Anda di halaman 1dari 22

Ryani Puji Lestari, 121431024 Sita Rahmi Dewi, 121431025 Tanty, 121431026 2A- Analis Kimia

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam termasuk sumber daya mineral logam. Pengolahan timah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan harus dilihat dari metoda uji timahnya. Oleh karena itu, karakteristik dan metoda uji timah dikaji dan dipelajari dari segi kimia, fisika, dan mekanik.

Nama latin dari timah adalah Stannum dimana dalam bahasa inggris bersinonim dengan kata dripping yang artinya menjadi cair/ basah, penggunaan kata ini dihubungkan dengan logam timah yang mudah mencair.

Unsur ini memiliki 2 bentuk alotropik pada tekanan normal. Jika dipanaskan, timah abuabu (timah alfa) dengan struktur kubus berubah pada 13.2 0C menjadi timah putih (timah beta) yang memiliki struktur tetragonal. Jika didinginkan, maka sebaliknya.

Bijih timah yg ditambang di Indonesia adalah jenis timah endapan aluvial atau disebut timah sekunder. Ciri-ciri: Terdapat di daerah Lembah Mempunyai bentuk butiran berbentuk bundaran

1.

Cassiterite

Mineral timah oksida dengan rumus SnO2. Berbentuk kristal dengan banyak permukaan mengkilap sehingga tampak seperti batu perhiasan. Kristal tipis Cassiterite tampak translusen.

2. Stannite Stannite adalah mineral sulfida dari tembaga, besi dan timah. Rumus kimianya adalah Cu2FeSnS4 dan merupakan salah satu mineral yang dipakai untuk memproduksi timah. Stannite mengandung sekitar 28% timah, 13% besi, 30% tembaga, dan 30% belerang. Stannite berwarna biru hingga abu-abu.

3. Cylindrite Mineral sulfonat yang mengandung timah, timbal, antimon, dan besi. Rumus mineral ini adalah Pb2Sn4FeSb2S14. Warna cylindrite adalah abu-abu metalik dengan spesifik gravity 5,4.

Sifat Umum Timah (Sn): Timah merupakan logam perak keputih-putihan, ductile dan memilki struktur kristal yang tinggi, Dalam keadaan normal (13 160 C), logam ini bersifat mengkilap dan mudah dibentuk. Timah juga tidak mudah teroksidasi dalam udara sehingga tahan karat. Ditemukan dalam banyak alloy, dan digunakan untuk melapisi logam lainnya untuk mencegah karat.

Sifat Fisik Timah (Sn) Keadaan benda : Padat Titik lebur : 505.08 K (449.47 F) Titik didih : 2875 K (4716 F) Densitas : 7,365 g/cm3 (Sn putih) 5,769 g/cm3 (Sn abu-abu) Volume molar : 16.29 10-6 m3/mol Kalor penguapan : 295.8 kJ/mol Kalor peleburan : 7.029 kJ/mol Kalor jenis : 27,112 J/molK Panas fusi : 7,03 kJ/mol Tekanan uap : 5.78 E-21 Pa at 505 K Kecepatan suara : 2500 m/s pada 293.15 K

Sifat Mekanik Timah (Sn) Kekuatan tariknya rendah, sekitar 2000 psi Modulus Youngnya adalah 5,9-7,8 x 10^6 psi Kekuatan Mohs 1,8 atau Brinell 5,0 (1000 kg, 10 mm)

Sifat Kimia Timah (Sn) Bobot atom : 118.710 sma berat jenis : 7,3 g/cm3 Jari-jari atom : 145 (145) pm Jari-jari kovalen : 141 pm Jari-jari van der Waals : 217 pm Konfigurasi elektron : [Kr]4d10 5s2 5p2 Elektron per tingkat energi : 2, 8, 18, 18, 4 Bilangan oksidasi : 4,2, -4

Struktur kristal : tetragonal (Sn putih) kubik diamond (Sn abu-abu) Konduktifitas termal : 66,8 W/mK Logam lunak, fleksibel, dan warnanya abu-abu metalik. Tidak mudah dioksidasi dan tahan terhadap korosi. Disebabkan terbentuknya lapisan oksida timah yang menghambat proses oksidasi lebih jauh. Timah tahan terhadap korosi air distilasi dan air laut, akan tetapi dapat diserang oleh asam kuat, basa, dan garam asam. Proses oksidasi dipercepat dengan meningkatnya kandungan oksigen dalam larutan. Jika timah dipanaskan dengan adanya udara maka akan terbentuk SnO2. Timah ada dalam dua alotrop yaitu timah alfa dan beta.

Senyawaan

Organotin Timah Oksida :


Timah(II)

Klorida Timah(IV) Klorida

SnO2 + 6HI -> H2SnI6 + 2H2O Atau jika dilarutkan dalam asam maka: SnO2 + 6H2SO4 -> Sn(SO4)2 + 2H2O

Timah

Sulfida

Timah Stanat

Sn + S -> SnS SnCl2 + H2S -> SnS + 2HCl

Hidrida

Ortostanat yang memiliki rumus kimia SnO44 Metastanat yaitu MSnO3 atau M2SnO3

Untuk membuat kaleng (tim plate) berbagai macam produk, melapisi kaleng yang tebuat dari besi yang akan melindungi besi dari perkaratan, bahan baku logam pelapis, solder(52%), industri plating (16%), bahan dasar kimia (13%) kuningan & perunggu (5,5%) industri gelas (2%) dan berbagai macam aplikasi lain (11%).

Tembaga dan timah: Pewter, merupakan paduan antara 85-99% timah dan sisanya tembaga, antimony, bismut, dan timbal. Banyak dipakai untuk vas, peralatan ornament rumah, atau peralatan rumah tangga. Bronze adalah paduan logam timah dengan tembaga dengan kandungan timah sekitar 12%. Contohnya, uang logam

Fosfor Bronze adalah paduan bronze yang ditambahkan unsur fosfor. Perunggu adalah paduan tembaga dan timah.

Logam timah banyak dipergunakan untuk melapisi logam lain seperti seng, timbale dan baja dengan tujuan agar tahan terhadap korosi.

Plating

Timah dipakai dalam bentuk solder merupakan campuran antara 5-70% timah dengan timbale akan tetapi campuran 63% timah dan 37% timbale merupakan komposisi yang umum untuk solder.

Solder

Uji kekerasan (Rockwell) metode DIN Uji kadar timah dlm alumunium dan paduan alumunium Uji berat lapis timah sama berat lapis timah pd kaleng makanan dan minuman

Timah adalah sebuah unsur kimia yang memiliki simbol Sn dan nomor atom 50. Timah dalam bahasa Inggris disebut sebagai Tin. Atau dripping yang artinya menjadi cair/ basah, penggunaan kata ini dihubungkan dengan logam timah yang mudah mencair. Paduan timah itu antara lain pewter, bronze, fosfor dalam bronze, perunggu. Proses pembuatan timah Karakteristik timah dilihat dari sifat fisik, kimia dan mekanik Metode uji timah