Anda di halaman 1dari 10

DEBULKING PADA PASIEN KANKER OVARIUM

Linda Mahardhika 2009730026 Pembimbing : dr. Baharuddin Hafied, Sp.OG

Definisi
Debulking atau sitoreduksi merupakan suatu prosedur pembedahan berupa pengurangan massa tumor pada pasien kanker ovarium yang sudah mengalami metastasis ke organ atau jaringan lain. Tindakan operasi ini dilakukan terhadap tumor primer maupun metastasisnya di omentum, usus, dan peritoneum

Alasan reseksi kanker ovarium dapat memperpanjang kelangsungan hidup, antara lain:
Operasi akan mengangkat mayoritas sel tumor yang kemoresistan. Pengangkatan massa nekrotik akan meningkatkan transport obat untuk sisa sel yang bervaskularisasi baik. Sisa tumor yang melengket lebih cepat berkembang dan karena itu lebih sensitif terhadap pemberian kemoterapi. Dapat mengurangi jumlah sel-sel maligna sehingga memerlukan siklus kemoterapi yang lebih sedikit sehingga mengurangi kemoresistan. Pengangkatan tumor yang besar berpotensi memperbaiki sistem imun tubuh pasien

Ada dua jenis teknik sitoreduksi yaitu:


Sitoreduksi konvensional Teknik ini adalah teknik yang biasa dilakukan, yaitu operasi yang bertujuan untuk membuang masa tumor sebanyak mungkin dengan menggunakan alat operasi yang lazim dipakai. Dengan operasi ini keberhasilan mereduksi tumor dibedakan atas 2 golongan yaitu:
Optimal debulking : jika diameter sisa tumor setelah operasi kurang dari 2 cm. Suboptimal debulking: jika masa tumor sisa lebih dari 2 cm.

Teknik baru :
Argon Beam Coagulator Cavitron ultrasonic surgical aspirator (CUSA) Teknik laser

Prosedur Sitoreduksi
Eksplorasi Abdomen dieksplorasi secara hati-hati dengan cepat untuk menentukan apakah debulking optimal layak. Evaluasi pembedahan secara minimal adalah lebih baik untuk kondisi debulking luas jika jelas bahwa tumor lebih besar dari 2 cm akan tertinggal. Omentektomi Bila omentum telah dipenuhi oleh metastasis, omentektomi dapat dilakukan terlebih dahulu sebelum tumor di daerah pelvis dieksplorasi. Bila terjadi perlengketan dengan lien terkadang dapat pula dilakukan dengan splenektomi. Reseksi tumor pelvis Setelah omentektomi, kemudian yang dinilai berikutnya adalah panggul. Biasanya dilakukan histerektomi per-abdominal total dan BSO.

Reseksi Kelenjar Getah Bening Retroperitoneal (Limfadenektomi) Pada kasus dengan ukuran nodul tumor pada abdomen kurang dari 2 cm harus dilakukan biopsi node pelvis bilateral dan para-aorta. Pada pasien dengan penyakit stadium IV dengan nodul tumor perut minimal 2 cm, tindakan diseksi nodal tidak selalu diperlukan.

Reseksi Organ-organ lain Untuk memperoleh hasil yang optimal dalam upaya pembedahan sitoreduksi diperlukan beberapa prosedur tambahan lain seperti spelenectomy, reseksi diafragma, reseksi usus besar dan usus halus. Untuk tujuan penegakkan diagnostik, appendectomy juga sering dilakukan

Sitoreduksi Sekunder
Sitoreduksi sekunder merupakan sebuah pembedahan yang dilakukan pada pasien setelah kemoterapi, biasanya 2 atau 3 siklus, dengan upaya untuk menghilangkan tumor yang tersisa yang belum hilang oleh kemoterapi

Syarat sitoreduksi sekunder


Pasien yang dapat menerima operasi sitoreduksi sekunder harus memenuhi kriteria berikut : 1) platinum-sensitif, 2) memiliki interval panjang bebas penyakit yaitu selama 16 sampai 18 bulan, 3) situs kekambuhan yang lokal dan mampu menerima sitoreduksi secara lengkap, dan 4) tidak ada ascites

Pasien dengan sitoreduksi sekunder yang optimal (diameter massa tumor kurang dari 1 cm) mampu bertahan hidup selama 16 sampai 60 bulan. Pasien dengan diameter massa tumor lebih dari atau sama dengan 1 cm hanya mampu bertahan hidup selama 8 sampai 27 bulan.

Terimakasi