Anda di halaman 1dari 57

PRESENTASI KASUS GASTROENTERITIS

OLIN FIRMIANITA 030.00.307

STATUS PASIEN
A. IDENTITAS PASIEN Nama pasien : An. R Umur : 1 tahun 6 bulan Jenis kelamin : Laki- laki Agama : Islam Alamat : Jl.Pademangan IV Gang 36 No. 98 Tanggal masuk : 7 Agustus 2006

Orang tua
AYAH Nama Agama Alamat pekerjaan Pekerjaan Penghasilan per bulan IBU Nama Agama Pekerjaan Hubungan Suku bangsa : Salim : Islam : Jl. Pademangan IV Gang 36 No. 98 : Supir taksi : Rp 500.000 : Endang : Islam : Ibu rumah tangga : Anak kandung : Sunda

I. RIWAYAT PENYAKIT

Dilakukan secara alloanamnesa dengan ibu pasien pada tanggal 7 Agustus 2006 A. Keluhan Utama Mencret sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. B. Keluhan Tambahan Panas dan muntah.

C. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien dibawa oleh orang tuanya dengan keluhan mencret sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit disertai panas dan muntah. Mencret sebanyak 5 kali dalam sehari dengan konsistensi cair, berwarna kuning tidak ada ampas, berbau seperti telur busuk. Mencret tidak ada lendir atau darah. Orang tua pasien juga mengatakan adanya muntah sebanyak 10 kali, muntahan berupa makanan dan minuman yang dimakan. Pasien juga mengalami panas yang terus menerus namun tidak disertai kejang. Ibu pasien mengatakan anaknya terlihat lemas, rewel, gelisah dan kurang nafsu makan. Buang air kecil normal. Terdapat penurunan berat badan dari 10, 3 kg menjadi 10 kg. Pasien belum pernah berobat.

D. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien belum pernah menderita penyakit seperti ini sebelumnya II. RIWAYAT KEHAMILAN / KELAHIRAN Selama kehamilan, ibu pasien rutin memeriksakan kehamilannya ke puskesmas. Selama mengandung tidak ada keluhan yang berarti. Pasien dikandung cukup bulan, lahir spontan, normal, langsung menangis, warna kulit kemerahan. Kelahiran ditolong oleh bidan di puskesmas. Berat badan lahir 3500 gram, panjang badan 50 cm.

III. RIWAYAT PERKEMBANGAN Pertumbuhan gigi pertama umur 7 bulan. Tengkurap umur 4 bulan. Duduk umur 7 bulan. Pasien dapat berdiri dengan dibantu. Mengeluarkan kata- kata seperti mama saat umur 7 bulan.

IV. RIWAYAT MAKANAN Usia 0-2 bulan Usia 2-4 bulan Usia 4-6 bulan

: ASI : ASI : ASI, bubur susu, nasi tim Usia 6-8 bulan : ASI, bubur susu, nasi tim Usia 8- 10 bulan : ASI, bubur susu, nasi tim Usia 10-12 bulan : ASI, bubur susu, nasi tim Nasi, sayur, daging, telur, ikan, tahu, tempe diberikan 2x / hari berganti- ganti lauknya. Susu formula merek dancow diberikan 4 x sehari. Sejak umur 7 bulan pasien mulai sulit makan.

V. RIWAYAT IMUNISASI BCG : 1x, usia 1 bulan DPT : 3x, usia 4 bulan Polio : 3x, usia 4 bulan Campak : 1x, usia 9 bulan Hepatitis : 1x, usia 3 hari
VI. RIWAYAT KELUARGA Pasien merupakan anak kedua dari 2 bersaudara. Ibu pasien tidak pernah abortus dan tidak pernah melahirkan bayi mati.

VII. PERUMAHAN DAN SANITASI Pasien tinggal bersama kedua orang tua dan seorang kakaknya. Rumah pasien tidak begitu luas, terletak di gang besar yang padat penduduknya. Ventilasi dan sirkulasi udara cukup baik.
VIII. PENYAKIT YANG PERNAH DIDERITA Pasien tidak pernah menderita penyakit apapun sebelumnya.

II. PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum Berat badan Frekuensi nadi Pernafasan Suhu tubuh Kepala Rambut Mata Telinga Hidung Bibir Lidah : sakit sedang : 10 kg : 140x/ menit : 40x/ menit : 38,4 C : Normocephali : Tidak mudah dicabut, distribusi merata : Conjungtiva anemis negatif, Sclera ikterik negatif, kelopak mata sedikit cekung : Normotia, serumen positif : Septum deviasi negatif, sekret negatif : Bibir tidak kering dan tidak sianosis : Lidah kotor negatif

Thorax Jantung

: Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi


: Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi

: Ictus cordis tidak terlihat : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : SiS2 reguler, tidak ada murmur dan gallop
: Simetris saat statis dan dinamis : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Suara nafas vesikuler, tidak ada ronkhi dan wheezing : Datar, simetis : Turgor kulit menurun : Timpani : Bising usus meningkat

Paru

Abdomen

: Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi

Ekstrimitas

: akral hangat, oedem negatif

III. PEMERIKSAAN PENUNJANG Dilakukan pemeriksaan laboratorium tanggal 7 Agustus 2006 Hematologi Hb : 12,8 g/ dL Ht : 38 vol % Leukosit : 5300/ ul Trombosit : 282.000/ ul Elektrolit Natrium : 141 mmol/ L Kalium : 3,67 mmol/ L Klorida : 95 mmol/ L

Dilakukan pemeriksaan laboratorium tanggal 8 Agustus 2006 Hematologi Hb Ht Leukosit Trombosit Elektrolit Natrium Kalium Klorida ANALISA TINJA Warna Konsistensi Pus Lekosit Eritrosit Epitel

: 12,5 g/ dL : 35 vol % : 5900/ ul : 273.000/ ul : 145 : 2,60 : 104 mmol/ L mmol/ L mmol/ L

: kuning : lembek : negatif : 0-1 /LPB : 0-1 /LPB : positif

Amilum Serat tumbuhan Amuba Telur cacing URIN LENGKAP


Warna Berat Jenis pH Albumin Glukosa Keton Bilirubin Darah samar Nitrit Urobilinogen

: negatif : negatif : negatif : negatif

: kuning jernih : 1,010 : 6,5 : negatif : negatif : negatif : negatif : negatif : negatif : 0,2 EU

Sedimen Lekosit Eritrosit Silinder Epitel Bakteri Kristal Ca oksalat Karbonat Fosfat Asam urat Amorf Sel ragi

: 0-1 /LPB : 0-1 /LPB : negatif : positif : negatif

: negatif : negatif : negatif : negatif : negatif : negatif

IV. RESUME Pasien seorang anak laki- laki berusia 1 tahun 6 bulan datang dengan keluhan mencret sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien juga mengalami panas yang terus menerus namun tidak disertai kejang dan muntah. Mencret sebanyak 5 kali dalam sehari dengan konsistensi cair, berwarna kuning tidak ada ampas, tidak ada lendir atau darah dan berbau seperti telur busuk. Orang tua pasien juga mengatakan adanya muntah sebanyak 10 kali, muntahan berupa makanan dan minuman yang dimakan. Buang air kecil normal. Terdapat penurunan berat badan dari 10, 3 kg menjadi 10 kg. Pasien belum pernah berobat.

Status Generalis Keadaan umum : Sakit sedang Berat badan : 10 kg Frekuensi : 140x/ menit Pernafasan : 40x/ menit Suhu : 38 C Pemeriksaan Sistematik Mata : Kelopak mata sedikit cekung Abdomen : Turgor kulit menurun

V. DIAGNOSA KERJA Gastroenteritis Dehidrasi

VI. TERAPI IVFD RL + KCl 10 meq 10 tetes/ menit Cefotaxim 3 x 300 mg Sagestam 2 x 30 mg Nifural 3 x 1 cth Tiledon 3 x cth

8 Agustus 2006 Os masih mencret dan muntah KU/Kes : sakit sedang/ CM Suhu : 37,2 C Nadi : 140x /menit Mata : terlihat agak cekung, CA -/-, SI -/Thoraks : Cor S1S2 reguler, Pulmo Sn vesikuler Abdomen: Membuncit, BU menurun Ekstrimitas : akral hangat
FOLLOW UP

9 Agustus 2006 Os masih mencret KU/Kes : sakit sedang/ CM Suhu : 37 C Nadi : 136x /menit Mata : tidak cekung, CA -/-, SI -/Thoraks : Cor S1S2 reguler, Pulmo Sn vesikuler Abdomen: Datar, supel, turgor baik, BU normal Ekstrimitas : akral hangat

10 Agustus 2006 Tidak ada keluhan KU/Kes : sakit sedang/ CM Suhu : 36,8 C Nadi : 140x /menit Mata : tidak cekung, CA -/-, SI -/Thoraks : Cor S1S2 reguler, Pulmo Sn vesikuler Abdomen: Datar, supel, turgor baik, BU normal Ekstrimitas : akral hangat

GED

GED perbaikan

GED perbaikan

- IVFD RL + KCl 10 meq 10 tetes/menit - Cefotaxime 3 x 300 mg - Sagestam 2 x 30 mg - Nifural 3 x 1 cth - Tiledon 3 x cth

IVFD RL + KCl 10 meq 10 - Infus stop tetes/menit - Os dapat dipulangkan - Flagyl 3 x 1 cth - Sagestam 2 x 30 mg - Tiledon 3 x cth

GASTROENTERITIS
Penyakit ini masalah kesehatan yang utama. Istilah ini dikenal diare Penyebab ke 3 masyarakat datang berobat balai kesehatan Indonesia : > 60 juta kejadian tiap tahun

DEFINISI
Diare defekasi encer > 3 kali sehari, volume > 20ml feses/kgbb/hari, dengan/ tanpa darah ataupun lendir dalam tinja. Diare akut terjadi secara mendadak berlangsung < 7 hari sebelumnya anak dalam keadaan sehat

Gastroenteritis istilah untuk berbagai macam keadaan yang disebabkan oleh infeksi Gejala yang tampak - nafsu makan menurun - mual, muntah - diare ringan berat - rasa tidak enak di perut

EPIDEMIOLOGI
Diare akut sering terjadi pada bayi daripada anak yang lebih besar Anak laki laki = anak perempuan Negara berkembang prevalensi tinggi akibat sumber air yang tercemar, kurang protein dan kalori daya tahan tubuh menurun

Negara maju berkaitan erat dengan ASI

Virus sebagai penyebab utama di negara maju dan berkembang.


Sekitar 1,8 juta kematian pada anak usia dibawah 5 tahun, atau kasarnya 17 % dari semua kematian anak.

ETIOLOGI
-

Infeksi : enteral ( virus, bakteri, parasit ) dan parenteral ( OMA, BP ) Faktor malabsorbsi Alergi Keracunan/ toxin Imunodefisiensi

Dari sudut patofisiologi, penyebab diare dibagi 2 yaitu : - diare sekresi - diare osmotik
Diare pada bayi, anak dan dewasa mikroorganisme air atau makanan yang tercemar oleh tinja yang terinfeksi.

PATOGENESIS
Mekanisme dasar yang menimbulkan diare : 1. Gangguan osmotik Makanan atau zat tidak dapat diserap tekanan osmotik rongga usus meninggi pergeseran air dan elektrolit dalam rongga usus isi rongga usus berlebihan merangsang usus diare permukaan dinding usus rusak.

2. Gangguan sekresi Adanya rangsangan tertentu (misalnya oleh toksin) peningkatan sekresi air dan elektrolit di rongga usus peningkatan isi rongga usus diare namun permukaan dinding usus tidak rusak 3. Gangguan motilitas usus Hiperperistaltik usus kurang menyerap makanan diare. Peristaltik usus menurun bakteri tumbuh berlebihan diare pun terjadi

PATOFISIOLOGI
Kehilangan air (dehidrasi) Dehidrasi kehilangan air (output ) > pemasukan air ( input ) kematian pada diare. Gangguan keseimbangan asam basa Terjadi karena : Hilangnya Na-bikarbonat bersama tinja Adanya ketosis karena kelaparan. Metabolisme lemak tidak sempurna keton tertimbun dalam tubuh. Adanya anoksia jaringan penimbunan as. laktat Produk metabolisme yang bersifat asam meningkat karena tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal oligouria/ anuria Pemindahan ion Na dari cairan ekstraseluler kedalam cairan intraseluler

3. Hipoglikemia Hal ini terjadi karena :


Penyimpanan/ persediaan glikogen dalam hati terganggu. Adanya gangguan absorbsi glukosa ( walaupun jarang terjadi )

Gejala hipoglikemia kadar glukosa darah < 40 mg% pada bayi dan 50 mg% pada anak lemas, apatis, peka rangsang, tremor, berkeringat dingin, pucat, syok, kejang sampai koma..

4. Gangguan gizi
Pada anak dengan diare gangguan gizi akibat berat badan yang menurun Hal ini disebabkan karena :
Makanan dihentikan oleh orang tua takut diare dan muntah bertambah berat. Orang tua hanya beri teh. Susu yang diencerkan dan diberikan terlalu lama. Makanan yang tidak dapat dicerna dan diabsorpsi adanya hiperperistaltik.

5. Ganguan sirkulasi Diare dengan/ tanpa disertai muntah gangguan sirkulasi darah shock hipovolemik perfusi jaringan berkurang hipoksia asidosis bertambah berat perdarahan otak, kesadaran menurun os dapat meninggal.

DIAGNOSA
Anamnesis Diare: Jangka waktu diare, jumlah dan frekwensi dari feses, jangka waktu sejak peristiwa dari diare yang lalu, dan kualitas feses. Feses encer/berair gastroentreritis karena virus, bila feses berlendir atau darah infeksi bakteri patogen. Bila diare berkepanjangan (>14 hari ) lebih disebabkan parasit atau non infeksi.

Pada anamnesis kita tanyakan : - Dengan/ tanpa muntah : lama muntah, kualitas, jumlah muntahan dan kapan terakhir muntah. - Ada tidaknya nyeri perut - Ada tidaknya tanda- tanda infeksi - Ada tidaknya alergi terhadap suatu antibiotik - Ada tidaknya penderita diare disekitar tempat pasien tinggal

PEMERIKSAAN FISIK Cari tanda dan gejala dehidrasi : - Kondisi anak : sadar atau tidak, lemas atau apatis, letargi atau tidak sadar? - Matanya normal atau cekung? - Masih mau makan minum atau tidak? Pada palpasi : turgor kulit ( saat kita cubit apakah segera merata atau lambat? - Bila 1 detik : turgor agak kurang (dehidrasi ringan)

- Bila 1- 2 detik : turgor kurang (dehidrasi sedang) - Bila 2 detik : turgor sangat kurang (dehidrasi berat) Cek suhu tubuh anak Bila demam adanya dehidrasi berat atau infeksi

Menurut banyaknya cairan yang hilang, derajat dehidrasi dibagi berdasarkan : a. Kehilangan berat badan
Dugaan Defisit cairan dalam Defisit cairan dlm % BB ml/kgBB

Tidak ada tanda dehidrasi


Dehidrasi sedang Dehidrasi berat

<5%

< 50 ml/kg

5- 10 % > 10 %

50- 100 ml/kg > 100 ml/kg

b. Skor Maurice King


Bagian tubuh yang diperiksa Keadaan umum
O Nilai untuk gejala yang ditemukan 1 2

Sehat

Kekenyalan kulit Mata Ubun- ubun besar Mulut Denyut nadi/menit

Gelisah, cengeng, apatis, ngantuk Normal Sedikit kurang Normal Sedikit cekung Normal Kering Kuat < 120 Sedang 120-140

Mengigau, koma/ syok

Sangat kurang

Sangat cekung Kering&sianosis Lemah > 140

Berdasarkan skor Maurice, derajat dehidrasi : - Nilai 0- 2 : dehidrasi ringan - Nilai 3- 6 : dehidrasi sedang - Nilai 7- 12 : dehidrasi berat

c. Gejala Klinis
Gejala Klinis
Keadaan umum Kesadaran Haus Baik ( CM ) + Gelisah ++ Apatis-koma +++ Ringan Sedang Berat

Sirkulasi Nadi Respirasi Pernafasan

Normal (120)

Cepat

Cepat sekali

Biasa

Agak cepat

Kussmaul

Kulit Ubun- ubun besar Mata

Agak cekung Cekung

Cekung sekali Cekung sekali Kurang sekali Anuri

Agak cekung Cekung

Turgor&tonus

Biasa

Agak kurang Oligouri

Diuresis
Selaput lendir

Normal
Normal

Agak kering Kering/asido sis

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Pemeriksaan tinja - Makroskopis dan mikroskopis - Biakan kuman kuman penyebab - Tes resistensi antibiotik - pH dan kadar gula sugar intolerance

Pemeriksaan darah - Darah lengkap - pH, cadangan alkali dan elektrolit melihat adanya asidosis metabolik - Kadar ureum gangguan faal ginjal

PENATALAKSANAAN
Dibagi menjadi 4 yaitu - Kausal - Simptomatik - Cairan - Dietetik

Kausal - Pengobatan yang tepat bila kausa telah diketahui. - Penyakit parenteral antibiotika sistemik - Bila tidak ada infeksi parenteral pemeriksaan lab bakteri + AB - AB diberi umur penderita, perjalanan penyakitnya

Penderita diare diberi AB bila : - Bakteri patogen (+) mikroskopik - Darah (+) makro/mikroskopik - Gejala klinis adanya infeksi enteral - Endemik kolera - Infeksi nosokomial pada neonatus

Simptomatik 1. Anti diare kurang efektif 2. Antiemetik mencegah muntah mengurangi sekresi cairan bersama tinja 3. Antipiretik menurunkan panas mengurangi sekresi cairan

Cairan
Penilaian dehidrasi untuk pasien diare Kriteria A Lihat kondisi Mata Haus Baik, CM Normal Minum scr normal/ tdk kehausan Cepat kembali, turgor baik Kriteria B Resah, peka rangsang Cekung Kehausan Kriteria C

Palpasi : cubit kulit

Letargi/ tidak sadar Cekung Minum sedikit/ tidak dapat minum Sangat Lambat lambat kembali, turgor kurang kembali, turgor buruk

Keputusan

Tidak ada tanda dehidrasi

Ada 2 ciri/ lebih disebut dehidrasi sedang Rencana B

Ada 2 ciri/ lebih disebut dehidrasi berat Rencana C segera !!!!

Terapi Rencana A

Rencana A - Berikan cairan lebih dari biasanya tidak dehidrasi. Umur < 2 tahun : 50 - 100 ml/mencret Umur 2- 10 tahun : 100 - 200 ml Umur > 10 tahun : semaunya - Pemberian makanan mencegah malnutrisi. Bayi tetap beri ASI Anak makan 3-4 jam 6 kali sehari

Rencana B
Rehidrasi oral pada dehidrasi sedang Petunjuk Penatalaksanaan Dehidrasi Sedang Anak & Dws Perkiraan jumlah cairan yg diberikan pada 4 jam pertama
Usia < 4bln 4-11bln 7-7,9 12-23bln 8-10,9 600-800 2-4thn 11-15,9 8001200 5-14thn 16-29,9 12002200 15thn 30 22004000

Berat (kg) < 5 Dalam ml

200-400 400-600

Setelah 4 jam pantau bila baik mulai beri makanan perlahan bila buruk segera bawa ke RS terdekat

Rencana C
Dehidrasi berat Pemberian cairan IV pada Dehidrasi berat anak & dewasa Beri 100ml/kg cairan RL dengan pembagian berikut ini : Umur Infant (< 12 bln) Dewasa Pemberian I 30ml/kgBB 1 jam 30 menit Pemberian selanjut nya 70 ml/kgBB 5 jam 2,5 jam

- Bila RL tidak ada fisiologis - Bila nadi lemah / tak teraba pantau tiap 15-30 menit sampai teraba lalu pantau tiap jam menilai hidrasi membaik. - Nilai ulang 1-2 jam tidak membaik lebih cepat. - Setelah 6 jam (infant) & 3 jam (dws) evaluasi beri rencana A, B atau C

Dietetik 1. < 1 thn dan > 1 thn dengan BB < 7 kg beri susu (ASI/formula dengan rendah laktosa). bubur susu/ nasi tim bila tidak mau susu. susu khusus tidak mengandung laktosa sesuai kelainan yg ada. 2. > 1 thn dengan BB > 7 kg beri sesuai kebiasaan makan di rumah

PENCEGAHAN
Pemberian ASI 6 bln pertama selama 2 thn. Hygiene mencuci tangan Air bersih Sanitasi pembuangan feses yang baik Imunisasi campak 9-11 bln