Anda di halaman 1dari 50

Tutorial KASUS MIOMA UTERI

Disusun oleh : Septian Widyantoro Lawrensia Zahra Aprilini Fitrisia Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman

TINJAUAN PUSTAKA
MIOMA UTERI

Mioma uteri merupakan suatu tumor jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat yang menopangnya

Di Indonesia sendiri mioma uteri ditemukan 2,4 11,7 % penderita ginekologi yang dirawat

Berdasarkan sarangnya, dapat berasal dari serviks 1-3 %, dan sisanya berasal dari korpus

Menurut letaknya : mioma submukosa, intramural, subserosum

Angka keganasan disebutkan hanya 0,3 0,6% dari seluruh mioma.

Komplikasinya torsi, mengakibatkan akut abdomen dan nekrotik, dan infertilitas serta perdarahan, diikuti infeksi

Pengobatan operatif dapat dilakukan mulai dari laparotomi miomektomi

Histerektomi total umumnya dilakukan dengan alasan mencegah timbulnya karsinoma serviks uteri

Mioma sering didapati pada wanita nullipara/yg kurang subur

Faktor keturunan (+)

Sebagian besar ditemukan saat masa reprodusik esterogen

Tidak dijumpai sebelum menarche dan regresi saat menopause

Meyer & DeSnoo

Teori cell nest atau genitoblas

Percobaan Lipskutz Pukka

Pemberian estrogen pd kelinci tumor fibromatosa Efek fibromatosa ini dapat dicegah dengan progesteron atau testosteron

Reseptor estrogen pada mioma lebih banyak didapati daripada miometrium normal

Meier

asal mioma adalah sel immatur, bukan dari selaput otot yang matur

Mioma Submukosum Letak mioma terhadap lapisan uterus Mioma Intramural Mioma Subserosum

Lokalisasi

Cervical (2,6%)

Isthmica (7,2%)

Corporal (91%)

Tumbuh tepat dibawah endometrium dan menonjol ke dalam cavum uteri

Dapat tumbuh bertangkai, menonjol melalui cervix Mioma Geburt

Paling sering menyebabkan perdarahan uteri yang banyak & ireguler

Mioma yg bertangkai sering terinfeksi & terpuntir / nekrosis akut abdomen

Adanya mioma submukosa dirasakan sebagai suatu Curet Bump

Tumbuh di dinding uterus di antara serabut miometrium

Ukuran dan kosistensinya bervariasi


Besar atau multipel menyebabkan pembesaran uterus dan berbenjol-benjol

Myoma subserosa yang bertangkai dengan myoma intramural Myoma submukosa dan myoma geburt

Myoma intramural yang mendesak cavum uteri

Tumbuh di bawah tunika serosa (tumbuh keluar dinding uterus) sehingga menonjol keluar pada permukaan uterus diliputi oleh serosa

Pertumbuhan ke arah lateral dapat berada didalam ligamentum latum dan mioma intraligamenter

Etiologi belum jelas

Sel-sel otot yang belum matang


Efek esterogen ?

Atrofi

Degenerasi Merah

Degenerasi Lemak

Degenerasi hialin

Septik/infeksi

Degenerasi Kistik

Degenerasi Membatu

Degenerasi Ganas
Mioma leimiosarkoma = 0,32% - 0,6% ditemukan setelah pemeriksaan histologi uterus Curiga mioma cepat membesar dan terjadi pembesaran sarang dalam menopause

Torsi
Torsi ggn sirkulasi akut nekrosis sindroma akut abdomen Nekrosis dan infeksi

Jenis

Besar

Lokasi Perubahan dan komplikasi

Perdarahan abnormal

Infertilitas

Nyeri

Gejala sekunder

Akibat tekanan

Gejala tersering (30%)


Menorhagia Metrorhagia Dysmenore

Faktor penyebab perdarahan


Pengaruh ovarium hiperplasia endometrium Permukaan endometrium diatas miom submukosum Atrofi endometrium di atas miom submukosa. Miometrium tidak dapat berkonstraksi dengan baik

Jenis mioma yang paling sering menyebabkan perdarahan mioma submukosum


Mioma submukosum pecahnya pembuluh darah Mioma intramural gangguan kontraksi uterus

Tidak khas

Perlengketan ke omentum usus

Mioma geburt menutupi kanalis servikalis dysmenore

Gangguan sirkulasi pada mioma, infeksi, nekrosis, torsi

Mioma yg sangat besar sensari berat pd daerah panggul

Nyeri karena infark dari torsi akut abdomen

Punggung pegal penekanan saraf menjalar kepungggung, pinggang

Vesika Urinaria Uretra

Menimbulkan kerentanan

Polakisuria & dysuria

Retensio urine

hidroureteronefrosis

Rectum Cavum Douglasi Vena cava inferior

Konstipasi

Nyeri saat defekasi

Retensio urine

Oedema tungkai

Mioma yang menyebabkan infertilitas primer hanya 2-10%

Mioma submukosa yang bertangkai dan mioma yang terletak di dekat cornu

Infertilitas sekunder yang disebabkan mioma dikarenakan distorsi dari kavitas uterus, sarang mioma menutup atau menekan pars interstialis dan perdarahan uteri abnormal

Pengaruh mioma pada kehamialn


Kemungkinan abortus lebih besar
Menyebabkan plesenta previa dan plasenta akreta Menyebabkan inersia uteri ataupun atonia uteri

Menimbulkan kelainan letak dan presentasi


Jika letaknya dekat cervix dapat menghalangi jalan lahir

Pengaruh kehamilan pada mioma


Mioma pada umumnya membesar pada kehamilan Terutama trimester I pengaruh estrogen Trimester II & III mengecil

Pengaruh mioma pada masa nifas


Sepsis Perdarahan postpartum sekunder Mengganggu involusi masa nifas

PF

Palpasi abdomen Pem. Bimanual

Radiologi

USG Pelvik HSG MRI

Lab

Anemia

Laparoskopi

Mioma Subserosa Tumor ovarium yang solid Kehamilan uterus gravidarus

Mioma Submukosum Inversio uteri

Mioma Intramural Adenomiosis Khoriokarsinoma Karsinoma korpus uteri atau sarcoma uteri

Konservatif GnRH
Operatif Radioterapi

Wanita premenopause, menopause dan post menopause Jika mengalami pertumbuhan cepat operasi

16 minggu degenerasi hialin uterus mengecil Mengontrol perdarahan

Miomektomi pengambilan sarang mioma saja Histerektomi pengangkatan uterus

Agar ovarium tidak lagi berfungsi menopause menghentikan perdarahan

Penatalaksanaan mioma ditentukan ada atau

tidaknya gejala dan intensitas manifestasi yang berhubungan dengan leiomioma. Fibroid berukuran kecil - sedang dan tidak ada gejala yang relevan, tidak memerlukan perawatan khusus Pemeriksaan berkala interval 6 bulan 1 tahun dinilai adanya keluhan atau gejala yang mengharuskan intervensi

ILUSTRASI KASUS

Identitas Nama : Ny. N Tanggal lahir : 01 mei 1971 Umur : 40 tahun Agama : Islam Alamat : Samarinda Masuk RS : 25 Februari 2014

Alloanamnesis ( 25 Februari 2012 )

Keluhan Utama Siklus haid tidak teratur

Keluhan Tambahan Nyeri pada perut bagian kanan atas

Pasien datang ke poli kebidanan (25 Januari 2012)


Rujukan anemia e.c mioma uteri

Keluhan siklus haid yang tidak teratur sejak 1 tahun yang lalu
1 bulan haid sebanyak 2 kali 5-6 x ganti pembalut/hari

Nyeri perut kanan atas + Benjolan perut kanan atas

RPD

Hipertensi (-) DM (-) Asma (-) Alergi (-)

RPK

Hipertensi (-) DM (-) Asma (-) Alergi (-)

Riwayat Menstruasi
13 tahun Tidak teratur 14 Hari 5 x ganti/hari Dismenorrhea (-)

Riwayat Pernikahan (-)

Riwayat Operasi (-)

Kebiasaan Hidup
Merokok (-) Alkohol (-) Minum jamu/obat (-)

Status Generalis

Tanda vital Keadaan umum : Tampak sakit sedang Kesadaran : Compos mentis Tekanan darah : 120/70 mmHg Nadi : 79x/menit Suhu : 36.30C Pernapasan : 20x/menit

Mata : CA +/+, SI -/THT : Sekret telinga -/-, sekret hidung /-, tonsil tidak hiperemis, T1-T1 Leher : KGB Tidak membesar, Tiroid tidak teraba

Inspeksi : Pergerakan dinding dada simetris, retraksi dinding dada (-), ictus cordis terlihat pada linea midclavicularis sinistra ICS V. Palpasi : Vocal fremitus kanan=kiri, ictus cordis teraba pada linea midclav sin ICS V Perkusi : Sonor kanan = kiri Auskultasi : C/ BJ1 - BJ2 reguler, murmur (-), gallop (-) P/ Suara napas vesikuler, ronkhi -/-, wheezing -/-

Thorax

Ekstremitas

Akral hangat, edema ekstremitas -/-, CRT < 2

Status Ginekologis
Payudara Simetris, retraksi putting susu -/-, massa -/-, kelainan kulit -/Abdomen Ins : Perut tampak datar, sikatriks (-) Palp : Supel, teraba massa keras (11x14) Perk: Timpani Ausk : Bising Usus (+) 3x/menit Anogenital Vulva : oedema (-), varises (-), hematom (-), hiperemis (-) Uretra : Muara (+)

Laboratorium

Tampak uterus membesar berukuran 140 mm x 100 mm

Kesan Mioma uteri

Diagnosis Preoperatif

Mioma Uteri
Prognosis

Anemia

Dubia ad Bonam
Ad Vitam

Ad Functionam

Dubia ad Malam

Dubia ad Malam
Ad Sanationam

Rawat Inap

Pro Laparotomi

Observasi tanda vital

Tranfusi PRC

9 Februari 2012

TAH
Mioma Intraligamenter Sinistra

Setelah dilakukan eksplorasi lebih lanjut ditemukan jika pasien memiliki 2 uterus, 2 cervix dan 2 vagina

Makroskopis
Diterima jaringan uterus berukuran 13x11x8 cm

Mikroskopis
Sediaan jaringan uterus (histerektomi) mengandung massa tumor tersusun berjaras dan melingkar

Pembelahan terdapat massa tumor pada satu sisi dinding uterus berukuran 9,5 x 9,5 cm

Sel tumor berbentuk spinel dengan inti tidak menunjukkan tanda atipik

Endometrium menunjukkan fase proliferasi

Ektoserviks dilapisi sel skuamosa dan endoserviks dilapisi epitel toraks tinggi selapis

Leiomyoma Uteri

Kista Naboth Endoserviks

Beberapa kelenjar endoserviks tampak melebar kistik

Diagnosis Postoperatif
Post Total Abdominal Histerektomi atas indikasi mioma uteri Uterus bikornis bikollis.

Anamnesis

Inspeksi dan Palpasi

Pemeriksaan Bimanual

Usia

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan penunjang

Keluhan utama

Keluhan tambahan

Anemia

Operasi mioma intraligamenter sinistra sebesar 13x11x8 cm

2 uterus dan 2 vagina

USG Transvaginal dan Histerosalphingography

Tidak terdeteksi sebelum dilakukan operasi