Anda di halaman 1dari 32

Pengantar Hiperkes

dr. Ophi Indria Desanti, MPH

Dengan berkembang pesatnya industri di Indonesia ditambah dengan era globalisasi membawa berbagai risiko yang mempengaruhi kehidupan para pekerja dan keluarganya.

Kesehatan lingkungan kerja adalah ilmu dan seni yang ditunjukkan untuk mengenal mengevaluasi dalam mengendalikan semua faktor-faktor dan stress lingkungan ditempat kerja yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, kesejahteran, kenyamanan dan efisiensi dikalangan pekerjaan dan masyarakat

Sejarah Hiperkes
Hiperkes berkembang setelah abad ke-16. Pada tahun 1556 oleh Agricola dan 1559 oleh Paracelcus di daerah pertambangan.

Sejarah Hiperkes
Agricola menulis buku De Re Metalica, yang diterbitkan pada tahun 1556, sedangkan Paracelcus menulis Von der Bergsucht und Anderen Bergkrankheiten pada tahun 1569. Kedua-duanya menggambarkan pekerjaanpekerjaan dalam tambang, cara mengolah biji, dan tentang penyakit-penyakit yang diderita oleh para pekerja.

Sejarah Hiperkes
Bukan hanya itu saja, tetapi keduanya telah pula mulai dengan gagasan pencegahan.
Agricola menganjurkan ventilasi dan pemakaian tutup muka yang longgar. Contoh pencegahan di bidang lain, Agricola menganjurkan menutup muka dengan daun-daun bagi para pekerja yang sedang mencat. Di samping itu Paracelseus menguraikan panjang lebar tentang bahan-bahan kimia, sehingga ia dapat dianggap telah memulai toksikologi modern

Sejarah Hiperkes
Namun yang betul-betul bapak dari kesehatan lingkungan kerja dan keselamatan kerja adalah Bernardine Ramazzini (1633-1714). Bernardine Ramazzini dikenal sebagai bapak Hiperkes, terutama mengenai penyakit akibat kerja (PAK).

Sejarah Hiperkes
Bernardine Ramazzin yang menulis buku De Morbis Artificum Diatriba didalam buku itu diuraikan tentang berbagai penyakit yang berhubungan dengan jenis pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja, dan bahwa pekerjaan dapat menimbulkan penyakit, yaitu penyakit akibat kerja Ialah yang telah menambahkan teori hipocrates tentang penyebab penyakit dengan satu hal, yaitu data mengenai pekerjaan pasien.

Sejarah Hiperkes
Kemudian datanglah Belanda di abad ke 17, dengan pendaratan VOC di Jakarta. Dinas kesehatan yang diadakan oleh Belanda pada permulaannya adalah dinas kesehatan militer, yang baru kemudian beralih kepada dinas sipil.

Sejarah Hiperkes
Sudah tentu usaha-usaha kesehatan lingkungan kerja dan kesehatan kerja kolonial Belanda ditunjukan untuk memberikan kesehatan sekedarnya kepada pekerjaan-pekerjaan kita, agar mereka cukup sehat dan mampu memproduksi bahan-bahan yang diperlukan Belanda.

Sejarah Hiperkes
Selanjutnya departemen perburuhan lebih maju lagi yaitu mendirikan lembaga keselamatan yang berfungsi sebagai penasehat dan alat meninggikan mutu ilmiah kesehatan buruh pada tahun 1957 Yang kemudian dirubah menjadi lembaga keselamatan dan kesehatan buruh, pada tahun 1965, yang utamanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, yang ditunjukkan kepada caloncalon dokter, dokter-dokter yang akan berkerja di perusahaan, pengawasan-pengawas perburuhan dan lain-lain.

Kesehatan Kerja

Lingkungan Kerja

Keselamatan Kerja

Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja adalah kondisi lingkungan tempat kerja yang meliputi faktor fisik, kimia, biologi, ergonomik dan psikososial yang mempengaruhi pekerjaan dalam melaksanakan pekerjaannya

Kesehatan Kerja

Kesehatan kerja merupakan spesialisasi dalam ilmu kesehatan atau kedokteran beserta dengan praktek yang bertujuan agar tenaga kerja memperoleh derajat kesehatan yang setinggitingginya, baik fisik, mental maupun sosial dengan usahausaha preventif dan kuratif

Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat peralatan, bahan, lingkungan kerja, sifat pekerjaan, cara kerja serta proses produksi

Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat peralatan, bahan, lingkungan kerja, sifat pekerjaan, cara kerja serta proses produksi

Keselamatan Kerja

Kecelakaan Kerja

Kecelakaan kerja merupakan kecelakaan yang terjadi akibat kerja atau kecelakaan yang terjadi sangat berhubungan dengan kerja, baik akibat langsung maupun terjadi pada saat pekerjaan dilakukan atau yang terjadi di lokasi pekerjaan

Kecelakaan Kerja

HIPERKES

Hiperkes adalah lapangan ilmu kesehatan dan keselamatan kerja yang mengurusi problematika kesehatan pekerja secara menyeluruh.

HIPERKES

Spesialisasi dalam ilmu hygiene beserta segala sesuatu prakteknya yang dengan mengadakan penilaian kepada faktor-faktor penyebab penyakit baik kualitatif maupun kuantitatif dalam lingkungan kerja melalui pengukuranpengukuran yang hasilnya digunakan untuk tindakan korektif dan upaya pencegahan.

Ruang Lingkup Hiperkes


Kesehatan preventif Kesehatan kuratif Pengamanan bahaya oleh proses produksi Penyesuaian alat dan tenaga kerja

Fungsi Balai Hiperkes


Melaksanakan pengujian, pemeriksaan, penelitian dan pelatihan di bidang higiene perusahaan, kesehatan dan keselamatan kerja, penyerasian antara kerja dan lingkungan kerja ( ergonomis ) serta gizi kerja.

Fungsi Balai Hiperkes Menyelenggarakan urusan rumah tangga balai. Melaksanakan pelatihan dan bantuan teknis hiperkes dan keselamatan kerja pada perusahaan.

Fungsi Balai Hiperkes


Melaksanakan pengawasan terhadap bahan bahan kimia berbahaya, higiene perusahaan, pelayanan kesehatan kerja kepada masyarakat dan sanitasi lingkungan.

Fungsi Balai Hiperkes


Melaksanakan koordinasi (pengawasan) dengan instansi terkait dalam rangka menegakkan hukum di bidang kesehatan kerja dan higiene perusahaan.

Perundang-undangan yang terkait

Undang-undang No. 14 Tahun 1969


Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja. Tiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan, kesehatan, kesusilaan, dan pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama.

Undang-undang nomor 1 tahun 1970


Keselamatan Kerja. agar setiap tenaga kerja dan orang lain yang berada di tempat kerja mendapat perlindungan atas keselamatannya, dan setiap sumber-sumber produksi dapat dipakai dan digunakan secara aman dan efisien sehingga akan meningkatkan produksi dan produktifitas kerja

PerMen Tenaga Kerja no Per-01/MEN/1979


Pelayanan Kesehatan Kerja. Memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam penyesuaian diri dengan pekerjaannya. Melindungi tenaga kerja terhadap setiap gangguan kesehatan yang timbul dari pekerjaan atau lingkungan kerja. Meningkatkan kesehatan badan, kesehatan mental, dan kemampuan fisik tenaga kerja. Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi bagi tenaga kerja yang menderita sakit.

PerMen Tenaga Kerja no Per-02/MEN/1979


Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja.
Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja. Pemeriksaan kesehatan berkala Pemeriksaan kesehatan khusus.

Lainnya
Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor Per01/MEN/1976 tentang kewajiban latihan Hiperkes bagi dokter perusahaan. Undang-undang nomor 7 tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagaan Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 03/MEN/1984 tentang mekanisme pengawasan ketenagakerjaan.

Dokter hiperkes bersama dengan paramedisnya diharapkan mampu mendeteksi, melakukan investigasi dalam rangka menegakkan diagnosis penyakit akibat kerja, serta menganalisa dan mencegah sedini mungkin timbulnya kecelakaan kerja sehingga terciptanya suatu kondisi tempat / lingkungan kerja maupun proses kerja yang lebih aman, efisien dan efektif serta sehat bagi setiap pekerja di perusahaan.

Tertarik Hiperkes?
Hubungi DEPNAKERTRANS

Terima kasih