Anda di halaman 1dari 32

BIOSTATISTIK

ESTIMASI
Pendugaan Prakiraan

PENDAHULUAN

Pada analisis univariat, kita menganalisis suatu variabel secara tersendiri. Meskipun pada data ada dua atau lebih variabel, masing-masing dianalisis sendiri-sendiri. Analisis bivariat memungkinkan kita mengevaluasi dua variabel bersama-sama.

Tujuan analisis bivariat

Pada analisis bivariat, dua variabel dibandingkan untuk melihat hubungan atau perbedaan antara keduanya.
Analisis untuk hubungan berbeda dengan analisis untuk perbedaan!!!

Bentuk analisis bivariat

1.

2.

Ada dua bentuk inferensi dalam analisis bivariat: estimasi dan uji hipotesis Estimasi teori estimasi (estimation theory) Uji hipotesis teori keputusan (decision theory)

Inferensi
INFERENSI

POPULASI
PENARIKAN SAMPEL

SAMPEL

Estimasi

Suatu prosedur di mana parameter populasi di-estimasi dari sampel penelitian Hasil estimasi disebut estimat (estimate) Cth estimat: mean, median, varians, proporsi Sifat estimat yang baik: tidak bias, variasinya minimum, dan konsisten

ESTIMASI

Adalah suatu metode, dimana kita dapat menduga nilai/karakteristik populasi dari hasil sampel (statistik) Dibagi 2 macam:

Estimasi titik (Point Estimate). Estimasi selang (Interval Estimate)

I. ESTIMASI TITIK
Dalam estimasi titik nilai populasi (parameter) ditentukan hanya oleh satu nilai saja. Nilai yang dipakai menduga nilai populasi tersebut dinamakan Estimator. Ciri estimator yang baik adalah

Tidak bias Efisien Konsisten.

Lanjutan estimasi titik

Rata-rata populasi: , sebetulnya dapat diduga dari bermacam-macam nilai yang ada didalam sampel seperti X1, X2.....Xn, Mo, Md dan (mean). Dari sebanyak nilai itu, maka nilai mean () adalahh estimator yang baik Jadi, S P

Lanj....

Misal.: dari suatu survey cepat yang terdiri dari 210 ibu hamil di Bekasi didapat rata-rata kadar Hb 9,5gr %.... Maka disimpulkan bahwa kadar Hb bumil di Bekasi adalah 9,5 gr%. Kelemahan pendugaan titik ini adalah

Sering meleset/salah Tidak diketahui derajat kebenaran dari pendugaan.......... untuk ini dapat dipakai estinmasi selang.

II. ESTIMASI SELANG

Konsep dari estimasi selang ini adalah bahwa semua sampel yang diambil dari populasi akan berdistribusi normal (CLT) dengan simpangan baku SE. Interval pendugaan adalah jarak luas kurva normal yang disebut sebagai derajat kepercayaan Confidence Interval atau disingkat CI.

Lanjutan estimasi selang...

CI ini ditentukan oleh peneliti apakah 90%, 95%, 99%, tergantung substansi penelitiannya...... Di kesehatan biasa dipakai 95%. 1-CI disebut .....jadi kalau CI 95% (0,95) maka =100%-95%= 5% (0,05),dari sini di dapat nilai Z pada kurva normal.. =Z1/2 ......atau Z1-.

CONFIDENCE INTERVAL=CI

KURVA

95% (CI)

ZZ

RUMUS UMUM
- Z1/2 SE Parameter + Z1/2 SE

Atau = Z 1/2 SE

1/2 CI

95% = 1,96 ... (lihat tabel

kurva normal di buku Pagano)

Catatan

Berdasarkan ada tidaknya nilai (baca: tho),


1.

2.

Simpangan baku populasi diketahui dipakai distribusi Z dan Simpangan baku populasi tidak diketahui dipakai distribu t (Student).

atau t = tdf 1/2 SE


df = degree of freedom

df= n-1

Contoh

Dari suatu sampel random sebanyak 100 orang ibu hamil yang diambil kota Manado di dapatkan Hb 9,6 gr%. Simpangan baku dalam populasi 5 gr%. Dengan CI 95% akan dihasilkan kadar Hb ibu hamil di Kota Manado adalah:

Diketahui
X mean sampel = 9,6 gr% n Sampel = 100 = 5 gr% SE = 5/ 100 = 0,5 gr%
1/2 CI

95% = 1,96

Penyelesaian:
9,5gr% - 1,96 X 0,5 gr% Z 9,5gr% + 1,96 X 0,5 gr%
= 8,5 gr% % Z 10,48 gr% Artinya: Kita yakin 95% bahwa Hb ibu hamil dikota Manado terletak antara 8,5gr% sampai 10,48gr% Kalau kita ambil berulang kali sampel yang besarnya 100 ibu di daerah itu, maka 95% mean sampel-sampel tersebut berada pada nilai 8,5gr% sampai 10,48gr%

Dengan estimasi interval kita mengakui bahwa dengan CI 95%, 90%, ataupun 99% kebenaran taksiran ini benar. Dengan kata lain jujur diakui kemungkinan (peluang) salah adalah 100%-95% = 5% atau 10 % atau 1% (dikenal sebagai )

Contoh 2

Kalau dari 25 ibu hamil yang diambil secara random didapatkan kadar Hb = 9 gr%, simpangan baku sampel 7,7 gr%. Maka dengan CI 95% kadar ibu hamil adalah:

Diketahui
= 9 gr% S = 7,7 gr% n = 25 ibu SE = 7,7 / 25 = 1,54 gr% Simpangan baku populasi tidak diketahui, maka kita memakai distribusi t CI 95% alfa = 5%, df = n-1= 25-1=24..,t= 2,064

Penyelesaian:
t = tdf 1/2 SE
9 2,064 x 1,54 = 9 3,18 ( 5,82; 12,18) 95% CI Kita yakin 95% kadar ibu hamil berada pada nilai 5,82gr% sampai 12,18gr%

Latihan 1

Dari suatu penelitian di Bahu, sebanyak 144 bumil didapat kadar Hb mereka x=9,5gr% ...perkirakanlah dipopulasinya kalau selama ini diketahui = 2 9r%. CI 95%

Penyelesaian: = Z 1/2 SE ........ SE = /n = 9,5 1,96 x 2 144 = 9,5 0,3 = { 9,2; 9,8} gr%..............CI 95%. Saya yakin 95% kalau kadarHb populasi ibu hamil berada pada titik 9,2 gr% sampai 9,8gr%

Latihan 2

Suatu penelitian yang dilakukan terhadap 25 orang penderita penyakit jantung koroner (PJK)terhadap kadar kolesterol mereka. Dari sampel tersebut didapatkan rata-rata 210gr/dl dengan simpangan baku 50 gr/dl. Berapakah kadar kolesterol pada penderita PJK pada 95% CI?

Penyelesaian:

Dalam kasus ini varian populasi tidak diketahui dengan demikian tidak dapat dipakai distribusi Z dan harus dipakai distribu t (Student).

= t 1/2 S/n
df

df= n-1

jadi, = 210 2,064 x 50 / 25 = 210 20,64 = {189,36 ; 231,64}gr/dl............CI 95%

DATA KATEGORIK

Untuk data kategorik pendekatannya selalu ke kurva normal Dalam analisis univariabel maka = n.p Simpangan baku npq
Standar Error pq/n

ESTIMASI PROPORSI

ESTIMASI TITIK P Estimasi selang

= p Z 1/2 SE = p Z 1/2 p.q/n

Contoh

Telah diambil secar random 50 orang mahasiswa PSIK UNSRAT, dan didapatkan 10 orang perokok, perkirakanlah berapa proporsi perokok dipopulasinya? CI 95% P= 10/50 = 0,20

Penyelesaian
= p Z 1/2 p.q/n
= 0,2 1,96 0,2 x 0,8/50
= 0,2 0,11 = { 0,09 ; 0,31 } ...............CI 95%. Jadi, diyakini 95% bahwa perokok dipopulasi Mhs PSIK UNSRAT 9% s/d 31%

TERIMA KASIH