & vitamin tdk adekuat

3. GASTROINTESTINAL

Laktase faktor risiko untuk osteoporosis nafsu makan anoreksia obat-obatan (anti hipertensi) xerostomia Sintesis kalsitriol abs Ca

hypochlorhidria :
- ok sel parietal - abs Ca, vit B12 & non heme iron - bacterial overgrowth

Konstipasi, sering ok :
asupan <<, kurang serat, kurang cairan, kurang OR

4. METABOLIK - toleransi glukosa KGD 1,5 g/dl/dec


- REE 20% antara usia 30 - 90 tahun, ok perubahan komposisi tubuh, aktivitas <<

5. CV
- elastisitas BV - resistensi perifer tekanan darah

6. Ginjal - fungsi 50% pada usia 30 - 80 thn - defisiensi fungsi ginjal (+) pd 75% lansia - chronic protein overnutrition geriatric nephropathy 7. Musculoskeletal - lean body mass , fat mass ok akt fisik dan faktor hormonal - densitas tulang sering osteoporosis

Fat 14% Fat 30%

Water 61% Water 53&

Cell solids 19% Cell solid 12%


Bone mineral 6% Bone mineral 5%

NHANES III lansia berisiko malnutrisi, ok


penyakit yang diderita disabilitas fisik kerusakan gigi / mulut polifarmasi isolasi sosial masalah keuangan gangguan mental

Kehilangan BB > 40% biasanya biasanya dihubungkan dgn besar


nya resiko mortalitas. Kl lansia mendpt diet khusus ( TPN/ TF) 0.5kg/mg, kl lbh artinya retensi cairan (+) pe(+) BB hrs

Tinggi Badan.
Penyebab: 1. pemendekan kolumna vertebralis 2. Berkurangnya massa tulang (12%) pd pria & 25% pd wanita) 3. Osteoporosis (menurunnya densitas tulang) 4. Kifosis (ggn curvatura dr col.vertebralis).

KEBUTUHAN NUTRISI LANSIA


ENERGI
- kebut E dengan usia BMR & akt fisik - AKG Indonesia 1998 : 2200 kal/hr 1850 kal /hr - USDA Food Consumption Surv & NHANES I/II konsumsi lansia 2/3 RDA

nutritional risk

PROTEIN
- protein tubuh lansia 60 - 70% dewasa muda cadangan << - 1,0 1,25 g/kgBB - kebut P tgt berat & lamanya penyakit - stres fisik & psikologis dapat meny balans N (-)

KARBOHIDRAT
- toleransi glukosa lebih peka thd temporary hypoglicemia atau hyperglicemia - sekresi laktase intoleransi laktosa modifikasi diet (free / low lactose)

- tingkatkan konsumsi KH kompleks, serat dan batasi asupan gula

Serat hrs cukup( 27 =- 40 g/hr), kl >> akan

mengurangi pemasukan zat zat penting.


Suplemen, masih merupakan tanda tanya ,

kebanyakan hanya berorientasi pasar

LIPID
- tidak > 30% total kalori - batasi lemak jenuh, pilih PUFA atau MUFA

MINERAL
- Ca : 1200 mg/hr > 51 tahun - Zn : 15 mg/hr, 12 mg/hr - Na : 2 4 g/hr

VITAMIN - sering hipervitaminosis kronik ok suplemen - risiko def vit D ok : asupan tidak adequat kurang sinar matahari

CAIRAN
- dehidrasi ggn keseimbangan cairan & elektr - ok : - sensasi haus - asupan cairan - diare - demam - kebutuhan cairan tgt pada tingkat aktivitas dan insensible water loss - 30 35 ml/kb BB aktual

STATUS NUTRISI LANSIA


- pada umumnya baik - kelompok risiko tinggi untuk PEM : - tingkat pendapatan rendah - cacat fisik - isolasi sosial - gangguan mental - penyebab sekunder : - anoreksia - malabsorpsi - alkoholik

NUTRITIONAL CARE PADA LANSIA


Dietary planning - prinsipnya tidak berbeda dengan dewasa - dimodifikasi sesuai proses menua - penting : cukup zat gizi enak mudah dimakan - lebih mudah jika porsi kecil tapi sering

Kebutuhan nutrisi pada Prolonged illness - bervariasi tergantung keadaan fisiologis & patologis - keadaan katabolik balans N (-) - beri dukungan nutrisi agresif - harus hati-hati